Kopi TIMES

Tauhid Asy'ariyah (Tauhid Rasa)

Jumat, 08 April 2022 - 10:33 | 47.38k
Tauhid Asy'ariyah (Tauhid Rasa)
Ginanjar Prastyanto, Dosen Mata Kuliah Problema Keagamaan, Prodi Bimbingan Konseling Islam, Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam, IAI Darussalam Blokagung Banyuwangi.

TIMESINDONESIA, BANYUWANGI – Tauhid asy’ariyah meyakini segala tindakan manusia maupun apa yang bakal terjadi pada diri manusia merupakan kehendak Allah. Namun, di sisi lain, manusia tetap diwajibkan untuk berusaha. Bagaimanakah cara kita memahaminya?

Ajaran tauhid asy’ariyah, seharusnya tidak dipahami dengan logika tetapi dengan rasa. Sebagai ilustrasi, sekitar tahun 50 an, ada seorang Bu Nyai yang sangat muda, yang berhasil mendampingi suaminya merintis pendirian suatu pesantren, yang mana pesantren tersebut berkembang sangat pesat serta bertahan hingga sampai sekarang, dan bahkan membesar. Pesantren tersebut, kini memiliki perguruan tinggi. 

Bu nyai muda itu merupakan perintis awal lembaga sekolah di pesantren tersebut, dengan mendirikan TK. Jadi, jika dirunut secara geneologis perguruan tinggi yang kini berdiri di pesantren tersebut, pada dasarnya, merupakan perkembangan dari hasil karya beliau. Lalu, apa background studi Bu Nyai muda tersebut?

Apakah beliau seorang lulusan S1 Manajemen Pendidikan Islam (MPI)? Atau lulusan S2 MPI? Atau mungkin, beliau seorang lulusan Doktoral Manajemen Pendidikan Islam konsentrasi Manajemen Pesantren, sehingga berhasil mendampingi suaminya merintis pendirian pesantren, yang pondasinya mengarah kepada kemajuan, yang hasil karyanya kini tumbuh menjadi perguruan tinggi, dan nampaknya ke depan berkembang menjadi perguruan tinggi yang membuka kelas S2 dan S3.

Bu Nyai muda tersebut, ternyata tidak pernah mengenyam pendidikan sekolah, dan beliau juga tidak pernah mengenyam pendidikan di pesantren. Bahkan, beliau melahirkan putra pertamanya, tatkala masih berumur 13 tahun. Lalu, apa rahasianya sehingga beliau begitu sukses?

Jawabannya ada pada tauhid asy’ariyah. Ajaran tauhid asy’ariyah pada dasarnya sangat sederhana, yakni manusia harus berusaha keras di satu sisi, sedangkan di sisi lain, yang menentukan hasilnya adalah Allah. Bu Nyai muda yang masih berusia belia dan tidak pernah sekolah maupun mondok, tentu, dihinggapi rasa ketakutan di dalam hatinya ketika awal kali mendampingi suaminya, tapi beliau tetap berusaha terus dan tidak menyerah terhadap gejolak jiwanya. Beliau berusaha mengalahkan gejolak rasa takutnya, dan menghimpun rasa keberaniannya, akhirnya beliau memiliki rasa keyakinan diri, karena percaya bahwa yang menentukan keberhasilan seseorang bukanlah seberapa banyak usianya ataupun seberapa tinggi tingkat pendidikannya, tapi kuasa Allah.

Untuk memantaskan diri sebagai seorang Ibu Nyai, beliau istiqomah mengikuti pengajian kitab-kitab kuning yang diselenggarakan oleh pesantren yang didirikan oleh suami dan dirinya. Selain itu, menyadari bahwa dirinya tidak pernah mengenyam bangku sekolah dan pesantren, beliau bersedia belajar baca tulis dan ilmu-ilmu keagamaan kepada santriwati-santriwati yang diasuhnya.

Dalam situasi proses belajar terhadap santriwati-santriwatinya tersebut, tentu, beliau mengalami gejolak hati yang cukup hebat. Di satu sisi, tentu, ada rasa gengsi di dalam hatinya, ketika sedang belajar kepada santriwatinya, tetapi rasa gengsi tentu berakibat menutup hati dan pikirannya untuk menyerap materi pelajaran. Oleh karena itu, beliau berusaha mengalahkan rasa gengsi tersebut.

Tapi, di sisi lain, sebagai seorang Bu Nyai beliau tidak boleh merasakan dirinya sebagai seseorang yang diasuh oleh santriwatinya, karena akan menghilangkan kepercayaan dirinya sebagai seorang pengasuh pesantren. Jadi beliau berusaha mengolah hatinya sebagai seseorang yang rendah hati, yang bersedia belajar kepada santriwatinya di satu sisi, dan mempertahankan perasaannya sebagai seorang pengasuh di sisi lain, dan akhirnya beliau berhasil.

Hasilnya, hati Bu Nyai muda tersebut, akhirnya, mengalami sambung rasa dengan Allah. Hatinya bisa merasakan keberadaan Allah. Ketika hatinya mengalami sambung rasa dengan Sang Pencipta, maka hati Bu Nyai muda tersebut bagai cermin bagi kehidupan ini. Perlahan-lahan tabir yang menyelimuti kehidupan ini mulai tersingkap. Beliau bisa merasakan gejolak rasa para santri maupun santriwati di pesantrennya, beliau juga bisa merasakan gejolak jamannya, dan kemanakah jaman ini akan mengarah. Bu Nyai muda tersebut, akhirnya, sukses menemani suaminya merintis pesantren yang tetap bertahan hingga sekarang, dan terus membesar. 

***

*) Oleh: Ginanjar Prastyanto, Dosen Mata Kuliah Problema Keagamaan, Prodi Bimbingan Konseling Islam, Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam, IAI Darussalam Blokagung Banyuwangi.

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi timesindonesia.co.id

**) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

**) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim apabila tidak sesuai dengan kaidah dan filosofi TIMES Indonesia.

**) Dapatkan update informasi pilihan setiap hari dari TIMES Indonesia dengan bergabung di Grup Telegram TI Update. Caranya, klik link ini dan join. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi Telegram di HP.



Publisher : Sofyan Saqi Futaki

EKORAN

TERBARU

  • Indonesia Tawarkan Kawasan Industri Hijau Kaltara ke Elon Musk
    Indonesia Tawarkan Kawasan Industri Hijau Kaltara ke Elon Musk
    25/05/2022 - 22:06
  • Wali Kota Berharap Pengundian Pasar Besar Batu Dilakukan Bulan Oktober 2022
    Wali Kota Berharap Pengundian Pasar Besar Batu Dilakukan Bulan Oktober 2022
    25/05/2022 - 21:44
  • Sambut Tanggal Merah Berdekatan, tiket.com Gelar Program Diskon Tanggal Muda
    Sambut Tanggal Merah Berdekatan, tiket.com Gelar Program Diskon Tanggal Muda
    25/05/2022 - 21:30
  • Anies-AHY Potensial di Pilpres 2024, Pengamat: Muda dan Enerjik
    Anies-AHY Potensial di Pilpres 2024, Pengamat: Muda dan Enerjik
    25/05/2022 - 21:23
  • Kader Muda NU Dipercaya Sebagai Komisaris Independen PT Sucofindo
    Kader Muda NU Dipercaya Sebagai Komisaris Independen PT Sucofindo
    25/05/2022 - 21:17

TIMES TV

Nyaman dan Aman, Yuk Belanja ke Matos

Nyaman dan Aman, Yuk Belanja ke Matos

10/11/2021 - 09:39

Suara Merdu Dipikat Label Maia Estianty- Ninaya Ilena

Suara Merdu Dipikat Label Maia Estianty- Ninaya Ilena
Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji

Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji
Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji

Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji
Pemkot Malang Kuatkan Infrastruktur Digital Penunjang Smart City Melalui Wifi Gratis

Pemkot Malang Kuatkan Infrastruktur Digital Penunjang Smart City Melalui Wifi Gratis

iGuides

  • Tawarkan Konsep Baru, Saygon Hotel and Cottage Terekomendasi Iguides 5 Star
    20/03/2022 - 18:00
  • Skipjack, Kuliner Seafood Murah Rasa Bintang Lima, iGuides Recommended!
    Skipjack, Kuliner Seafood Murah Rasa Bintang Lima, iGuides Recommended!
    28/01/2022 - 10:38
  • Miliki Kolam Ombak Ikonik, Saygon Waterpark Iguides Recommended
    Miliki Kolam Ombak Ikonik, Saygon Waterpark Iguides Recommended
    07/12/2021 - 20:06
  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05

KOPI TIMES

  • Nawa Cita Ala Kampus untuk Pengentasan Kemiskinan di Indonesia
    Nawa Cita Ala Kampus untuk Pengentasan Kemiskinan di Indonesia
    24/05/2022 - 16:57
  • Gerakan Credit Union: Suatu Upaya Kemandirian Ekonomi
    Gerakan Credit Union: Suatu Upaya Kemandirian Ekonomi
    24/05/2022 - 02:00
  • Tanaman Hias Bukan Sekadar Hiasan
    Tanaman Hias Bukan Sekadar Hiasan
    24/05/2022 - 01:44
  • Beragama Mendorong Umatnya untuk Tidak Jadi Pengangguran
    Beragama Mendorong Umatnya untuk Tidak Jadi Pengangguran
    23/05/2022 - 17:35
  • Pandemi, Buruh, dan Perubahan Sistem Tenaga Kerja
    Pandemi, Buruh, dan Perubahan Sistem Tenaga Kerja
    23/05/2022 - 16:02
  • Upaya Berkelanjutan untuk Maksimalkan Nilai Tambah SDA                                                
    Upaya Berkelanjutan untuk Maksimalkan Nilai Tambah SDA                                                
    21/05/2022 - 10:15
  • Perempuan dan Akses Sumber Daya Alam di NTT
    Perempuan dan Akses Sumber Daya Alam di NTT
    21/05/2022 - 03:38
  • Metropolitan Pesisir Malang
    Metropolitan Pesisir Malang
    20/05/2022 - 12:09

KULINER

  • Segarnya Es Leci Yakult Hempaskan Dahaga Seketika, Yuk Bikin!
    Segarnya Es Leci Yakult Hempaskan Dahaga Seketika, Yuk Bikin!
    24/05/2022 - 13:37
  • Resep Mudah Jalakotek Rumahan ala Majalengka
    Resep Mudah Jalakotek Rumahan ala Majalengka
    24/05/2022 - 05:10
  • Sensasi Robusta Premium di KopiKOE Cafe Java Lotus Hotel Jember
    Sensasi Robusta Premium di KopiKOE Cafe Java Lotus Hotel Jember
    23/05/2022 - 16:55
  • Sosis Asam Manis, Olahan Praktis untuk Menu Sarapan
    Sosis Asam Manis, Olahan Praktis untuk Menu Sarapan
    23/05/2022 - 05:37
  • Es Sereh Telang Lemon, Menu Sehat ala Backyard Cafe
    Es Sereh Telang Lemon, Menu Sehat ala Backyard Cafe
    22/05/2022 - 23:14