Berdayakan Ekonomi Umat, Yayasan Masjid Nurul Islam Gelar Bazar Ramadan
Yayasan Masjid Nurul Islam menggelar acara Bazaar Ramadan. Beragam produk UMKM terpanjang, mulai stand kuliner hingga fashion. ... ...

SURABAYA – Yayasan Masjid Nurul Islam menggelar acara Bazar Ramadan. Beragam produk UMKM terpanjang, mulai stand kuliner hingga fashion.
Ketua Yayasan Masjid Nurul Islam, Ahmad Hariyadi mengatakan giat ini berlangsung selama satu hari penuh di halaman masjid yang berlokasi di Pondok Maritim Indah tersebut.
Bazar Ramadan ini melibatkan warga setempat. Termasuk para santri dan remaja masjid.
"Ini melibatkan orang-orang sekitar, adik-adik remaja masjid, kemudian teman-teman Cafe Jannah, wali santri kita juga hadir di sini," kata Ustadz Ahmad Hariyadi, Sabtu (9/4/2022).
Dia menambahkan, keterlibatan masyarakat merupakan salah satu upaya menciptakan masjid sebagai tempat ibadah sekaligus pemberdayaan ekonomi umat.

"Konsepnya secara umum masjid ini akan kita manfaatkan untuk pengembangan potensi umat," ujarnya.
Kegiatan Bazar Ramadan, lanjut ustadz, mengingatkan pada isu pentingnya umat Islam membangun sisi perekonomian. "Itu sebenarnya intinya," tandas Ustadz Ahmad.
Dalam hal pemberdayaan ekonomi umat itu, yayasan telah memulainya dari hal kecil. Seperti mengelola Cafe Jannah. Kehadiran cafe ini diharapkan dapat menjadi role model kegiatan bersifat pengembangan perekonomian dari masjid.
"Jadi dalam struktur organisasi kita memang ada Cafe Jannah. Mimpi kami itu nanti akan membesar," tambah dia.
Sementara untuk kegiatan sosial murni non profit, Yayasan Nurul Islam juga memiliki ATM Beras.
"Konsep kita bukan kemudian masjid itu murni ritual, namun juga kegiatan yang sifatnya pengembangan ke masyarakat," terang ustadz menambahkan.
Upaya tersebut telah berlangsung sejak lama. Namun untuk berkembang memang membutuhkan suntikan besar meliputi peningkatan SDM dan modal. Selama ini pihak masjid mengumpulkan dana murni melalui partisipasi masyarakat sekitar. Tidak ada 'dukungan' langsung dari pemerintah.
"Pasti geraknya lamban. Tapi menurut saya kita sudah punya joglo untuk Cafe Jannah. Paling tidak itu modal yang sudah kami miliki, sebelumnya nggak ada," ungkapnya.

Yayasan Nurul Islam menebarkan konsep bahwa dalam Islam bukan sekedar ritualitas semata. Namun juga beragam kegiatan pengembangan potensi diri mulai dari usia dini. Seperti kehadiran Taman Pendidikan Al Qur'an (TPQ).
Yayasan juga mengutamakan kebersamaan dan keberagaman untuk membendung friksi-friksi internal yang mungkin tak terhindarkan.
Pada waktu tertentu juga kerap mengundang pengurus dan jemaah masjid lain untuk hadir saling mengisi kegiatan. Kemudian juga pertemuan antar takmir masjid.
"Kita tidak berpecah belah, itu perintah dalam Al Quran," tandasnya.
Terbukti, para santri yang hadir dalam Bazaar Ramadan adalah santri dari TPQ lain.
"Bukan hanya anak-anak kita di sini jadi biar mereka terbiasa," ungkapnya terkait kegiatan Bazar Ramadan yang digelar Yayasan Masjid Nurul Islam. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


