Peristiwa Nasional

SBY dan Komnas HAM Minta Kasus Kematian Munir Tidak Dipolitisasi di Pemilu 2024

Kamis, 09 Desember 2021 - 11:06 | 14.32k
SBY dan Komnas HAM Minta Kasus Kematian Munir Tidak Dipolitisasi di Pemilu 2024
Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Beka Ulung Hapsara saat menerima audiensi dari para aktivis HAM (foto: Dokumen/Komnas HAM)
Pewarta: | Editor: Wahyu Nurdiyanto

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Beka Ulung Hapsara meminta kasus pembunuhan aktivis HAM Munir Said Thalib tidak dipolitisasi lagi di Pemilu 2024.

Beka menyatakan, pihaknya akan mengupayakan proses penyelesaian kasus pembunuhan aktivis HAM Munir Said Thalib selesai secepat mungkin. Dia menjelaskan, saat ini timnya sedang mengumpulkan data.

Dia menjelaskan, Tim pemantauan dan penyelidikan kasus Munir yang diketuai olehnya diberi waktu sampai Maret 2022 untuk merampungkan penyelidikan. Jika dalam batas waktu itu belum selesai, maka bisa diperpanjang.

"Kita tidak ingin semakin lama nanti jadi komitmen politik lagi. Ini mendekati Pemilu 2024. Saya kira tidak ingin persoalan kemanusiaan ini digiring ke politik praktis," kata Beka di Jakarta, Kamis (9/12/2021).

Beka berharap proses penyelidikan bisa rampung sebelum batas waktu tersebut. Terkait itu, ia mengatakan Komnas HAM tengah memetakan saksi dan pihak yang dapat dimintai keterangan. 

Oleh karena itu, jika semuanya berjalan sesuai rencana maka tim mempunyai alasan yang kuat untuk menetapkan kasus Munir sebagai pelanggaran HAM berat nantinya. Kami terus bekerja dan mengumpulkan bukti-bukti baru.

"Tim ini bekerja diberi mandat selama enam bulan. Baru akan pensiun dan akan diperpanjang Maret tahun depan untuk kemudian memperkuat argumentasi, memperbanyak bukti-bukti yang ada di Komnas. Mandat utama di situ," kata Beka Ulung Hapsara.

Komentar SBY

Sebelumnya, Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) merespons perbincangan publik terkait kasus Munir yang berkembang selama dua pekan terakhir. Dalam akun Twitter @SBYudhoyono, pendiri Partai Demokrat ini mengatakan bahwa penyelesaian kasus Munir semakin melebar dan bahkan bernuansa politis.

"Saya amati perbincangan publik ada yang berada dalam konteks, namun ada pula yang bergeser ke sana ke mari dan bernuansa politik," cuit SBY.

Jaksa Agung Muhammad Prasetyo menyatakan tidak ada politisasi dalam penyelesaian kasus pembunuhan aktivis HAM Munir Said Thalib. Dia menanggapi pernyataan mantan Presiden RI keenam Susilo Bambang Yudhoyono dalam kasus ini.

Prasetyo meminta semua pihak, termasuk SBY, agar berpikir positif dalam menanggapi kasus tewasnya Munir. Menurutnya, upaya penyelesaian kasus tersebut harus direspons secara positif.

"Mestinya semua pihak harus menanggapi secara positif, jangan negative thinking," kata Prasetyo.

Menanggapi cuitan SBY tersebut, Prasetyo mengatakan perbedaan pendapat adalah hal yang wajar. Namun tuduhan bahwa kasus Munir bermuatan politik sebagaimana dilontarkan SBY, harus bisa dibuktikan.

"Di mana politisasinya, tanya saja, di mana politisasinya, tidak ada politisasi-politisasian. Kami ini mau mencari kebenaran. Jangan ada tuduhan-tuduhan seperti itu," tegas Prasetyo. (*)

**) Dapatkan update informasi pilihan setiap hari dari TIMES Indonesia dengan bergabung di Grup Telegram TI Update. Caranya, klik link ini dan join. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi Telegram di HP.



Publisher : Sholihin Nur

EKORAN

TERBARU

  • Hasil Piala Asia Wanita 2022, Australia Bobol Gawang Timnas Putri 18 Gol
    Hasil Piala Asia Wanita 2022, Australia Bobol Gawang Timnas Putri 18 Gol
    21/01/2022 - 21:13
  • Ketua IMI Dukung Pembangunan Sirkuit Balap Internasional dan Museum Otomotif di Yogyakarta
    Ketua IMI Dukung Pembangunan Sirkuit Balap Internasional dan Museum Otomotif di Yogyakarta
    21/01/2022 - 21:01
  • IMI Ajak Subaru Majukan Olahraga Otomotif 
    IMI Ajak Subaru Majukan Olahraga Otomotif 
    21/01/2022 - 20:56
  • Empat Orang Meninggal Dunia, Polda Kaltim: Kebanyakan Pengendara Motor
    Empat Orang Meninggal Dunia, Polda Kaltim: Kebanyakan Pengendara Motor
    21/01/2022 - 20:42
  • Disperindag Lamongan Berharap Ada Juknis untuk Pedagang Pasar Tradisional Soal Minyak Goreng
    Disperindag Lamongan Berharap Ada Juknis untuk Pedagang Pasar Tradisional Soal Minyak Goreng
    21/01/2022 - 20:34

TIMES TV

Nyaman dan Aman, Yuk Belanja ke Matos

Nyaman dan Aman, Yuk Belanja ke Matos

10/11/2021 - 09:39

Suara Merdu Dipikat Label Maia Estianty- Ninaya Ilena

Suara Merdu Dipikat Label Maia Estianty- Ninaya Ilena
Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji

Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji
Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji

Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji
Pemkot Malang Kuatkan Infrastruktur Digital Penunjang Smart City Melalui Wifi Gratis

Pemkot Malang Kuatkan Infrastruktur Digital Penunjang Smart City Melalui Wifi Gratis

iGuides

  • Miliki Kolam Ombak Ikonik, Saygon Waterpark Iguides Recommended
    07/12/2021 - 20:06
  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00

KOPI TIMES

  • Menempatkan Taklid Pada Tempatnya
    Menempatkan Taklid Pada Tempatnya
    21/01/2022 - 20:21
  • Undang-Undang Ibu Kota Negara, Pemerataan Ekonomi dan Pembangunan
    Undang-Undang Ibu Kota Negara, Pemerataan Ekonomi dan Pembangunan
    21/01/2022 - 19:23
  • Desa Harus Berbenah: Refleksi Sewindu Lahirnya Undang-Undang Desa
    Desa Harus Berbenah: Refleksi Sewindu Lahirnya Undang-Undang Desa
    21/01/2022 - 18:41
  • Menulislah Maka Engkau Akan Abadi
    Menulislah Maka Engkau Akan Abadi
    21/01/2022 - 03:07
  • “Pemilu 212”, Asosiasi Berlebihan
    “Pemilu 212”, Asosiasi Berlebihan
    21/01/2022 - 01:51
  • Lombok FC, Asa Baru Sepak Bola NTB
    Lombok FC, Asa Baru Sepak Bola NTB
    21/01/2022 - 00:27
  • Moderatisme NU Terhadap Lintas Keagamaan
    Moderatisme NU Terhadap Lintas Keagamaan
    20/01/2022 - 18:31
  • Bayangan Cermin Negeriku
    Bayangan Cermin Negeriku
    20/01/2022 - 16:25

KULINER

  • Yok, Bikin Kimchi Sendiri di Rumah
    Yok, Bikin Kimchi Sendiri di Rumah
    21/01/2022 - 05:41
  • Ayam Taliwang, Makanan Khas dari Nusa Tenggara Barat
    Ayam Taliwang, Makanan Khas dari Nusa Tenggara Barat
    21/01/2022 - 02:27
  • Legenda Kelezatan Iga Bakar Madu ala Kafe Lapas Banjar, Yuk Cobain!
    Legenda Kelezatan Iga Bakar Madu ala Kafe Lapas Banjar, Yuk Cobain!
    20/01/2022 - 00:30
  • Menikmati Sajian Angkringan Jogja di Hotel Berbintang Gresik
    Menikmati Sajian Angkringan Jogja di Hotel Berbintang Gresik
    19/01/2022 - 07:43
  • Black Pudding, Didih ala Warga Inggris
    Black Pudding, Didih ala Warga Inggris
    19/01/2022 - 06:48