Kopi TIMES

Spirit Kenuswantaraan Negara Sebuah Babak Baru

Senin, 17 Januari 2022 - 22:53 | 51.20k
Spirit Kenuswantaraan Negara Sebuah Babak Baru
Bambang GW, Presidium Dewan Kampung Nuswantara (Grafis: TIMES INdonesia)
Editor: Yatimul Ainun

TIMESINDONESIA, MALANGIDE yang dilontarkan awal oleh Presiden tentang perpindahan ibu kota negara awalnya memunculkan berbagai ketegangan bahkan melahirkan beragam spekulasi pemikiran sehingga ada beberapa daerah yang tiba tiba tampil menawarkan diri tentang kelayakannya dijadikan ibu kota negara dengan kajian argumentatifnya tak terkecuali kabupaten Malang pun sempat membangun wacana kelayakan tersebut.

Secara kajian kesejarahan di forum kecil yang tak terpublikasi penulis membangun ruang diskusi tentang lontaran ide tersebut maka muncullah imajinasi tentang kota Penajam Paser yang kala itu penulis pun sangat asing tentang sebutan itu tetapi yang menarik adalah ada bekas kesejarahan yang memiliki catatan atas peradaban nuswantara yaitu kerajaan Kutai (400M) maka saat itu terbersit wilayah Kalimantan, dengan kajian yang saat itu minim referensi maka muncul keyakinan bahwa di wilayah itulah ruang energi besarnya akan dibangunnya ibu kota negara, tetapi lepas dari segala kajian keilmuan yang akademis penulis memandang inilah akan dimulainya babak baru sejarah negeri tercinta.

Penulis tidak masuk pada ruang potensi geografisnya lokasi ibu kota negara tersebut, tetapi mencoba memasuki dimensi yang lain

Spiritualitas kebangsaan

Jakarta beratus tahun sangat kental dengan pelekatan sejarah VOC yang dulu bernama Djajakarta, sehingga di dalam perkembangannya Jakarta semakin penuh sesak spirit beragam klaim kebangsaan, maka seiring waktu berjalan ibu kota negara berwajah bopeng tanpa watak kenegaraan, semakin menggemaskan panggung publik terus dikuasai oleh gerombolan kurcaci pemalsu kebenaran tentang eksistensi negara, mereka semakin hari semakin menjadi bernafsu menguasai Jakarta dengan terus membangun opini pengabaian tentang negara. Ini ancaman kebangsaan yang tidak boleh dianggap sepele, maka sikap mengambil jarak dari ruang kompleksitas masalah tersebut adalah sikap bijaksana untuk menata ulang spirit kebangsaan kita demi masa yang panjang.

Dan kita tahu reaksi yang muncul atas sikap bijaksana tersebut semakin menggila yang semakin membuktikan wajah bopengnya Jakarta.

Pemutus mata rantai

77 tahun berlangsung perjalanan bangsa ini seolah dibelenggu oleh Jakarta, sehingga muncul idiom Indonesia adalah Jakarta dan Jakarta adalah Indonesia, maka seluruh dokumentasi tentang Indonesia selalu tercatat di altar Jakarta, maka betapa rumitnya kalau kita harus terjebak benang kusut segala problematika negara dengan titik pijaknya Jakarta.

Memutus rantai kesejarahan merupakan sikap yang visioner agar kedaulatan negara yang dicita-citakan para pendiri negeri ini bisa direcovery lagi secara bertahap dengan simultan.

Menegaskan kenuswantaraan

Dengan semakin menyeruaknya fenomena sosial dan budaya akhir akhir ini di setiap ruang publik yang semakin menonjolkan pikiran dan perilaku intoleransi berdampak pada terusiknya filosofi berbangsa kita yang berbhineka tunggal ika, dan semua desain intoleransi ada di Jakarta ditebar di berbagai daerah khususnya Jawa. Dari titik pijak pemikiran sederhana tersebut memutuskan pindahnya ibu kota negara menjadi ujud sikap kenegarawan untuk semakin mensunyikan teriakan kaum intoleransi di Jawa.

Dari kejauhan bisa lebih detail teramati sekecil apapun plot intolensikan akan dimainkan akan lebih mudah terantisipasi. Apalagi fenomena sosialnya yang seluruh suku di kalimantan seolah muncul kesadaran baru untuk bersatu dan menawarkan untuk memberikan perannya yang terbaik sebagai benteng kewibawaan ibu kota negara.

Dari sekilas pemikiran tersebut bisa kita tangkap ruang kebangkitan kearifan lokal yang selama digencet luar biasa oleh kekuatan intoleransi. Dan diharapkan akan menginspirasi semua basis kearifan lokal di negeri ini. Inilah momentum nuswantara triwikrama.

Semoga dengan sudah diumumkannya nama ibu kota negara kita adalah Nusantara (penulis Nuswantara) maka bisa menjadi tonggak sejarah negeri ini menata ulang kembali esensi peradaban kenuswantara yang sudah ribuan tahun berusaha dilenyapkan tanpa bekas sama sekali, meski di sudut yang lain penulis masih merasakan ada kemunculan persoalan baru yang secara spiritual menimbulkan letupan dinamika yang tidak boleh dianggap enteng yaitu tentang kalimat baru yang akan muncul di setiap pikiran seluruh bangsa ini “Indonesia ibu kotanya Nusantara” ada kejanggalan yang mengganggu di bilik kesejarahan kita.

Tetapi tinggal selangkah kejutan kesejarahan yang penulis pertahankan dalam lubuk imajiner yaitu “Nuswantara ibu kotanya Nusantara”. Bangunlah Nuswantaraku dari segala dimensi kehidupan. Jayalah nuswantaraku. (*)

Rahayu

Malang, 17-01-2022

 

*) Oleh: Bambang GW, Presidium Dewan Kampung Nuswantara

*)Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id

 

____________
**) Kopi TIMES atau rubik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

**) Redaksi berhak tidak menanyangkan opini yang dikirim.

**) Dapatkan update informasi pilihan setiap hari dari TIMES Indonesia dengan bergabung di Grup Telegram TI Update. Caranya, klik link ini dan join. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi Telegram di HP.



Publisher : Sholihin Nur

EKORAN

TERBARU

  • Kecelakaan Tunggal Bus di Mojoikerto, Ditlantas Polda Jatim: Sopir Mengantuk
    Kecelakaan Tunggal Bus di Mojoikerto, Ditlantas Polda Jatim: Sopir Mengantuk
    16/05/2022 - 14:36
  • Berikut Identitas Korban Kecelakaan Tunggal Bus di Tol Mojokerto
    Berikut Identitas Korban Kecelakaan Tunggal Bus di Tol Mojokerto
    16/05/2022 - 14:23
  • Buya Syafii Ma’arif Jalani Perawatan di RS PKU Muhammadiyah
    Buya Syafii Ma’arif Jalani Perawatan di RS PKU Muhammadiyah
    16/05/2022 - 14:09
  • Densus 88 Tangkap Terduga Teroris MIT Poso dan ISIS
    Densus 88 Tangkap Terduga Teroris MIT Poso dan ISIS
    16/05/2022 - 13:55
  • Alasan Komisi II DPR RI Usul Efisiensi Masa Kampanye Pemilu 2024 Menjadi 75 Hari
    Alasan Komisi II DPR RI Usul Efisiensi Masa Kampanye Pemilu 2024 Menjadi 75 Hari
    16/05/2022 - 13:41

TIMES TV

Nyaman dan Aman, Yuk Belanja ke Matos

Nyaman dan Aman, Yuk Belanja ke Matos

10/11/2021 - 09:39

Suara Merdu Dipikat Label Maia Estianty- Ninaya Ilena

Suara Merdu Dipikat Label Maia Estianty- Ninaya Ilena
Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji

Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji
Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji

Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji
Pemkot Malang Kuatkan Infrastruktur Digital Penunjang Smart City Melalui Wifi Gratis

Pemkot Malang Kuatkan Infrastruktur Digital Penunjang Smart City Melalui Wifi Gratis

iGuides

  • Tawarkan Konsep Baru, Saygon Hotel and Cottage Terekomendasi Iguides 5 Star
    20/03/2022 - 18:00
  • Skipjack, Kuliner Seafood Murah Rasa Bintang Lima, iGuides Recommended!
    Skipjack, Kuliner Seafood Murah Rasa Bintang Lima, iGuides Recommended!
    28/01/2022 - 10:38
  • Miliki Kolam Ombak Ikonik, Saygon Waterpark Iguides Recommended
    Miliki Kolam Ombak Ikonik, Saygon Waterpark Iguides Recommended
    07/12/2021 - 20:06
  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05

KOPI TIMES

  • Islam Untuk Kemanusiaan dan Kedamaian Dunia
    Islam Untuk Kemanusiaan dan Kedamaian Dunia
    16/05/2022 - 06:28
  • Di Balik Substansi dan Eksistensi Partai Mahasiswa Indonesia
    Di Balik Substansi dan Eksistensi Partai Mahasiswa Indonesia
    14/05/2022 - 16:00
  • Syawal sebagai Bulan Silaturrahim
    Syawal sebagai Bulan Silaturrahim
    13/05/2022 - 16:11
  • Gaya Kepemimpinan Gus Dur, Refleksi untuk Pemimpin Masa Kini
    Gaya Kepemimpinan Gus Dur, Refleksi untuk Pemimpin Masa Kini
    12/05/2022 - 17:33
  • Ekstrakurikuler Jurnalistik SMP: Upaya Mengasah Critical Thinking Sejak Dini
    Ekstrakurikuler Jurnalistik SMP: Upaya Mengasah Critical Thinking Sejak Dini
    12/05/2022 - 16:27
  • Catatan Ketua MPR RI: Merawat Momentum Pertumbuhan di Tengah Lonjakan Pertumbuhan Harga Energi
    Catatan Ketua MPR RI: Merawat Momentum Pertumbuhan di Tengah Lonjakan Pertumbuhan Harga Energi
    12/05/2022 - 10:37
  • Korupsi itu Budaya Siapa? Bentuk dan Implikasinya bagi Kehidupan Bernegara
    Korupsi itu Budaya Siapa? Bentuk dan Implikasinya bagi Kehidupan Bernegara
    10/05/2022 - 14:07
  • Surat Terbuka, Tahun 2024 Indonesia dalam Ancaman
    Surat Terbuka, Tahun 2024 Indonesia dalam Ancaman
    10/05/2022 - 13:13

KULINER

  • Jalakotek Majalengka, Pedas Asin Manis Rasanya‎ Bikin Ngiler
    Jalakotek Majalengka, Pedas Asin Manis Rasanya‎ Bikin Ngiler
    15/05/2022 - 16:35
  • Wow! Londo Kampung Mencoba Jadi Waiter di Srasa Desa Kota Madiun
    Wow! Londo Kampung Mencoba Jadi Waiter di Srasa Desa Kota Madiun
    14/05/2022 - 20:27
  • Nikmati Akhir Pekanmu di 4 Resto di Majalengka yang Lagi Hits
    Nikmati Akhir Pekanmu di 4 Resto di Majalengka yang Lagi Hits
    14/05/2022 - 19:08
  • Mengenal Garam Bambu, Garam Paling Mahal dari Korea
    Mengenal Garam Bambu, Garam Paling Mahal dari Korea
    14/05/2022 - 14:00
  • Resep Sayur Asam Segar Dinikmati saat Cuaca Panas
    Resep Sayur Asam Segar Dinikmati saat Cuaca Panas
    14/05/2022 - 05:18