Kopi TIMES

Menempatkan Taklid Pada Tempatnya

Jumat, 21 Januari 2022 - 20:21 | 89.81k
Menempatkan Taklid Pada Tempatnya
Iqbalul Mu'id
Editor: Yatimul Ainun

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Taklid barangkali merupakan lema yang paling dekat untuk mendeskripsikan tingkat pemahaman masyarakat kita terhadap ajaran agama maupun wawasan ilmu pengetahuan. Hal ini bisa dipahami karena tak sedikit di antara kita masih berada di zona awam yang oleh Sidney Hook, filsuf Amerika Serikat, disebut sebagai “eventful man”. Ulasan menarik seputar sang filsuf sekaligus istilah itu bisa Anda simak di kiriman Gus Ulil Abshar Abdalla pada akun Facebook-nya yang bertajuk “Manusia, Sejarah, dan Akidah Asy’ariyah”.

Namun demikian, bukan berarti taklid harus selamanya dimaklumi; ia mesti dikikis pelan-pelan. Apa sebab? Berdikari dalam hal belajar dan tidak menelan informasi mentah-mentah merupakan upaya yang positif untuk terus menghamba pada dzat yang pantas dihambai: Sang Pencipta.

Pertanyaannya adalah, apakah taklid memang tak semestinya diberi ruang dalam sendi-sendi kehidupan? Atau sebaliknya, ada ruang-ruang taklid yang tak perlu kita selami anasir-anasir epistemologisnya?

*

Ada sebuah cerita menarik yang saya alami bersama seorang kawan. Kala itu kami tengah sowan pada seorang kiai—yang lebih akrab disebut “bindereh”. Sebagaimana tamu-tamu lainnya, kami berkeluh kesah seputar hal-hal yang kami alami, mulai dari yang biasa saja, agak biasa, hingga yang benar-benar serius. Kami tak ubahnya rombongan pasien yang mengantre berobat pada seorang dokter. Dan memang benar, setelah menyimak cerita-cerita kami satu per satu, sang bindereh akan memberikan “resep obat” berupa wawasan fikih, beberapa pil tasawuf, suntikan motivasi, atau amalan-amalan yang relevan.

 Di tengah-tengah perbincangan, tak jarang bindereh menyisipkan informasi terkait suatu hal yang bisa dikatakan tak lazim bagi khalayak umum. Misalnya—yang saya dan teman saya terima—adalah bahwa Allah itu “api”, sehingga, kata bindereh, semua makhluk takkan sanggup bersua dengan-Nya—bahkan Jibril atau Rasulullah sekalipun. Beliau beralasan bahwa Tuhan merupakan Dzat yang Mahadahsyat, dan kedahsyatan tersebut membuat para makhluk tak kuasa menghadap-Nya. Api, yang saya pahami, merupakan ilustrasi yang bindereh pilih untuk menyederhanakan pernyataanya; jika seseorang mendekati api, maka ia akan terbakar. Sekalipun mungkin tujuannya untuk memahamkan orang-orang awam, tapi tetap saja itu merupakan pernyataan yang menggelitik, dan saya tak lantas sepakat dengannya. Jika dikatakan bahwa “Allah itu ‘api’”, maka itu sama saja menyamakan Tuhan dengan benda. Padahal, Dialah yang menciptakan benda-benda. Tentu ini bertentangan dengan QS 41: 11 yang menyatakan bahwa “Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan-Nya.” Saya berusaha meminta penjelasan lebih detail, tapi tetap saja tak bisa melegakan pikiran.

Sebagaimana umumnya masyarakat awam saat mendapatkan “pengetahuan” baru, tamu-tamu di situ—termasuk teman saya—hanya mampu mengangguk takzim dan seakan-akan ingin berkata, “Ilmu saya belum sampai sana, maka saya hanya bisa menerimanya.” Jika hal ini dipraktikkan oleh seorang pembelajar, maka setidaknya akan menghasilkan dua konsekuensi. Pertama, ia meyakini pernyataan tersebut. Kedua, ia akan mencukupkan diri untuk tidak memverifikasi karena tak ada gejolak pertanyaan di kepalanya.

Bagi saya pernyataan bindereh di atas termasuk ilmu, bukan laku-spiritual. Karena ia ilmu, maka ia mesti dicari rujukannya, rasionalisasinya, bukti empirisnya—jika diperlukan, serta boleh digugat. Ini tentu berbeda dengan laku-spiritual yang merupakan aplikasi dari “ijazah” yang diberikan seseorang. Ia tak memerlukan rasionalisasi dan tak perlu diperdebatkan.

Setelah kami undur diri, di tengah perjalanan pulang teman saya menyampaikan uneg-unegnya, “Kelihatannya kamu kurang percaya pada bindereh,” sergahnya.  “Kalau kamu keberatan dengannya, bukannya amalan-amalan yang beliau kasih bakalan sia-sia?” Sepertinya teman saya ini menyadari ketidakpuasan saya. “Aku percaya sama amalan yang beliau kasih, tapi soal pernyataan [‘Allah itu api’] tadi, aku nggak bisa sepakat.” Tentu saja. Menurut saya pernyataan bindereh itu akan mudah disalah-pahami. Mencampur-adukkan antara ilmu dan laku-spiritual yang jelas-jelas memiliki ranah yang berbeda.

*

Seorang pembelajar semestinya mampu membedakan mana yang termasuk ilmu dan mana yang termasuk laku-spiritual. Ketika ia membincang soal ilmu, maka ia mesti skeptis jika mendapati sesuatu yang ganjil, gelisah saat disodori pertanyaan tanpa mengantongi jawaban, dan sangsi menakala menyerap informasi yang berlawanan. Selanjutnya ia perlu mengeksplorasinya melalui berbagai cara: bertanya, membaca, merenung, maupun berdialektika. Tetapi ini tak berlaku pada laku-spiritual; ia cukup diterima dan dipraktikkan sebagaimanya adanya. Di titik inilah taklid bekerja. 

Betapapun skeptis sudah menubuh dan mendarah daging dalam diri Anda, jika itu urusan laku-spiritual, maka sikap tersebut seyogianya Anda istirahatkan, karena meyakini “ijazah” untuk diamalkan merupakan syarat mujarabnya amalan tersebut dengan taklid sebagai rukunnya. “Bagaimana bisa?” Ah, ternyata Anda masih saja tidak percaya. Padahal, seperti yang saya katakan, syarat manjurnya “ijazah” adalah yakin dan rukunnya adalah taklid. Tersebab Anda ragu, pada akhirnya Anda tidak akan mengamalkannya. Jika tidak diamalkan, apakah khasiat “ijazah” tersebut akan menjadi nyata?

Taklidlah dalam hal-hal amalan-amalan, jangan ilmu pengetahuan.

*) Penulis, Iqbalul Mu'id

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi timesindonesia.co.id

**) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

**) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim apabila tidak sesuai dengan kaidah dan filosofi TIMES Indonesia.

**) Dapatkan update informasi pilihan setiap hari dari TIMES Indonesia dengan bergabung di Grup Telegram TI Update. Caranya, klik link ini dan join. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi Telegram di HP.

**) Dapatkan update informasi pilihan setiap hari dari TIMES Indonesia dengan bergabung di Grup Telegram TI Update. Caranya, klik link ini dan join. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi Telegram di HP.



Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

EKORAN

TERBARU

  • Menikmati Suasana Kupatan Ala Ijen Suites Resort & Convention Malang
    Menikmati Suasana Kupatan Ala Ijen Suites Resort & Convention Malang
    18/05/2022 - 01:33
  • Mendagri Surati Gubernur Malut, Persiapkan Pelantikan Pj Bupati Pulau Morotai
    Mendagri Surati Gubernur Malut, Persiapkan Pelantikan Pj Bupati Pulau Morotai
    17/05/2022 - 23:26
  • Ridwan Kamil: PPDB di Jabar Makin Adil dan Andal
    Ridwan Kamil: PPDB di Jabar Makin Adil dan Andal
    17/05/2022 - 23:19
  • Kemenparekraf Glontorkan Dana 4,5 untuk Poltekpar Sragen
    Kemenparekraf Glontorkan Dana 4,5 untuk Poltekpar Sragen
    17/05/2022 - 22:56
  • Lagi, Neraca Perdagangan Tembus Rekor, Menko Perekonomian RI: Ekonomi Kian Tangguh
    Lagi, Neraca Perdagangan Tembus Rekor, Menko Perekonomian RI: Ekonomi Kian Tangguh
    17/05/2022 - 22:49

TIMES TV

Nyaman dan Aman, Yuk Belanja ke Matos

Nyaman dan Aman, Yuk Belanja ke Matos

10/11/2021 - 09:39

Suara Merdu Dipikat Label Maia Estianty- Ninaya Ilena

Suara Merdu Dipikat Label Maia Estianty- Ninaya Ilena
Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji

Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji
Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji

Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji
Pemkot Malang Kuatkan Infrastruktur Digital Penunjang Smart City Melalui Wifi Gratis

Pemkot Malang Kuatkan Infrastruktur Digital Penunjang Smart City Melalui Wifi Gratis

iGuides

  • Tawarkan Konsep Baru, Saygon Hotel and Cottage Terekomendasi Iguides 5 Star
    20/03/2022 - 18:00
  • Skipjack, Kuliner Seafood Murah Rasa Bintang Lima, iGuides Recommended!
    Skipjack, Kuliner Seafood Murah Rasa Bintang Lima, iGuides Recommended!
    28/01/2022 - 10:38
  • Miliki Kolam Ombak Ikonik, Saygon Waterpark Iguides Recommended
    Miliki Kolam Ombak Ikonik, Saygon Waterpark Iguides Recommended
    07/12/2021 - 20:06
  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05

KOPI TIMES

  • Profesi Jurnalis Sangat Penting Bagi Kaum Perempuan
    Profesi Jurnalis Sangat Penting Bagi Kaum Perempuan
    17/05/2022 - 09:17
  • Islam Untuk Kemanusiaan dan Kedamaian Dunia
    Islam Untuk Kemanusiaan dan Kedamaian Dunia
    16/05/2022 - 06:28
  • Di Balik Substansi dan Eksistensi Partai Mahasiswa Indonesia
    Di Balik Substansi dan Eksistensi Partai Mahasiswa Indonesia
    14/05/2022 - 16:00
  • Syawal sebagai Bulan Silaturrahim
    Syawal sebagai Bulan Silaturrahim
    13/05/2022 - 16:11
  • Gaya Kepemimpinan Gus Dur, Refleksi untuk Pemimpin Masa Kini
    Gaya Kepemimpinan Gus Dur, Refleksi untuk Pemimpin Masa Kini
    12/05/2022 - 17:33
  • Ekstrakurikuler Jurnalistik SMP: Upaya Mengasah Critical Thinking Sejak Dini
    Ekstrakurikuler Jurnalistik SMP: Upaya Mengasah Critical Thinking Sejak Dini
    12/05/2022 - 16:27
  • Catatan Ketua MPR RI: Merawat Momentum Pertumbuhan di Tengah Lonjakan Pertumbuhan Harga Energi
    Catatan Ketua MPR RI: Merawat Momentum Pertumbuhan di Tengah Lonjakan Pertumbuhan Harga Energi
    12/05/2022 - 10:37
  • Korupsi itu Budaya Siapa? Bentuk dan Implikasinya bagi Kehidupan Bernegara
    Korupsi itu Budaya Siapa? Bentuk dan Implikasinya bagi Kehidupan Bernegara
    10/05/2022 - 14:07

KULINER

  • Menikmati Suasana Kupatan Ala Ijen Suites Resort & Convention Malang
    Menikmati Suasana Kupatan Ala Ijen Suites Resort & Convention Malang
    18/05/2022 - 01:33
  • Emil Dardak Penasaran Paru Babat Nggongso Probolinggo
    Emil Dardak Penasaran Paru Babat Nggongso Probolinggo
    16/05/2022 - 19:38
  • Di Banyuwangi Ada Sajian Kuliner Nusantara dalam Nuansa Pulau Santorini Yunani
    Di Banyuwangi Ada Sajian Kuliner Nusantara dalam Nuansa Pulau Santorini Yunani
    16/05/2022 - 17:12
  • Jalakotek Majalengka, Pedas Asin Manis Rasanya‎ Bikin Ngiler
    Jalakotek Majalengka, Pedas Asin Manis Rasanya‎ Bikin Ngiler
    15/05/2022 - 16:35
  • Wow! Londo Kampung Mencoba Jadi Waiter di Srasa Desa Kota Madiun
    Wow! Londo Kampung Mencoba Jadi Waiter di Srasa Desa Kota Madiun
    14/05/2022 - 20:27