Kesehatan

Riset AMRO Institute Ungkap Makna Mencegah Lebih Baik daripada Mengobati

Jumat, 17 Desember 2021 - 10:37 | 41.88k
Riset AMRO Institute Ungkap Makna Mencegah Lebih Baik daripada Mengobati
PRO EM-1.
Editor: Deasy Mayasari

TIMESINDONESIA, SURABAYA – Peneliti dan founder AMRO Institute Ge Recta Geson mengungkapkan hasil riset menarik tentang terma mencegah lebih baik daripada mengobati. Terma ini jamak dipakai oleh dunia kedokteran untuk kampanye hidup sehat.

Apa maknanya? Recta menyampaikan, sebelum masuk ke riset itu, ia mengatakan bahwa dalam tubuh manusia memiliki alarm jika akan terkena penyakit. Alarm itu berupa munculnya radang. 

"Radang merupakan mekanisme pertahanan tubuh terhadap jejas atau cedera dalam tubuh. Biasanya ditandai dengan beberapa gejala," ucap Recta.

Apa gejalanya? Ada beberapa gejala keradangan yang terjadi dalam tubuh kita. 

Pertama, munculnya calor atau demam. Demam dibarengu dengan suhu tubuh naik untuk meningkatkan metabolisme pada organ yang cedera. 

Kedua, Rubor atau merah. Itu terjadi karena mobilisasi dan konsentrasi sel darah merah ke organ yang cedera supaya mendapat asupan oksigen lebih banyak. 

Ketiga, Tumor atau bengkak. Terjadi penumpukan plasma yang keluar dari pembuluh darah yang melebar pada organ yang cedera agar mendapat asupan nutrisi lebih banyak. Di samping plasma terjadi pula konsentrasi sel darah putih untuk menghancurkan benda asing dan melawan infeksi patogen termasuk virus. 
 
Keempat, Dolor atau sakit. "Di sini ada mediator inflamasi dilepas pada organ yang cedera, menimbulkan rasa nyeri sebagai isyarat dari tubuh," jelas Recta.

Tanda kelima adalah munculnya Functio Laesae atau gangguan fungsi organ apabila terjadi gejala-gejala berat tersebut di atas. Gejala-gejala itu menjadi isyarat tubuh atau organ memerlukan istirahat. 

Ada beberapa macam jejas (cidera) yang dialami tubuh. Ada jejas fisik seperti terpukul, teriris, tergores, dan terbakar. 

Lalu ada jejas kimiawi seperti zat kimia beracun, iritatif, radikal bebas dan metabolit patogen. Kemudian ada jejas biologi dari patogen seperti bakteri, jamur dan virus. Juga ada jejas psikologis seperti stres dan depresi. 

"Ada jejas itu merupakan bentuk proses keradangan di mana adanya isyarat dari tubuh bahwa ada jejas pada organ tertentu dan menjadi jembatan menuju proses healing atau pemulihan," jelas Recta.

Jadi, intinya, radang menjadi sangat penting sebagai pertahanan tubuh dan pemulihan masalah kesehatan. "Tapi tidak boleh berlebihan yang bisa berakibat kerusakan organ karena keradangan parah yang populer dikenal sebagai badai sitokin," ucapnya. 

Keradangan derajad rendah, sistemik atau seluruh tubuh dan berlangsung lama menimbulkan keradangan kronis penyebab penyakit-penyakit kronis. Di antaranya gastritis, hipertensi, dan diabetes type 2. 

Penyebab keradangan kronis terbanyak adalah metabolit dari patogen. Seperti LPS, TMAO dan akumulasi radikal bebas. Stres merupakan hiperaktivitas pikiran berakibat terbunuhnya probiotik dalam usus, sehingga proporsi patogen bertambah.

"Berkurangnya proporsi probiotik diiringi berkurangnya antioksidan yang merupakan salah satu metabolitnya," ucapnya. 

Pada gilirannya kekurangan antioksidan menyebabkan akumulasi radikal bebas, yang merupakan produk sampingan proses memproduksi energi dalam sel. Sebaliknya metabolit probiotik bisa meredakan keradangan kronis akibat metabolit patogen. Antioksidan dapat menetralisir radikal bebas. 

Dalam riset AMRO Institute terungkap bahwa kultur jaringan sel makrofag tikus tanah mengalami keradangan hebat setelah dipapar dengan LPS escherichia colii. Terjadi kenaikan signifikan sitokin proinflamasi dan penurunan sitokin antiinflamasi. 

Namun setelah diberi ekstrak metabolit probiotik multistrain, keradangan mereda. Itu ditandai dengan penurunan sitokin proinflamasi dan kenaikan sitokin antiinflasi sampai homeostasis atau seimbang. 

Yang menarik dari luaran penelitian di atas adalah setelah kultur jaringan sel makrofag tikus tanah diberi ekstrak metabolit probiotik multistrain tidak mengalami keradangan ketika dipapar dengan LPS escherichia colii. "Tidak ada kenaikan yang signifikan sitokin proinflamasi dan tidak terjadi penurunan yang signifikan sitokin antiinflamasi," ungkap Recta.

Apa kesimpulannya? Kata Recta, kesimpulan dari penelitian ini adalah suplementasi probiotik multistrain yang hidup dan aktif mampu mencegah dan memulihkan penyakit infeksi dan penyakit kronis dengan membangun keseimbangan respon imun atau sitokin. Dan yang terpenting adalah mencegah lebih baik daripada mengobati.

"Di sinilah PRO EM-1 berisi multistrain probiotik yang hidup dan metabolit aktif yang berguna untuk membangun kesehatan tubuh," tandasnya. (*)

**) Dapatkan update informasi pilihan setiap hari dari TIMES Indonesia dengan bergabung di Grup Telegram TI Update. Caranya, klik link ini dan join. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi Telegram di HP.



Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

EKORAN

TERBARU

  • Enjoy a Natural Ambience of Pangandaran from Baruno Hill
    Enjoy a Natural Ambience of Pangandaran from Baruno Hill
    28/01/2022 - 02:19
  • Sambut Imlek, Nikmati Segarnya Yu Sheng di Genki Sushi Tunjungan Plaza Surabaya
    Sambut Imlek, Nikmati Segarnya Yu Sheng di Genki Sushi Tunjungan Plaza Surabaya
    28/01/2022 - 01:22
  • Fitria Puji Sikap Gotong Royong Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Cirebon
    Fitria Puji Sikap Gotong Royong Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Cirebon
    27/01/2022 - 23:12
  • Patut Dicoba! Ini Konsep Fun Learning ala Mahasiswa UIN Maliki Malang
    Patut Dicoba! Ini Konsep Fun Learning ala Mahasiswa UIN Maliki Malang
    27/01/2022 - 23:06
  • PPI Edufest Akan Segera Dimulai, Catat Tanggalnya
    PPI Edufest Akan Segera Dimulai, Catat Tanggalnya
    27/01/2022 - 23:00

TIMES TV

Nyaman dan Aman, Yuk Belanja ke Matos

Nyaman dan Aman, Yuk Belanja ke Matos

10/11/2021 - 09:39

Suara Merdu Dipikat Label Maia Estianty- Ninaya Ilena

Suara Merdu Dipikat Label Maia Estianty- Ninaya Ilena
Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji

Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji
Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji

Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji
Pemkot Malang Kuatkan Infrastruktur Digital Penunjang Smart City Melalui Wifi Gratis

Pemkot Malang Kuatkan Infrastruktur Digital Penunjang Smart City Melalui Wifi Gratis

iGuides

  • Miliki Kolam Ombak Ikonik, Saygon Waterpark Iguides Recommended
    07/12/2021 - 20:06
  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00

KOPI TIMES

  • Kepalsuan, Diracik Nama Tuhan
    Kepalsuan, Diracik Nama Tuhan
    27/01/2022 - 16:10
  • Jalan Terjal Tenaga Kerja Lulusan Baru
    Jalan Terjal Tenaga Kerja Lulusan Baru
    26/01/2022 - 18:36
  • Menyulam Demokrasi Sejuk, Menatap Pemilu Kasih Sayang
    Menyulam Demokrasi Sejuk, Menatap Pemilu Kasih Sayang
    26/01/2022 - 13:22
  • Doa Lintas Agama untuk Kepentingan Siapa?
    Doa Lintas Agama untuk Kepentingan Siapa?
    26/01/2022 - 12:34
  • Paradigma Pemikiran dan Kontinuitas Tradisi Intelektual di Pesantren
    Paradigma Pemikiran dan Kontinuitas Tradisi Intelektual di Pesantren
    26/01/2022 - 09:14
  • Makna Tanggal Pemilu 2024
    Makna Tanggal Pemilu 2024
    26/01/2022 - 08:17
  • Dibutuhkan: Guru yang Digugu dan Ditiru
    Dibutuhkan: Guru yang Digugu dan Ditiru
    24/01/2022 - 21:33
  • Kebijakan Presidential Threshold Merupakan Kebebasan Pembentuk Undang-Undang
    Kebijakan Presidential Threshold Merupakan Kebebasan Pembentuk Undang-Undang
    24/01/2022 - 19:20

KULINER

  • Sambut Imlek, Nikmati Segarnya Yu Sheng di Genki Sushi Tunjungan Plaza Surabaya
    Sambut Imlek, Nikmati Segarnya Yu Sheng di Genki Sushi Tunjungan Plaza Surabaya
    28/01/2022 - 01:22
  • Resep Viral Tiktok, Crab Rangoon yang Gurih dan Garing
    Resep Viral Tiktok, Crab Rangoon yang Gurih dan Garing
    27/01/2022 - 10:01
  • Lezatnya Nasi Liwet Sampai Terbawa Mimpi
    Lezatnya Nasi Liwet Sampai Terbawa Mimpi
    27/01/2022 - 06:21
  • Raih Pendanaan Seri A, Perusahaan Kuliner Startup Hangry Mendarat di Surabaya
    Raih Pendanaan Seri A, Perusahaan Kuliner Startup Hangry Mendarat di Surabaya
    25/01/2022 - 14:35
  • Menu Khas Imlek, Paket Classic Chinese Bisa Jadi Pilihan¬†
    Menu Khas Imlek, Paket Classic Chinese Bisa Jadi Pilihan 
    25/01/2022 - 14:00