Peristiwa Daerah

Seniman Cilik Sanggar Daun Pamerkan Karya 4D Bertema Kebudayaan Pesisir

Senin, 29 November 2021 - 11:36 | 39.11k
Seniman Cilik Sanggar Daun Pamerkan Karya 4D Bertema Kebudayaan Pesisir
Empat seniman cilik, siswa sanggar daun saat pemeran (FOTO: Akmal/TIMES Indonesia)
Pewarta: | Editor: Wahyu Nurdiyanto

TIMESINDONESIA, GRESIK – Seniman cilik dari Sanggar Daun menggelar pameran seni. Kali ini, sanggar seni pimpinan Arik Wartono tersebut menampilkan puluhan karya 4D dengan tema kebudayaan pesisir. 

Pameran itu digelar di Galeri Icon Mall Gresik, Minggu (28/11/2021) petang. Sebagai tambahan informasi pameran seni rupa 4D ini menjadi bagian dari peringatan ulang tahun Sanggar Daun ke-17 dan even seni rupa Biennal Jatim IX.

Keempat siswa yang berpameran adalah Damara Azka (9 tahun), Dhafira Khairun (9 tahun), Daffa Gie (14 tahun) dan Donata Ratna Faridah (12 tahun). 

Karya-seni-4D-yang-dipamerkan-oleh-empat-seniman-cilik-sanggar-daun.jpgKarya seni 4D yang dipamerkan oleh empat seniman cilik sanggar daun (FOTO: Akmal/TIMES Indonesia)

Pameran seni rupa 4D ini dipilih karena keempat seniman cilik ini memiliki nama yang berawalan dengan huruf D. Sedang tema keseluruhan dalam pameran ini adalah tentang Kebudayaan Pesisir.

“Empat seniman berupaya mengekplorasi peradaban pesisir dalam perspektif anak dan remaja,” kata Arik Wartono, kurator pameran sekaligus pendiri Sanggar Daun.

Arik menjelaskan satu persatu seniman binaannya tersebut. Pertama adalah Damara Azka yang saat ini telah mengoleksi 7 penghargaan internasional dan 2 penghargaan nasional dikenal sebagai seniman yang memiliki tingkat detil cukup baik.

Hal itu bisa dilihat pada karyanya yang berjudul "Panorama Pesisisir 1" dan "Panorama Pesisir 2" yang dikerjakan tahun 2021 dengan ukuran kanvas 100 x 150 sentimeter.

“Karya ini ibarat jendela atau mungkin lebih tepatnya sebuah lubang kunci yang darinya kita bisa mengintip sebuah ruang di mana hal yang nyata dan imaji telah membaur di dalamnya,” ucap Arik.

Selanjutnya Arik memperkenalkan Dhafirah Khairun. Meski masih berusia 9 tahun namun Dhafirah yang telah mengoleksi 14 penghargaan internasional dan 2 penghargaan nasional. Dhafirah dikenal memiliki kelebihan dalam teknik pewarnaan. Ditangannya warna kontras bisa ditampilkan menjadi sesuatu yang harmonis.

Bahkan salah satu karyanya, Runa -panggilan akrab Dhafirah Khairun manampilkan seni intalasi berjudul “Laut Palsu” yang memiliki dimensi panjang 2,5 meter, lebar 1,5 meter dan tinggi 2 meter. Seni instalasi masuk dalam kategori media seni baru (new media art) dimana karyanya tidak lagi terbatas pada media konvensional dua dimensi.

Karya-seni-4D-yang-dipamerkan-oleh-empat-seniman-cilik-sanggar-daun-2.jpgKarya seni 4D yang dipamerkan oleh empat seniman cilik sanggar daun (FOTO: Akmal/TIMES Indonesia)

Dalam seni intalasi seniman bisa bereksplorasi dengan memanfaatkan ruang, bentuk tiga dimensi yang ditata sedemikian rupa. Bahkan seniman bisa memasukan unsur gambar bergerak (video) dan suara-suara yang bisa memperkuat tampilan karyanya.

“Runa termasuk anak yang cukup lugas sekaligus tangkas dalam mengemukakan ide-ide kreatifnya. Ia juga cukup berani menampilkan gagasan dalam sebuah karya yang kompleks dan berlapis-lapis melalui seni instalasi,” jelasnya.

Kemudian Arik menjabarkan mengenai karya-karya Daffa Gie yang fokus pada lukisan damar kurung. Sebagai informasi, awalnya seni lukis damar kurung adalah lukisan yang diaplikasikan pada lampion yang dipopulerkan oleh seniman perempuan asal Gresik Masmundari yang telah meninggal pada tahun 2005.

Meski karya-karya Daffa terinspirasi dari lukisan damar kurung, namun ia tidak serta merta menduplikasi karya-karya Masmundari. Dalam proses kreatifnya ia terus berupaya serius untuk mencari karakternya sendiri yang unik, dengan tetap memperhatikan beberapa pakem dalam lukisan damar kurung.

“Dalam mengekplorasi lukisan damar kurung, Daffa tidak hanya terfokus pada penciptaan karya lampion seperti halnya damar kurung konvensional. Lebih dari itu ia mengaplikasikan lukisan damar kurung dalam lukisan kanvas dan batik,” bebernya.

Seniman keempat yang dipresentasikan Arik adalah Donata Ratna Faridah yang kini telah meraih 35 penghargaan internasional dan 5 penghargaan lokal maupun nasional. Kelebihan karya-karya Donata menurut Arik adalah mengekplorasi bahan cat air dan pewarna makanan.

Teknik gelembung sabun tampaknya menjadi salah satu kegemarannya, yakni dengan cara mencampur pewarna makanan dan sabun cuci piring yang dilarutkan dengan air sehingga menciptakan gelembung berwarna-warni.

Saat gelembung berwarna-warni itu jatuh dan menempel di permukaan kanvas polos maka akan membentuk pola bulatan-bulatan transparan yang artistik. Setelah itu Donata menambahkan objek-objek utamanya seperti pepohonan, aneka satwa serta berbagai macam bunga.

“Kami berharap suatu saat keempat seniman cilik yang saat ini menggelar pameran bersama ini nantinya masing-masing bisa menggelar bisa menggelar pameran tunggal. Sebab bagi seorang seniman pameran tunggal merupakan salah satu bentuk dedikasi dan tanggungjawabnya sebagai seniman profesional,” terang Arik, pimpinan Sanggar Daun. (*)

 

 

Pewarta Akmalul Azmi

 

Editor

 

**) Dapatkan update informasi pilihan setiap hari dari TIMES Indonesia dengan bergabung di Grup Telegram TI Update. Caranya, klik link ini dan join. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi Telegram di HP.



Publisher : Sofyan Saqi Futaki

EKORAN

TERBARU

  • IMI Ajak Subaru Majukan Olahraga Otomotif 
    IMI Ajak Subaru Majukan Olahraga Otomotif 
    21/01/2022 - 20:56
  • Empat Orang Meninggal Dunia, Polda Kaltim: Kebanyakan Pengendara Motor
    Empat Orang Meninggal Dunia, Polda Kaltim: Kebanyakan Pengendara Motor
    21/01/2022 - 20:42
  • Disperindag Lamongan Berharap Ada Juknis untuk Pedagang Pasar Tradisional Soal Minyak Goreng
    Disperindag Lamongan Berharap Ada Juknis untuk Pedagang Pasar Tradisional Soal Minyak Goreng
    21/01/2022 - 20:34
  • Menempatkan Taklid Pada Tempatnya
    Menempatkan Taklid Pada Tempatnya
    21/01/2022 - 20:21
  • BPKD Pangandaran Belum Temukan Wajib Pajak yang Jadi Penyebab Tak Tercapainya Target PBB
    BPKD Pangandaran Belum Temukan Wajib Pajak yang Jadi Penyebab Tak Tercapainya Target PBB
    21/01/2022 - 20:18

TIMES TV

Nyaman dan Aman, Yuk Belanja ke Matos

Nyaman dan Aman, Yuk Belanja ke Matos

10/11/2021 - 09:39

Suara Merdu Dipikat Label Maia Estianty- Ninaya Ilena

Suara Merdu Dipikat Label Maia Estianty- Ninaya Ilena
Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji

Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji
Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji

Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji
Pemkot Malang Kuatkan Infrastruktur Digital Penunjang Smart City Melalui Wifi Gratis

Pemkot Malang Kuatkan Infrastruktur Digital Penunjang Smart City Melalui Wifi Gratis

iGuides

  • Miliki Kolam Ombak Ikonik, Saygon Waterpark Iguides Recommended
    07/12/2021 - 20:06
  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00

KOPI TIMES

  • Menempatkan Taklid Pada Tempatnya
    Menempatkan Taklid Pada Tempatnya
    21/01/2022 - 20:21
  • Undang-Undang Ibu Kota Negara, Pemerataan Ekonomi dan Pembangunan
    Undang-Undang Ibu Kota Negara, Pemerataan Ekonomi dan Pembangunan
    21/01/2022 - 19:23
  • Desa Harus Berbenah: Refleksi Sewindu Lahirnya Undang-Undang Desa
    Desa Harus Berbenah: Refleksi Sewindu Lahirnya Undang-Undang Desa
    21/01/2022 - 18:41
  • Menulislah Maka Engkau Akan Abadi
    Menulislah Maka Engkau Akan Abadi
    21/01/2022 - 03:07
  • “Pemilu 212”, Asosiasi Berlebihan
    “Pemilu 212”, Asosiasi Berlebihan
    21/01/2022 - 01:51
  • Lombok FC, Asa Baru Sepak Bola NTB
    Lombok FC, Asa Baru Sepak Bola NTB
    21/01/2022 - 00:27
  • Moderatisme NU Terhadap Lintas Keagamaan
    Moderatisme NU Terhadap Lintas Keagamaan
    20/01/2022 - 18:31
  • Bayangan Cermin Negeriku
    Bayangan Cermin Negeriku
    20/01/2022 - 16:25

KULINER

  • Yok, Bikin Kimchi Sendiri di Rumah
    Yok, Bikin Kimchi Sendiri di Rumah
    21/01/2022 - 05:41
  • Ayam Taliwang, Makanan Khas dari Nusa Tenggara Barat
    Ayam Taliwang, Makanan Khas dari Nusa Tenggara Barat
    21/01/2022 - 02:27
  • Legenda Kelezatan Iga Bakar Madu ala Kafe Lapas Banjar, Yuk Cobain!
    Legenda Kelezatan Iga Bakar Madu ala Kafe Lapas Banjar, Yuk Cobain!
    20/01/2022 - 00:30
  • Menikmati Sajian Angkringan Jogja di Hotel Berbintang Gresik
    Menikmati Sajian Angkringan Jogja di Hotel Berbintang Gresik
    19/01/2022 - 07:43
  • Black Pudding, Didih ala Warga Inggris
    Black Pudding, Didih ala Warga Inggris
    19/01/2022 - 06:48