Kopi TIMES

Air Mata Korban Predator Kelamin

Senin, 27 Desember 2021 - 16:10 | 24.03k
Air Mata Korban Predator Kelamin
Fathur Roziqin, Mahasiswa Prodi Manajemen Zakat dan Wakaf, Kader Intellectual Movement Community (IMC) UIN KHAS Jember.

TIMESINDONESIA, JEMBER – Apakah kita mau tinggal diam ketika predator kelamin di banyak tempat semakin menjadi-jadi, korban semakin terlantar, tak kunjung setimpal hukuman bagi predator kelamin atas perbuatan bejatnya? Apakah hukuman 10, 15, 20, 25 tahun penjara dapat membuktikan bahwa predator kelamin itu bisa sembuh dari perbuatan bangsatnya dan mampu memulih-sembuhkan korban dari trauma yang dialaminya? 

Siapakah orang tua terima! … jika anak seusia belajar direnggut kehormatannya dan, mari bandingkan, bagaimana hukuman bagi pelaku kejahatan kelamin yang tidak setimpal itu dengan biaya hidup sang anak (korban) yang telah dibesarkannya oleh orang tuanya sedari kecil? 

Mari kita ilustrasikan pengorbanan orang tua dalam membesarkan anak didiknya selama masa kandungan, usia dini, dan setelah menginjak dewasa, masuk dunia pendidikan, penjahat kelamin dengan “serampangan” mengambil hak harga dirinya paling suci—yang seharusnya dihargai sebagai manusia. 

Dan mari kita renungkan bersama-sama bagi siapapun—termasuk pelaku yang telah terjerat atas perbuatannya maupun pelaku di luar sana yang belum terungkap-tertangkap atas perbuatan bejatnya (dan semoga cepat/lambat segera terciduk)—agar berpikir ulang bahwa melakukan tindakan amoral akan merugikan ke-diri-annya, maka hormatilah kemanusiaannya, sebagaimana menghormati kemanusiaan diri kita sendiri.

***

Pada masa kandungan ibu bersusah payah menggendongnya, rela perut perih sakit, sulit berbaring karena takut sang buah hati menangis dirahimnya. Sedangkan sang bapak rela jual keringat di tengah terit matahari untuk mencari biayai persalinan ibu demi keberlangsungan sang calon buah hati keluar dari rahimnya dalam keadaan selamat. Dan sampai akhirnya sang buah hati datang ke dunia dalam keadaan selamat—dengan jerit payah keduanya: bapak/ibu. 

Kemudian ia menjadi manusia. Akan menjadi penerus bangsa. Ia adalah anak sang waktu—anak sang zaman. 
Bapak/ibu tidak berhenti membiayai/mengeluarkannya, tetapi bagaimana cara merawat, membesarkan, mencerdaskannya supaya kelak mendapatkan kehidupan layak sebagai manusia. Lalu ia titipkan sang buah hati itu ke tempat pendidikan yang menurutnya aman, dengan harapan besar bahwa kelak ia akan menjadi anak yang berbakti kepadanya. Dengan setumpuk cita-cita bahwa sang buah hati kelak dapat dipertaruhkan menatap masa depannya.

Bapak/ibu menaruh simpati pada institusi bahwa dengan anak dimasukkan ke dunia pendidikan kelak ia akan menjadi manusia, bukan lainnya. Bersyukur jika dalam proses belajarnya membuahkan hasil maksimal, maka sederet prestasi itu merupakan satu langkah yang ia tempuh bahwa kelak kehidupan lebih membaik.

Tetapi, dalam karir perjalanannya yang semakin meninggi gelombang dari dalam maupun luar datang silih berganti. Tekanan demi tekanan ia rasakan dalam kesendirian. O, … ternyata di balik tekanan dalam kesendirian itu ada orang-orang yang telah merusak-hancurkan proses karir perjalanannya menuju puncak kesuksesan. Ia dileceh secara tak manusiawi! Kekerasan atas pengalamannya tidak mendapatkan keadialan di negeri ini. Ia putus harapan. Ia (bisa jadi) bunuh diri karena menerima tekanan dari dalam maupun luar. Ia tak lagi percaya diri.

Orang-orang yang dahulunya dipercayai sebagai pembimbing, pembina menuju kesuksesannya di masa depan, telah mengkhianati kehidupannya. Dengan kata menyayat: ia  kandas di tengah jalan. Harapan mengabdi untuk memimpin negeri tak lagi ia pikirkan—tak lagi ia perjuangkan. Ia mati dalam selimut peradaban.

***

Dimanakah ketenangan belajar generasi anak sang zaman jika di setiap institusi pendidikan keberadaan predator kelamin semakin menjadi-jadi? Di tingkat sekolah dasar ada predator kelamin. Di tingkat sekolah menengah pertama ada predator kelamin. Di tingkat sekolah menengah atas ada predator kelamin. Juga di institusi perguruan tinggi pun ada predator kelamin. Dan lebih parah … di tingkat institusi pesantren pun yang notabenenya tempat belajar kitab suci ada predator kelamin! 

Seburuk sesuram inikah institusi pendidikan kita? O, tidak! Yang buruk adalah oknum! Bukankah orang semakin berpendidikan harusnya semakin lebih mencerminkan keilmuannya? Bukankah orang semakin berilmu harusnya semakin menuai akhlaq al-karimah (moralitas mulia) kemanusiaannya? 

Pertanyaaan ini penting saya ulangi kembali: Dimanakah ketenangan belajar anak sang zaman nanti—ketenangan leluasa belajar—jika predator kelamin semakin merajalela keberadaannya dan tak kunjung ditegakkan keadilan? Dimanakah anak sang waktu berlindung dari jeratan nasfu para predator kelamin itu? Dimanakah keberpihakan penguasa terhadap korban pelecehan seksual itu dapat menjadi pembelajaran dan membuka tirai matanya bahwa pelecehan seksual itu kelak bisa saja menimpa keluarga serta anak cucunya? 

Kepada pihak berwenang—melalu tulisan ini—kami generasi anak bangsa meminta dengan tegas untuk mengambil tindakan setimpal bagi predator kelamin dijerat seberat-beratnya, sebagaimana mereka telah merugikan kemanusiaan kawanan kami—yang saat ini mengalami trauma berat. Jangan sampai air mata korban predator kelamin itu berganti air mata darah karena surutnya menegakkan keadilan di negeri ini. Jangan sampai pendidikan Indonesia sulit berkembang karena masifnya keberadaan pelaku predator seksual. 

***

*) Oleh: Fathur Roziqin, Mahasiswa Prodi Manajemen Zakat dan Wakaf, Kader Intellectual Movement Community (IMC) UIN KHAS Jember.

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi timesindonesia.co.id

**) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

**) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim apabila tidak sesuai dengan kaidah dan filosofi TIMES Indonesia.

**) Dapatkan update informasi pilihan setiap hari dari TIMES Indonesia dengan bergabung di Grup Telegram TI Update. Caranya, klik link ini dan join. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi Telegram di HP.



Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

EKORAN

TERBARU

  • Sedikitnya Enam Orang Suporter Kamerun Meninggal Dunia Terinjak-injak
    Sedikitnya Enam Orang Suporter Kamerun Meninggal Dunia Terinjak-injak
    25/01/2022 - 09:07
  • Hadapi Krisis Rusia - Ukraina, Amerika Serikat Siagakan 8500 Tentara
    Hadapi Krisis Rusia - Ukraina, Amerika Serikat Siagakan 8500 Tentara
    25/01/2022 - 08:01
  • Dugaan Kuat Perbudakan Modern di Rumah Mantan Bupati Langkat
    Dugaan Kuat Perbudakan Modern di Rumah Mantan Bupati Langkat
    25/01/2022 - 07:34
  • Jelang Peluncuran Buku tentang Kehidupan di Lapas Banjar, Ini Harapan Kalapas
    Jelang Peluncuran Buku tentang Kehidupan di Lapas Banjar, Ini Harapan Kalapas
    25/01/2022 - 07:15
  • Dua Kelompok Kapal Induk AS Berlatih Tempur di Laut China Selatan
    Dua Kelompok Kapal Induk AS Berlatih Tempur di Laut China Selatan
    25/01/2022 - 07:03

TIMES TV

Nyaman dan Aman, Yuk Belanja ke Matos

Nyaman dan Aman, Yuk Belanja ke Matos

10/11/2021 - 09:39

Suara Merdu Dipikat Label Maia Estianty- Ninaya Ilena

Suara Merdu Dipikat Label Maia Estianty- Ninaya Ilena
Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji

Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji
Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji

Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji
Pemkot Malang Kuatkan Infrastruktur Digital Penunjang Smart City Melalui Wifi Gratis

Pemkot Malang Kuatkan Infrastruktur Digital Penunjang Smart City Melalui Wifi Gratis

iGuides

  • Miliki Kolam Ombak Ikonik, Saygon Waterpark Iguides Recommended
    07/12/2021 - 20:06
  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00

KOPI TIMES

  • Dibutuhkan: Guru yang Digugu dan Ditiru
    Dibutuhkan: Guru yang Digugu dan Ditiru
    24/01/2022 - 21:33
  • Kebijakan Presidential Threshold Merupakan Kebebasan Pembentuk Undang-Undang
    Kebijakan Presidential Threshold Merupakan Kebebasan Pembentuk Undang-Undang
    24/01/2022 - 19:20
  • Tingkatkan Kepedulian Pada keamanan Siber
    Tingkatkan Kepedulian Pada keamanan Siber
    24/01/2022 - 14:59
  • Ratu Terakhir Kerajaan Hawai’i
    Ratu Terakhir Kerajaan Hawai’i
    23/01/2022 - 12:36
  • Belajar dari Kesabaran Megawati
    Belajar dari Kesabaran Megawati
    23/01/2022 - 08:27
  • Strategi Pengembangan Perpustakaan Desa
    Strategi Pengembangan Perpustakaan Desa
    22/01/2022 - 19:51
  • Keluarga Be(re)ncana
    Keluarga Be(re)ncana
    22/01/2022 - 13:45
  • Sebuah Konsep dalam Menghadapi Keberagaman di Era Disrupsi
    Sebuah Konsep dalam Menghadapi Keberagaman di Era Disrupsi
    22/01/2022 - 12:03

KULINER

  • Rasakan Lezat dan Gurihnya Soto Betawi
    Rasakan Lezat dan Gurihnya Soto Betawi
    25/01/2022 - 06:36
  • Rawon, Salah Satu Hidangan yang Terkenal di Jawa Timur
    Rawon, Salah Satu Hidangan yang Terkenal di Jawa Timur
    24/01/2022 - 00:31
  • Bisa Jadi Lauk atau Camilan, Ini Resep Membuat Chicken Popcorn
    Bisa Jadi Lauk atau Camilan, Ini Resep Membuat Chicken Popcorn
    23/01/2022 - 06:14
  • Pempek, Makanan Tradisional Palembang Berbahan Ikan
    Pempek, Makanan Tradisional Palembang Berbahan Ikan
    23/01/2022 - 04:19
  • Kafe Kopi Siip Probolinggo Jadi Primadona Kalangan Pemuda
    Kafe Kopi Siip Probolinggo Jadi Primadona Kalangan Pemuda
    22/01/2022 - 19:15