Peristiwa Nasional

Ahmad Basarah: Guru Harus Jadi Benteng Ideologi Pancasila

Kamis, 25 November 2021 - 16:56 | 18.03k
Ahmad Basarah: Guru Harus Jadi Benteng Ideologi Pancasila
Wakil Ketua MPR RI Ahmad Basarah. (foto: dok TIMES Indonesia)
Pewarta: | Editor: Wahyu Nurdiyanto

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Wakil Ketua MPR RI sekaligus Anggota Komisi X DPR RI Ahmad Basarah menyebutkan bahwa peran guru di revolusi industri 4.0 sekarang menjadi lebih berat. Guru tidak saja sekadar mengajarkan teori, tapi juga bisa menjadi bagian dari benteng ideologi yang menjaga penerus bangsa dari ancaman ideologi transnasionalisme.

“Teknologi membuat guru dan buku bukan satu-satunya sumber ilmu dan informasi. Tekologi membuat para siswa sekarang bisa mengakses informasi secara bebas tanpa batas. Ini bagus dari sisi pengembangan siswa dalam belajar, tapi bukan tanpa ancaman. Ada penumpang gelap dalam banjir informasi berupa ideologi transnasional,” kata Ahmad Basarah, di Hari Guru Nasional 2021 yang jatuh Kamis (25/11/2021) ini. 

Dalam menghadapi banjir informasi yang bersifat transnasional itu, Ketua Fraksi PDI Perjuangan itu berharap para guru dapat memperkuat aspek kognitif siswa dengan ideologi Pancasila. Menurut Ahmad Basarah, setidaknya ada dua ideologi transnasional yang secara masif menjadi penumpang gelap kemajuan teknologi informasi yang terus bekerja menghancurkan generasi muda Indonesia, masing-masing liberalisme dan fundamentalisme pasar serta fundamentalisme agama. 

‘’Paham individualisme dan liberalisme menegasikan kepentingan komunal dan mengedepankan kepentingan individu. Dari sinilah antara lain lahir pembelaan atas paham yang melegalkan pernikahan sejenis di beberapa negara barat yang berpangkal dari paham individualisme liberalisme tersebut. Aktivitas ini banyak  yang membela atas nama Hak Asasi Manusia (HAM) dunia,’’ jelas Ahmad Basarah.  

Di sisi lain, lanjut Ahmad Basarah yang juga berprofesi sebagai ‘’guru’’ di Universitas Islam Malang itu, fudamentalisme dan radikalisme berbasis agama juga muncul. Dia menunjuk berbagai temuan lembaga survei nasional tentang adanya sikap intoleran dan penolakan terhadap Pancasila oleh sementara kalangan di tengah masyarakat Indonesia.

Jika fakta ini dibiarkan, Ahmad Basarah pesimis para guru akan menjadi benteng ketahanan ideologi nasional. Karena itu dia berharap, dalam peringatan Hari Guru Nasional yang memajang tagline 'Bergerak dengan Hati, Pulihkan Pendidikan' ini, semua guru hendaknya mengingat kembali pesan Bung Karno dalam tulisannya ‘’Menjadi Guru di Masa Kebangunan’’. 

“Jika guru-guru perguruan kita itu hanya guru-guru yang "tahu mengajar menulis dan menghitung" saja, maka alangkah besarnya bencana yang dapat menjangkit daripada penyakit-penyakit masyarakat internationaal kepada tubuhnya masyarakat sendiri. Kalau guru-guru kita tidak orang-orang yang geestelijk weerbaar (tangguh secara mental) terhadap kepada jangkitannya penyakit-penyakit itu, maka bolehlah bangsa Indonesia dari sekarang sedia-sedia akan menerima hari kemudian yang kelam hitam sama sekali,” kata Ahmad Basarah, mengutip tulisan Bung Karno itu. 

Untuk itu Ahmad Basarah, yang menulis buku ‘’Bung Karno, Islam dan Pancasila’’, berharap para guru mendalami Pancasila karena ideologi ini terbukti telah mempersatukan keragaman Indonesia. Bangsa Indonesia yang berpenduduk hampir 270 juta jiwa ini memang ditakdirkan hidup dalam keragaman. Terdapat sekitar 1.340 suku, 718 bahasa, 17.504 pulau, serta enam agama dan aliran kepercayaan.

Ahmad Basarah melanjutkan, ketika program merdeka belajar menekankan kebebasan untuk berinovasi, kebebasan untuk belajar dengan mandiri dan kreatif, seharusnya program ini diikuti dengan penguatan dari sisi mental ideologis. Salah satunya dengan memasukkan  Pancasila sebagai mata pelajaran wajib di sekolah. 

“Sebagai dasar dan ideologi negara, Pancasila harus diajarkan kepada generasi penerus bangsa. Bisa dibayangkan betapa mengerikannya kalau kebebasan dalam berinovasi, kebebasan untuk belajar dengan mandiri dan kreatif tidak berpedoman pada nilai-nilai ideologi Pancasila. Di situ diajarkan tentang ketuhanan, keadilan sosial, persatun bangsa dan seterusnya,” pungkas Basarah. 

Berdasarkan Keppres Nomor 78 Tahun 1994 dan juga UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang guru dan dosen, 25 November dipilih sebagai Hari Guru Nasional dan diperingati bersamaan dengan berdirinya Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Hari Guru Nasional 2021 mengusung tema "Bergerak dengan Hati, Pulihkan Pendidikan". (*)



Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

EKORAN

TERBARU

  • The Relationship between Rewards and Recognition of Employees Contribution: A Literature Review
    The Relationship between Rewards and Recognition of Employees Contribution: A Literature Review
    03/12/2021 - 01:37
  • AJI Surabaya Sesalkan Tindakan Kasatreskrim Polresta Sidoarjo Halangi Kerja Jurnalis
    AJI Surabaya Sesalkan Tindakan Kasatreskrim Polresta Sidoarjo Halangi Kerja Jurnalis
    02/12/2021 - 21:41
  • Kasad Akan Rekrut Alumni Santri dan Lintas Agama Sebagai Prajurit TNI AD
    Kasad Akan Rekrut Alumni Santri dan Lintas Agama Sebagai Prajurit TNI AD
    02/12/2021 - 21:36
  • Optimalkan Pengelolaan Publikasi, Diskominfo Kota Kediri Kenalkan Aplikasi SiMalik
    Optimalkan Pengelolaan Publikasi, Diskominfo Kota Kediri Kenalkan Aplikasi SiMalik
    02/12/2021 - 21:31
  • KSAD Jenderal Dudung AR: TNI Akan Rekrut Prajurit AD dari Pesantren
    KSAD Jenderal Dudung AR: TNI Akan Rekrut Prajurit AD dari Pesantren
    02/12/2021 - 21:23

TIMES TV

Suara Merdu Dipikat Label Maia Estianty- Ninaya Ilena

Suara Merdu Dipikat Label Maia Estianty- Ninaya Ilena

05/11/2021 - 09:44

Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji

Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji
Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji

Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji
Pemkot Malang Kuatkan Infrastruktur Digital Penunjang Smart City Melalui Wifi Gratis

Pemkot Malang Kuatkan Infrastruktur Digital Penunjang Smart City Melalui Wifi Gratis
Profesor Kopi : Malang Gudangnya Kopi Robusta

Profesor Kopi : Malang Gudangnya Kopi Robusta

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • The Relationship between Rewards and Recognition of Employees Contribution: A Literature Review
    The Relationship between Rewards and Recognition of Employees Contribution: A Literature Review
    03/12/2021 - 01:37
  • Uang Yang Beradab
    Uang Yang Beradab
    02/12/2021 - 10:09
  • Kreatif dalam Proses Belajar Daring dan Jarak Jauh
    Kreatif dalam Proses Belajar Daring dan Jarak Jauh
    01/12/2021 - 13:02
  • Pelatihan Kewirausahaan Berbasis Potensi Lokal Bagi UMKM di Era New Normal
    Pelatihan Kewirausahaan Berbasis Potensi Lokal Bagi UMKM di Era New Normal
    01/12/2021 - 00:28
  • Nahdlatul Ulama Tidak Boleh Pecah 
    Nahdlatul Ulama Tidak Boleh Pecah 
    29/11/2021 - 17:16
  • Terorisme dan Fundamentalisme Kemanusiaan
    Terorisme dan Fundamentalisme Kemanusiaan
    29/11/2021 - 14:54
  • Momen Hari Pahlawan: Berjiwa Heroik-Nasionalistik di Era Digital
    Momen Hari Pahlawan: Berjiwa Heroik-Nasionalistik di Era Digital
    29/11/2021 - 07:37
  • Refleksi antar Konferensi PCNU: Menjadikan  NU sebagai Organisasi Umat
    Refleksi antar Konferensi PCNU: Menjadikan NU sebagai Organisasi Umat
    28/11/2021 - 09:53

KULINER

  • Menikmati Beku Gelato Ala Centrale Gelato and Coffee
    Menikmati Beku Gelato Ala Centrale Gelato and Coffee
    02/12/2021 - 17:31
  • Hadir di Bali, Mie Bar Bar Siap Manjakan Lidah Para Pecinta Mie
    Hadir di Bali, Mie Bar Bar Siap Manjakan Lidah Para Pecinta Mie
    02/12/2021 - 15:23
  • Nikmati Chicken Wellington Sepanjang 2,5 Meter Hanya di Hotel The Alana Surabaya
    Nikmati Chicken Wellington Sepanjang 2,5 Meter Hanya di Hotel The Alana Surabaya
    01/12/2021 - 08:50
  • Meski ada Pandemi, UKM Ngemood Mie Mojokerto Malah Buka Cabang
    Meski ada Pandemi, UKM Ngemood Mie Mojokerto Malah Buka Cabang
    30/11/2021 - 14:00
  • Ini Jajanan Tradisional Indonesia yang Mulai Langka
    Ini Jajanan Tradisional Indonesia yang Mulai Langka
    30/11/2021 - 09:31