Kopi TIMES

Belajar dari Kesabaran Megawati

Minggu, 23 Januari 2022 - 08:27 | 108.46k
Belajar dari Kesabaran Megawati
Megawati Soekarnoputri. (dok. Istimewa)
Editor: Deasy Mayasari

TIMESINDONESIA, BANYUWANGI – Tanggal 23 Januari 2022 Megawati Soekarnoputri berulang tahun ke-75. Umur panjang yang patut disyukuri. Bukan hanya keberkahan kesehatan dan hal-hal yang membahagiakan bagi keluarga besarnya. Juga, bagi keluarga besar bangsa Indonesia. Kiprah dan peran Megawati dalam kehidupan bangsa dan negara sangat besar. Pengalamannya unik dan menarik. Kita layak belajar dari caranya memandang dan menyelesaikan persoalan.

Megawati Soekarnoputri tumbuh dalam situasi dan kondisi yang memilukan. Tak terbantahkan bahwa Bung Karno, ayahandanya, sangat  berjasa bagi bangsa dan negaranya. Pikiran, tindakan, dan pengabdiannya sangat besar. Tapi, hari-hari terakhir Bung Karno tragis. Sangat memilukan, terutama bagi keluarga. Saya kira, pengalaman pahit itulah modal awal Megawati tatkala memilih jalan politik untuk meneruskan pikiran dan tindakan besar ayahnya. Pengalaman itu tak lain kesabarannya, yang membuat Presiden ke-5 RI itu tak kenal istilah “kalah” dan “lelah” dalam berpolitik.  

Kesabaran itu terbentuk oleh sudut pandangnya. Menurut saya, Megawati adalah sosok politikus yang lebih dekat pada model rasionalitas substantif dalam perspektif Weber. Politik dihayati sebagai pelaksanaan prinsip keyakinan dan pencapaian idealisme. Jalan politik dipahami sebagai jalan pelayanan dan pengabdian kepada rakyat, bangsa dan negara. Bekerja demi publik. Bukan pribadi, bukan pula kelompok. Ada keteladanan dan etika, yang berimplikasi pada pendidikan politik. 

Maka, persekutuan yang terbentuk pun mestilah bersifat positif, lalu menjelma menjadi energi hidup bersama, gotong royong. Sudut pandang ini pula yang diwariskan ayahnya bersama tokoh pendiri bangsa yang lain. Misalnya, saat perumusan Pancasila, dari pidato Soekarno 1 Juni 1945 pada sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPK) hingga perumusan final yang kita kenal sekarang.
 
Berbeda dengan rasionalitas substantif, politikus model rasionalitas formal. Politik dihayati semata-mata sebagai pragmatisme meraih kekuasaan. Etika dan nilai-nilai substantif yang luhur akan diperhatikan sepanjang mendukung upaya meraih kekuasaan. 

Perjalanan Megawati terjal dan berliku. Menyandang nama besar Soekarno tentu saja berat. Kesabarannya diuji tatkala rezim Soeharto (Orde Baru) mulai memusuhinya. Tepatnya, ketika dia mulai memilih jalan politik untuk memuliakan pikiran dan ajaran ayahnya. Tatkala dia mulai melembagakan pikiran dan ajaran Bung Karno di dalam partai politik. Dan, Megawati melawan. Dia menentang politik de-Soekarnoisasi yang dijalankan rezim Soeharto. Meski terjal dan berliku, Megawati menjalaninya dengan langgam seorang ibu yang lembut dan penuh kesabaran. Sejarah akhirnya mencatat, Megawati lah politikus perempuan Indonesia pertama yang berhasil mencapai puncak kekuasaan (presiden) di republik yang diproklamasikan oleh ayahnya bersama Bung Hatta. 

Kesabaran menjadi kata kunci. Kesabaran itulah yang mempertemukan antara “otak” dan “hati”. Yang mendialektikakan antara “realita” dan “idea”.   Lalu, menemukan penghayatan bahwa politik bukan sekadar pragmatisme memperoleh kekuasaan. Politik adalah jalan pengabdian kepada nilai-nilai luhur, seperti keadilan sosial, kesejahteraan, kemakmuran, kedaulatan rakyat, persatuan-kesatuan. Nilai-nilai itu tidak bisa direduksi sekadar alat maksimalisasi perolehan kekuasaan. Ujung dari politik memang kekuasaan. Tapi, kekuasaan haruslah menjamin pemenuhan nilai-nilai substantif tersebut. Maka, politik yang dihayatinya tak lain adalah manifestasi kecintaannya pada rakyat. Yang saya tangkap, bagi Megawati, politik itu merawat, bukan membabat.
 
Karena itu, Megawati tak mengenal istilah “kalah”. Tak ada kata “lelah”. Perjuangan nilai-nilai substantif melalui jalan politik tak boleh berhenti hanya karena kekalahan kontestasi politik. Dia membuktikan. Kekalahan dalam pemilihan presiden dua kali berturut-turut tak membuatnya surut. Banyak orang mengira bahwa Megawati dan partai asuhannya akan habis pasca kekalahan pada pemilihan presiden 2004 dan 2009. Ternyata salah. Kekalahan, baginya, bukan untuk diratapi. Kekalahan itu dilakoninya dengan penuh kesabaran, kecerdasan, keteladanan, dan optimisme. 

Megawati membuktikannya. Dengan kesabaran, kecerdasan, keteladanan, dan optimisme, dia membangkitkan kader-kadernya. Hasilnya, partai politik asuhannya memenangi pemilu berikutnya dua kali berturut-turut (2014 dan 2019). Sekaligus berhasil mempersembahkan kadernya, Joko Widodo, menjadi presiden dua periode. Megawati pula politikus paling berpengaruh hari ini. Di samping Joko Widodo yang juga kadernya. 

Namun, tantangannya juga sangat berat. Baginya, kekuasaan politik mestilah substantif. Bukan sekadar partai politik memenangi kontestasi. Bukan cuma kader memenangi pemilihan presiden. Soal substantif inilah yang senantiasa diingatkan Megawati kepada kader-kadernya maupun kepada bangsa Indonesia pada umumnya. 

Karena itu, dia sangat bersemangat berbicara Pancasila sebagai ideologi negara. Termasuk mendorong berdirinya Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Juga menghubungkan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan Pancasila. Yang berujung pada pembuatan UU 11/2019 tentang Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, serta pembentukan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).  

Kenyataannya, kemiskinan dan kesenjangan sosial ekonomi masih terjadi di banyak wilayah Indonesia. Solidaritas sosial dan semangat gotong royong juga tampak melemah. Separatisme dan radikalisme beragama menjadi duri dalam daging Indonesia sebagai negara kesatuan.  Semua itu berhubungan erat dengan Pancasila sebagai ideologi negara yang belum membumi. Berhubungan erat pula dengan ilmu pengetahuan dan teknologi yang kita pelajari dan kembangkan, yang masih berjarak dengan nilai-nilai Pancasila.

Berat, tidak mudah! Mengelola Indonesia tidak cukup dengan kecerdasan. Butuh kesabaran. Juga keteladanan. Kita bisa belajar dari kepemimpinan politik Megawati: merawat dengan kesabaran. **   

*) Penulis, Andang Subaharianto, Sekjen PERTINASIA (Perkumpulan Perguruan Tinggi Nasionalis Indonesia)

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi timesindonesia.co.id

**) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

**) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim apabila tidak sesuai dengan kaidah dan filosofi TIMES Indonesia.

**) Dapatkan update informasi pilihan setiap hari dari TIMES Indonesia dengan bergabung di Grup Telegram TI Update. Caranya, klik link ini dan join. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi Telegram di HP.

**) Dapatkan update informasi pilihan setiap hari dari TIMES Indonesia dengan bergabung di Grup Telegram TI Update. Caranya, klik link ini dan join. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi Telegram di HP.



Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

EKORAN

TERBARU

  • Mendagri Surati Gubernur Malut, Persiapkan Pelantikan Pj Bupati Pulau Morotai
    Mendagri Surati Gubernur Malut, Persiapkan Pelantikan Pj Bupati Pulau Morotai
    17/05/2022 - 23:26
  • Ridwan Kamil: PPDB di Jabar Makin Adil dan Andal
    Ridwan Kamil: PPDB di Jabar Makin Adil dan Andal
    17/05/2022 - 23:19
  • Kemenparekraf Glontorkan Dana 4,5 untuk Poltekpar Sragen
    Kemenparekraf Glontorkan Dana 4,5 untuk Poltekpar Sragen
    17/05/2022 - 22:56
  • Lagi, Neraca Perdagangan Tembus Rekor, Menko Perekonomian RI: Ekonomi Kian Tangguh
    Lagi, Neraca Perdagangan Tembus Rekor, Menko Perekonomian RI: Ekonomi Kian Tangguh
    17/05/2022 - 22:49
  • Warga Keluhkan Balai Desa di Blora Kerap Tutup saat Jam Kerja
    Warga Keluhkan Balai Desa di Blora Kerap Tutup saat Jam Kerja
    17/05/2022 - 22:43

TIMES TV

Nyaman dan Aman, Yuk Belanja ke Matos

Nyaman dan Aman, Yuk Belanja ke Matos

10/11/2021 - 09:39

Suara Merdu Dipikat Label Maia Estianty- Ninaya Ilena

Suara Merdu Dipikat Label Maia Estianty- Ninaya Ilena
Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji

Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji
Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji

Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji
Pemkot Malang Kuatkan Infrastruktur Digital Penunjang Smart City Melalui Wifi Gratis

Pemkot Malang Kuatkan Infrastruktur Digital Penunjang Smart City Melalui Wifi Gratis

iGuides

  • Tawarkan Konsep Baru, Saygon Hotel and Cottage Terekomendasi Iguides 5 Star
    20/03/2022 - 18:00
  • Skipjack, Kuliner Seafood Murah Rasa Bintang Lima, iGuides Recommended!
    Skipjack, Kuliner Seafood Murah Rasa Bintang Lima, iGuides Recommended!
    28/01/2022 - 10:38
  • Miliki Kolam Ombak Ikonik, Saygon Waterpark Iguides Recommended
    Miliki Kolam Ombak Ikonik, Saygon Waterpark Iguides Recommended
    07/12/2021 - 20:06
  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05

KOPI TIMES

  • Profesi Jurnalis Sangat Penting Bagi Kaum Perempuan
    Profesi Jurnalis Sangat Penting Bagi Kaum Perempuan
    17/05/2022 - 09:17
  • Islam Untuk Kemanusiaan dan Kedamaian Dunia
    Islam Untuk Kemanusiaan dan Kedamaian Dunia
    16/05/2022 - 06:28
  • Di Balik Substansi dan Eksistensi Partai Mahasiswa Indonesia
    Di Balik Substansi dan Eksistensi Partai Mahasiswa Indonesia
    14/05/2022 - 16:00
  • Syawal sebagai Bulan Silaturrahim
    Syawal sebagai Bulan Silaturrahim
    13/05/2022 - 16:11
  • Gaya Kepemimpinan Gus Dur, Refleksi untuk Pemimpin Masa Kini
    Gaya Kepemimpinan Gus Dur, Refleksi untuk Pemimpin Masa Kini
    12/05/2022 - 17:33
  • Ekstrakurikuler Jurnalistik SMP: Upaya Mengasah Critical Thinking Sejak Dini
    Ekstrakurikuler Jurnalistik SMP: Upaya Mengasah Critical Thinking Sejak Dini
    12/05/2022 - 16:27
  • Catatan Ketua MPR RI: Merawat Momentum Pertumbuhan di Tengah Lonjakan Pertumbuhan Harga Energi
    Catatan Ketua MPR RI: Merawat Momentum Pertumbuhan di Tengah Lonjakan Pertumbuhan Harga Energi
    12/05/2022 - 10:37
  • Korupsi itu Budaya Siapa? Bentuk dan Implikasinya bagi Kehidupan Bernegara
    Korupsi itu Budaya Siapa? Bentuk dan Implikasinya bagi Kehidupan Bernegara
    10/05/2022 - 14:07

KULINER

  • Emil Dardak Penasaran Paru Babat Nggongso Probolinggo
    Emil Dardak Penasaran Paru Babat Nggongso Probolinggo
    16/05/2022 - 19:38
  • Di Banyuwangi Ada Sajian Kuliner Nusantara dalam Nuansa Pulau Santorini Yunani
    Di Banyuwangi Ada Sajian Kuliner Nusantara dalam Nuansa Pulau Santorini Yunani
    16/05/2022 - 17:12
  • Jalakotek Majalengka, Pedas Asin Manis Rasanya‎ Bikin Ngiler
    Jalakotek Majalengka, Pedas Asin Manis Rasanya‎ Bikin Ngiler
    15/05/2022 - 16:35
  • Wow! Londo Kampung Mencoba Jadi Waiter di Srasa Desa Kota Madiun
    Wow! Londo Kampung Mencoba Jadi Waiter di Srasa Desa Kota Madiun
    14/05/2022 - 20:27
  • Nikmati Akhir Pekanmu di 4 Resto di Majalengka yang Lagi Hits
    Nikmati Akhir Pekanmu di 4 Resto di Majalengka yang Lagi Hits
    14/05/2022 - 19:08