Kopi TIMES

Desa Harus Berbenah: Refleksi Sewindu Lahirnya Undang-Undang Desa

Jumat, 21 Januari 2022 - 18:41 | 88.21k
Desa Harus Berbenah: Refleksi Sewindu Lahirnya Undang-Undang Desa
Muhammad Zainal Abidin, Pendamping Lokal Desa Kabupaten Bondowoso.
Editor: Faizal R Arief

TIMESINDONESIA, BONDOWOSO – Lahirnya Undang-Undang Desa nomor 6 tahun 2014 adalah momentum bagi desa untuk berbenah. Lahirnya undang-undang desa menandai lahirnya era baru tentang desa. Paradigma tentang desa yang kerap dipandang terbelakang dan terisolir mulai memudar seiring lahirnya undang-undang desa.

Aliran dana dari negara berupa dana desa terus dikucurkan ke desa. Konsep dasarnya jelas: pembangunan harus dimulai dari desa atau dengan kata lain membangun Indonesia dari pinggiran, guna mencapai pemerataan pembangunan di Republik ini.

Berdasarkan data dari Kementerian Keuangan, 400 triliun APBN dikucurkan sejak tahun 2015 hingga 2021 untuk dialokasikan ke desa dalam bentuk dana desa.

Komitmen dan perhatian pemerintahan era Joko Widodo untuk memajukan Desa begitu besar. Tidak hanya dana desa berbagai bantuan lain kerap turun ke desa.

Seiring berjalannya waktu, begitu banyak desa yang berlomba-lomba untuk menjadi yang terdepan. Namun kehadiran dana desa bukan tanpa masalah. Praktik penyelewengan dana desa oleh aparatur desa begitu masif sejak adanya dana desa. Data dari ICW menyebutkan, dari 2015 hingga 2020 terdapat 676 terdakwah perangkat desa yang terlibat kasus penyelewengan dana desa.

Sewindu UU Desa

Undang-undang desa telah berusia Sewindu oleh karena itu, sudah seharusnya menjadi spirit baru bagi desa untuk terus berbenah. Desa perlu berinovasi dan menjadi inisiator gerakan pembangunan. Pembangunan tidak hanya soal infrastruktur fisik. Pembangunan yang jauh lebih esensial adalah bagaimana mengangkat harkat dan martabat masyarakat desa. Salah satunya adalah dengan kegiatan pemberdayaan masyarakat desa.

Kegiatan pemberdayaan masyarakat desa itu sendiri adalah kegiatan yang mana masyarakat desa terlibat aktif dalam pembangunan, untuk memperbaiki situasi dan kondisi diri sendiri. Pemberdayaan hanya bisa terjadi jika masyarakat terlibat aktif, artinya bukan hanya Jadi penonton pasif.

Mengutip tulisan di akun Facebook peningkatan kapasitas mandiri, ada banyak kegiatan pemberdayaan masyarakat desa yang perlu (dan mungkin harus) digalakkan, diantaranya:

1. Keberadaan BumDes yang harus aktif dan hidup. Di masa depan, BumDes menjadi tiang penopang peningkatan ekonomi masyarakat. Contoh, jika sekarang sistem penjualan memaksa masyarakat harus menjual murah komoditas pertanian pada tengkulak, maka dengan BumDes itu bisa teratasi. Petani tidak lagi tercekik.

2. Pemberdayaan UMKM. Usaha mikro kecil dan menengah adalah sektor yang tetap bertahan di tengah pandemi yang menerpa negeri. Dengan adanya dukungan berupa bantuan dana dari desa tentu membuat UMKM selaku penggerak ekonomi desa tidak mati alias bangkrut. di sinilah pentingnya peran desa.

3. Pembinaan dan pelatihan bagi para petani. Pola pertanian yang ada sekarang sebagian besar mengikuti pola lama. Keberadaan SMK pertanian juga Fakultas Pertanian seolah-olah tidak berguna. Di sinilah Desa harus bergerak untuk bergandeng tangan dengan lulusan pertanian untuk memberi pelatihan bagi petani. Peran kelompok tani menjadi lebih aktif. Selain itu pelatihan pembuatan pupuk organik harus digalakkan desa ditengah kesulitan pupuk saat ini.

4. Pemasaran hasil pertanian. Dalam hal ini desa harus turun tangan untuk bekerjasama dengan pelaku pasar agar hasil pertanian terjual maksimal dan memenuhi kebutuhan masyarakat. Hal ini ini agar tidak sering impor melulu.

5. Promosi dan penyuluhan program kesehatan. Sekarang ini, program nasional penanganan stunting dari pemerintah pusat sedang digalakkan. Ini salah satu contoh, apabila cukup banyak persentase dana desa yang harus diprioritaskan untuk program ini. Oleh karena itu, pemerintah Desa Harus proaktif. Pelatihan bagi kader kesehatan desa adalah suatu keharusan.

6. Menggalakkan Desa literasi dan desa digital. Untuk mendukung Desa literasi ini, Desa bisa mendirikan Taman baca, perpustakaan desa atau perpustakaan jalan. Melalui gerakan Desa literasi, tidak ada lagi yang buta huruf serta dapat meningkatkan literasi masyarakat Indonesia. Adapun untuk mewujudkan Desa digital bisa dengan pengadaan sarana prasarana internet seperti wi-fi, pelatihan mengoperasikan komputer bagi aparatur desa Serta adanya website desa.

Untuk menjalankan program-program pemberdayaan di atas, desa tidak boleh bergerak sendiri. Desa dalam hal ini Pemerintah desa harus proaktif bergandeng tangan dengan berbagai pihak untuk menjalankan program.

Dan yang terakhir 'Kalau Tidak Sekarang Kapan Lagi. Kalau Tidak Kita Siapa Lagi'. Desa harus terus berbenah untuk menjadi lebih baik. Agar supaya menjadi tempat yg nyaman, damai, dan berperadaban tinggi, bukan sebaliknya. Karena 'Desaku adalah Rumahku dan Rumah Masa Depan Anak-anak Kita'.

***

*)Oleh: Muhammad Zainal Abidin, Pendamping Lokal Desa Kabupaten Bondowoso.

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi timesindonesia.co.id

**) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

**) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim apabila tidak sesuai dengan kaidah dan filosofi TIMES Indonesia.

**) Dapatkan update informasi pilihan setiap hari dari TIMES Indonesia dengan bergabung di Grup Telegram TI Update. Caranya, klik link ini dan join. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi Telegram di HP.



Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

EKORAN

TERBARU

  • Mendagri Surati Gubernur Malut, Persiapkan Pelantikan Pj Bupati Pulau Morotai
    Mendagri Surati Gubernur Malut, Persiapkan Pelantikan Pj Bupati Pulau Morotai
    17/05/2022 - 23:26
  • Ridwan Kamil: PPDB di Jabar Makin Adil dan Andal
    Ridwan Kamil: PPDB di Jabar Makin Adil dan Andal
    17/05/2022 - 23:19
  • Kemenparekraf Glontorkan Dana 4,5 untuk Poltekpar Sragen
    Kemenparekraf Glontorkan Dana 4,5 untuk Poltekpar Sragen
    17/05/2022 - 22:56
  • Lagi, Neraca Perdagangan Tembus Rekor, Menko Perekonomian RI: Ekonomi Kian Tangguh
    Lagi, Neraca Perdagangan Tembus Rekor, Menko Perekonomian RI: Ekonomi Kian Tangguh
    17/05/2022 - 22:49
  • Warga Keluhkan Balai Desa di Blora Kerap Tutup saat Jam Kerja
    Warga Keluhkan Balai Desa di Blora Kerap Tutup saat Jam Kerja
    17/05/2022 - 22:43

TIMES TV

Nyaman dan Aman, Yuk Belanja ke Matos

Nyaman dan Aman, Yuk Belanja ke Matos

10/11/2021 - 09:39

Suara Merdu Dipikat Label Maia Estianty- Ninaya Ilena

Suara Merdu Dipikat Label Maia Estianty- Ninaya Ilena
Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji

Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji
Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji

Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji
Pemkot Malang Kuatkan Infrastruktur Digital Penunjang Smart City Melalui Wifi Gratis

Pemkot Malang Kuatkan Infrastruktur Digital Penunjang Smart City Melalui Wifi Gratis

iGuides

  • Tawarkan Konsep Baru, Saygon Hotel and Cottage Terekomendasi Iguides 5 Star
    20/03/2022 - 18:00
  • Skipjack, Kuliner Seafood Murah Rasa Bintang Lima, iGuides Recommended!
    Skipjack, Kuliner Seafood Murah Rasa Bintang Lima, iGuides Recommended!
    28/01/2022 - 10:38
  • Miliki Kolam Ombak Ikonik, Saygon Waterpark Iguides Recommended
    Miliki Kolam Ombak Ikonik, Saygon Waterpark Iguides Recommended
    07/12/2021 - 20:06
  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05

KOPI TIMES

  • Profesi Jurnalis Sangat Penting Bagi Kaum Perempuan
    Profesi Jurnalis Sangat Penting Bagi Kaum Perempuan
    17/05/2022 - 09:17
  • Islam Untuk Kemanusiaan dan Kedamaian Dunia
    Islam Untuk Kemanusiaan dan Kedamaian Dunia
    16/05/2022 - 06:28
  • Di Balik Substansi dan Eksistensi Partai Mahasiswa Indonesia
    Di Balik Substansi dan Eksistensi Partai Mahasiswa Indonesia
    14/05/2022 - 16:00
  • Syawal sebagai Bulan Silaturrahim
    Syawal sebagai Bulan Silaturrahim
    13/05/2022 - 16:11
  • Gaya Kepemimpinan Gus Dur, Refleksi untuk Pemimpin Masa Kini
    Gaya Kepemimpinan Gus Dur, Refleksi untuk Pemimpin Masa Kini
    12/05/2022 - 17:33
  • Ekstrakurikuler Jurnalistik SMP: Upaya Mengasah Critical Thinking Sejak Dini
    Ekstrakurikuler Jurnalistik SMP: Upaya Mengasah Critical Thinking Sejak Dini
    12/05/2022 - 16:27
  • Catatan Ketua MPR RI: Merawat Momentum Pertumbuhan di Tengah Lonjakan Pertumbuhan Harga Energi
    Catatan Ketua MPR RI: Merawat Momentum Pertumbuhan di Tengah Lonjakan Pertumbuhan Harga Energi
    12/05/2022 - 10:37
  • Korupsi itu Budaya Siapa? Bentuk dan Implikasinya bagi Kehidupan Bernegara
    Korupsi itu Budaya Siapa? Bentuk dan Implikasinya bagi Kehidupan Bernegara
    10/05/2022 - 14:07

KULINER

  • Emil Dardak Penasaran Paru Babat Nggongso Probolinggo
    Emil Dardak Penasaran Paru Babat Nggongso Probolinggo
    16/05/2022 - 19:38
  • Di Banyuwangi Ada Sajian Kuliner Nusantara dalam Nuansa Pulau Santorini Yunani
    Di Banyuwangi Ada Sajian Kuliner Nusantara dalam Nuansa Pulau Santorini Yunani
    16/05/2022 - 17:12
  • Jalakotek Majalengka, Pedas Asin Manis Rasanya‎ Bikin Ngiler
    Jalakotek Majalengka, Pedas Asin Manis Rasanya‎ Bikin Ngiler
    15/05/2022 - 16:35
  • Wow! Londo Kampung Mencoba Jadi Waiter di Srasa Desa Kota Madiun
    Wow! Londo Kampung Mencoba Jadi Waiter di Srasa Desa Kota Madiun
    14/05/2022 - 20:27
  • Nikmati Akhir Pekanmu di 4 Resto di Majalengka yang Lagi Hits
    Nikmati Akhir Pekanmu di 4 Resto di Majalengka yang Lagi Hits
    14/05/2022 - 19:08