Kopi TIMES

Mereformasi Tata Kelola Sumber Daya Aparatur Sipil Negara

Kamis, 06 Januari 2022 - 09:37 | 35.26k
Mereformasi Tata Kelola Sumber Daya Aparatur Sipil Negara
M. Isra, Mahasiswa Ilmu Pemerintahan, Universitas Muhammadiyah Malang.

TIMESINDONESIA, MALANG – Reformasi birokrasi sebagai upaya pemerintah dalam pembenahan sistem birokrasi untuk meningkatkan pelayanan publik. Berkaitan dengan upaya peningkatan pelayanan publik, tentunya berkaitan erat dengan aktor yang berperan penting dalam memberikan pelayanan yang berkualitas kepada masyarakat, yaitu Aparatur Sipil Negara (ASN). Pegawai ASN dituntut memiliki kemampuan yang kompeten, sehingga diperlukan perencanaan dan pengembangan SDM Aparatur Sipil Negara (ASN).

Implementasi perubahan pada area manajemen SDM ASN merupakan salah satu upaya yang dilakukan oleh kementerian, lembaga dan pemerintah daerah untuk memperbaiki kualitas pelayanan kepada masyarakat. Namun, tidak dipungkiri bahwa pegawai ASN yang profesional dan memiliki kompetensi tinggi, sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara seperti yang dinginkan oleh semua pihak, hingga saat ini masih jauh dari harapan. 

Banyaknya permasalahan yang menyangkut tata kelola SDM Aparatur Sipil Negara (ASN) dinilai masih belum berkompeten sehingga berdampak pada rendahnya kualitas pelayanan publik. Hal ini, Menteri PANRB mengatakan bahwa kualitas kompetensi ASN masih relatif rendah dapat ditinjau dari beberapa hal. Pertama, total pegawai negeri sipil (PNS) di Indonesia yang berjumlah 4,475 juta, hanya 64 persen di antaranya hanya memiliki kemampuan administratif. kemudian, pengangkatan PNS terakhir tahun 2017 hampir 58 persen berasal dari tenaga honorer tanpa melalui tes. Dan kenyataan yang terjadi di Kalimantan dengan potensi terbesar pada bidang pertambangan, ASN yang memiliki keahlian dibidang pertambangan hanya sekitar 0,03 persen (mediaindonesia.com, 2017).

Kemudian permasalahan lain yang menjadi tantangan dalam pengembangan SDM ASN adalah masih banyak ASN yang belum mahir dalam mengaplikasikan teknologi informasi (IT) atau gagap teknologi. Hal ini dikarenakan masih mendominasinya ASN yang berusia di atas 50 tahun. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2016, bahwa terdapat 914.788 ASN yang berusia 51-55, 466.544 ASN yang berusia 56-60, dan 10.182 ASN yang berusia 61 hingga 70 tahun.

Faktor usia dapat mempengaruhi terhadap kurangnya kompetensi dalam penggunaan teknologi informasi menyebabkan ASN tidak mampu bersaing dengan dunia global karena tidak dapat mewujudkan inovasi-inovasi yang ada dengan bantuan teknologi informasi. Sehingga hal demikian akan berpengaruh pada sulitnya mewujudkan pelayanan publik yang mudah, murah, dan tidak berbelit.

Tantangan selanjutnya adalah praktek korupsi yang diakukan oeh ASN masih membudaya di lingkungan birokrasi. Data yang dikeluarkan Indonesia Corruption Watch (ICW), diketahui sepanjang tahun 2020 ada sebanyak 444 kasus korupsi dengan total terdakwa mencapai 875 orang. Dari data tersebut, tercatat praktek korupsi paling banyak dilakukan oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan 272 kasus, pihak swasta dengan 174 kasus, dan perangkat desa dengan 132 kasus. Nilai kerugian negara yang ditimbulkan adalah sebesar Rp18,6 triliun. Hal tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar ASN masih memiliki integritas yang rendah, serta lemahnya sistem pengawasan internal di instansi pemerintah. Keadaan ini kemudian menjadi tantangan bagi birokrasi pemerintah untuk mereformasi tatanan dan perilaku negatif yang telah melembaga dalam diri ASN, sehingga berdampak pada penyelenggaraan pelayanan publik yang tidak berjalan secara efektif dan efisien.

Jika ditinjau dari beberapa tantangan tersebut, pendayagunaan ASN yang tepat perlu diperhatikan dalam pencapaian tujuan birokrasi. Maka dari itu, potensi individual ASN terus digali dan dimanfaatkan secara penuh. Dalam hal ini, birokrasi pemerintah di era reformasi dan globalisasi ini tentunya SDM ASN yang diperlukan adalah yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Sebagai sumber daya yang paling potensial dalam birokrasi pemerintahan, ASN perlu dikembangkan sehingga mampu memberikan efek yang optimal terhadap kinerja birokrasi. Konsekuensi dari semua itu tentunya adalah birokrasi pemerintahan selalu dituntut untuk meningkatkan kualitasnya dengan kemampuan, kecakapan, dan keterampilan yang harus diikuti dengan ketaatan (disiplin) pada aturan, moral dan etika yang baik. 

Dalam menjawab tantangan tersebut, mengutip pendapat Sulistiyani dalam bukunya berjudul “Memahami Good Governance Dalam Perspektif Sumber Daya Manusia”, menjelaskan bahwa terdapat enam strategi dalam pengelolaan SDM yang sukses, yaitu;

(1)    Antisipasi (Anticipating). Pengelolaan SDM dalam suatu organisasi menjadi perhatian utama yang harus mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi di masa depan.
(2)    Penarikan (Attracting). Organisasi mulai memusatkan perhatian pada aktivitas mencari orang-orang yang sesuai dan mempunyai kualifikasi yang dibutuhkan.
(3)    Pengembangan (Developing). Organisasi melakukan aktivitas yang dapat menunjukan kinerja organisasi dan meningkatkan kemampuan pegawai dari yang paling atas sampai bawah.
(4)    Motivasi (Motivating). Memberikan motivasi kepada pegawai dengan memberi dorongan agar dapat bekerja dengan baik, sehingga menghasilkan kinerja yang tinggi.
(5)    Memelihara (Maintaining). Adanya komunikasi yang terbuka sebagai alat utama dalam memelihara hubungan yang efektif.
(6)    Perubahan untuk sukses (Changing for Success). Mengembangkan strategi-strategi baru untuk mengadakan perubahan budaya organisasi dan pengelolaan SDM.
(7)    Pemfokusan (focusing). Melakukan pengukuran efektivitas SDM dengan melakukan survei tentang sikap pegawai sampai dengan formal audit kepegawaian.

Dengan demikian, upaya pemerintah dalam pengembangan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia guna membentuk ASN yang berkualitas, hendaknya dapat dilakukan dengan cara; Pertama, memberikan pembinaan terhadap disiplin, moral, dan etika. Pembinaan ini dapat dilakuan seperti menerapkan peraturan kantor atau tata tertib pegawai. Misalnya, masuk dan pulang kerja ditentukan dengan jam kerja, berbuat sopan santun, dan lain sebagainya. Kedua, melakukan penilaian kinerja secara terprogram per-semester atau pertahun. Penilaian ini dilakukan dengan melihat hasil kinerja ASN atas apa yang dihasilkan selama kurun waktu tertentu. Ketiga, memberikan diklat teknis sesuai dengan kompetensi pekerjaannya. Pelaksanaan diklat teknis didesain sesuai dengan kebutuhan pekerjaan seorang ASN. Misalnya, ASN yang bekerja di Dinas Perhubungan diperlukan diklat keselamatan transportasi dan sebagainya. Terakhir, memberdayakan ASN dengan memfokuskan pemberian kesempatan yang seluas-luasnya kepada ASN untuk menekuni bidang yang sesuai dengan kompetensinya agar dapat mendorong untuk selalu maju dan terus berkembang.

***

*) Oleh: M. Isra, Mahasiswa Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Malang.

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi timesindonesia.co.id

**) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

**) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim apabila tidak sesuai dengan kaidah dan filosofi TIMES Indonesia.

**) Dapatkan update informasi pilihan setiap hari dari TIMES Indonesia dengan bergabung di Grup Telegram TI Update. Caranya, klik link ini dan join. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi Telegram di HP.



Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

EKORAN

TERBARU

  • Menilik Perpaduan Olahraga dan Geliat Ekonomi Kreatif di Kawasan Banjar Waterpark
    Menilik Perpaduan Olahraga dan Geliat Ekonomi Kreatif di Kawasan Banjar Waterpark
    23/01/2022 - 12:22
  • Haul 2022, Ponpes Darussalam Blokagung Gelar Darussalam Soccer Cup
    Haul 2022, Ponpes Darussalam Blokagung Gelar Darussalam Soccer Cup
    23/01/2022 - 12:15
  • Ayub Busono: Partai Demokrat di Jatim Pilih Mas Bayu Secara Demokratis Sesuai Arahan Mas AHY
    Ayub Busono: Partai Demokrat di Jatim Pilih Mas Bayu Secara Demokratis Sesuai Arahan Mas AHY
    23/01/2022 - 12:03
  • Kepala Otorita IKN Minimal Penuhi Lima Kriteria Ini
    Kepala Otorita IKN Minimal Penuhi Lima Kriteria Ini
    23/01/2022 - 11:56
  • Pasar Tradisional Pancasila Kota Tasikmalaya Harus Bisa Bersaing dengan Pasar Modern
    Pasar Tradisional Pancasila Kota Tasikmalaya Harus Bisa Bersaing dengan Pasar Modern
    23/01/2022 - 11:47

TIMES TV

Nyaman dan Aman, Yuk Belanja ke Matos

Nyaman dan Aman, Yuk Belanja ke Matos

10/11/2021 - 09:39

Suara Merdu Dipikat Label Maia Estianty- Ninaya Ilena

Suara Merdu Dipikat Label Maia Estianty- Ninaya Ilena
Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji

Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji
Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji

Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji
Pemkot Malang Kuatkan Infrastruktur Digital Penunjang Smart City Melalui Wifi Gratis

Pemkot Malang Kuatkan Infrastruktur Digital Penunjang Smart City Melalui Wifi Gratis

iGuides

  • Miliki Kolam Ombak Ikonik, Saygon Waterpark Iguides Recommended
    07/12/2021 - 20:06
  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00

KOPI TIMES

  • Belajar dari Kesabaran Megawati
    Belajar dari Kesabaran Megawati
    23/01/2022 - 08:27
  • Strategi Pengembangan Perpustakaan Desa
    Strategi Pengembangan Perpustakaan Desa
    22/01/2022 - 19:51
  • Keluarga Be(re)ncana
    Keluarga Be(re)ncana
    22/01/2022 - 13:45
  • Sebuah Konsep dalam Menghadapi Keberagaman di Era Disrupsi
    Sebuah Konsep dalam Menghadapi Keberagaman di Era Disrupsi
    22/01/2022 - 12:03
  • Tahun 2022, Persaingan Militer Antar Negara Akan Makin Intens
    Tahun 2022, Persaingan Militer Antar Negara Akan Makin Intens
    22/01/2022 - 11:00
  • Menempatkan Taklid Pada Tempatnya
    Menempatkan Taklid Pada Tempatnya
    21/01/2022 - 20:21
  • Undang-Undang Ibu Kota Negara, Pemerataan Ekonomi dan Pembangunan
    Undang-Undang Ibu Kota Negara, Pemerataan Ekonomi dan Pembangunan
    21/01/2022 - 19:23
  • Desa Harus Berbenah: Refleksi Sewindu Lahirnya Undang-Undang Desa
    Desa Harus Berbenah: Refleksi Sewindu Lahirnya Undang-Undang Desa
    21/01/2022 - 18:41

KULINER

  • Bisa Jadi Lauk atau Camilan, Ini Resep Membuat Chicken Popcorn
    Bisa Jadi Lauk atau Camilan, Ini Resep Membuat Chicken Popcorn
    23/01/2022 - 06:14
  • Pempek, Makanan Tradisional Palembang Berbahan Ikan
    Pempek, Makanan Tradisional Palembang Berbahan Ikan
    23/01/2022 - 04:19
  • Kafe Kopi Siip Probolinggo Jadi Primadona Kalangan Pemuda
    Kafe Kopi Siip Probolinggo Jadi Primadona Kalangan Pemuda
    22/01/2022 - 19:15
  • Lezatnya Sarapan Pagi di Depot Bakmi Kolonel, Rajanya Bakmi di Kota Blora
    Lezatnya Sarapan Pagi di Depot Bakmi Kolonel, Rajanya Bakmi di Kota Blora
    22/01/2022 - 14:14
  • Nikmati 8 Menu Spesial Tahun Baru Imlek dari Vasa Hotel Surabaya
    Nikmati 8 Menu Spesial Tahun Baru Imlek dari Vasa Hotel Surabaya
    22/01/2022 - 11:39