Kopi TIMES

Argumentasi  Makna Jihad

Sabtu, 23 April 2022 - 21:39 | 52.19k
Argumentasi  Makna Jihad
Salman Akif Faylasuf, alumni PP Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo Situbondo. Sekarang Nyantri di Ponpes Nurul Jadid, sekaligus Kader PMII Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo.

TIMESINDONESIA, PROBOLINGGO – Sebuah kata yang paling sering digaungkan belakangan ini adalah kata “jihad”. Dengan demikian penting untuk kita mengerti apa makna jihad yang sebenarnya. Jihad adalah kata yang di ulang-ulang didalam Al-Qur’an dengan jumlah yang sangat banyak. Kalau kita telisik dalam kamus-kamus bahasa Arab, akan ditemui kata jihad berasal dari kata “juhd” yang secara etemologi bermakna “kesungguhan” atau bersungguh-sungguh.

Para ulama membagi kesungguhan (jihad) kedalam tiga jenis, pertama, jika kesungguhan itu bersifat spiritual, sungguh-sungguh untuk memperoleh keridhaan Allah swt (mardhatillah), maka disebut mujahadah. Kedua, apabila kesungguhan itu berkaitan dengan penggunaan nalar, ekspolarasi rasio, para ulama menyebutnya itu adalah ijtihad. Dengan demikian, kata ijtiihad cukup populer dikalangan Islam, terutama berkatan dengan bagaimana menggerakkan nalar untuk menemukan sebuah hukum didalam Islam.

Ketiga, adalah kata jihad seringkali dinyatakan sebagai kesungguhan, kesiapan fisik untuk membela agama Allah, untuk melakukan pertahanan diri. Pertanyaanya adalah apakah benar jihad hanya pertahanan diri secara fisik, peperangan.

Kalau kita kembali pada ayat-ayat Al-Qur’an, akan ditemukan makna yang cukup luas dari kata jihad, tidak sekedar peperangan secara fisik. Misalnya ayat yang menyatakan: 

فَلَا تُطِعِ الْكَافِرِينَ وَجَاهِدْهُمْ بِهِ جِهَادًا كَبِيرًا
Artinya: Maka janganlah kamu mengikuti orang-orang kafir, dan berjihadlah terhadap mereka dengan Al Quran dengan jihad yang besar. (Qs. Al-Furqan: 52).

Para ulama menafsirkan jihad dalam ayat ini sebagai kesungguhan untuk menyampaikan ajaran Al-Qur’an, karena dengan menyampaikan ajaran yang dibawah Al-Qur’an adalah bagian dari pengertian jihad itu sendiri. 

Syahdan, dalam periode Makkah tidak pernah terjadi yang namanya jihad fisik. Alih-alih terjadi perang fisik, justru umat Islam diperintahkan untuk bersabar, Al-Quran dengan jelas mengatakan:

وَاصْبِرْ عَلَىٰ مَا يَقُولُونَ وَاهْجُرْهُمْ هَجْرًا جَمِيلً
Artinya: Dan bersabarlah terhadap apa yang mereka ucapkan dan jauhilah mereka dengan cara yang baik. (Qs. Al-Muzammil: 10).

Dari kapan makna jihad beralih makna “menjadi peperangan fisik”. Dalam buku-buku sejarah sendiri, jihad mengalami penyempitan makna didalam periode Madinah, karena dalam periode Madinah ada ayat-ayat yang turun kepada Nabi untuk menegaskan bolehnya melakukan perlawanan, pertahanan diri ketika diserang oleh orang musyrik. Dalam Al-Qur’an dijelaskan: 

أُذِنَ لِلَّذِينَ يُقَاتَلُونَ بِأَنَّهُمْ ظُلِمُوا ۚ وَإِنَّ اللَّهَ عَلَىٰ نَصْرِهِمْ لَقَدِيرٌ
Artinya:Telah diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnya mereka telah dianiaya. Dan sesungguhnya Allah, benar-benar Maha Kuasa menolong mereka itu. (Qs. Al-Hajj: 39).

Melalui ayat ini kita menjadi tahu, bahwa jihad didalam periode Madinah beralih menjadi peperangan secara fisik. Tapi seluruh peperang yang dilakukan oleh Nabi adalah dalam rangka untuk pertahanan diri, buka pro-aktif melakukan penyerangan keluar terhadap orang-orang yang tidak bersalah. 

Penjelasan ini dibuktikan dengan Sabda Nabi: “ketika penduduk Yastrib (Madinah) ingin untuk memerangi orang-orang non muslim yang ada di Mina, kemudian orang-orang Yastrib meminta pada Nabi untuk dibolehkan memrangi orang-orang Mina, maka kemudian Nabi berkata agar tidak dilakukan penyerangan terhadap orang yang ada di Mina. Kata Nabi “aku tidak diperintahkan untuk melakukan penyerangan”.

Bagaimana kita memaknai jihad konteks sekarang?

Syahdan, ada banyak para pemikir yang menyatakan bahwa jihad hari ini harus dikembangkan maknanya kedalam pengertian yang lebih luas. Syatha Addhimyathi misalnya didalam kitab I’anah At-Thalibin menyatakan, bahwa kata jihad harus digerakkan pengertiannya kepada peningkatan taraf hidup umat Islam, taraf hidup masyarakat, bagaimana menyediakan sandang pangan dan papan kepada orang yang tidak punya? Kata Syatha Addhimyathi, penyediaan sandang pangan dan papan tidak hanya kepada orang Islam saja, melainkan juga untuk orang kafir dzimmi.

Begitu juga Jamal Al-Banna didalam bukunya Al-Jihad menyatakan, jihad hari ini tidak semata-mata untuk mati dijalan Allah swt, tapi untuk hidup dijalan Allah swt.

أن الجهاد اليوم ليس هو أن نموت في سبيل الله, ولكن أن نحيا في سبيل الله 
“Sesungguhnya jihad di masa kini bukanlah mati di jalan Allah, melainkan hidup di jalanNya.”

Inilah pengertian jihad sebenarnya yang penting diketahui oleh umat Islam, bahkan juga oleh umat agama lain. Wallahu A’lam…

***

*) Oleh: Salman Akif Faylasuf, alumni PP Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo Situbondo. Sekarang Nyantri di Ponpes Nurul Jadid, sekaligus Kader PMII Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo.

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi timesindonesia.co.id

**) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

**) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim apabila tidak sesuai dengan kaidah dan filosofi TIMES Indonesia.

**) Dapatkan update informasi pilihan setiap hari dari TIMES Indonesia dengan bergabung di Grup Telegram TI Update. Caranya, klik link ini dan join. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi Telegram di HP.



Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

EKORAN

TERBARU

  • Ketua MPR Dorong Industri Kendaraan Udara Tingkatkan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat
    Ketua MPR Dorong Industri Kendaraan Udara Tingkatkan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat
    29/05/2022 - 15:21
  • Puncak Pelantikan, Muslimat NU Malang Kejar Program 5 Tahun Kedepan
    Puncak Pelantikan, Muslimat NU Malang Kejar Program 5 Tahun Kedepan
    29/05/2022 - 15:12
  • Hadiri Harlah ke 76 di Kota Malang, Gubernur Khofifah: Saya Jadi Tokoh Dunia Berkat Muslimat NU
    Hadiri Harlah ke 76 di Kota Malang, Gubernur Khofifah: Saya Jadi Tokoh Dunia Berkat Muslimat NU
    29/05/2022 - 15:05
  • HLUN: Bupati Tasikmalaya Dampingi Sekjen Kemensos Tinjau Program Rutilahu Lansia
    HLUN: Bupati Tasikmalaya Dampingi Sekjen Kemensos Tinjau Program Rutilahu Lansia
    29/05/2022 - 14:48
  • Manten Kopi, Upaya Lestarikan Tradisi Leluhur Kebun Kopi Karanganyar Blitar
    Manten Kopi, Upaya Lestarikan Tradisi Leluhur Kebun Kopi Karanganyar Blitar
    29/05/2022 - 14:35

TIMES TV

Nyaman dan Aman, Yuk Belanja ke Matos

Nyaman dan Aman, Yuk Belanja ke Matos

10/11/2021 - 09:39

Suara Merdu Dipikat Label Maia Estianty- Ninaya Ilena

Suara Merdu Dipikat Label Maia Estianty- Ninaya Ilena
Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji

Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji
Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji

Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji
Pemkot Malang Kuatkan Infrastruktur Digital Penunjang Smart City Melalui Wifi Gratis

Pemkot Malang Kuatkan Infrastruktur Digital Penunjang Smart City Melalui Wifi Gratis

iGuides

  • Tawarkan Konsep Baru, Saygon Hotel and Cottage Terekomendasi Iguides 5 Star
    20/03/2022 - 18:00
  • Skipjack, Kuliner Seafood Murah Rasa Bintang Lima, iGuides Recommended!
    Skipjack, Kuliner Seafood Murah Rasa Bintang Lima, iGuides Recommended!
    28/01/2022 - 10:38
  • Miliki Kolam Ombak Ikonik, Saygon Waterpark Iguides Recommended
    Miliki Kolam Ombak Ikonik, Saygon Waterpark Iguides Recommended
    07/12/2021 - 20:06
  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05

KOPI TIMES

  • Mengenang Buya Syafii Maarif di Taman Husnul Khatimah
    Mengenang Buya Syafii Maarif di Taman Husnul Khatimah
    28/05/2022 - 21:29
  • Pembelajaran Integratif Pendidikan Agama Islam dan Sains
    Pembelajaran Integratif Pendidikan Agama Islam dan Sains
    28/05/2022 - 10:28
  • “Pentingnya Perlindungan PRT Melalui  RUU PPRT”
    “Pentingnya Perlindungan PRT Melalui  RUU PPRT”
    27/05/2022 - 17:45
  • The Social Dilemma: Menelisik Candu dan Algoritma Media
    The Social Dilemma: Menelisik Candu dan Algoritma Media
    27/05/2022 - 15:23
  • Nawa Cita Ala Kampus untuk Pengentasan Kemiskinan di Indonesia
    Nawa Cita Ala Kampus untuk Pengentasan Kemiskinan di Indonesia
    24/05/2022 - 16:57
  • Gerakan Credit Union: Suatu Upaya Kemandirian Ekonomi
    Gerakan Credit Union: Suatu Upaya Kemandirian Ekonomi
    24/05/2022 - 02:00
  • Tanaman Hias Bukan Sekadar Hiasan
    Tanaman Hias Bukan Sekadar Hiasan
    24/05/2022 - 01:44
  • Beragama Mendorong Umatnya untuk Tidak Jadi Pengangguran
    Beragama Mendorong Umatnya untuk Tidak Jadi Pengangguran
    23/05/2022 - 17:35

KULINER

  • Kota Bandung Dinobatkan Jadi Kota Makanan Tradisional Terbaik di Asia
    Kota Bandung Dinobatkan Jadi Kota Makanan Tradisional Terbaik di Asia
    28/05/2022 - 18:34
  • Naengmyeon Mi Dingin Khas Korea yang Unik, Ada Es Batunya!
    Naengmyeon Mi Dingin Khas Korea yang Unik, Ada Es Batunya!
    28/05/2022 - 16:35
  • 5 Makanan Khas yang Sering Dibawa JCH Indonesia, Termasuk Rendang 
    5 Makanan Khas yang Sering Dibawa JCH Indonesia, Termasuk Rendang 
    28/05/2022 - 13:40
  • Nikmatnya Sarapan Pagi Kuliner Khas Blora, Nasi Pecel Mbah Jito
    Nikmatnya Sarapan Pagi Kuliner Khas Blora, Nasi Pecel Mbah Jito
    28/05/2022 - 05:15
  • Oatmeal Yogurt, Menu Sarapan yang Bikin Awet Kenyang
    Oatmeal Yogurt, Menu Sarapan yang Bikin Awet Kenyang
    27/05/2022 - 01:33