Kopi TIMES

Islam Wasathiyah, Ulama dan Melawan Terorisme

Jumat, 28 Januari 2022 - 13:23 | 64.44k
Islam Wasathiyah, Ulama dan Melawan Terorisme
Iqbal Suliansyah, Sekretaris Divisi Kajian Stratejik Dewan Pimpinan Pusat Rumah Produktif Indonesia, Alumni SPPB IX Megawati Institute.

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Islam Wasathiyah kembali menjadi perbincangan. Halaqah kebangsaan yang digelar Badan Penanggulangan Ekstremisme dan terorisme Majelis Ulama Indonesia Pusat (BPET MUI), Rabu (26/01/2022) di Jakarta mengangkat tema “Optimalisasi Islam Wasathiyah dalam Mencegah Ekstremisme dan Terorisme”. Merujuk web situs mui.or.id, Wasathiyah memiliki beberapa pengertian, namun dapat dimaknai yaitu keseimbangan antara keyakinan yang kokoh dengan toleransi yang didalamnya terdapat nilai-nilai islam berdasarkan pola pikir yang lurus dan pertengahan serta tidak berlebihan dalam hal tertentu

Islam Wasathiyah tentunya menjadi solusi dari beraga permasalahan kebangsaan termasuk terorisme. Keberadaan Islam Wasathiyah merubah sikap dan praktik beragama yang sesuai dengan esensi ajaran agama Islam yang menjujung tinggi kemaslahatan bersama dengan berlandaskan prinsip-prinsip yang adil dan toleran.

Saya turut hadir dari kejauhan dengan pertolongan perkembangan teknologi melalui aplikasi zoom dan menyimak diskusi tersebut yang membahas perkembangan terorisme di Indonesia dan mewujudkan Islam Wasathiyah dalam mencegah keberadaan terorisme dan ekstremisme. Saya dan kebanyakan orang tentunya memiliki gairah yang hampir sama dalam menyikapi isu terorisme. Kesan yang sering salah alamat selalu muncul, sehingga islamophobia menjadi kebencian yang dibiarkan tumbuh merajalela.

Tahun lalu misalnya, masyarakat dihebohkan dengan 5 tersangka teroris yang ditangkap di Kota Banda Aceh, Kabupaten Aceh Besar dan Kota Langsa,Provinsi Aceh. Para tersangka diduga akan melakukan amaliah atau aksi teror bom di wilayah Aceh. Sungguh mengkhawatirkan, terorisme harus menjadi musuh bersama.

Ulama melalui Majelis Ulama Indonesia (MUI) jauh-jauh hari telah serius melawan terorisme sebelum Badan Nasional Penanggulangan terorisme terbentuk.MUI saat itu mengeluarkan Fatwa MUI No 3 Tahun 2004, sedangkan Badan Nasional Penangulangan Terorisme (BNPT) berdiri tahun 2010. Melawan terorisme menjadi PR( Pekerjaan Rumah) bersama khususnya MUI, apalagi setelah anggota Komisi Fatwa UI ditangkap Kepolisian berkaitan dengan terorisme November lalu.

Fatwa MUI No 3 Tahun 2004, menjelaskan tindakan terorisme  menimbulkan kerugian berupa harta dan jiwa. Dalam fatwa tersebut MUI juga menjelaskan perbedaan antara terorisme dengan jihad. Terorisme berujuan merusak dan menciptakan rasa takut sedangkan jihad sifatnya melakukan perbaikan dan tujuannya menegakkan agama Allah dan membela hak-hak pihak yang terzalimi dan mengikuti aturan yang ditentukam syari’at. Fatwa tersebut juga menegaskan hukum melakukan teror adalah haram, sedangkan hukum melakukan jihad adalah wajib.Berkaitan dengan bom bunuh diri MUI menegaskan hukumnya  haram dan berkaitan dengan amaliyah al-istisyhad (tindakan mencari kesyahidan) berbeda dengan bum bunuh diri karena bagian dari jihad yang dilakukan di daerah perang atau dalam keadaan perang.

Berkaitan dengan narasi-narasi yang negatif dan mengandung unsur kebencian atau intoleransi yang bisa memotivasi lahirnya kekerasan bahkan teror harus segera mendapat perhatian. Potensi radikalisasi bisa sangat berbahaya, mungkin lebih cepat dibanding jatuh cinta dengan lawan jenis. BNPT meyakini hanya butuh 5 menit, generasi Milenial langsung terpapar paham radikal terorisme.

Berkembangnya media sosial juga jangan-jangan berperan memuluskan niat-niat buruk untuk mengacak-ngacak pertahanan negara Indonesia melalui gelombang prasangka buruk sehingga menyuburkan semangat radikalisme. Peran ulama tentunya penting untuk terus digaungkan. Posisi ulama tidak hanya menjadi imam shalat, memimpin zikir bersama namun memiiki peran besar sebagai pembimbing dan tertuntaskan penasehat dalam aktivitas sosial masyarakat.

Ulama tentunya dapat memainkan peran dan fungsidi tengah-tengah umat untuk menanguulangi terorisme. Keyakinan yag harus disepakati adalah terorisme merupakan kirminalitas yang tentunya tidak memiliki agama dan kebangsaan apapun, namun terorisme bisa lahir dari siapa saja dan dari mana saja. 

Keberadaan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) yang tersebar di berbagai daerah harusnya juga aktif berkampanye di masyarakat dan berselancar di dunia maya untuk melawan radikalisme dan terorisme.Umat Islam juga harus didorong untuk terus berpartisipasi untuk melawan dan mencegah radikalisme dan terorisme.Keberadaan Islam sebagai agama menjadi penuntun kehiudpan yang baik dan melahirkan kemaslahatan umat.

Ingat pesan Presiden Jokowi pada Musyawarah Nasional MUI tahun 2020 lalu “Semangat dakwah adalah merangkul, bukan memukul.“ Pesan ini tentunya boleh dimaknai tidak hanya untuk para ulama namun juga mengingatkan pemerintah untuk terus merangkul semua pihak.

***

*) Oleh: Iqbal Suliansyah, Sekretaris Divisi Kajian Stratejik Dewan Pimpinan Pusat Rumah Produktif Indonesia, Alumni SPPB IX Megawati Institute.

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi timesindonesia.co.id

**) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

**) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim apabila tidak sesuai dengan kaidah dan filosofi TIMES Indonesia.

**) Dapatkan update informasi pilihan setiap hari dari TIMES Indonesia dengan bergabung di Grup Telegram TI Update. Caranya, klik link ini dan join. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi Telegram di HP.



Publisher : Rizal Dani

EKORAN

TERBARU

  • Kecelakaan Tunggal Bus di Mojoikerto, Ditlantas Polda Jatim: Sopir Mengantuk
    Kecelakaan Tunggal Bus di Mojoikerto, Ditlantas Polda Jatim: Sopir Mengantuk
    16/05/2022 - 14:36
  • Berikut Identitas Korban Kecelakaan Tunggal Bus di Tol Mojokerto
    Berikut Identitas Korban Kecelakaan Tunggal Bus di Tol Mojokerto
    16/05/2022 - 14:23
  • Buya Syafii Ma’arif Jalani Perawatan di RS PKU Muhammadiyah
    Buya Syafii Ma’arif Jalani Perawatan di RS PKU Muhammadiyah
    16/05/2022 - 14:09
  • Lubang di Tepi Jalan Sebabkan Sejumlah Warga Kota Malang Terperosok
    Lubang di Tepi Jalan Sebabkan Sejumlah Warga Kota Malang Terperosok
    16/05/2022 - 14:00
  • Densus 88 Tangkap Terduga Teroris MIT Poso dan ISIS
    Densus 88 Tangkap Terduga Teroris MIT Poso dan ISIS
    16/05/2022 - 13:55

TIMES TV

Nyaman dan Aman, Yuk Belanja ke Matos

Nyaman dan Aman, Yuk Belanja ke Matos

10/11/2021 - 09:39

Suara Merdu Dipikat Label Maia Estianty- Ninaya Ilena

Suara Merdu Dipikat Label Maia Estianty- Ninaya Ilena
Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji

Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji
Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji

Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji
Pemkot Malang Kuatkan Infrastruktur Digital Penunjang Smart City Melalui Wifi Gratis

Pemkot Malang Kuatkan Infrastruktur Digital Penunjang Smart City Melalui Wifi Gratis

iGuides

  • Tawarkan Konsep Baru, Saygon Hotel and Cottage Terekomendasi Iguides 5 Star
    20/03/2022 - 18:00
  • Skipjack, Kuliner Seafood Murah Rasa Bintang Lima, iGuides Recommended!
    Skipjack, Kuliner Seafood Murah Rasa Bintang Lima, iGuides Recommended!
    28/01/2022 - 10:38
  • Miliki Kolam Ombak Ikonik, Saygon Waterpark Iguides Recommended
    Miliki Kolam Ombak Ikonik, Saygon Waterpark Iguides Recommended
    07/12/2021 - 20:06
  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05

KOPI TIMES

  • Islam Untuk Kemanusiaan dan Kedamaian Dunia
    Islam Untuk Kemanusiaan dan Kedamaian Dunia
    16/05/2022 - 06:28
  • Di Balik Substansi dan Eksistensi Partai Mahasiswa Indonesia
    Di Balik Substansi dan Eksistensi Partai Mahasiswa Indonesia
    14/05/2022 - 16:00
  • Syawal sebagai Bulan Silaturrahim
    Syawal sebagai Bulan Silaturrahim
    13/05/2022 - 16:11
  • Gaya Kepemimpinan Gus Dur, Refleksi untuk Pemimpin Masa Kini
    Gaya Kepemimpinan Gus Dur, Refleksi untuk Pemimpin Masa Kini
    12/05/2022 - 17:33
  • Ekstrakurikuler Jurnalistik SMP: Upaya Mengasah Critical Thinking Sejak Dini
    Ekstrakurikuler Jurnalistik SMP: Upaya Mengasah Critical Thinking Sejak Dini
    12/05/2022 - 16:27
  • Catatan Ketua MPR RI: Merawat Momentum Pertumbuhan di Tengah Lonjakan Pertumbuhan Harga Energi
    Catatan Ketua MPR RI: Merawat Momentum Pertumbuhan di Tengah Lonjakan Pertumbuhan Harga Energi
    12/05/2022 - 10:37
  • Korupsi itu Budaya Siapa? Bentuk dan Implikasinya bagi Kehidupan Bernegara
    Korupsi itu Budaya Siapa? Bentuk dan Implikasinya bagi Kehidupan Bernegara
    10/05/2022 - 14:07
  • Surat Terbuka, Tahun 2024 Indonesia dalam Ancaman
    Surat Terbuka, Tahun 2024 Indonesia dalam Ancaman
    10/05/2022 - 13:13

KULINER

  • Jalakotek Majalengka, Pedas Asin Manis Rasanya‎ Bikin Ngiler
    Jalakotek Majalengka, Pedas Asin Manis Rasanya‎ Bikin Ngiler
    15/05/2022 - 16:35
  • Wow! Londo Kampung Mencoba Jadi Waiter di Srasa Desa Kota Madiun
    Wow! Londo Kampung Mencoba Jadi Waiter di Srasa Desa Kota Madiun
    14/05/2022 - 20:27
  • Nikmati Akhir Pekanmu di 4 Resto di Majalengka yang Lagi Hits
    Nikmati Akhir Pekanmu di 4 Resto di Majalengka yang Lagi Hits
    14/05/2022 - 19:08
  • Mengenal Garam Bambu, Garam Paling Mahal dari Korea
    Mengenal Garam Bambu, Garam Paling Mahal dari Korea
    14/05/2022 - 14:00
  • Resep Sayur Asam Segar Dinikmati saat Cuaca Panas
    Resep Sayur Asam Segar Dinikmati saat Cuaca Panas
    14/05/2022 - 05:18