Kopi TIMES

Menyelamatkan Siswa Putus Sekolah Akibat Pandemi

Kamis, 25 November 2021 - 15:17 | 35.03k
Menyelamatkan Siswa Putus Sekolah Akibat Pandemi
Nur Arviyanto Himawan, M.Pd.; Alumni Magister Pendidikan Fisika UNY; Satgas Program Komunitas Temu Kebaikan.

TIMESINDONESIA, YOGYAKARTA – Pandemi Covid-19 yang telah melanda Indonesia selama kurang lebih 2 tahun ini memberikan pukul berat bagi dunia pendidikan. Tidak hanya terkait proses pembelajaran yang mengharuskan dilaksanakan jarak jauh, namun juga meningkatnya angka putus sekolah di Indonesia. Sri Wahyuningsih, Direktur Sekolah Dasar Kemendikbud Ristek, menyatakan bahwa terdapat peningkatan sebesar 10 kali lipat anak yang putus sekolah jika dibandingkan sebelum pandemi terjadi (suara.com, 13/10/21). 

Selain itu, berdasarkan Statistik Pendidikan yang diterbitkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS), angka melanjutkan pendidikan pada jenjang SMP sederajat pada tahun 2019 sebesar 95,96% menurun menjadi 95,85% pada tahun 2020. Sedangkan angka melanjutkan pendidikan pada jenjang SMA sederajat pada tahun 2019 sebesar 89% menurun menjadi 88,80% pada tahun 2020. Dengan kata lain, persentase anak yang tidak melanjutkan sekolah ke jenjang berikutnya pada tahun 2020 lebih tinggi dari pada tahun 2019, di mana saat itu Covid-19 telah merebak di Indonesia. Persentase tersebut merepresentasikan ribuan anak yang tidak mendapatkan pendidikan yang layak seperti anak seumuran mereka pada umumnya karena terkendala biaya.

Hal ini menjadi lingkaran kemiskinan keluarga yang seakan tidak pernah putus, di mana pendapatan rendah menyebabkan tidak terpenuhinya kebutuhan dasar, salah satunya pendidikan. Tidak terpenuhinya kebutuhan tersebut mengakibatkan rendahnya keterampilan yang dimiliki, sehingga pendapatan pun rendah dan berdampak kembali ke generasi selanjutnya. Melihat kernyataan tersebut, perlu ada perhatian bersama mengingat masih ada banyak siswa yang putus sekolah dan siswa yang tidak bisa melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya. Oleh karena itu, para stakeholder pendidikan perlu bekerja sama agar siswa tersebut dapat menuntaskan wajib belajar 12 tahun.

Memulihkan Ekonomi Keluarga

Tidak dipungkiri bahwa salah satu penyebab siswa putus sekolah dikarenakan kondisi ekonomi keluarga yang menurun selama pandemi. Hal ini semakin dirasakan ketika diberlakukannya PSBB yang membatasi ruang gerak masyarakat. Oleh karena itu, pemerintah perlu memberikan perhatian yang lebih kepada keluarga siswa putus sekolah. Upaya yang dapat dilakukan yaitu dengan memberikan pelatihan wirausaha secara online. 

Toko online selama pandemi ini dapat dikatakan cukup bisa bertahan, dibandingkan toko konvensional. Dengan demikian, pelatihan wirausaha untuk membuka toko online menjadi salah satu upaya yang baik. Selain itu, pemerintah juga perlu memberikan suntikan modal pertama kepada orang tua siswa yang baru merintis usaha toko online-nya.

Memberikan Beasiswa serta Skema Biaya Sekolah Khusus

Pemerintah dapat menggandeng Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan Corporate Social Responsibility (CSR) untuk mendapatkan beasiswa bagi siswa yang putus sekolah. Beasiswa tersebut dapat berupa beasiswa penuh hingga akhir pendidikan, maupun beasiswa tidak penuh. Beasiswa tidak penuh tersebut contohnya beasiswa untuk tahun pertama sekolah, beasiswa peralatan sekolah, beasiswa SPP, dan lainnya. Tentunya pemberian beasiswa ini didasarkan pada kemampuan ekonomi keluarga siswa dan jika suatu waktu ekonomi keluarga tersebut sudah membaik dan stabil, maka beasiswa dapat disalurkan ke siswa lain yang membutuhkan. 

Selain itu, pihak sekolah juga dapat membuat skema biaya sekolah khusus. Skema tersebut dapat berupa pencicilan biaya sekolah. Contohnya seperti penangguhan pembayaran SPP yang biasanya tiap bulan, dapat dibayarkan 3 bulan sekali. Skema lain yang dapat dipakai yaitu dengan melakukan subsidi silang seperti halnya skema Uang Kuliah Tunggal di tingkat perguruan tinggi. Jadi siswa yang ekonominya lebih mampu dapat membayar biaya sekolah lebih tinggi dibandingkan siswa yang ekonominya kurang mampu. Hal ini tentunya perlu ada persetujuan dengan para wali murid.

Memotivasi Siswa

Satu hal yang tidak boleh dilewatkan yaitu memotivasi siswa agar mau melanjutkan pendidikan. Siswa yang mengalami putus sekolah memiliki beban mental ketika diminta untuk kembali bersekolah, baik itu perasaan malu, dan lainnya. Padahal pendidikan yang baik penting baginya untuk dapat menggapai masa depan yang cerah. Oleh karena itu, para stakeholder pendidikan, terutama psikolog pendidikan, perlu bekerja sama agar dapat mendorong siswa tersebut. Upaya menjaga mental siswa putus sekolah tidak hanya berhenti di situ saja, namun juga harus diteruskan ketika siswa tersebut mulai bersekolah kembali. Hal ini tentu dengan mengingat potensi terjadinya bullying, seperti hinaan karena pernah putus sekolah ataupun hinaan karena mendapatkan beasiswa.

***

*) Oleh: Nur Arviyanto Himawan, M.Pd.; Alumni Magister Pendidikan Fisika UNY; Satgas Program Komunitas Temu Kebaikan.

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi timesindonesia.co.id

***

**) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

**) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim apabila tidak sesuai dengan kaidah dan filosofi TIMES Indonesia.



Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

EKORAN

TERBARU

  • The Relationship between Rewards and Recognition of Employees Contribution: A Literature Review
    The Relationship between Rewards and Recognition of Employees Contribution: A Literature Review
    03/12/2021 - 01:37
  • AJI Surabaya Sesalkan Tindakan Kasatreskrim Polresta Sidoarjo Halangi Kerja Jurnalis
    AJI Surabaya Sesalkan Tindakan Kasatreskrim Polresta Sidoarjo Halangi Kerja Jurnalis
    02/12/2021 - 21:41
  • Kasad Akan Rekrut Alumni Santri dan Lintas Agama Sebagai Prajurit TNI AD
    Kasad Akan Rekrut Alumni Santri dan Lintas Agama Sebagai Prajurit TNI AD
    02/12/2021 - 21:36
  • Optimalkan Pengelolaan Publikasi, Diskominfo Kota Kediri Kenalkan Aplikasi SiMalik
    Optimalkan Pengelolaan Publikasi, Diskominfo Kota Kediri Kenalkan Aplikasi SiMalik
    02/12/2021 - 21:31
  • KSAD Jenderal Dudung AR: TNI Akan Rekrut Prajurit AD dari Pesantren
    KSAD Jenderal Dudung AR: TNI Akan Rekrut Prajurit AD dari Pesantren
    02/12/2021 - 21:23

TIMES TV

Suara Merdu Dipikat Label Maia Estianty- Ninaya Ilena

Suara Merdu Dipikat Label Maia Estianty- Ninaya Ilena

05/11/2021 - 09:44

Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji

Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji
Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji

Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji
Pemkot Malang Kuatkan Infrastruktur Digital Penunjang Smart City Melalui Wifi Gratis

Pemkot Malang Kuatkan Infrastruktur Digital Penunjang Smart City Melalui Wifi Gratis
Profesor Kopi : Malang Gudangnya Kopi Robusta

Profesor Kopi : Malang Gudangnya Kopi Robusta

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • The Relationship between Rewards and Recognition of Employees Contribution: A Literature Review
    The Relationship between Rewards and Recognition of Employees Contribution: A Literature Review
    03/12/2021 - 01:37
  • Uang Yang Beradab
    Uang Yang Beradab
    02/12/2021 - 10:09
  • Kreatif dalam Proses Belajar Daring dan Jarak Jauh
    Kreatif dalam Proses Belajar Daring dan Jarak Jauh
    01/12/2021 - 13:02
  • Pelatihan Kewirausahaan Berbasis Potensi Lokal Bagi UMKM di Era New Normal
    Pelatihan Kewirausahaan Berbasis Potensi Lokal Bagi UMKM di Era New Normal
    01/12/2021 - 00:28
  • Nahdlatul Ulama Tidak Boleh Pecah 
    Nahdlatul Ulama Tidak Boleh Pecah 
    29/11/2021 - 17:16
  • Terorisme dan Fundamentalisme Kemanusiaan
    Terorisme dan Fundamentalisme Kemanusiaan
    29/11/2021 - 14:54
  • Momen Hari Pahlawan: Berjiwa Heroik-Nasionalistik di Era Digital
    Momen Hari Pahlawan: Berjiwa Heroik-Nasionalistik di Era Digital
    29/11/2021 - 07:37
  • Refleksi antar Konferensi PCNU: Menjadikan  NU sebagai Organisasi Umat
    Refleksi antar Konferensi PCNU: Menjadikan NU sebagai Organisasi Umat
    28/11/2021 - 09:53

KULINER

  • Menikmati Beku Gelato Ala Centrale Gelato and Coffee
    Menikmati Beku Gelato Ala Centrale Gelato and Coffee
    02/12/2021 - 17:31
  • Hadir di Bali, Mie Bar Bar Siap Manjakan Lidah Para Pecinta Mie
    Hadir di Bali, Mie Bar Bar Siap Manjakan Lidah Para Pecinta Mie
    02/12/2021 - 15:23
  • Nikmati Chicken Wellington Sepanjang 2,5 Meter Hanya di Hotel The Alana Surabaya
    Nikmati Chicken Wellington Sepanjang 2,5 Meter Hanya di Hotel The Alana Surabaya
    01/12/2021 - 08:50
  • Meski ada Pandemi, UKM Ngemood Mie Mojokerto Malah Buka Cabang
    Meski ada Pandemi, UKM Ngemood Mie Mojokerto Malah Buka Cabang
    30/11/2021 - 14:00
  • Ini Jajanan Tradisional Indonesia yang Mulai Langka
    Ini Jajanan Tradisional Indonesia yang Mulai Langka
    30/11/2021 - 09:31