Kopi TIMES

Krisis Perlindungan Hewan Internasional dan Peran Diplomasi Digital

Sabtu, 01 Januari 2022 - 13:52 | 40.20k
Krisis Perlindungan Hewan Internasional dan Peran Diplomasi Digital
Reza Ariesta Pahluvi, Mahasiswa Ilmu Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.
Editor: Ronny Wicaksono

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Dalam beberapa waktu terakhir, kasus penyiksaan terhadap hewan sedang marak terjadi dan mejadi pembicaraan hangat dikalangan masyarakat. Berdasarkan himpunan data Asia For Animals Coalition, total ada sebanyak 5.480 konten penyiksaan hewan di media sosial, dan Indonesia menjadi negara terbanyak menyumbang konten yaitu sebanyak 1.626 konten. 

Sejak awal tahun ini, telah banyak kasus kekerasan hewan yang terjadi di Indonesia. Mulai dari kekerasan terhadap hewan yang sering kita jumpai disekeliling kita, hewan lain seperti tikus dan kelinci juga kerap menjadi korban ujicoba laboratorium demi kepentingan manusia hingga hewan-hewan yang hidup di alam bebas dan perairan bebas pun menjadi korban dari kelalaian manusia. 

Pada tahun 2016, World Economic Forum menerbitkan sebuah laporan yang menyimpulkan bahwa pada tahun 2050 lautan dunia akan memiliki lebih banyak plastik daripada ikan. Sampah plastik terbukti telah membunuh jutaan hewan setiap tahun. Tidak hanya itu, keberadaan sampah-sampah di lautan juga berpotensi menyebarkan ganggang berbahaya dan polutan buatan manusia, yang masuk ke dalam rantai makanan. Pada akhirnya, kerusakan alam akan berdampak pada kesejahteraan hewan dan kelangsungan hidup manusia.

Permasalahan kesejahteraan hewan kini telah menjadi isu global. Bahkan permasalahan ini memasuki lingkup pembahasan dan kajian studi hubungan internasional yang cakupannya semakin berkembang. Bagaimana sebenarnya sistem global melihat isu ini?

Eksistensi Perlindungan Hewan Internasional

Tumbuhnya gerakan perlindungan hewan internasional dapat dilihat dari bertambahnya jumlah organisasi yang bergerak untuk memperjuangkan hak dan kesejahteraan alam dan hewan, seperti World Wide Fund for Nature (WWF), World Animal Protection, Asia For Animals Coalition, People for the Ethical Treatment of Animals (PETA), Humane Society International (HSI), dan masih banyak yang lainnya. 

Baru-baru ini, beberapa yurisdiksi domestik beberapa negara juga telah mulai mengakui hak-hak kesejahteraan hewan. Pengadilan di Argentina dan Kolombia telah memberikan habeas corpus (perlindungan hukum) kepada kera dan beruang. Mahkamah Agung di India mengakui hak-hak dasar hewan di bawah konstitusi India.  

Peningkatan kesejahteraan hewan lebih mungkin terjadi ketika kepentingan manusia dan hewan tidak saling bertentangan. Namun, masih banyak manusia yang beranggapan bahwa menuntut perlindungan terhadap hewan merupakan aksi yang berlebihan. Alasan utamanya karena keuntungan manusia dari hasil eksploitasi hewan dianggap cukup besar.
Peran Diplomasi Digital dalam Peningkatan Perlindungan Hewan

Meningkatnya globalisasi dan perkembangan digital membawa perubahan cukup besar dalam kehidupan manusia. Tidak hanya antar individual, bahkan pemerintah di seluruh negara hingga komunitas internasional memanfaatkan perkembangan teknologi dan keberadaan media sosial sebagai sarana pendekatan yang ampuh kepada masyarakat umum. Begitu pula dengan komunitas dan organisasi-organisasi perlindungan hewan internasional. 

Misalnya, komunitas pencinta hewan di Australia yang menggunakan cara diplomasi digital dengan memanfaatkan situs GoFundMe untuk melakukan penggalangan dana dan meminta bantuan relawan dalam upaya perawatan hewan-hewan yang terluka dan kehilangan habitatnya akibat dari kebakaran hutan. Informasi melalui GoFundMe ini menjangkau ke seluruh dunia dan menarik perhatian masyarakat global dan mendapat bantuan dari organisasi lainnya seperti WWF, Zoos Victoria, HSI dan organisasi lainnya. Kegiatan ini akhirnya mendapat dukungan dari banyak pihak di seluruh dunia dan berakibat pada banyaknya relawan dari seluruh dunia yang ikut membantu menyelamatkan hewan-hewan di Australia. 

The American Society for the Prevention of Cruelty to Animals (ASPCA) juga merilis hasil survei yang mengungkapkan dampak positif diplomasi digital dengan menggunakan sosial media terhadap komunitas penampungan dan penyelamatan hewan. Menurut ASPCA, penggunaan media sosial di antara kelompok dan organisasi penyelamat hewan sedang meningkat dan alat komunikasi seperti Facebook, Instagram, dan Twitter telah membantu meningkatkan dukungan publik yang memungkinkan organisasi dan komunitas yang ada untuk menyelamatkan lebih banyak hewan yang membutuhkan.

Dapat disimpulkan bahwa diplomasi digital membawa dampak positif bagi organisasi dan komunitas berbasis kesejahteraan hewan di seluruh dunia untuk mempermudah tercapainya tujuan peningkatan kesejahteraan dan keselamatan bagi hewan-hewan di dunia. Dampak yang paling signifikan juga terlihat dengan adanya peningkatan kesadaran umum masyarakat global tentang organisasi-organisasi berbasis kesejahteraan hewan dan pentingnya untuk menjaga keseimbangan alam beserta hak-hak hewan, serta menurunnya tingkat pembelian hewan dan meningkatnya masyarakat yang adopsi hewan.

Selain itu, meningkatnya publikasi mengenai kesejahteraan dan pembelaan hewan teraniaya secara global juga dapat meningkatkan kesadaran masyarakat secara global hingga kesadaran pemerintah lokal untuk memperkuat hukum-hukum yang dapat mencegah kekerasan terhadap hewan.

***

*) Oleh: Reza Ariesta Pahluvi, Mahasiswa Ilmu Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi timesindonesia.co.id

**) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

**) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim apabila tidak sesuai dengan kaidah dan filosofi TIMES Indonesia.

**) Dapatkan update informasi pilihan setiap hari dari TIMES Indonesia dengan bergabung di Grup Telegram TI Update. Caranya, klik link ini dan join. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi Telegram di HP.



Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

EKORAN

TERBARU

  • Gigi Berlubang? Yuk Atasi dengan Tips Ini
    Gigi Berlubang? Yuk Atasi dengan Tips Ini
    24/01/2022 - 01:25
  • Rawon, Salah Satu Hidangan yang Terkenal di Jawa Timur
    Rawon, Salah Satu Hidangan yang Terkenal di Jawa Timur
    24/01/2022 - 00:31
  • Muhaimin Iskandar Terharu Dapat Dukungan Perajin Batik Bantul
    Muhaimin Iskandar Terharu Dapat Dukungan Perajin Batik Bantul
    23/01/2022 - 23:07
  • Perbasi Lamongan Berikan Kemajuan Olahraga Bola Basket
    Perbasi Lamongan Berikan Kemajuan Olahraga Bola Basket
    23/01/2022 - 22:47
  • Gubernur Khofifah Ajak APINDO Jatim Perkuat Tiga Sektor Ini
    Gubernur Khofifah Ajak APINDO Jatim Perkuat Tiga Sektor Ini
    23/01/2022 - 22:31

TIMES TV

Nyaman dan Aman, Yuk Belanja ke Matos

Nyaman dan Aman, Yuk Belanja ke Matos

10/11/2021 - 09:39

Suara Merdu Dipikat Label Maia Estianty- Ninaya Ilena

Suara Merdu Dipikat Label Maia Estianty- Ninaya Ilena
Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji

Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji
Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji

Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji
Pemkot Malang Kuatkan Infrastruktur Digital Penunjang Smart City Melalui Wifi Gratis

Pemkot Malang Kuatkan Infrastruktur Digital Penunjang Smart City Melalui Wifi Gratis

iGuides

  • Miliki Kolam Ombak Ikonik, Saygon Waterpark Iguides Recommended
    07/12/2021 - 20:06
  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00

KOPI TIMES

  • Ratu Terakhir Kerajaan Hawai’i
    Ratu Terakhir Kerajaan Hawai’i
    23/01/2022 - 12:36
  • Belajar dari Kesabaran Megawati
    Belajar dari Kesabaran Megawati
    23/01/2022 - 08:27
  • Strategi Pengembangan Perpustakaan Desa
    Strategi Pengembangan Perpustakaan Desa
    22/01/2022 - 19:51
  • Keluarga Be(re)ncana
    Keluarga Be(re)ncana
    22/01/2022 - 13:45
  • Sebuah Konsep dalam Menghadapi Keberagaman di Era Disrupsi
    Sebuah Konsep dalam Menghadapi Keberagaman di Era Disrupsi
    22/01/2022 - 12:03
  • Tahun 2022, Persaingan Militer Antar Negara Akan Makin Intens
    Tahun 2022, Persaingan Militer Antar Negara Akan Makin Intens
    22/01/2022 - 11:00
  • Menempatkan Taklid Pada Tempatnya
    Menempatkan Taklid Pada Tempatnya
    21/01/2022 - 20:21
  • Undang-Undang Ibu Kota Negara, Pemerataan Ekonomi dan Pembangunan
    Undang-Undang Ibu Kota Negara, Pemerataan Ekonomi dan Pembangunan
    21/01/2022 - 19:23

KULINER

  • Rawon, Salah Satu Hidangan yang Terkenal di Jawa Timur
    Rawon, Salah Satu Hidangan yang Terkenal di Jawa Timur
    24/01/2022 - 00:31
  • Bisa Jadi Lauk atau Camilan, Ini Resep Membuat Chicken Popcorn
    Bisa Jadi Lauk atau Camilan, Ini Resep Membuat Chicken Popcorn
    23/01/2022 - 06:14
  • Pempek, Makanan Tradisional Palembang Berbahan Ikan
    Pempek, Makanan Tradisional Palembang Berbahan Ikan
    23/01/2022 - 04:19
  • Kafe Kopi Siip Probolinggo Jadi Primadona Kalangan Pemuda
    Kafe Kopi Siip Probolinggo Jadi Primadona Kalangan Pemuda
    22/01/2022 - 19:15
  • Lezatnya Sarapan Pagi di Depot Bakmi Kolonel, Rajanya Bakmi di Kota Blora
    Lezatnya Sarapan Pagi di Depot Bakmi Kolonel, Rajanya Bakmi di Kota Blora
    22/01/2022 - 14:14