Peristiwa Nasional

Ketum PBNU Gus Yahya: Jangan Direduksi, Tugas NU Besar dan Mulia

Sabtu, 15 Januari 2022 - 19:50 | 62.96k
Ketum PBNU Gus Yahya: Jangan Direduksi, Tugas NU Besar dan Mulia
Ketum PBNU Gus Yahya (KH Yahya Cholil Staquf) (Foto: Dokumen TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Tugas Nahdlatul Ulama ( NU ) itu mulia. Jangan direduksi. "Selama ini terdapat berbagai macam narasi yang berkembang dan menghambat kemajuan NU. Narasi-narasi itu justru dinilai membatasi visi NU yang besar dan tidak bisa dibatasi," ujar Ketum PBNU Gus Yahya (KH Yahya Cholil Staquf) saat galawicara di TV9, Sabtu (15/1/2022). 

Menurut Gus Yahya, NU sejak awal didirikan telah memiliki mandat peradaban yang mulia. Hal itu dicetuskan oleh para pendiri NU untuk merintis peradaban baru yang lebih mulia untuk seluruh umat manusia.

“Misalnya ada narasi bahwa NU ini ada hanya untuk merawat ajaran-ajaran Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja). Ini sebetulnya sangat reduksionis. NU tidak hanya itu. NU didirikan dengan mandat peradaban dan merintis peradaban baru yang lebih mulia untuk seluruh umat manusia di depan. Ini yang perlu kita luruskan dan itu harus jadi perjuangan NU,” jelas Kakak Kandung Ketua Umum PP  GP Ansor, Gus Yaqut Cholil Qoumas itu.

Gus Yahya mengakui bahwa di lingkungan NU terdapat ragam pemahaman kurang tepat yang berkembang. Misalnya saat ia memasukkan tokoh-tokoh perempuan ke jajaran ketua tanfidziyah PBNU seperti Alissa Wahid dan Khofifah Indar Parawansa.

“Itu ada yang protes karena khawatir akan tumpang tindih dengan Fatayat dan Muslimat. Ini adalah cara pandang yang keliru, hasil dari cacat pikir yang harus kita sembuhkan,” ungkapnya. 

Hadirnya tokoh perempuan di struktur kepengurusan PBNU, lanjut Gus Yahya,merupakan langkah baru yang diambil Gus Yahya. Sebab, NU adalah organisasi induk. Sementara Muslimat dan Fatayat NU merupakan organisasi badan otonom yang berada di bawahnya. 

“Itu artinya bahwa NU tidak setara dengan Muslimat. Muslimat ini di bawah koordinasi NU, maka kalau ada organisasi khusus perempuan dan badan otonom lainnya, semua harus menginduk kepada PBNU. Di PBNU harus ada orang-orang yang mampu mengonsolidasikan badan otonom tersebut,” tandas Gus Yahya. 

Mantan Katib Aam PBNU itu memastikan, bahwa keberadaan perempuan di lingkungan PBNU tidak akan menjadi tumpang tindih dengan badan otonom khusus perempuan. Sebab hal itu justru akan memperkuat PBNU untuk melakukan konsolidasi kepada semua instrumen badan otonom, sehingga menjadi sistem yang kokoh dan mampu berjuang bersama-sama untuk menggarap strategi yang solid.

“Kali ini kita memang butuh perempuan untuk mengeksekusi agenda-agenda yang sangat terkait dengan perempuan. Karena secara demografis saja, ada tren bahwa jumlah perempuan itu akan semakin meningkat lebih cepat peningkatannya dari pertambahan laki-laki,” terang mentor GP Ansor dan Banser Nasional itu.

Jadi secara demografis, menurut Gus Yahya, terdapat lebih banyak konstituensi perempuan yang harus disasar oleh berbagai agenda yang dibuat PBNU. Karenanya, Gus Yahya merasa memiliki kebutuhan untuk melibatkan para pemimpin perempuan.

Tujuan menghadirkan perempuan di PBNU itu untuk dapat lebih mudah mengeksekusi agenda-agenda tersebut agar bisa menjangkau kalangan perempuan dengan strategi yang tepat. Strategi yang dimaksud Gus Yahya itu berkaitan dengan pemahaman dan pengetahuan tentang keinginan perempuan itu sendiri.

“Sebab kalau laki-laki itu biasanya pusing kalau mikir perempuan,”  tambah Ketum PBNU Gus Yahya. (*)

**) Dapatkan update informasi pilihan setiap hari dari TIMES Indonesia dengan bergabung di Grup Telegram TI Update. Caranya, klik link ini dan join. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi Telegram di HP.



Publisher : Sholihin Nur

EKORAN

TERBARU

  • MyEduSolve Gandeng ITS Gelar Microsoft & Adobe National Championship 2022
    MyEduSolve Gandeng ITS Gelar Microsoft & Adobe National Championship 2022
    27/01/2022 - 18:25
  • Pemkab Lamongan Beri Ruang Gerak Disabilitas untuk Salurkan Inovasi dan Kreativitas
    Pemkab Lamongan Beri Ruang Gerak Disabilitas untuk Salurkan Inovasi dan Kreativitas
    27/01/2022 - 18:17
  • Kisah Megawati Protes ke Bung Karno Gegara Teman Sekolahnya
    Kisah Megawati Protes ke Bung Karno Gegara Teman Sekolahnya
    27/01/2022 - 18:12
  • Wakil Ketua DPRD Jatim Tanggapi Temuan BPK RI Soal Penyalahgunaan Dana Hibah PJU
    Wakil Ketua DPRD Jatim Tanggapi Temuan BPK RI Soal Penyalahgunaan Dana Hibah PJU
    27/01/2022 - 18:07
  • Cegah Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba, BNNK Ciamis Imbau Warga Berani Lapor
    Cegah Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba, BNNK Ciamis Imbau Warga Berani Lapor
    27/01/2022 - 18:02

TIMES TV

Nyaman dan Aman, Yuk Belanja ke Matos

Nyaman dan Aman, Yuk Belanja ke Matos

10/11/2021 - 09:39

Suara Merdu Dipikat Label Maia Estianty- Ninaya Ilena

Suara Merdu Dipikat Label Maia Estianty- Ninaya Ilena
Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji

Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji
Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji

Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji
Pemkot Malang Kuatkan Infrastruktur Digital Penunjang Smart City Melalui Wifi Gratis

Pemkot Malang Kuatkan Infrastruktur Digital Penunjang Smart City Melalui Wifi Gratis

iGuides

  • Miliki Kolam Ombak Ikonik, Saygon Waterpark Iguides Recommended
    07/12/2021 - 20:06
  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00

KOPI TIMES

  • Kepalsuan, Diracik Nama Tuhan
    Kepalsuan, Diracik Nama Tuhan
    27/01/2022 - 16:10
  • Jalan Terjal Tenaga Kerja Lulusan Baru
    Jalan Terjal Tenaga Kerja Lulusan Baru
    26/01/2022 - 18:36
  • Menyulam Demokrasi Sejuk, Menatap Pemilu Kasih Sayang
    Menyulam Demokrasi Sejuk, Menatap Pemilu Kasih Sayang
    26/01/2022 - 13:22
  • Doa Lintas Agama untuk Kepentingan Siapa?
    Doa Lintas Agama untuk Kepentingan Siapa?
    26/01/2022 - 12:34
  • Paradigma Pemikiran dan Kontinuitas Tradisi Intelektual di Pesantren
    Paradigma Pemikiran dan Kontinuitas Tradisi Intelektual di Pesantren
    26/01/2022 - 09:14
  • Makna Tanggal Pemilu 2024
    Makna Tanggal Pemilu 2024
    26/01/2022 - 08:17
  • Dibutuhkan: Guru yang Digugu dan Ditiru
    Dibutuhkan: Guru yang Digugu dan Ditiru
    24/01/2022 - 21:33
  • Kebijakan Presidential Threshold Merupakan Kebebasan Pembentuk Undang-Undang
    Kebijakan Presidential Threshold Merupakan Kebebasan Pembentuk Undang-Undang
    24/01/2022 - 19:20

KULINER

  • Resep Viral Tiktok, Crab Rangoon yang Gurih dan Garing
    Resep Viral Tiktok, Crab Rangoon yang Gurih dan Garing
    27/01/2022 - 10:01
  • Lezatnya Nasi Liwet Sampai Terbawa Mimpi
    Lezatnya Nasi Liwet Sampai Terbawa Mimpi
    27/01/2022 - 06:21
  • Raih Pendanaan Seri A, Perusahaan Kuliner Startup Hangry Mendarat di Surabaya
    Raih Pendanaan Seri A, Perusahaan Kuliner Startup Hangry Mendarat di Surabaya
    25/01/2022 - 14:35
  • Menu Khas Imlek, Paket Classic Chinese Bisa Jadi Pilihan 
    Menu Khas Imlek, Paket Classic Chinese Bisa Jadi Pilihan 
    25/01/2022 - 14:00
  • Gurihnya Rujak Cingur dan Segarnya Cocopandan Ijen Suites Resort & Convention
    Gurihnya Rujak Cingur dan Segarnya Cocopandan Ijen Suites Resort & Convention
    25/01/2022 - 13:13