Kopi TIMES

Jatuh Cinta Pada Pandangan Pertama

Jumat, 26 November 2021 - 07:45 | 43.07k
Jatuh Cinta Pada Pandangan Pertama
Edi Sugianto, Wakil Rektor III Institut Al Ghurabaa Jakarta.
Editor: Yatimul Ainun

TIMESINDONESIA, JAKARTA“...Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia; Mahasuci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka.” QS. Ali Imran, 191

Episode Cappadocia

Oh...ya...Sebelum aku lanjutkan ke episode Cappadocia, dan mumpung gak lupa nih teman-teman.

Malam itu, Mas Jeje, temanku yang kuliah Program Doktor di Uludag bercerita di bus saat perjalanan dari kampus ke Hotel Koza. Kata dia, kuliah di Turki (khususnya Uludag) adalah sangat murah dibandingkan Indonesia. Kalau kita bayar sendiri pun (self funded) hanya bayar lebih kurang 2 jutaan. Jeje sendiri merupakan mahasiswa fully funded, dapat beasiswa penuh dari pemerintah Turki, bersama Mas Dinil. Gimana kira-kira tertarik gak... kuliah di Turki? Tapi, memang sih syaratnya wajib belajar bahasa Turki setahun sebelum masuk perkuliahan formal.

Shalat Subuh dan sarapan pagi dengan nasi dan buah-buahan Turki di Koza. Lalu, berangkat ke Cappadocia (Provinsi), kota yang terletak di selatan Ankara (Ibukota, sejak 1923), membentang antara Gunung Taurus dan Laut Hitam. Di perjalanan mampir di Munira Turkish Delight, belanja coklat dan manisan Turki berkualitas. Ya...sesuai harganyalah. Dompet mulai kurus. Haha. Dalam perjalanan panjang, kami dihibur dengan suara-suara yang cukup merdu, Arum, Nada, Mas Indar. Juga suara keren Mas Iwan. Mr. Halil, Guide Turki yang pinter Bahasa Indonesia juga menyumbangkan lagu “Muallim”.

Cukup menghibur!

Melintasi kota Eskişehir (sebelah Barat Laut Ankara) tampak oleh mata perbukitan indah, dan pohon cemara berjajar rapi menyambut siapa saja yang datang ke kota otomotif terkemuka di Turki. Makan siang di Anit Lezzet. Lalu, lanjut milintasi area makam Mustafa Kemal Atatürk, meskipun kami gak sempat masuk menemukan fakta ter-update sebagaimana menjadi kontroversial di media Indonesia belakangan. Kami pun singgah di suatu masjid untuk shalat Jamak Dhuhur dan Ashar. 

Bursa - Ankara - Cappadocia. Akhirnya, sampai juga di kota Honeymoon setelah lebih kurang 9 jam naik bus. Sampai di Avrasya Hotel, makan malam dengan menu yang lebih mantap daripada hotel-hotel sebelumnya. Kali ini rasanya agak Asia sehingga kami makan cukup selera, lalu shalat Magrib - Isya.

Avrasya Hotel terletak di perumahan-perumahan berbukit, dan kerlap-kerlip lampu menambah keindahan malamnya. Hal yang cukup sulit adalah menentukan arah Kiblat dan waktu shalat, karena terkadang hotel gak memberi petunjuk itu, dan kompas HP pun terkadang error. Kami tak jarang salah Kiblat, ternyata stiker kiblatnya ditempel dalam laci. Biasanya kalau kan di tembok atau di lantai. Beda bro...ini Turki.

Istirahat, bangun, shalat Subuh, udara Cappadocia lebih dingin, tenggorokanku sudah mulai kering, dan badan pegal-pegal. Alhamdulillah, Jahe Merah yang dikasi Ust. Ardhi diseduh. Mie Gelas pun cukup menghangatkan badan.

Paginya, City Tour ke berbagai tempat wisata. Mengelilingi Cappadocia, kota dataran tinggi yang masyaAllah mempesona. Di antaranya lembah unta yang batu-batunya keren. Dari lembah unta, kami mampir di pusat pembuatan karpet sutera ternama di Cappadocia. Keren banget, para pengrajin profesional menunjukkan kami mulai dari membuat benang, yaitu budidaya ulat di pohon, lalu jadi kepompong, lalu jadi benang sutera. Katanya nih, satu kepompong bisa menghasilkan 300 - 900 meter benang. MasyaAllah. Harga karpet sesuai sama kualitasnya, paling murah sekitar 1, 4 Jt. Itu pun yang ukuran kecil banget. Jelas mahal, karena penyelesaian satu karpet membutuhkan waktu delapan bulan.

Karpet-karpet yang mahal bisa berubah warna kalau diputar. Karpet Sultan! Kemudian, mampir lagi di lembah gua. Konon, pada zaman dulu kala, di daerah ini sebagian orang-orang Cappadocia tinggal di rumah batu. Amazing banget pemandangannya. Di dekat rumah batu, kami belanja lagi berbagai souvenir Cappadocia. Belanja lagi belanja lagi. Udah kayak orang kebanyakan duit. 

Balloon Udara Panas menjadi atraksi primadona di sini. Tarif Ballon harganya memang sesuai dengan keindahan yang didapat. Nah, ini menjadi perhatian penting bagi kalian yang bawa bujet terbatas.

Jangan sampai naik balloon tapi pulang gak bawa oleh-oleh. Wkwk. Taman Nasional Goreme (lembah) yang dipenuhi batu-batu spektakuler di Cappadocia telah menjadi Situs Warisan Dunia UNESCO: 1985
Kota Ankara dan Cappadocia terletak di wilayah Asia Kecil (Anatolia). Penting kita tahu, bahwa dataran Turki 95 persen berada di Asia (Barat), yang merupakan perbukitan. Selebihnya di Eropa. Asia Barat (Daya) inilah yang sering disebut Timur Tengah, seperti Qatar dan lain-lain.

Orang-orang Turki adalah sangat disiplin, jalan, makan, kerja serba cepat. Aku tanya Mr. Halil, kenapa bisa begitu? Karena, di sini berada di wilayah Iklim Subtropis, dengan empat musim, dan memiliki cuaca (suhu) ekstrem dibanding Indonesia, sehingga mereka harus bergerak cepat. Selain itu, menurut yang aku baca, bahwa nenek moyang mereka adalah nomaden yang survive hidup di mana-mana, pindah dari tempat yang satu ke tempat lain.

Makan siang bersama di Bindall1 Restourant yang toiletnya terbangun dari rumah batu di lembah Cappadocia. Makan siang enak, taste-nya masih Asia. Tak lupa, Mr. Halil ngajak kami ke Pandora, pusat belanja perhiasan emas. Kalau dirupiahkan, harganya ratusan dan milyaran rupiah. Paling murah 13 jutaan. Kira-kira siapa yang beli ya? Wkwk. Lalu, kami berhenti untuk shalat Jamak Dhuzur - Asar di masjid Avanos. Kami turun dari bus berbarengan dengan kumandang adzan Asar. masyaallah merdunya. Kami melintasi jembatan gantung yang di bawahnya ada objek wisata Boat dan Gondola.

Ratusan angsa berenang di danau Avanos yang membentang dari selatan ke utara, pepohonan menanggalkan dedaunan yang kuning menghiasi jalanan Avanos. Setelah itu, beli es krim yang penjualnya usil banget, tarik ulur, memutar-mutar dengan tongkat panjang. Hehe. Giliran aku mengambil es krim, dikerjain gak dapat-dapat. Kesal juga sih tapi seru. Ajaibnya, es krim gak jatuh atau pun meleleh. Bukan sulap bukan sihir, atraksi jual es krim di Turki memang menarik. And then, sebelum balik ke hotel, mampir lagi di pusat produksi keramik yang masyaallah indahnya. Harganya juga sangat luar biasa.

Setelah berkunjung ke pusat produksi karpet, keramik, dan perhiasan maka aku memutuskan tidak lagi bercita-cita melamar gadis Turki. Wkwk. Apalagi kata temanku Amir Sidas, Al-Jazair, gadis Timur  Tengah sangat suka berbagai perhiasan. Mundur alon-alon kalau begitu. Malamnya, kami dinner dengan menu yang cukup enak. Aku juga nyobain Sutlag, Turkish Rice Pudding (Puding Nasi) yang familiar di Turki. Rasanya nice banget!

Saat ini, Turki berada pada puncak musim gugur menuju musim dingin. Suhu Cappadocia pada level sekitar 8 °C. Aku memakai jaket rangkap dari pagi sampai malam. Tidur pun berselimut dua lapis namun masih saja tembus kedinginan. Bismika Allahumma Ahya Wabismika Amut.

Never Say Goodbye

Kami sudah jatuh cinta pada Turki. Nah..., sebenarnya kalau ngomongin cinta, saat landing di Bandara SAW, aku sudah jatuh cinta pada pandangan pertama. Alam Turki yang sejuk, dan orang-orannya yang ramah, apalagi ketika mendengar kata “Indonesia” mereka begitu antusias. Di beberapa tempat malah aku kayak artis, mereka minta foto bareng. Itulah sekilas kedekatan batin orang Turki dan Indonesia.

Kecintaan dan ketakjuban pada negara ini bertambah setelah kunjungan ke berbagai tempat di Istanbul, Bursa, dan paling wow adalah Cappadocia. Sungguh karunia Allah yang luar biasa.  

Kamis (25/11) kawan-kawan IISE balik dari Cappadocia menuju Istanbul. Pagi itu Suhu Cappadocia sangat dingin seakan tak mau berpisah dengan kami. Sarapan roti, kismis, telur dan lain-lain, cukup jadi bekal dalam perjalanan. Se you next time. Oh ya, aku juga mau ngucapin: Selamat Hari Guru Indonesia 2021! Semoga guru-guru Indonesia selalu dilimpahkan rezeki dan keberkahan, amin. Kemarin pun (24/11) Turki memperingati Hari Guru Nasional, jadi hanya berselang satu hari lebih awal dari Indonesia, “Öğretmenler gününüz kutlu olsun”. Tidak hanya Indonesia dan Turki yang merayakan Hari Guru, banyak negara, seperti Vietnam, Spanyol dan lain-lain, tentu dengan sejarah masing-masing. Sempat meneteskan perasaan alias Baper menyimak Hymne Guru, terasa sekali apalagi ada di negara orang. 

Namanya juga trip, gak bisa lihat market. Turun ke toilet, langsung beli-beli lagi di Tuz Golu Market. Apa aja dibeli buat oleh-oleh. Aku beli t-shirt berlambangkan “Turkey” bulan sabit melingkari bintang. Suhu di daerah ini mencapai 3 °C. Semua pada kedinginan padahal belum musim dingin baru mulai. Ya karena kami orang tropis yang biasa berjemur di bawah terik sang mentari. Sudahlah, kali ini dompetku benar-benar berada pada titik nadir. Bismillah, lanjut menyusuri tol panjang, Istanbul masih jauh di mata tapi dekat di hati. Siapa tuh...? He

Mampir sejenak melemaskan otot-otot yang kaku. Makan siang, dan belanja lagi, karena marketnya satu gedung. Ternyata gelang di sini cuma 5 TL, padahal di tempat wisata Cappadocia harganya 20 TL. Sabar ya teman-teman yang beli di sana. Untung aku beli souvenir gelang di sini. Lumayan 20 TL dapat empat gelang cantik berwarna merah delima.

Melewati perbukitan indah sejauh mata memandang pepohonan cemara, dan daun-daun maple kuning dan merah berguguran di seberang jalan. Menyusuri terowongan panjang, sembari bermain games: “Kata Berantai” dengan berbisik antara kelompok deretan kursi kanan dan kiri. Games berhadiah uang tunai lho. Antara kelompok boleh mengganggu fokus masing-masing saat berbisik. Ribut-ributan di dalam bus, ternyata cukup seru untuk mengisi perjalanan panjang biar gak tidur terus.

35 menit lagi adzan Magrib akan berkumandang, padahal kami belum shalat Dzuhur dan Asar, maka kami segera tayamum dan shalat Jamak. Tak ada alasan untuk tidak shalat. Gak bisa shalat berdiri silakan duduk, gak bisa duduk ya berbaring, gak bisa ngapa-ngapain silakan dengan isyarat kedipan mata. Tak ada alasan sampai jiwa berpisah dari raga. Shalat adalah barometer orang-orang beriman. 20 menit sebelum magrib kami baru sampai di Rest Area. Teman-teman IISE yang gak shalat di Bus, buru-buru keluar menjamak shalat Dzuhur dan Asar.

Ercan adalah supir kami selama City Tour. Dia berpakaian rapi berdasi kayak dosen mau ngajar. Di luar bus, Rest Area yang tadi kami berhenti, aku tanya Mr. Halil dan Mr. Ercan, emang supir Turki harus berpakaian kayak gini? Kata Mr. Halil, betul harus rapi. Di Rest Area ini juga ada market, teman-teman belanja lagi, meskipun gak semua. Aku gak tahu dompet mereka setebal apa? Aku beli kurma kismis setengah kilo hanya 20 TL, murah banget kata Ust Aswar. Bahkan labu jumbo yang dijejer di luar market hanya 4 TL, tapi bagaimana bawanya ke Indonesia. Di dalam market juga ada roti segede bantal. Kata bu Dr. Hafni, beli Pak! Gimana makannya? Haha.

Ketika masuk Istanbul tampak masjid-masjid monumental Turki. Di antaranya Masjid Çamlıca, rampung dan diresmikan oleh Presiden Erdogan pada 2019. Masjid ini lebih besar daripada masjid Raya Sulaimaniah (1557) yang diresmikan pada masa Sulaiman al-Qanuni. Meskipun demikian, secara historis tentu Masjid Sulaimaniah masih lebih berkesan bagi masyarakat Turki. Masjid ini berdiri gagah di Jalan Sinan, tepi selat Bhosporus. Arsiteknya Indah, dan dihiasi empat menara setinggi 56 meter.

Konon, UNESCO pun telah menjadikan masjid ini sebagai warisan budaya dunia. Selain melintasi masjid-masjid dan gedung-gedung yang rapi, kami juga melewati Galatasaray Stadium yang menjamu tamunya Marseille dari Prancis dalam Fase Grup E, Liga Eropa. Kick off pertandingan tepat Pukul 20.45 waktu Istanbul, dan 00.45 waktu Indonesia, liga Malam Jum’at kata teman-teman Indonesia. 

Alhamdulillah, sampai kembali di Istanbul dengan selamat. Makan malam di Rumah Makan Indonesia, menunya melimpah Iga Sapi Panggang, Bakwan Jagung, Ayam Goreng, Mie Goreng, Telor, Sambal, dan juga ada kerupuknya. Pokoknya kayak makan di Rawamangun.

Setelah kenyang, kami ke lantai 3, melakukan Tes Swab PCR. And then, bermalam di Pull Man Hotel lagi, aku menikmati suasana indah kota Istanbul dari lantai 5, istirahat memulihkan tenaga untuk kembali ke tanah air pada esok hari 26-27. Bismillahi tawakkaltu 'alallah, laa hawla wa laa quwwata illa billah.

Aku sampaikan Teşekkür Ederim kepada KOI Travel, teman-teman IISE, dan rekan-rekan IAI Al Ghurabaa Jakarta yang telah menghangatkan perjalanan selama di Turki. Akhirulkalam, itulah sekilas kisah cinta pandangan pertamaku pada kota dua benua. Alhamdulillah, wallahu a'lam bish shawab.

Istanbul Turki, 25 November 2021

***

*) Oleh: Edi Sugianto, Wakil Rektor III Institut Al Ghurabaa Jakarta.

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi timesindonesia.co.id

***

**) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

**) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim apabila tidak sesuai dengan kaidah dan filosofi TIMES Indonesia.



Publisher : Rochmat Shobirin

EKORAN

TERBARU

  • Inkoptanu Bantu 500 Ribu Botol Air Minum untuk Muktamar Ke-34 NU Lampung
    Inkoptanu Bantu 500 Ribu Botol Air Minum untuk Muktamar Ke-34 NU Lampung
    03/12/2021 - 10:01
  • Ciptakan Keasrian Kota, Pemkot Malang Tambah Ruang Terbuka Hijau
    Ciptakan Keasrian Kota, Pemkot Malang Tambah Ruang Terbuka Hijau
    03/12/2021 - 09:51
  • Omicron Merebak, Vaksin Merah Putih Masih Memerlukan Uji Lanjutan
    Omicron Merebak, Vaksin Merah Putih Masih Memerlukan Uji Lanjutan
    03/12/2021 - 09:24
  • Bertemu di Halaqah Satu Abad NU, JK Puji Ketangguhan Rizal Ramli
    Bertemu di Halaqah Satu Abad NU, JK Puji Ketangguhan Rizal Ramli
    03/12/2021 - 09:17
  • Menkeu AS Sebut Omicron Bisa Memperburuk Ekonomi Global
    Menkeu AS Sebut Omicron Bisa Memperburuk Ekonomi Global
    03/12/2021 - 08:43

TIMES TV

Suara Merdu Dipikat Label Maia Estianty- Ninaya Ilena

Suara Merdu Dipikat Label Maia Estianty- Ninaya Ilena

05/11/2021 - 09:44

Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji

Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji
Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji

Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji
Pemkot Malang Kuatkan Infrastruktur Digital Penunjang Smart City Melalui Wifi Gratis

Pemkot Malang Kuatkan Infrastruktur Digital Penunjang Smart City Melalui Wifi Gratis
Profesor Kopi : Malang Gudangnya Kopi Robusta

Profesor Kopi : Malang Gudangnya Kopi Robusta

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Terbang Sudah, Umrah Belum
    Terbang Sudah, Umrah Belum
    03/12/2021 - 08:25
  • Demokrasi Senewen Masyarakat Sipil
    Demokrasi Senewen Masyarakat Sipil
    03/12/2021 - 07:02
  • Kepemimpinan Muhammadiyah
    Kepemimpinan Muhammadiyah
    03/12/2021 - 04:37
  • Perspektif Psikologi Pendidikan Islam Menurut Pandangan Muhammadiyah
    Perspektif Psikologi Pendidikan Islam Menurut Pandangan Muhammadiyah
    03/12/2021 - 02:16
  • The Relationship between Rewards and Recognition of Employees Contribution: A Literature Review
    The Relationship between Rewards and Recognition of Employees Contribution: A Literature Review
    03/12/2021 - 01:37
  • Muhammadiyah dan Pendididkan
    Muhammadiyah dan Pendididkan
    02/12/2021 - 23:33
  • Uang Yang Beradab
    Uang Yang Beradab
    02/12/2021 - 10:09
  • Kreatif dalam Proses Belajar Daring dan Jarak Jauh
    Kreatif dalam Proses Belajar Daring dan Jarak Jauh
    01/12/2021 - 13:02

KULINER

  • Menikmati Beku Gelato Ala Centrale Gelato and Coffee
    Menikmati Beku Gelato Ala Centrale Gelato and Coffee
    02/12/2021 - 17:31
  • Hadir di Bali, Mie Bar Bar Siap Manjakan Lidah Para Pecinta Mie
    Hadir di Bali, Mie Bar Bar Siap Manjakan Lidah Para Pecinta Mie
    02/12/2021 - 15:23
  • Nikmati Chicken Wellington Sepanjang 2,5 Meter Hanya di Hotel The Alana Surabaya
    Nikmati Chicken Wellington Sepanjang 2,5 Meter Hanya di Hotel The Alana Surabaya
    01/12/2021 - 08:50
  • Meski ada Pandemi, UKM Ngemood Mie Mojokerto Malah Buka Cabang
    Meski ada Pandemi, UKM Ngemood Mie Mojokerto Malah Buka Cabang
    30/11/2021 - 14:00
  • Ini Jajanan Tradisional Indonesia yang Mulai Langka
    Ini Jajanan Tradisional Indonesia yang Mulai Langka
    30/11/2021 - 09:31