Kopi TIMES

Pilkades Serentak Taput dan Penguatan Demokrasi

Kamis, 25 November 2021 - 03:27 | 32.77k
Pilkades Serentak Taput dan Penguatan Demokrasi
Priadi Pasaribu, Wakil Ketua Imataput-Jambi juga Kader DPC GMNI Jambi.
Editor: Faizal R Arief

TIMESINDONESIA, JAMBI – Bicara pilkades bukan hanya bicara tahapan proseduralnya saja, tetapi jauh lebih luas lagi. Seperti deteksi dini persoalan dan harapan besar di kemudian hari. Atas dasar ini, penulis merasa tertarik untuk menulis dan perlu memberikan pandangan mengenai hal tersebut.

Seperti yang akan terjadi di kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara. Pemilihan kepala desa serentak di kabupaten ini akan digelar pada 23 november 2021. Pesta demokrasi ini akan diikuti oleh 200 dari 241 desa di 15 kecamatan. Segenap stakeholders yang berkepentingan, sekarang sedang sibuk menyukseskan pesta rakyat tersebut. 

Oleh karena pilkades merupakan pengejawantahan demokrasi, maka pengamanan dan penertiban menjadi keniscayaan. Pelaksanaan pilkades kerap kali menemui jalan terjal, sehingga tidak mencapai tujuan mulia pilkades itu sendiri. Problem ini dapat dikelompokkan menjadi tiga bagian (memang masih banyak perspektif lain). 

Pertama, Pengotakan. Terdapat polarisasi dan keterbelahan yang luar biasa dalam masyarakat. Ada gap antara pendukung yang satu dengan pendukung yang lain. Ketika hasil pemilihan sudah diumumkan, pembelahan kelompok ini masih bertahan. Tak jarang dalam beberapa kondisi, pengotakan ini berubah menjadi kebencian hingga menciptakan chaos.

Oleh karena itu, perlu sinergitas dari masing-masing calon, setiap tim sukses dan para kelompok pendukung juga seluruh elemen masyarakat untuk mengondusifkan suasana, saling merangkul dan kembali bersatu. Dan perlu diingat membangun desa butuh kekuatan besar yakni pikiran dan kerjasama semua elemen desa.

Kedua, Politik uang. Politik uang menjadi salah satu problem besar dalam demokrasi indonesia. Problem ini bukan hanya menjangkit pesta demokrasi supradesa (Pemilukada, Pilpres, Pileg). Ternyata penyakit ini kini sudah menjalar hingga ke tingkat desa.    

Bukan hanya diartikan sebagai praktik tidak sehat, jual beli suara dapat menciptakan demokrasi cacat. Luky Djani dalam Merancang arah baru demokrasi (2014) menuliskan Jual beli suara mengakibatkan lunturnya nilai-nilai demokrasi, mendelegitimasi dan mendistorsi proses pemilu, melemahkan akuntabilitas politik (vertical) antara politikus dan pemilih, melemahkan system kepartaian, dan menghadirkan politikus korup.

Ketiga, Kepemimpinan. Orang bijak mengatakan seorang pemimpin harus menjadi teladan bagi orang yang dipimpinnya. Pemimpin merupakan panutan, sebagai contoh yang baik, dapat ditiru dari sikap, perilaku juga pemikiran. Pemimpin juga harus bisa mengayomi anggotanya dan masih banyak lagi pendapat orang mengartikan pemimpin.

Seorang kepala desa juga merupakan seorang pemimpin. Calon kepala desa harus mengerti bahwa kelak ketika dirinya terpilih, dia merupakan pelayan masyarakat. Seringkali konsep ini dibalik-balik, mengharapkan dilayani. Kepala desa berkedudukan sebagai kepala pemerintahan desa wajib memimpin penyelenggaraan pemerintahan desa. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 84 Tahun 2015 mengamanatkan kepala desa berekewajiban melaksanakan urusan pemerintahan juga mengembangkan perekonomian dan kehidupan sosial, politik masyarakat desa.

Besarnya tangung jawab kepala desa harus sebanding dengan kapasitas yang dimiliki setiap calon. Maka sebelum menggunakan hak pilihnya, ada beberapa kriteria yang dapat masyarakat gunakan sebagai indikator untuk menilai layak atau tidaknya seorang calon kepala desa. Kriteria tersebut berupa sikap, disiplin, tanggung jawab masing-masing calon. Selain itu, cermati track record (Rekam jejak), prestasi, visi dan misi.  

Penguatan Demokrasi desa

Seringkali desa selalu dipandang sebelah mata. Bagi orang kota, desa selalu dilihat sebagai wilayah kumuh, terbelakang, miskin dan sejuta permasalahan masyarakat lainnya. Tetapi soal demokrasi, penulis memiliki keyakinan bahwa demokrasi desa masih lebih baik daripada demokrasi kabupaten/kota ataupun provinsi.

Diperlukan setidaknya dua unsur untuk mewujudkan demokrasi desa yang baik. Pertama, Keterbukaan dan partisipasi. Dalam system demokrasi keterbukaan menjadi prasyarat utama, yang kemudian melahirkan partisipasi masyarakat. Tercipta sistem yang terbuka, tidak banyak rintangan bagi mereka yang ingin mengekspresikan opininya. Kemudian masyarakat mutlak memiliki hak untuk berperan serta. Keikutsertaan masyarakat sedikit banyaknya akan membantu terbangunnya transparansi. 

Kedua, Musyawarah. Pemerintahan lokal yang bagus harus diwarnai oleh musyawarah dengan warga, di samping keterbukaan yang mereka gulirkan. Untuk menarik sebuah keputusan, perlu berbagai pengalaman dan musyawarah kolektif atas dasar semangat untuk saling memberi dan menerima. Lembaga pemerintah desa harus didesain sedemikian rupa sehingga memungkinkan semua warga dapat berdialog. 

Biar bagaimanapun demokrasi desa juga merupakan bagian dari demokrasi negara ini. Pemerintah pusat dan pemda harus senantiasa memberikan perhatinnya. Memberikan pendidikan dan pendewasaan politik pemerintahan. Karena tidak menutup menutup kemungkinan kualitas demokrasi di desa bisa bagus. Sehingga dapat menjadi contoh bagi wilayah administarif di atasnya (kabupaten/kota, provinsi, nasional).

Kabupaten Tapanuli utara yang mayoritas penduduknya merupakan suku Batak dikenal memiliki nilai sosial, budaya yang kental. Masih mudah untuk menemukan sikap-sikap toleran, jujur, perilaku adil. Lewat pergaulan hidup nilai-nilai tersebut selalu ditekankan dan dipelihara. Nilai ini tidak kontra tetapi bagian dari demokrasi Indonesia. Pergaulan hidup yang sudah terbangun tidak boleh rusak hanya karena pilkades. Tetapi pilkades menjadikan pergaulan hidup masyarakat desa Tapanuli Utara itu  menjadi lebih sempurna.    

Sebagai penutup, penulis mengajak untuk membaca kembali pikiran Bung Karno dalam buku Dibawah Bendera Revolusi (1964) yang mengutarakan demokrasi Indonesia harus demokrasi politik dan demokrasi ekonomi. Tidak cukup berdemokrasi dalam pemilu, pilkada sampai pilkades saja. Artinya disamping memberikan kesempatan yang sama dalam politik juga menciptakan keadilan dan kesejahteraan di bidang ekonomi. (*)

***

*) Oleh: Priadi Pasaribu, Wakil Ketua Imataput-Jambi juga Kader DPC GmnI Jambi.

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi timesindonesia.co.id

***

**) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

**) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim apabila tidak sesuai dengan kaidah dan filosofi TIMES Indonesia.



Publisher : Sofyan Saqi Futaki

EKORAN

TERBARU

  • Kepemimpinan Masa Depan: Generasi Tangguh dan Bertumbuh
    Kepemimpinan Masa Depan: Generasi Tangguh dan Bertumbuh
    03/12/2021 - 11:33
  • Akselerasi Making Indonesia 4.0, Menko Perekonomian RI Sebut Daya Saing Industri Perlu Ditingkatkan
    Akselerasi Making Indonesia 4.0, Menko Perekonomian RI Sebut Daya Saing Industri Perlu Ditingkatkan
    03/12/2021 - 11:25
  • Sebaran Omicron Meluas, Pemerintah Keluarkan Aturan Karantina dan Tes PCR Baru
    Sebaran Omicron Meluas, Pemerintah Keluarkan Aturan Karantina dan Tes PCR Baru
    03/12/2021 - 11:09
  • Sri Untari Dorong Budaya Membaca untuk Siapkan Generasi Emas 2045
    Sri Untari Dorong Budaya Membaca untuk Siapkan Generasi Emas 2045
    03/12/2021 - 10:55
  • Efek Kebakaran Gedung Cyber 1, Registrasi IMEI Ponsel Terganggu
    Efek Kebakaran Gedung Cyber 1, Registrasi IMEI Ponsel Terganggu
    03/12/2021 - 10:38

TIMES TV

Suara Merdu Dipikat Label Maia Estianty- Ninaya Ilena

Suara Merdu Dipikat Label Maia Estianty- Ninaya Ilena

05/11/2021 - 09:44

Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji

Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji
Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji

Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji
Pemkot Malang Kuatkan Infrastruktur Digital Penunjang Smart City Melalui Wifi Gratis

Pemkot Malang Kuatkan Infrastruktur Digital Penunjang Smart City Melalui Wifi Gratis
Profesor Kopi : Malang Gudangnya Kopi Robusta

Profesor Kopi : Malang Gudangnya Kopi Robusta

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Kepemimpinan Masa Depan: Generasi Tangguh dan Bertumbuh
    Kepemimpinan Masa Depan: Generasi Tangguh dan Bertumbuh
    03/12/2021 - 11:33
  • Pilkada 2024: Polemik Masa Jabatan Kepala Daerah
    Pilkada 2024: Polemik Masa Jabatan Kepala Daerah
    03/12/2021 - 10:29
  • Terbang Sudah, Umrah Belum
    Terbang Sudah, Umrah Belum
    03/12/2021 - 08:25
  • Demokrasi Senewen Masyarakat Sipil
    Demokrasi Senewen Masyarakat Sipil
    03/12/2021 - 07:02
  • Kepemimpinan Muhammadiyah
    Kepemimpinan Muhammadiyah
    03/12/2021 - 04:37
  • Perspektif Psikologi Pendidikan Islam Menurut Pandangan Muhammadiyah
    Perspektif Psikologi Pendidikan Islam Menurut Pandangan Muhammadiyah
    03/12/2021 - 02:16
  • The Relationship between Rewards and Recognition of Employees Contribution: A Literature Review
    The Relationship between Rewards and Recognition of Employees Contribution: A Literature Review
    03/12/2021 - 01:37
  • Muhammadiyah dan Pendididkan
    Muhammadiyah dan Pendididkan
    02/12/2021 - 23:33

KULINER

  • Menikmati Beku Gelato Ala Centrale Gelato and Coffee
    Menikmati Beku Gelato Ala Centrale Gelato and Coffee
    02/12/2021 - 17:31
  • Hadir di Bali, Mie Bar Bar Siap Manjakan Lidah Para Pecinta Mie
    Hadir di Bali, Mie Bar Bar Siap Manjakan Lidah Para Pecinta Mie
    02/12/2021 - 15:23
  • Nikmati Chicken Wellington Sepanjang 2,5 Meter Hanya di Hotel The Alana Surabaya
    Nikmati Chicken Wellington Sepanjang 2,5 Meter Hanya di Hotel The Alana Surabaya
    01/12/2021 - 08:50
  • Meski ada Pandemi, UKM Ngemood Mie Mojokerto Malah Buka Cabang
    Meski ada Pandemi, UKM Ngemood Mie Mojokerto Malah Buka Cabang
    30/11/2021 - 14:00
  • Ini Jajanan Tradisional Indonesia yang Mulai Langka
    Ini Jajanan Tradisional Indonesia yang Mulai Langka
    30/11/2021 - 09:31