Kopi TIMES

“Pemilu 212”, Asosiasi Berlebihan

Jumat, 21 Januari 2022 - 01:51 | 69.16k
“Pemilu 212”, Asosiasi Berlebihan
Agus Sutisna, Komisioner KPU Banten
Editor: Faizal R Arief

TIMESINDONESIA, BANTEN – Kabar terakhir mengenai penetapan jadwal Pemilu 2024, bahwa Komisi II DPR RI baru memutuskan akan menggelar Raker dengan Kemendagri, KPU, Bawaslu dan DKPP dalam masa Sidang Ketiga setelah reses. Update ini disampaikan ke sejumlah awak media oleh Luqman Hakim, Wakil Ketua Komisi II (CNN.Indonesia, 16/1/2022). 

Itu artinya, sampai sekarang jadwal Pemilu 2024 masih menggantung, belum jelas kapan waktunya (baik Pemilu maupun Pemilihannya), dan kapan bakal disepakati dan diputuskan. Namun Kompas hari ini (18/1/2022) mengabarkan, bahwa jadwal Pemilu 2024 akan dibahas pekan depan, tepatnya 24 Januari 2022. Semoga saja, sebagaimana harapan publik, penetapan jadwal ini tidak molor lagi dan lagi.  

Sementara itu, di tengah penantian publik soal penetapan jadwal tersebut, tetiba muncul isu lumayan lucu sekaligus agak lebay. Isu ini dikemukakan oleh Arsul Sani, politisi senior PPP, bahwa salah satu alasan penolakan pemerintah terhadap rancangan jadwal yang telah diusulkan oleh KPU tahun lalu adalah karena tanggal dan bulan yang dipilih (untuk Pemilu legislatif dan Pilpresnya), yakni 21 Februari 2024.

Dengan mengabaikan tahunnya, tanggal dan bulan ini, jika penulisannya “dikuantifisir” jadi “212”. Nah, kata Arsul, pemerintah khawatir angka ini ada yang mempolitisasi, digunakan dan ditunggangi oleh kelompok tertentu.    

Arsul sendiri menganggap alasan tersebut terlalu berlebihan. Dalam pandangannya, kekhawatiran politisasi karena asosiasi dengan gerakan 212 itu hal yang berlebihan dan cenderung mendegradasi kecerdasan pemilih.

Pandangan yang sama dikemukakan juga oleh Kamhar Lakumani, politisi Partai Demokrat. Menurut Kamhar, argumentasi penolakan 21 Februari karena khawatir momen 212 tak berdasar dan berlebihan. Secara historis 212 bukan bulan Februari, melainkan bulan Desember. Ia menduga pemerintah selalu mencari-cari alasan untuk menunda Pemilu, termasuk menciptakan “hantu politik 212” sebagai alasan. Bagi Kahmar, ini sangat melecehkan akal sehat (CNN.Indonesia, 16/1/2022).

Politik Asosiasi 

Agak mengherankan memang jika apa yang diungkapkan Asrul itu benar adanya. Benar, bukan cuma soal infonya, tetapi ikhwal kekhawatiran pemerintah yang sedemikian rupa terhadap angka 212 hingga menjadi alasan untuk menolak rancangan jadwal Pemilu 2024 yang sudah diusulkan oleh KPU pertengahan tahun lalu. Sebagaimana diketahui, KPU RI mengusulkan opsi pertama jadwal Pemilu (Legislatif dan Presiden) 21 Februari 2024, dan jadwal Pilkada/Pemilihan 27 November 2024. Dan opsi kedua setelah muncul sejumlah masukan dari pelbagai pihak, termasuk keinginan pemerintah : Pemilu Mei 2024 dan Pilkada/Pemilihan Februari 2025. 

Dalam mendesain rancangan jadwal dan tahapan perhelatan Pemilu, KPU tentu tegak lurus pada perintah konstitusi (UUD 1945) dan perundang-undangan kepemiluan. Di pasal 22E ayat (1) UUD 1945 dengan tegas mengatur bahwa Pemilu dilaksanakan secara luber dan jurdil setiap lima tahun sekali. Di ayat (2)nya dinyatakan, bahwa Pemilu (yang dimaksud dalam ayat 1 tadi) diselenggarakan untuk memilih DPR, DPD, Presiden dan Wapres, dan DPRD. Kemudian di pasal 7 diatur, bahwa masa jabatan Presiden dan Wapres adalah 5 (lima) tahun. Ketentuan dasar inilah sandaran pertama dan utama KPU dalam merancang tahapan dan jadwal.

Kemudian untuk hajat Pemilu serentak (Legislatif dan Presiden), tentu saja KPU mendasarkan diri pada UU 7 Tahun 2017 tentang Pemilu yang hingga saat ini masih menjadi payung hukum pemilu tertinggi dibawah UUD 1945. Di dalam pasal 167 ayat (1) UU Pemilu diatur, bahwa Pemilu dilaksanakan setiap lima tahun sekali. Kemudian dalam ayat (2)nya dijelaskan, bahwa Hari, Tanggal dan Waktu pemungutan suara Pemilu ditetapkan dengan Keputusan KPU.

Sementara untuk kebutuhan Pemilihan/Pilkada, KPU mendasarkan diri pada UU 10 Tahun 2016 yang mengatur. bahwa pemungutan suara serentak nasional dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Wali Kota dan Wakil Wali Kota di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dilaksanakan pada bulan November 2024 (Pasal 201 ayat 8). 

Dengan merujuk pada norma-norma siklus penjadwalan itulah kemudian KPU merancang pemetaan tahapan dan jadwal sesuai kewenangan yang diberikan undang-undang. Dan sebagaimana diatur dalam UU 7 Tahun 2017, penyelenggaraan Pemilu meliputi belasan tahapan, mulai dari perencanaan program, anggaran serta penyusunan regulasi teknis; pemutakhiran dan penyusunan data pemilih; pendaftaran dan verifikasi peserta pemilu, kampanye, masa tenang dan seterusnya hingga pemungutan dan penghitungan suara, serta penetapan hasil Pemilu. 

Kesemua item tahapan itu dihitung dan disimulasi durasi waktu yang dibutuhkannya secara akurat, baik untuk Pemilu maupun Pilkada/Pemilihan. Karena 2024 nanti itu perhelatan serentak Pemilu dan Pilkada/Pemilihan, maka KPU juga mengkalkulasi agar tidak terjadi irisan yang terlalu panjang antara Pemilu dan Pilkada/Pemilihan karena ini pasti akan merepotkan penyelenggaraan, bahkan potensial dapat memicu persoalan di lapangan. 

Dari kalkulasi dan pemetaan itulah kemudian ketemu hari, tanggal dan bulan pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara. Mungkin saja memang bisa sampai 3 pilihan tanggal opsional. Tapi yang pasti, hari dan tanggal itu tidak ditentukan lebih dulu (kecuali hanya bersifat tentatif sekedar untuk keperluan simulatif), baru kemudian dihitung durasi waktu yang dibutuhkan oleh masing-masing tahapan. Apalagi ditentukan lebih dulu dengan merujuk pada hari, tanggal dan bulan tertentu yang secara politik berasosiasi dengan  peristiwa sosio-politik tertentu. Kualat lah KPU !

Dalam lanskap cara pandang politik, terlebih memasuki tahun-tahun kontestasi elektoral, pikiran-pikiran asosiatif memang mudah tumbuh dan merebak. Misalnya ya mengasosiasikan jadwal Pemilu 21 Februari 2024 dengan Simbol 212 ini, yang secara historis pun berbeda dan tidak ada hubungan fenomenologis apapun sama sekali. Lantas apa kemungkinan yang melatarbelakangi pikiran asosiatif serupa ini ?

Mungkin saja karena terpicu oleh refleksi yang tulus untuk kepentingan kemaslahatan bersama. Tetapi bisa juga sebetulnya merupakan akal-akalan untuk kepentingan menggolkan agenda politik terselubung tertentu dari para pihak yang berkepentingan dan kontestasi Pemilu. Atau, sekedar kekhawatiran yang berlebihan tanpa dasar, yang mungkin saja menjadi penanda sekaligus mengkonfirmasi satu jenis patologi sosial yang sedang mewabah, bahwa secara politik bangsa ini sedang tidak saling percaya dan terus saja saling curiga ! 

***

*)Oleh: Agus Sutisna, Komisioner KPU Banten.

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi timesindonesia.co.id

**) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

**) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim apabila tidak sesuai dengan kaidah dan filosofi TIMES Indonesia.

**) Dapatkan update informasi pilihan setiap hari dari TIMES Indonesia dengan bergabung di Grup Telegram TI Update. Caranya, klik link ini dan join. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi Telegram di HP.



Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

EKORAN

TERBARU

  • Mendagri Surati Gubernur Malut, Persiapkan Pelantikan Pj Bupati Pulau Morotai
    Mendagri Surati Gubernur Malut, Persiapkan Pelantikan Pj Bupati Pulau Morotai
    17/05/2022 - 23:26
  • Ridwan Kamil: PPDB di Jabar Makin Adil dan Andal
    Ridwan Kamil: PPDB di Jabar Makin Adil dan Andal
    17/05/2022 - 23:19
  • Kemenparekraf Glontorkan Dana 4,5 untuk Poltekpar Sragen
    Kemenparekraf Glontorkan Dana 4,5 untuk Poltekpar Sragen
    17/05/2022 - 22:56
  • Lagi, Neraca Perdagangan Tembus Rekor, Menko Perekonomian RI: Ekonomi Kian Tangguh
    Lagi, Neraca Perdagangan Tembus Rekor, Menko Perekonomian RI: Ekonomi Kian Tangguh
    17/05/2022 - 22:49
  • Warga Keluhkan Balai Desa di Blora Kerap Tutup saat Jam Kerja
    Warga Keluhkan Balai Desa di Blora Kerap Tutup saat Jam Kerja
    17/05/2022 - 22:43

TIMES TV

Nyaman dan Aman, Yuk Belanja ke Matos

Nyaman dan Aman, Yuk Belanja ke Matos

10/11/2021 - 09:39

Suara Merdu Dipikat Label Maia Estianty- Ninaya Ilena

Suara Merdu Dipikat Label Maia Estianty- Ninaya Ilena
Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji

Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji
Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji

Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji
Pemkot Malang Kuatkan Infrastruktur Digital Penunjang Smart City Melalui Wifi Gratis

Pemkot Malang Kuatkan Infrastruktur Digital Penunjang Smart City Melalui Wifi Gratis

iGuides

  • Tawarkan Konsep Baru, Saygon Hotel and Cottage Terekomendasi Iguides 5 Star
    20/03/2022 - 18:00
  • Skipjack, Kuliner Seafood Murah Rasa Bintang Lima, iGuides Recommended!
    Skipjack, Kuliner Seafood Murah Rasa Bintang Lima, iGuides Recommended!
    28/01/2022 - 10:38
  • Miliki Kolam Ombak Ikonik, Saygon Waterpark Iguides Recommended
    Miliki Kolam Ombak Ikonik, Saygon Waterpark Iguides Recommended
    07/12/2021 - 20:06
  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05

KOPI TIMES

  • Profesi Jurnalis Sangat Penting Bagi Kaum Perempuan
    Profesi Jurnalis Sangat Penting Bagi Kaum Perempuan
    17/05/2022 - 09:17
  • Islam Untuk Kemanusiaan dan Kedamaian Dunia
    Islam Untuk Kemanusiaan dan Kedamaian Dunia
    16/05/2022 - 06:28
  • Di Balik Substansi dan Eksistensi Partai Mahasiswa Indonesia
    Di Balik Substansi dan Eksistensi Partai Mahasiswa Indonesia
    14/05/2022 - 16:00
  • Syawal sebagai Bulan Silaturrahim
    Syawal sebagai Bulan Silaturrahim
    13/05/2022 - 16:11
  • Gaya Kepemimpinan Gus Dur, Refleksi untuk Pemimpin Masa Kini
    Gaya Kepemimpinan Gus Dur, Refleksi untuk Pemimpin Masa Kini
    12/05/2022 - 17:33
  • Ekstrakurikuler Jurnalistik SMP: Upaya Mengasah Critical Thinking Sejak Dini
    Ekstrakurikuler Jurnalistik SMP: Upaya Mengasah Critical Thinking Sejak Dini
    12/05/2022 - 16:27
  • Catatan Ketua MPR RI: Merawat Momentum Pertumbuhan di Tengah Lonjakan Pertumbuhan Harga Energi
    Catatan Ketua MPR RI: Merawat Momentum Pertumbuhan di Tengah Lonjakan Pertumbuhan Harga Energi
    12/05/2022 - 10:37
  • Korupsi itu Budaya Siapa? Bentuk dan Implikasinya bagi Kehidupan Bernegara
    Korupsi itu Budaya Siapa? Bentuk dan Implikasinya bagi Kehidupan Bernegara
    10/05/2022 - 14:07

KULINER

  • Emil Dardak Penasaran Paru Babat Nggongso Probolinggo
    Emil Dardak Penasaran Paru Babat Nggongso Probolinggo
    16/05/2022 - 19:38
  • Di Banyuwangi Ada Sajian Kuliner Nusantara dalam Nuansa Pulau Santorini Yunani
    Di Banyuwangi Ada Sajian Kuliner Nusantara dalam Nuansa Pulau Santorini Yunani
    16/05/2022 - 17:12
  • Jalakotek Majalengka, Pedas Asin Manis Rasanya‎ Bikin Ngiler
    Jalakotek Majalengka, Pedas Asin Manis Rasanya‎ Bikin Ngiler
    15/05/2022 - 16:35
  • Wow! Londo Kampung Mencoba Jadi Waiter di Srasa Desa Kota Madiun
    Wow! Londo Kampung Mencoba Jadi Waiter di Srasa Desa Kota Madiun
    14/05/2022 - 20:27
  • Nikmati Akhir Pekanmu di 4 Resto di Majalengka yang Lagi Hits
    Nikmati Akhir Pekanmu di 4 Resto di Majalengka yang Lagi Hits
    14/05/2022 - 19:08