Peristiwa Nasional

Jaksa Agung Kembali Bicara Hukuman Mati untuk Koruptor

Kamis, 25 November 2021 - 14:25 | 18.80k
Jaksa Agung Kembali Bicara Hukuman Mati untuk Koruptor
Mantan Wakil DPR RI Azis Syamsuddin saat memakai baju oranye setelah ditetapkan tersangka kasus korupsi oleh KPK RI. (FOTO: Liputan.6)
Pewarta: | Editor: Faizal R Arief

TIMESINDONESIA, JAKARTAJaksa Agung ST Burhanuddin kembali berbicara soal hukuman mati untuk koruptor. Ia menilai hukuman tersebut masih memungkinkan diterapkan sepanjang masih diatur dalam undang-undang.

Itu disampaikannya saat webinar bertajuk 'Efektivitas Penerapan Hukuman Mati terhadap Koruptor Kelas Kakap' disiarkan di kanal YouTube Official Fakultas Hukum Universitas Diponegoro, Kamis (25/11/2021).

Ia menilai korupsi termasuk kejahatan yang dapat merugikan negara sehingga tak ada alasan untuk tidak menerapkan hukuman mati tersebut. Kata dia, koruptor adalah penjahat kemanusiaan dan musuh bersama yang harus ditumpas.

"Jika ada pihak-pihak yang mempertanyakan atau kontra terhadap hukuman mati, harus ada batu uji yang mencakup ideologi konstitusi teori hukum, norma hukum, efikasi masyarakat," jelasnya.

Ia juga menilai, masyarakat Indonesia masih memandang perlu adanya pidana mati bagi koruptor sebagai perlindungan HAM dan memenuhi harapan keadilan masyarakat. "Semakin tinggi kualitas kejahatan, semakin tinggi juga kualitas disharmonisasi sosialnya yang ditimbulkan pada masyarakat," katanya

Selain kata dia, penjatuhan sanksi pidana mati harus dilihat sebagai upaya untuk mengembalikan kondisi sosial yang terguncang akibat adanya kejahatan tersebut.

Menurutnya, negara dapat mencabut HAM setiap orang apabila tersebut melanggar undang-undang. Ketentuan ini diatur dalam Pasal 28 J ayat 1 UUD 45 yang telah mewajibkan setiap orang untuk menghormati HAM orang lain dalam tertib kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

"Pasal 28 J ayat 2 UUD 45 telah menegaskan jika HAM dapat dibatasi dan bersifat tidak mutlak. Dengan demikian, berdasarkan ketentuan dalam Pasal 28 J ayat 2 UUD 45, yang merupakan pasal penutup tentang HAM, maka penjatuhan sanksi pidana mati koruptor yang selama ini terhalangi oleh persoalan HAM dapat ditegakkan," katanya.

Ia menegaskan, gagasan untuk menghukum mati koruptor adalah bentuk manifestasi kegalauan pemberantasan tindak pidana korupsi. "Mengapa ribuan sudah diungkap dan ribuan pelaku korupsi telah ditindak, tapi justru kualitas dan tingkat kerugian negara justru semakin meningkat," ujarnya.

Sebelumnya, Jaksa Agung ST Burhanuddin juga pernah menyampaikan, kemungkinan penerapan hukuman mati bagi pelaku korupsi. Salah satunya pada kasus Asabri dan Jiwasraya yang tidak hanya menimbulkan kerugian negara. Namun juga berdampak luas kepada masyarakat umum.

Diketahui, kasus korupsi PT Jiwasraya menimbulkan kerugian negara sebesar Rp16,8 triliun, sedangkan korupsi PT Asabri (Persero) sekitar Rp22,78 triliun. Jaksa Agung ST Burhanuddin mengkaji kemungkinan penerapan hukuman mati guna memberikan rasa keadilan dalam penuntutan perkara itu.

"Jaksa Agung sedang mengkaji kemungkinan penerapan hukuman mati guna memberikan rasa keadilan dalam penuntutan perkara dimaksud, tentunya penerapannya harus tetap memperhatikan Hukum Positif yang berlaku serta nilai-nilai hak asasi manusia," ujar Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak dalam keterangan resminya. (*)



Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

EKORAN

TERBARU

  • Panglima TNI: Polri-TNI akan Usut Perkelahian Kopassus dan Brimob di Papua 
    Panglima TNI: Polri-TNI akan Usut Perkelahian Kopassus dan Brimob di Papua 
    29/11/2021 - 12:05
  • 25 Ribu Buruh Jawa Timur Bakal Demo di Surabaya, Hindari Jalan Ini
    25 Ribu Buruh Jawa Timur Bakal Demo di Surabaya, Hindari Jalan Ini
    29/11/2021 - 11:59
  • Pemkab Ponorogo Bangun Sirkuit Balap Motor Bersebelahan dengan Taman Wengker
    Pemkab Ponorogo Bangun Sirkuit Balap Motor Bersebelahan dengan Taman Wengker
    29/11/2021 - 11:52
  • Menpora RI Amali Ingatkan Pentingnya Inklusif dalam Bingkai Kebersamaan
    Menpora RI Amali Ingatkan Pentingnya Inklusif dalam Bingkai Kebersamaan
    29/11/2021 - 11:44
  • Seniman Cilik Sanggar Daun Pamerkan Karya 4D Bertema Kebudayaan Pesisir
    Seniman Cilik Sanggar Daun Pamerkan Karya 4D Bertema Kebudayaan Pesisir
    29/11/2021 - 11:36

TIMES TV

Suara Merdu Dipikat Label Maia Estianty- Ninaya Ilena

Suara Merdu Dipikat Label Maia Estianty- Ninaya Ilena

05/11/2021 - 09:44

Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji

Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji
Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji

Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji
Pemkot Malang Kuatkan Infrastruktur Digital Penunjang Smart City Melalui Wifi Gratis

Pemkot Malang Kuatkan Infrastruktur Digital Penunjang Smart City Melalui Wifi Gratis
Profesor Kopi : Malang Gudangnya Kopi Robusta

Profesor Kopi : Malang Gudangnya Kopi Robusta

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Momen Hari Pahlawan: Berjiwa Heroik-Nasionalistik di Era Digital
    Momen Hari Pahlawan: Berjiwa Heroik-Nasionalistik di Era Digital
    29/11/2021 - 07:37
  • Refleksi antar Konferensi PCNU: Menjadikan  NU sebagai Organisasi Umat
    Refleksi antar Konferensi PCNU: Menjadikan NU sebagai Organisasi Umat
    28/11/2021 - 09:53
  • Mungkinkah Garuda Berganti Nama?
    Mungkinkah Garuda Berganti Nama?
    27/11/2021 - 17:05
  • Melawan Stigma Seksisme Wanita Karir
    Melawan Stigma Seksisme Wanita Karir
    27/11/2021 - 09:29
  • Meningkatkan Profesionalisme Guru Melalui Penelitian
    Meningkatkan Profesionalisme Guru Melalui Penelitian
    27/11/2021 - 00:29
  • Transisi Energi dan Memulihkan Keseimbangan Lingkungan Hidup
    Transisi Energi dan Memulihkan Keseimbangan Lingkungan Hidup
    26/11/2021 - 15:33
  • Masih Hidup Haji Lagi
    Masih Hidup Haji Lagi
    26/11/2021 - 10:03
  • MUI, Situasi Dunia Islam dan Prospeknya
    MUI, Situasi Dunia Islam dan Prospeknya
    26/11/2021 - 08:49

KULINER

  • Bakmi Pak Pendek Ponorogo, Kuliner Legendaris Langganan Pejabat
    Bakmi Pak Pendek Ponorogo, Kuliner Legendaris Langganan Pejabat
    29/11/2021 - 03:21
  • Saung Ma UTI Kota Banjar Tawarkan Menu Sunda di Alam Pedesaan Rejasari
    Saung Ma UTI Kota Banjar Tawarkan Menu Sunda di Alam Pedesaan Rejasari
    28/11/2021 - 01:16
  • Cek Deretan Dessert Paling WOW di Ji Restaurant Canggu
    Cek Deretan Dessert Paling WOW di Ji Restaurant Canggu
    26/11/2021 - 04:44
  • Macarina, Cemilan Makaroni yang Nagih untuk Terus Disantap
    Macarina, Cemilan Makaroni yang Nagih untuk Terus Disantap
    24/11/2021 - 02:06
  • Quatro Coffee, Nyaman, Elegan dan Tenang untuk Pekerja Milenial
    Quatro Coffee, Nyaman, Elegan dan Tenang untuk Pekerja Milenial
    22/11/2021 - 13:04