Advertisement
Peristiwa Daerah

Mendata Potensi ZIS, Baznas Banjarnegara Gandeng Penyuluh Agama Islam

Baznas Banjarnegara menggelar rapat koordinasi (rakor) dengan penyuluh agama Islam se Kabupaten Banjarnegara, di Sasana Adiguna, Setda Banjarnegara, Senin (28/3/2022). ...

TIMES Indonesia,
Mendata Potensi ZIS, Baznas Banjarnegara Gandeng Penyuluh Agama Islam
Ketua Baznas Banjarnegara, Sutedjo Slamet Utomo, SH MHum. (FOTO: Kominfo for TIMES Indonesia)
A-AA+

BANJARNEGARA Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Banjarnegara (Baznas Banjarnegara) menggelar rapat koordinasi (rakor) dengan penyuluh agama Islam se Kabupaten Banjarnegara, di Sasana Adiguna, Setda Banjarnegara, Senin (28/3/2022).

Rakor dipimpin oleh Ketua Baznas Banjarnegara, Sutedjo Slamet Utomo, SH MHum dihadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara, Karsono, SPd.I MM, dan 178 penyuluh agama Islam.

Advertisement

Ketua Baznas Banjarnegara, Sutedjo Slamet Utomo dalam arahannya mengingatkan, bahwa Banjarnegara masih termasuk lima kabupaten miskin ekstrem di Jawa Tengah. Bahkan ada 58 desa yang masih tertinggal.

"Artinya kita masih harus kreatif dan  kerja  keras. Situasi ini menjadi PR bersama bukan cuma pemerintah saja. Untuk itulah Baznas menggandeng penyuluh agama Islam untuk melakukan pendataan, guna membantu pemerintah mengurangi kemiskinan ekstrem," kata Sutedjo.

Baznas-Banjarnegara-2.jpg

Pada bulan Ramadhan jelang Idul Fitri nanti, kata Sutedjo, Baznas akan menyalurkan bantuan sembako di 20 wilayah kecamatan. Satu kecamatan akan dipilih 75 warga kurang mampu untuk menerima paket bingkisan. Baznas juga akan menyalurkan bantuan untuk pegawai honorer Pemda.

"Saya mohon bantuannya untuk mendata warga penerima bingkisan sembako. Bingkisan tersebut nilainya Rp. 300 ribu. Isinya beras, gula, minyak, terigu, susu, teh, sirup, dan roti. Cukup lengkap," jelas Sutedjo.

Advertisement

Kepala Kantor Kementerian Agama Banjarnegara, Karsono, menambahkan, dilibatkannya penyuluh agama Islam untuk membantu Baznas adalah sesuai tupoksinya. Penyuluh agama Islam, kata Karsono, memiliki fungsi informatif edukatif, konsultatif sebagai penyuluh masyarakat.

"Tepat jika penyuluh agama Islam jadi kader penggerak Baznas Banjarnegara," kata Karsono, Kepala Kantor Kementerian Agama Banjarnegara. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Muchlas Hamidi
PenulisMuchlas HamidiBergabung dengan TIMES Indonesia sejah tahun 2020 Liputan : Sosial, Budaya, dan isu atau kejadian di daerah.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia