Kopi TIMES

Kepalsuan, Diracik Nama Tuhan

Kamis, 27 Januari 2022 - 16:10 | 87.10k
Kepalsuan, Diracik Nama Tuhan
Ach Yani el-Rusyd, Pesantren Luhur Baitul Hikmah
Editor: Yatimul Ainun

TIMESINDONESIA, MALANGPADAHAL, sama-sama kita akui bahwa yang layak disembah, disakralkan dan yang paling kudus hanya Tuhan. Namun, teramat sering berita harian begitu menghebohkan bermunculan, golongan satu memekik paling benar, lalu yang lain menyahut tak mau kalah benar. Anehnya, pertentangan itu disikapi dalam bentuk yang tak sedap dipandang, sehingga rasa-rasanya terdengar hambar dan terasa kecut. Sikap emosional justru memperlihatkan kebodohan dalam aspek tindakan. Padahal, cara berbicaranya sudah didesain layaknya orang yang begitu berpengetahuan. Apakah demikian ini menjijikkan? Bentuk yang sering dijumpai adalah saling menghardik, mencela, menghina, yang satu mempertuhankan pendapatnya sendiri dan yang lain memuja klaim mereka masing-masing. 

Kegelisahan yang bisa disodorkan adalah tentang berita langit. Wahyu Tuhan sebagai pedoman hidup. Mengajak tanpa paksa apalagi marah-marah. Salah satu mengapa aib serta begitu sangat memalukan nan memilukan bagi penganut agama adalah fenomena arogan. Muncul dari cara oknum tertentu yang tidak elegan dan kasar dalam menyampaikan. Metode persuasinya kaku, monoton, menggurui, menyudutkan dan memarginalkan yang lain. Tak heran, apabila penganut agama lain juga ikut marah, memaki serta menunjukkan ketidakterimaan. Alasan yang lain, tentu saja penganut sealiran yang tidak melakukan apa-apa juga terkena makan getah memalukan sebab berada pada ranah keagamaan yang sama. Prinsipnya, jika tidak ingin ditampar, jangan menampar. Jangan menebar hina dan mempermalukan apabila tidak ingin diserang balasan sama.

Selain itu, bertebaran pula asumsi-asumsi sarkastik semisal; agama hanya akan menyulut persoalan, pertikaian, memancing suana menjadi kacau dls. Anggapan demikian bisa dipastikan lahir dari mereka yang bertuhan tanpa agama atau pun tak bertuhan (mereka yang ateistis dan agnostik). Sangat boleh jadi, menyampaikan kebenaran memang perlu disampaikan dengan etika kemanusiaan bukan mengajak bertuhan tetapi penyampainya seperti sedang kesetanan.

Fakta perbedaan, baik itu bermuasal dari penafsiran dan pandangan golongan tertentu bukanlah bagian dari kesalahan. Perihal itu sangat lumrah, tak perlu mengeryitkan dahi menganalisa apalagi sampai berotot. Keberagaman penganut agama adalah mereka orang-orang awam, ilmuwan dan agamawan. Mereka memliki kadar dan nilai tersendiri untuk menyesuaikan sejauh mana mampu memahami agama. Sehingga, orang yang tidak berpendidikan tidak bisa kemudian dipaksa mengikuti orang yang berada pada posisi agamawan, apalagi ilmuan. Dengan demikian, perbedaan pemahaman dan cara pandang adalah suatu kelaziman dalam bentuk yang sangat lumrah. Tidak perlu ada yang ditolak mengenai perbedaan yang secara fitrah jamak dipahami sebagai hukum alam. Menolak kelaziman atas perbedaan dan memaksa sambil ngotot untuk sama sepemikiran adalah akar dari segala bentuk kepicikan. 

Taruhan agama menjadi tantangan besar ketika pendakwah berbicara agama tanpa mempertimbangkan penganut yang beragamam. Apalagi, media bisa menyebar secara menyeluruh. Beberapa penganut gampang tersinggung. Belum lagi ditambah para propagandis dan pelaku teror mengatasnamakan agama untuk memancing-picu perpecahan juga kesenjangan. Ditambah oknum da'i amatiran, belajar satu atau dua bulan agama, dengan percaya diri menganggap sebagai pendakwah yang bebas vonis tanpa pertimbangan. Modal vonis serampangan tanpa berpikir jernih entah kesadaran mana yang bakal merasa diserang sehingga menyulut kemarahan. Bertuhan dibumbui sentimen itu berbahaya. Menghadap Tuhan dalam bentuk kasalehan, tetapi dihadapan manusia justru sangat emosional dan arogan. Sikap demikian akan melahirkan banyak konflik, seperti kesenjangan, kebencian, perpecahan, memancing kemarahan dan keributan yang merugikan.

Padahal, jejak nabi dan bijak bestari menyampaikan kebenaran dengan cara elegan, tenang, tentram dan terang misalnya Muhammad Saw. mengungkapkan, manusia terbaik adalah yang paling bermanfaat bagi manusia disertai dengan perilaku yang paling baik (HR. Ahmad, al-Thabrani, al-Daruqutni). Karena kaidah kebaikan berbalas kebaikan itu berlaku dalam kehidupan, demikian sebaliknya. Alquran sejak 15 abad yang lalu sudah mewanti-wanti, jika kalian berbuat baik, sesungguhnya kalian berbuat baik bagi diri kalian sendiri (Qur'an surat al-isra':7). Oleh karenanya, tidak akan ada sikap emosional dan kebencian jika tidak disulut oleh tindakan pemicu kemarahan.

Selanjutnya pengajaran Yesus disebutkan bahwa dalam Yohanes 15:12, dikatakan, Inilah perintahKu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu. Dalam Yohanes 15:17, dengan tegas Yesus memberikan perintah; Inilah perintahKu kepadamu: Kasihilah seorang akan yang lain. hal ini mengisyaratkan bahwa mengasihi sesama memaksimalkan sikap toleransi yang tinggi terhadap kepercayaan orang lain. semua orang sama-sama memiliki hak dihormati dan dihargai untuk menentukan kepercayaan. Sebab itulah, segala potensi negatifitas yang dapat mencerai beraikan keharmonisan manusia perlu penegasan serius bahkan pemberlakuan punishment yang cukup keras sebagai upaya jera bagi pelakunya.

Demikian pula ungkap Konfusius dalam kitab Lun Yu XIV: 28, “Ada tiga hal di dalam Jalan Suci seorang Kuncu yang belum dapat Ku-capai. Penuh Cinta Kasih sehingga tidak merasa susah payah. Bijaksana sehingga tidak dilamun bimbang, dan Berani sehingga tidak dirundung kecemasan”. Tiga pilar kebajikan atau tri pusaka paling ampuh sebagai bekal dan tameng menghadapi problematika kehidupan. Cinta kasih menjadikan manusia mengarahkan tindakannya, bahwa segala perbuatan tidak boleh menegasikan kemanusiaan sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang telah dianugerahi akal budi. Berlaku bijak, manusia mampu menangani dan memecahkan segala persoalan secara tepat dan harmonis. Dan, keberanian adalah motif semangat dan ketangguhan dalam menghadapi tantangan masa depan.

Lima belas abad yang lalu Alquran sudah menceritakan kisah di masa lalu bahwa "setiap kelompok akan membanggakan sekte atau alirannya sendiri (Q.S. Al-Ruum:32)". Sampai saat ini, gerombolan para pendaku paling benar berslogan kasar, mengancam, menebar kebencian, caci-maki dan memalukan bertebaran berskala global. Blusukan di berbagai lini, national dan internasional baik dunia maya dan nyata. Akibatnya, ancaman pemahaman mengerikan yang dapat memicu konflik ini harus cepat ditanggulangi. Apalagi demi kenyamanan dalam berbangsa dan bernegara.

Sudah saatnya para pendaku dan penyeru Agama dicurigai bahkan diuji. Sekalipun motifnya teramat banyak yang dapat melegalkan intoleran seperti; perbedaan agama, mazhab, suku, pandangan politik. Selama pencaci memperalat dan menunggangi, lebih-lebih terhadap agama sembari teriak caci maki, menakut-nakuti kemudian tidak menjaga hak kebebasan memilih orang lain, bisa dipastikan nama Tuhan yang menjadi korban. Sebab, mencitrakan pencipta jagad raya sebagai pemarah, tukang azab, arogan, kejam, emosional dan suka menghina. Sikap penganut seperti itu mengakibatkan sifat mengasihi, pemaaf, penolong, pengampun, adil dll. yang dimiliki Tuhan menjadi terduksi. Alih-alih mempertaruhkan agama dan nama Tuhan justru mengurangi sifat kesempurnaanNya. Adakah yang paling kriminal selain menghancurkan hak-hak ketuhanan demi kepentingannya pribadi? Menjegal dan menyerukan kebencian terhadap orang yang tidak sama secara keyakinan dianggap sebagai sebuah praktek menjalankan ajaran agama yang direstui oleh Tuhan. Bahkan, klaim pembela Tuhan.

Apabila Tuhan itu maha hebat, tidak disembah atau disembah tetap tak mengurangi kesempurnaanNya, tanpa dibela dan diperjuangkan tidak akan menghilangkan kekuasaanNya, bahwa Dia tidak akan keliru mencatat amal baik para hambaNya, maka bagaimana mungkin Tuhan menjadi rendah hanya karena makhluk yang diciptakan bermaksiat padaNya? Bahkan tidak disembah pun tak akan merubah statusNya. Akan tetapi, mengapa oknum Agamawan picik itu teriak agama dan Tuhan dengan cara merendahkan harkat dan martabat kemanusiaan? Bukankah sikap bejat seolah-oleh wakil Tuhan tersebut sebenarnya sedang memfitnah agama dan Tuhan?

 

*) Oleh: Ach Yani el-Rusyd, Pesantren Luhur Baitul Hikmah

*)Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id

 

____________
**) Kopi TIMES atau rubik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

**) Redaksi berhak tidak menanyangkan opini yang dikirim.

**) Dapatkan update informasi pilihan setiap hari dari TIMES Indonesia dengan bergabung di Grup Telegram TI Update. Caranya, klik link ini dan join. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi Telegram di HP.



Publisher : Sholihin Nur

EKORAN

TERBARU

  • Mendagri Surati Gubernur Malut, Persiapkan Pelantikan Pj Bupati Pulau Morotai
    Mendagri Surati Gubernur Malut, Persiapkan Pelantikan Pj Bupati Pulau Morotai
    17/05/2022 - 23:26
  • Ridwan Kamil: PPDB di Jabar Makin Adil dan Andal
    Ridwan Kamil: PPDB di Jabar Makin Adil dan Andal
    17/05/2022 - 23:19
  • Kemenparekraf Glontorkan Dana 4,5 untuk Poltekpar Sragen
    Kemenparekraf Glontorkan Dana 4,5 untuk Poltekpar Sragen
    17/05/2022 - 22:56
  • Lagi, Neraca Perdagangan Tembus Rekor, Menko Perekonomian RI: Ekonomi Kian Tangguh
    Lagi, Neraca Perdagangan Tembus Rekor, Menko Perekonomian RI: Ekonomi Kian Tangguh
    17/05/2022 - 22:49
  • Warga Keluhkan Balai Desa di Blora Kerap Tutup saat Jam Kerja
    Warga Keluhkan Balai Desa di Blora Kerap Tutup saat Jam Kerja
    17/05/2022 - 22:43

TIMES TV

Nyaman dan Aman, Yuk Belanja ke Matos

Nyaman dan Aman, Yuk Belanja ke Matos

10/11/2021 - 09:39

Suara Merdu Dipikat Label Maia Estianty- Ninaya Ilena

Suara Merdu Dipikat Label Maia Estianty- Ninaya Ilena
Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji

Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji
Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji

Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji
Pemkot Malang Kuatkan Infrastruktur Digital Penunjang Smart City Melalui Wifi Gratis

Pemkot Malang Kuatkan Infrastruktur Digital Penunjang Smart City Melalui Wifi Gratis

iGuides

  • Tawarkan Konsep Baru, Saygon Hotel and Cottage Terekomendasi Iguides 5 Star
    20/03/2022 - 18:00
  • Skipjack, Kuliner Seafood Murah Rasa Bintang Lima, iGuides Recommended!
    Skipjack, Kuliner Seafood Murah Rasa Bintang Lima, iGuides Recommended!
    28/01/2022 - 10:38
  • Miliki Kolam Ombak Ikonik, Saygon Waterpark Iguides Recommended
    Miliki Kolam Ombak Ikonik, Saygon Waterpark Iguides Recommended
    07/12/2021 - 20:06
  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05

KOPI TIMES

  • Profesi Jurnalis Sangat Penting Bagi Kaum Perempuan
    Profesi Jurnalis Sangat Penting Bagi Kaum Perempuan
    17/05/2022 - 09:17
  • Islam Untuk Kemanusiaan dan Kedamaian Dunia
    Islam Untuk Kemanusiaan dan Kedamaian Dunia
    16/05/2022 - 06:28
  • Di Balik Substansi dan Eksistensi Partai Mahasiswa Indonesia
    Di Balik Substansi dan Eksistensi Partai Mahasiswa Indonesia
    14/05/2022 - 16:00
  • Syawal sebagai Bulan Silaturrahim
    Syawal sebagai Bulan Silaturrahim
    13/05/2022 - 16:11
  • Gaya Kepemimpinan Gus Dur, Refleksi untuk Pemimpin Masa Kini
    Gaya Kepemimpinan Gus Dur, Refleksi untuk Pemimpin Masa Kini
    12/05/2022 - 17:33
  • Ekstrakurikuler Jurnalistik SMP: Upaya Mengasah Critical Thinking Sejak Dini
    Ekstrakurikuler Jurnalistik SMP: Upaya Mengasah Critical Thinking Sejak Dini
    12/05/2022 - 16:27
  • Catatan Ketua MPR RI: Merawat Momentum Pertumbuhan di Tengah Lonjakan Pertumbuhan Harga Energi
    Catatan Ketua MPR RI: Merawat Momentum Pertumbuhan di Tengah Lonjakan Pertumbuhan Harga Energi
    12/05/2022 - 10:37
  • Korupsi itu Budaya Siapa? Bentuk dan Implikasinya bagi Kehidupan Bernegara
    Korupsi itu Budaya Siapa? Bentuk dan Implikasinya bagi Kehidupan Bernegara
    10/05/2022 - 14:07

KULINER

  • Emil Dardak Penasaran Paru Babat Nggongso Probolinggo
    Emil Dardak Penasaran Paru Babat Nggongso Probolinggo
    16/05/2022 - 19:38
  • Di Banyuwangi Ada Sajian Kuliner Nusantara dalam Nuansa Pulau Santorini Yunani
    Di Banyuwangi Ada Sajian Kuliner Nusantara dalam Nuansa Pulau Santorini Yunani
    16/05/2022 - 17:12
  • Jalakotek Majalengka, Pedas Asin Manis Rasanya‎ Bikin Ngiler
    Jalakotek Majalengka, Pedas Asin Manis Rasanya‎ Bikin Ngiler
    15/05/2022 - 16:35
  • Wow! Londo Kampung Mencoba Jadi Waiter di Srasa Desa Kota Madiun
    Wow! Londo Kampung Mencoba Jadi Waiter di Srasa Desa Kota Madiun
    14/05/2022 - 20:27
  • Nikmati Akhir Pekanmu di 4 Resto di Majalengka yang Lagi Hits
    Nikmati Akhir Pekanmu di 4 Resto di Majalengka yang Lagi Hits
    14/05/2022 - 19:08