Advertisement
Peristiwa Daerah

DPMD Provinsi Jatim Harap Karang Taruna Jadi Penggerak Ekonomi Kreatif

Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Jawa Timur menggelar bimbingan teknis kepada lembaga kemasyarakatan desa Karang Taruna se Jawa Timur. ... ... ...

TIMES Indonesia,
DPMD Provinsi Jatim Harap Karang Taruna Jadi Penggerak Ekonomi Kreatif
Kabid Kemasyarakatan Desa DPMD Provinsi Jawa Timur, Tri Yuwono saat memberikan sambutan (FOTO: Rizki Alfian/ TIMES Indonesia)
A-AA+

MALANG Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Jawa Timur menggelar bimbingan teknis kepada lembaga kemasyarakatan desa Karang Taruna se Jawa Timur.

Acara yang berlangsung selama dua hari, mulai Kamis-Jumat (24-25/3/2022) tersebut dilaksanakan di The Aliante Hotel and Convention Center, Kota Malang.

Advertisement

Kepala DPMD Provinsi Jawa Timur, Soekaryo, melalui Kabid Kemasyarakatan Desa, Tri Yuwono, mengatakan, Karang Taruna bertugas membantu kepala desa dalam menanggulangi masalah kesejahteraan sosial dan pengembangan generasi muda.

Kabid-Kemasyarakatan-Desa-DPMD-Provinsi-Jawa-Timur-6.jpg

"Sebagaimana diamanatkan dalam Permendagri nomer 18 tahun 2018 tentang Lembaga Kemasyarakatan Desa dan Lembaga Adat Desa pada pasal 7 ayat (3)," kata Tri Yuwono.

Sebagai mitra kerja pemerintahan desa, dan wadah berhimpunnya generasi muda dalam rangka pengembangan kesejahteraan sosial, Karang Taruna memiliki potensi dan kapasitas untuk proses pelaksanaan pembangunan partisipatif di desa.

"Oleh karena itu, kehadirannya diharapkan mampu melaksanakan tugas dan tanggung jawab kelestarian kehidupan berbangsa dan bernegara sesuai Pancasila dan UU 1945," ungkap Tri.

Advertisement

Tugas dan tanggung yang dimaksud, masih kata Tri Yuwono, melalui keikutsertaan dalam membangun pemberdayaan ekonomi kreatif di desa/kelurahan.

"Apalagi, dalam rangka pertumbuhan dan pengembangan generasi muda, tidak semua cita-cita dapat berjalan lancar. Terkadang ada sebagian generasi muda yang punya masalah kesejahteraan sosial yang disebabkan oleh faktor internal dan eksternal," terangnya

"Seperti penyandang disabilitas, keterlantaran, kemiskinan, narkoba, psikotropika dan zat aditif lain. Untuk itu perlu dilakukan pembinaan dengan diarahkan kepada kegiatan yang bersifat konstruktif," imbuh Tri Yuwono.

Menyikapi hal tersebut, maka diperlukan langkah-langkah kongkrit yang dilakukan Karang Taruna dalam rangka pengembangan sumberdaya manusia.

"Sehingga kedepan, Karang Taruna diharapkan memiliki pola atau strategi untuk menciptakan paradigma baru dalam mengubah pola pikir, sikap mental, perilaku dan kebiasaan dengan kepengurusanyang efektif serta menciptakan suasana kondusif," ucapnya.

Selain itu DPMD Provinsi Jawa Timur juga mengingatkan agar Karang Taruna dapat menjadi mitra kerja seluruh komponen, baik pemerintahan maupun organisasi sosial lainnya di desa.

"Sehingga keberadaan Karang Taruna perlu diperhitungkan dalam rangka mengubah status desa tertinggal menjadi desa berkembang desa maju menjadi desa mandiri," pungkas Tri Yuwono mewakili Kadis DPMD Provinsi Jawa Timur, Soekaryo.

Dalam acara DPMD tersebut, Dinas Sosial, Ketua Karang Taruna dan Ketua HIPMI Jawa Timur juga turut hadir. Mereka hadir untuk memberikan pengarahan dan bimbingan teknis kepada para peserta. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Rizki Alfian
PenulisRizki Alfian Penulis TIMES Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia