Kopi TIMES

Undang-Undang Desa; Merajut Asa Menggapai Cita

Selasa, 18 Januari 2022 - 23:12 | 56.04k
Undang-Undang Desa; Merajut Asa Menggapai Cita
Moch Efril Kasino, adalah Pendaping Desa di Kabupaten Bondowoso.
Editor: Deasy Mayasari

TIMESINDONESIA, BONDOWOSO – Lahirnya Undang-Undang Desa tidaklah mudah, butuh proses yang panjang. Setidaknya butuh tujuh tahun untuk menggalang dan memperjuangkan UU Desa sebelum akhirnya DPR menyetujui Rancangan Undang-Undang Desa (RUU Desa). Bahkan perjuangan ini melampaui satu periode masa jabatan DPR sendiri. Tepat tanggal 14 Januari 2014 Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kala itu, resmi mengesahkan RUU Desa menjadi Undang-Undang Desa No. 6 Tahun 2014 dan tercatat dalam Lembar Negara 2014-7.

Sebanyak, kurang lebih 72.000 desa menikmati buah dari perjuangan, setidaknya 1 Miliar hingga 1,4 Miliar per Tahun digelontorkan pemerintah pusat untuk seluruh desa di Indonesia dan kesejahteraan warga desa menjadi orientasi jangka panjang. Tentu Lahirnya UU Desa patut dan harus kita apresiasi, semangat untuk memajukan dan mensejahterakan desa warga desa adalah sebuah keniscayaan yang tak perlu lagi dibantah dan UU Desa adalah bukti dan political will bagi politisi yang benar-benar memperjuangkan kesejahteraan warga di desa.

Di dalam UU Desa menyatakan Desa adalah desa dan desa adat atau disebut dengan nama lain, selanjutnya disebut Desa, adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintah, kepentingan masyarakat setempat berdasarkan prakarsa masyarakat, hak asal usul dan/atau hak tradisional yang diakui dan dihormati dalam sistem pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Lahirnya UU Desa, desa tidak lagi menjadi objek pembangunan akan tetapi menjadi subjek pembangunan, sehingga desa memiliki bargaining positionatau kedudukan dan peranan yang strategis sebagai unit organisasi pemerintah yang langsung berhadapan dengan masyarakat.

Tidak hanya disitu, UU Desa juga menjelaskan tujuan pembangunan desa yaitu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa dan kualitas hidup manusia serta penanggulangan kemiskinan melalui pemenuhan kebutuhan dasar, pembangunan sarana dan prasarana Desa, pengembangan potensi ekonomi lokal, serta pemanfaatan sumber daya alam dan lingkungan secara berkelanjutan. Dalam pelaksanaannya, pembangunan desa penting untuk mengedepankan kebersamaan, kekeluargaan, dan kegotongroyongan guna mewujudkan pengarusutamaan perdamaian dan keadilan sosial.

Betapa beruntungnya kita bisa hidup di negara yang memiliki sumber daya alam yang melimpah ruah, tak mau kalah kekayaan adat dan budaya pun demikian. Desa sebagai tempat lahirnya akar adat dan budaya memiliki peranan disini, setidaknya tercatat ada 72.000 desa, 133 diantaranya desa adat yang tersebar dari Aceh hingga Papua, sepuluh diantaranya sudah mendunia. Bahkan salah satu diantaranya diakui sebagai bagian dari warisan dunia oleh UNESCO.

Menurut Ferdinand Tonnies seorang sosiolog, ada dua model masyarakat, gemeincshaft dan gesselschaft. Masyarakat gemeincshaft adalah bentuk kehidupan bersama dimana anggotanya diikat oleh hubungan batin yang murni bersifat kekal dan alamiah, sementara bentuk gemeincshaft adalah keluarga, kelompok kekerabatan, Rukun Tetangga dll. Sementara gesselschaft (patembayan) merupakan ikatan lahir yang memiliki jangka waktu tertentu, bentuk dari gesselschaftikatan antar pedagang, ikatan kemahasiswaan atau ikatan dalam serikat pekerja dll.

Kehidupan masyarakat desa dengan pola guyub kekerabatan dan mengandung nilai-nilai kearifan lokal menjadi penting, adat dan budaya yang ada di desa merupakan local genius karena mampu bertahan hingga sekarang, sebab mempertahankan budaya lokal harus vis a visdengan budaya dari luar.

Disinilah peran UU Desa secara de factodan de juremengakui desa bukan hanya bagian dari pemerintah daerah (baca : desentralisasi) akan tetapi berdasarkan asas rekognisi dan subdiaritas, dimana dalam penjelasan UU No.6/2014, rekognisi adalah pengakuan terhadap asal-usul, sedangkan subsidiaritas adalah penetapan kewenangan berskala lokal dan pengambilan keputusan secara lokal untuk kepentingan masyarakat desa sekaligus penanda bahwa negara telah melaksanakan redistribusi sumber daya serta mandat kewenangan dan pembangunan kepada desa.
Desa harus berbenah.

Pembangunan identik dengan dana yang akan dibelanjakan untuk kepentingan pembangunan, Dana Desa adalah bagian tak terpisahkan dari lahirnya UU Desa serta menjadikan desa sebagai tumpuan pembangunan adalah bentuk agregasi pembangunan nasional, desa tidak lagi menjadi objek pembangunan tapi menjadi subyek pembangunan dan pemanfaatan potensi desa termasuk sumber daya alamnya. 

Berbicara tentang desa tak akan pernah usai, karena desa adalah cermin gambaran kehidupan masyarakat suatu negara, oleh karenanya desa merupakan entitas sosial yang seksi. Mulai dari kaum elit hingga kawulo alitberdiskusi dan bicara masalah desa dengan segala potensi yang ada kemiskinan, ketimpangan, aksesibilitas dan lain-lain tak lepas dari pembincangan. 

Kini, sewindu sudah UU Desa berjalan. Kedepan, tentu akan lebih banyak tantangan yang akan di hadapi, penulis yakin produk UU Desa beserta turunannya sudah berada dijalur yang tepat, banyak kebijakan yang dihasilkan oleh pemerintah desa mulai dirasakan oleh masyarakat terlepas masih perlu adanya perbaikan-perbaikan. Sebagai contoh pola pembangunan secara berkelanjutan misal, terlepas ide besarnya dari atas (top down), akan tetapi breakdownprogram yang dihasilkan berdasar pada kearifan lokal, menyesuaikan dengan kondisi dan situasional yang ada di desa tersebut. 

Masalah pengentasan kemiskinan, pengangguran dan lain-lain akan terjawab seiring waktu berjalan, selama semua berkerja bersama. Pemanfataan Bumdesa sebagai soko guru ekonomi lokal harus dioptimalkan.

Pembinaan di sektor pertanian, pendidikan serta kesehatan warga harus digalakkan demi terwujudnya desa yang sehat, kuat dan mandiri. Kebangkitan desa hanya isapan jempol apabila tidak memperhatikan kehidupan nyata yang terdapat di desa dan yang terpenting percaya desa, desa bisa. Sebagaimana Jhon Rawl katakan bahwa apapun perlakuan terhadap sumber daya alam, rakyatlah yang harus diuntungkan. Optimis Indonesia Maju! (*) 

***

*)Oleh: Moch Efril Kasino, adalah Pendaping Desa di Kabupaten Bondowoso.

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi timesindonesia.co.id

**) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

**) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim apabila tidak sesuai dengan kaidah dan filosofi TIMES Indonesia.

**) Dapatkan update informasi pilihan setiap hari dari TIMES Indonesia dengan bergabung di Grup Telegram TI Update. Caranya, klik link ini dan join. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi Telegram di HP.



Publisher : Sofyan Saqi Futaki

EKORAN

TERBARU

  • Kementerian PUPR RI Selesaikan 7 Paket Peningkatan Jalan dan Jembatan DPSP Borobudur
    Kementerian PUPR RI Selesaikan 7 Paket Peningkatan Jalan dan Jembatan DPSP Borobudur
    16/05/2022 - 16:43
  • Hadapi Tahun Politik 2024, Syarief Hasan: Kedepankan Politik yang Santun
    Hadapi Tahun Politik 2024, Syarief Hasan: Kedepankan Politik yang Santun
    16/05/2022 - 16:35
  • Kemenpora RI: Tim Rowing Indonesia Lampaui Target di SEA Games 2021 Vietnam
    Kemenpora RI: Tim Rowing Indonesia Lampaui Target di SEA Games 2021 Vietnam
    16/05/2022 - 16:29
  • Waisak 2022, Ketua DPR RI Ajak Umat Buddha Amalkan Kebaikan yang Berkeadaban
    Waisak 2022, Ketua DPR RI Ajak Umat Buddha Amalkan Kebaikan yang Berkeadaban
    16/05/2022 - 16:24
  • Pembangunan Butuh Keberlanjutan, Prabowo-Puan Bisa Jadi Pasangan Idel Bagi Jokowi
    Pembangunan Butuh Keberlanjutan, Prabowo-Puan Bisa Jadi Pasangan Idel Bagi Jokowi
    16/05/2022 - 16:20

TIMES TV

Nyaman dan Aman, Yuk Belanja ke Matos

Nyaman dan Aman, Yuk Belanja ke Matos

10/11/2021 - 09:39

Suara Merdu Dipikat Label Maia Estianty- Ninaya Ilena

Suara Merdu Dipikat Label Maia Estianty- Ninaya Ilena
Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji

Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji
Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji

Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji
Pemkot Malang Kuatkan Infrastruktur Digital Penunjang Smart City Melalui Wifi Gratis

Pemkot Malang Kuatkan Infrastruktur Digital Penunjang Smart City Melalui Wifi Gratis

iGuides

  • Tawarkan Konsep Baru, Saygon Hotel and Cottage Terekomendasi Iguides 5 Star
    20/03/2022 - 18:00
  • Skipjack, Kuliner Seafood Murah Rasa Bintang Lima, iGuides Recommended!
    Skipjack, Kuliner Seafood Murah Rasa Bintang Lima, iGuides Recommended!
    28/01/2022 - 10:38
  • Miliki Kolam Ombak Ikonik, Saygon Waterpark Iguides Recommended
    Miliki Kolam Ombak Ikonik, Saygon Waterpark Iguides Recommended
    07/12/2021 - 20:06
  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05

KOPI TIMES

  • Islam Untuk Kemanusiaan dan Kedamaian Dunia
    Islam Untuk Kemanusiaan dan Kedamaian Dunia
    16/05/2022 - 06:28
  • Di Balik Substansi dan Eksistensi Partai Mahasiswa Indonesia
    Di Balik Substansi dan Eksistensi Partai Mahasiswa Indonesia
    14/05/2022 - 16:00
  • Syawal sebagai Bulan Silaturrahim
    Syawal sebagai Bulan Silaturrahim
    13/05/2022 - 16:11
  • Gaya Kepemimpinan Gus Dur, Refleksi untuk Pemimpin Masa Kini
    Gaya Kepemimpinan Gus Dur, Refleksi untuk Pemimpin Masa Kini
    12/05/2022 - 17:33
  • Ekstrakurikuler Jurnalistik SMP: Upaya Mengasah Critical Thinking Sejak Dini
    Ekstrakurikuler Jurnalistik SMP: Upaya Mengasah Critical Thinking Sejak Dini
    12/05/2022 - 16:27
  • Catatan Ketua MPR RI: Merawat Momentum Pertumbuhan di Tengah Lonjakan Pertumbuhan Harga Energi
    Catatan Ketua MPR RI: Merawat Momentum Pertumbuhan di Tengah Lonjakan Pertumbuhan Harga Energi
    12/05/2022 - 10:37
  • Korupsi itu Budaya Siapa? Bentuk dan Implikasinya bagi Kehidupan Bernegara
    Korupsi itu Budaya Siapa? Bentuk dan Implikasinya bagi Kehidupan Bernegara
    10/05/2022 - 14:07
  • Surat Terbuka, Tahun 2024 Indonesia dalam Ancaman
    Surat Terbuka, Tahun 2024 Indonesia dalam Ancaman
    10/05/2022 - 13:13

KULINER

  • Jalakotek Majalengka, Pedas Asin Manis Rasanya‎ Bikin Ngiler
    Jalakotek Majalengka, Pedas Asin Manis Rasanya‎ Bikin Ngiler
    15/05/2022 - 16:35
  • Wow! Londo Kampung Mencoba Jadi Waiter di Srasa Desa Kota Madiun
    Wow! Londo Kampung Mencoba Jadi Waiter di Srasa Desa Kota Madiun
    14/05/2022 - 20:27
  • Nikmati Akhir Pekanmu di 4 Resto di Majalengka yang Lagi Hits
    Nikmati Akhir Pekanmu di 4 Resto di Majalengka yang Lagi Hits
    14/05/2022 - 19:08
  • Mengenal Garam Bambu, Garam Paling Mahal dari Korea
    Mengenal Garam Bambu, Garam Paling Mahal dari Korea
    14/05/2022 - 14:00
  • Resep Sayur Asam Segar Dinikmati saat Cuaca Panas
    Resep Sayur Asam Segar Dinikmati saat Cuaca Panas
    14/05/2022 - 05:18