Peristiwa Internasional

Anwar Abbas Dinilai Kritik Vulgar ke Jokowi, Prof Rasyad: Tak Cerminkan Akhlak MUI

Minggu, 12 Desember 2021 - 23:05 | 16.70k
Anwar Abbas Dinilai Kritik Vulgar ke Jokowi, Prof Rasyad: Tak Cerminkan Akhlak MUI
Guru Besar Universitas Negeri Malang (UM), Prof Dr Ach Rasyad. (FOTO: Tangkapan Layar)
Pewarta: | Editor: Wahyu Nurdiyanto

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas dinilai menyampaikan beberapa kritikan vulgar kepada pemerintah saat Pembukaan Kongres Ekonomi Umat ke-2 MUI di Hotel Sultan, Jakarta, Jumat (10/12/2021) kemarin.

Salah satunya soal ketimpangan pertanahan. Dia menyebut hal ini sebagai sesuatu yang memprihatinkan. Sampai-sampai Presiden RI Jokowi (Joko Widodo) mengesampingkan teks pidatonya untuk menjawab kritik Anwar Abbas secara langsung.

Guru Besar Universitas Negeri Malang (UM), Prof Dr Ach Rasyad menilai, setidaknya ada dua kritik yang disampaikan secara vulgar. Pertama soal ekonomi yang masih sangat timpang, dalam bahasa Anwar Abbas disebutnya terjal.

Ach-Rasyad-22.jpgGuru Besar Universitas Negeri Malang (UM), Prof Dr Ach Rasyad saat memberikan paparan dalam sebuah seminar online. (FOTO: Tangkapan Layar) 

Kedua, soal ketidakadilan dalam distribusi penguasan lahan yang disebut Anwar Abbas satu persen menguasai 95 persen. Artinya satu persen penduduk Indonesia menguasai 95 persen dan sisanya yang 5 persen menguasai lahan yang sangat sedikit.

"Benar, tetapi menurut saya sangat tidak elegan, sangat vulgar disampaikan. Kritik yang disampaikan itu baik tetapi sangat tidak bijaksana, tidak mencerminkan akhlak dari yang namanya MUI," katanya, Minggu (12/12/2021).

Mengapa demikian? Menurut Prof Rasyad, kritik setidaknya harus dilihat dari dua hal. Pertama, prosedural. Seharusnya yang menyampaikan bukan sekelas wakil ketua umum tapi Ketua Umum MUI langsung, sebagai bentuk penghormatan terhadap presiden.

"Sebab, meskipun yang menyampikan wakil ketua umum, tetap tanggung jawabnya ada ada pada ketua umum. Tidak bisa lepas tangan itu ketua umum, apa juga mewakilkan kepada Anwar Abbas," katanya.

Kedua, substansi. Menurut Prof Rasyad, MUI seharusnya lebih elegan, sebab presiden juga sudah menjalankan tugasnya. Mestinya dicermati dulu permasalahannya dan ikhtiar dari pemerintah. Solusi yang diajukan pemerintah juga harus tahu.

"Di sisi di mana itu belum maksimal, MUI mengambil perang dong di situ. Apa yang bisa dilakukan terkait hal-hal yang dianggap kurang oleh MUI ikhtiar dari pemerintah tersebut, itu jauh lebih elegan. Tentu saja kontribusi MUI harus sesuai dengan ranah otoritasnya," kata Prof Rasyad.

"Saya kira marwah itu harus ditegakkan, dan ini tentu tanggung jawab utamanya di ketua umum MUI. Jadi jangan asal kritik. Harus tahu substansinya seperti apa, persoalannya, dan ikhtiar yang sudah dilakukan, baru di situlah cela yang ada itu MUI mengambil peran. Bukan begitu saja mengkrtik," sambungnya.

Prof Rasyad menambahkan, Ketua Umum MUI harus bisa mengendalikan orang-orangnya, karena sudah terlalu banyak problem yang dihadapi MUI dan belum terlihat usaha maksimal terhadap ranah-ranah fakta, fenomena sosial, yang mestinya menjadi perhatian utama MUI.

"Tapi MUI kelihatannya agak kurang memberikan respons yang memadai, terhadap persoalan yang justru menjadi otoritasnya teman-teman MUI," ucap Prof Dr Ach Rasyad. (*)

**) Dapatkan update informasi pilihan setiap hari dari TIMES Indonesia dengan bergabung di Grup Telegram TI Update. Caranya, klik link ini dan join. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi Telegram di HP.



Publisher : Sofyan Saqi Futaki

EKORAN

TERBARU

  • Hadapi Krisis Rusia - Ukraina, Amerika Serikat Siagakan 8500 Tentara
    Hadapi Krisis Rusia - Ukraina, Amerika Serikat Siagakan 8500 Tentara
    25/01/2022 - 08:01
  • Dugaan Kuat Perbudakan Modern di Rumah Mantan Bupati Langkat
    Dugaan Kuat Perbudakan Modern di Rumah Mantan Bupati Langkat
    25/01/2022 - 07:34
  • Jelang Peluncuran Buku tentang Kehidupan di Lapas Banjar, Ini Harapan Kalapas
    Jelang Peluncuran Buku tentang Kehidupan di Lapas Banjar, Ini Harapan Kalapas
    25/01/2022 - 07:15
  • Dua Kelompok Kapal Induk AS Berlatih Tempur di Laut China Selatan
    Dua Kelompok Kapal Induk AS Berlatih Tempur di Laut China Selatan
    25/01/2022 - 07:03
  • Rasakan Lezat dan Gurihnya Soto Betawi
    Rasakan Lezat dan Gurihnya Soto Betawi
    25/01/2022 - 06:36

TIMES TV

Nyaman dan Aman, Yuk Belanja ke Matos

Nyaman dan Aman, Yuk Belanja ke Matos

10/11/2021 - 09:39

Suara Merdu Dipikat Label Maia Estianty- Ninaya Ilena

Suara Merdu Dipikat Label Maia Estianty- Ninaya Ilena
Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji

Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji
Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji

Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji
Pemkot Malang Kuatkan Infrastruktur Digital Penunjang Smart City Melalui Wifi Gratis

Pemkot Malang Kuatkan Infrastruktur Digital Penunjang Smart City Melalui Wifi Gratis

iGuides

  • Miliki Kolam Ombak Ikonik, Saygon Waterpark Iguides Recommended
    07/12/2021 - 20:06
  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00

KOPI TIMES

  • Dibutuhkan: Guru yang Digugu dan Ditiru
    Dibutuhkan: Guru yang Digugu dan Ditiru
    24/01/2022 - 21:33
  • Kebijakan Presidential Threshold Merupakan Kebebasan Pembentuk Undang-Undang
    Kebijakan Presidential Threshold Merupakan Kebebasan Pembentuk Undang-Undang
    24/01/2022 - 19:20
  • Tingkatkan Kepedulian Pada keamanan Siber
    Tingkatkan Kepedulian Pada keamanan Siber
    24/01/2022 - 14:59
  • Ratu Terakhir Kerajaan Hawai’i
    Ratu Terakhir Kerajaan Hawai’i
    23/01/2022 - 12:36
  • Belajar dari Kesabaran Megawati
    Belajar dari Kesabaran Megawati
    23/01/2022 - 08:27
  • Strategi Pengembangan Perpustakaan Desa
    Strategi Pengembangan Perpustakaan Desa
    22/01/2022 - 19:51
  • Keluarga Be(re)ncana
    Keluarga Be(re)ncana
    22/01/2022 - 13:45
  • Sebuah Konsep dalam Menghadapi Keberagaman di Era Disrupsi
    Sebuah Konsep dalam Menghadapi Keberagaman di Era Disrupsi
    22/01/2022 - 12:03

KULINER

  • Rasakan Lezat dan Gurihnya Soto Betawi
    Rasakan Lezat dan Gurihnya Soto Betawi
    25/01/2022 - 06:36
  • Rawon, Salah Satu Hidangan yang Terkenal di Jawa Timur
    Rawon, Salah Satu Hidangan yang Terkenal di Jawa Timur
    24/01/2022 - 00:31
  • Bisa Jadi Lauk atau Camilan, Ini Resep Membuat Chicken Popcorn
    Bisa Jadi Lauk atau Camilan, Ini Resep Membuat Chicken Popcorn
    23/01/2022 - 06:14
  • Pempek, Makanan Tradisional Palembang Berbahan Ikan
    Pempek, Makanan Tradisional Palembang Berbahan Ikan
    23/01/2022 - 04:19
  • Kafe Kopi Siip Probolinggo Jadi Primadona Kalangan Pemuda
    Kafe Kopi Siip Probolinggo Jadi Primadona Kalangan Pemuda
    22/01/2022 - 19:15