PP Muhammadiyah: Konflik Rusia dan Ukraina Bukan Masalah Agama
Invasi Rusia ke Ukraina yang terus berlanjut hingga saat ini disayangkan banyak pihak. ... ...

JAKARTA – invasi Rusia ke Ukraina yang terus berlanjut hingga saat ini disayangkan banyak pihak, termasuk PP Muhammadiyah. Hal itu dikarenakan, akan memakan banyak korban dan kerugian secara global.
Organisasi yang dinakhodai oleh Haedar Nashir itu pun menentukan sikapnya. Setidaknya, ada enam sikap yang sudah dinyatakan secara resmi.
Pertama, PP Muhammadiyah menyatakan sangat prihatin dengan peperangan Rusia-Ukraina. Peperangan tidak hanya menimbulkan kerusakan fasilitas publik dan korban jiwa baik yang meninggal dunia maupun luka-luka.
"Sebagian korban adalah masyarakat sipil. Peperangan bukanlah jalan keluar menyelesaikan masalah," demikian dikutip TIMES Indonesia dari siaran pers Kamis (3/3/2022).
Kedua, PP Muhammadiyah, mendesak kedua bela pihak antara Rusia dan Ukraina untuk dapat melakukan gencatan senjata dan mencoba mencari solusi damai melalui meja perundingan.
Ketiga, PP Muhammadiyah mendesak PBB, khususnya Dewan Keamanan, melakukan langkah-langkah yang diperlukan untuk mengakhiri peperangan karena akan menimbulkan masalah yang kompleks baik ekonomi, politik, kemanusiaan, perdamaian global, dan masalah-masalah lainnya.
Keempat, PP Muhammadiyah memberikan apresiasi kepada Pemerintah Indonesia yang telah membuat seruan agar pertempuran diakhiri.
"Akan tetapi Pemerintah Indonesia hendaknya bisa lebih aktif dan proaktif terlibat dalam penyelesaian peperangan Rusia-Ukraina dan berbagai dampak yang ditimbulkannya," jelasnya.
Kelima, mengimbau masyarakat, khususnya umat Islam, agar tidak terpengaruh oleh provokasi dan propaganda kedua belah pihak yang berusaha mencari dukungan politik internasional.
"Peperangan Rusia-Ukraina bukanlah karena masalah agama. Karena itu, masyarakat dan umat Islam, hendaknya tetap menjaga kerukunan dan persatuan dengan tidak menyebarkan informasi yang tidak jelas sumbernya dan tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," katanya.
Terakhir, PP Muhammadiyah menyampaikan, di era tatanan dunia baru yang menjunjung demokrasi dan perdamaian semestinya dibangun hubungan antar negara dan bangsa yang lebih adil, saling menghormati, dan menjauhkan tindakan hegemoni dalam bentuk apapun.
"Karena pada dasarnya semua negara dan bangsa di muka bumi ini memiliki kesetaraan," ujar PP Muhammadiyah soal invasi Rusia ke Ukraina. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


