Kopi TIMES

Korupsi Perspektif Tasawuf

Jumat, 10 Desember 2021 - 17:48 | 40.97k
Korupsi Perspektif Tasawuf
Ma’muri Santoso, dai Instruktur Nasional Jatman PBNU.
Editor: Ronny Wicaksono

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Hari Anti Korupsi yang diperingati belum lama ini (9/12/2021) hendaknya bisa meningkatkan kesadaran semua pihak bahwa tindakan korupsi merupakan musuh bersama yang harus diberantas. Korupsi telah merusak sendi-sendi kehidupan. Tindakan yang tidak saja merugikan negara, melainkan juga menjadi faktor pemicu hilangnya hak-hak publik. Hal yang menyangkut layanan publik sering kali menjadi tidak maksimal atau bahkan terhenti karena anggaran yang digunakan justru dikorupsi. 

Akutnya perilaku korupsi di negeri ini telah melatarbelakangi lahirnya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Namun, sejak lembaga antiriswah ini dibentuk pada tahun 2002, tetap saja perilaku korupsi masih merajalela hingga saat ini serta cenderung sistemik.

Tindakan korupsi bisa dilakukan oleh siapa saja, mulai dari pejabat, politisi, swasta, hingga kaum agamawan sekalipun. Maraknya operasi tangkap tangan, upaya menaikkan gaji, serta penyederhanaan aturan (deregulasi) ternyata belum mampu memangkas tumbuhnya bibit-bibit baru perilaku korupsi. Terus, apa yang salah di negeri ini hingga bangsa yang terkenal dengan sebutan religius, namun juga masih diikuti dengan perilaku korupsi yang tetap menjamur dan sulit diberantas? 

Korupsi merupakan penyakit hati dan persoalan mental. Pelakunya tidak pernah merasa puas dengan apa yang telah dimiliki. Korupsi tidak dilakukan oleh orang yang miskin. Namun justru sebaliknya, korupsi sering kali dilakukan oleh orang kaya dengan harta maupun kekayaan yang sebenarnya sudah melimpah. Pendidikan yang tinggi tidak menjamin seseorang terhindar dari godaan korupsi. Banyak koruptor justru menyandang pendidikan yang tinggi dengan ilmu dan pengetahuan yang luas. Orang yang dalam penilaian masyarakat dipandang sebagai sosok yang religius terkadang mampu mengagetkan masyarakat pula lantaran dengan tiba-tiba terkena operasi tangkap tangan KPK. 

Agama dengan terang benderang melarang perilaku korupsi. Perilaku korupsi muncul karena faktor hati yang lalai (ghaflah). Kehadiran Tuhan hanya dalam ibadah yang bersifat ritual. Saat seseorang beribadah, maka Tuhan terasa begitu dekat. Namun, saat ibadah telah selesai, Tuhan seringkali hilang dalam jiwa seseorang. Jiwa sering lupa bahwa pengawasan Tuhan terus berlangsung seiring dengan denyut nadi kehidupan. Sikap saleh secara ritual yang tidak dibarengi dengan saleh secara sosial menjadikan orang rentan tergoda untuk menyalahgunakan jabatan maupun kekuasaan. Sebuah amanah yang tidak saja harus dipertanggungjawabkan di dunia, namun juga di akhirat kelak.

Perilaku korupsi merupakan tindakan merugikan orang lain yang sebenarnya hati nurani pun menolak. Jiwa yang bersih mampu merasakan bahwa perilaku korupsi bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan universal. Seseorang tidak boleh melakukan tindakan yang merugikan pihak lain dengan menumpuk materi secara berlebihan. Sementara di sisi lain, masih banyak orang yang belum selesai dengan urusan kebutuhan pokoknya seperti sandang, pangan, dan papan.

Upaya penyadaran masyarakat terhadap bahaya korupsi harus terus digalakkan. Tanggung jawab melakukan pencegahan terhadap korupsi tidak saja berada di tangan KPK, namun juga melekat bagi setiap orang. Upaya untuk selalu membersihkan jiwa diharapkan dapat menekan angka kejahatan korupsi dan akan membantu negara ini dalam menekan tindakan yang dapat menggerogoti sendi-sendi perekonomian bangsa. 

Dalam konsep tasawuf, harta yang diperoleh dari praktik korupsi maupun cara-cara tidak sah lainnya tidak saja merusak sendi-sendi kehidupan melainkan juga akan merusak sebuah generasi karena dapat memicu lahirnya karakter buruk serta hati yang keras. Memperoleh harta dengan cara yang halal penting untuk selalu digalakkan dari sekedar anjuran mengonsumsi makanan yang bergizi. 

Indonesia sebagai bangsa yang religius harus selalu dirawat, dijaga, serta dikawal dengan seruan-seruan positif tentang pentingnya menyiapkan generasi yang unggul, tidak saja dari faktor gizi yang bagus, melainkan juga dari harta yang halal agar SDM bangsa ini mampu menjadi generasi yang berkah, unggul, maju, kompetitif, serta religius. Di sinilah ajaran tasawuf memiliki peran penting dan strategis dalam upaya menyiapkan generasi yang tumbuh dari gizi yang halal. Harta yang tidak diperoleh dari hasil korupsi.

***

*) Oleh: Ma’muri Santoso, dai Instruktur Nasional Jatman PBNU.

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi timesindonesia.co.id

**) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

**) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim apabila tidak sesuai dengan kaidah dan filosofi TIMES Indonesia.

**) Dapatkan update informasi pilihan setiap hari dari TIMES Indonesia dengan bergabung di Grup Telegram TI Update. Caranya, klik link ini dan join. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi Telegram di HP.



Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

EKORAN

TERBARU

  • Menilik Perpaduan Olahraga dan Geliat Ekonomi Kreatif di Kawasan Banjar Waterpark
    Menilik Perpaduan Olahraga dan Geliat Ekonomi Kreatif di Kawasan Banjar Waterpark
    23/01/2022 - 12:22
  • Haul 2022, Ponpes Darussalam Blokagung Gelar Darussalam Soccer Cup
    Haul 2022, Ponpes Darussalam Blokagung Gelar Darussalam Soccer Cup
    23/01/2022 - 12:15
  • Ayub Busono: Partai Demokrat di Jatim Pilih Mas Bayu Secara Demokratis Sesuai Arahan Mas AHY
    Ayub Busono: Partai Demokrat di Jatim Pilih Mas Bayu Secara Demokratis Sesuai Arahan Mas AHY
    23/01/2022 - 12:03
  • Kepala Otorita IKN Minimal Penuhi Lima Kriteria Ini
    Kepala Otorita IKN Minimal Penuhi Lima Kriteria Ini
    23/01/2022 - 11:56
  • Pasar Tradisional Pancasila Kota Tasikmalaya Harus Bisa Bersaing dengan Pasar Modern
    Pasar Tradisional Pancasila Kota Tasikmalaya Harus Bisa Bersaing dengan Pasar Modern
    23/01/2022 - 11:47

TIMES TV

Nyaman dan Aman, Yuk Belanja ke Matos

Nyaman dan Aman, Yuk Belanja ke Matos

10/11/2021 - 09:39

Suara Merdu Dipikat Label Maia Estianty- Ninaya Ilena

Suara Merdu Dipikat Label Maia Estianty- Ninaya Ilena
Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji

Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji
Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji

Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji
Pemkot Malang Kuatkan Infrastruktur Digital Penunjang Smart City Melalui Wifi Gratis

Pemkot Malang Kuatkan Infrastruktur Digital Penunjang Smart City Melalui Wifi Gratis

iGuides

  • Miliki Kolam Ombak Ikonik, Saygon Waterpark Iguides Recommended
    07/12/2021 - 20:06
  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00

KOPI TIMES

  • Belajar dari Kesabaran Megawati
    Belajar dari Kesabaran Megawati
    23/01/2022 - 08:27
  • Strategi Pengembangan Perpustakaan Desa
    Strategi Pengembangan Perpustakaan Desa
    22/01/2022 - 19:51
  • Keluarga Be(re)ncana
    Keluarga Be(re)ncana
    22/01/2022 - 13:45
  • Sebuah Konsep dalam Menghadapi Keberagaman di Era Disrupsi
    Sebuah Konsep dalam Menghadapi Keberagaman di Era Disrupsi
    22/01/2022 - 12:03
  • Tahun 2022, Persaingan Militer Antar Negara Akan Makin Intens
    Tahun 2022, Persaingan Militer Antar Negara Akan Makin Intens
    22/01/2022 - 11:00
  • Menempatkan Taklid Pada Tempatnya
    Menempatkan Taklid Pada Tempatnya
    21/01/2022 - 20:21
  • Undang-Undang Ibu Kota Negara, Pemerataan Ekonomi dan Pembangunan
    Undang-Undang Ibu Kota Negara, Pemerataan Ekonomi dan Pembangunan
    21/01/2022 - 19:23
  • Desa Harus Berbenah: Refleksi Sewindu Lahirnya Undang-Undang Desa
    Desa Harus Berbenah: Refleksi Sewindu Lahirnya Undang-Undang Desa
    21/01/2022 - 18:41

KULINER

  • Bisa Jadi Lauk atau Camilan, Ini Resep Membuat Chicken Popcorn
    Bisa Jadi Lauk atau Camilan, Ini Resep Membuat Chicken Popcorn
    23/01/2022 - 06:14
  • Pempek, Makanan Tradisional Palembang Berbahan Ikan
    Pempek, Makanan Tradisional Palembang Berbahan Ikan
    23/01/2022 - 04:19
  • Kafe Kopi Siip Probolinggo Jadi Primadona Kalangan Pemuda
    Kafe Kopi Siip Probolinggo Jadi Primadona Kalangan Pemuda
    22/01/2022 - 19:15
  • Lezatnya Sarapan Pagi di Depot Bakmi Kolonel, Rajanya Bakmi di Kota Blora
    Lezatnya Sarapan Pagi di Depot Bakmi Kolonel, Rajanya Bakmi di Kota Blora
    22/01/2022 - 14:14
  • Nikmati 8 Menu Spesial Tahun Baru Imlek dari Vasa Hotel Surabaya
    Nikmati 8 Menu Spesial Tahun Baru Imlek dari Vasa Hotel Surabaya
    22/01/2022 - 11:39