Kopi TIMES

Ikhwanul Muslimin, PKS,  dan Poros Partai Islam

Kamis, 25 November 2021 - 01:16 | 38.79k
Ikhwanul Muslimin, PKS,  dan Poros Partai Islam
Rivyan Bomantara, Mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Malang.

TIMESINDONESIA, MALANG – Ikhwanul Muslimin merupakan Gerakan Islam Transnasional tertua dan terakbar di Mesir. Didirikan oleh Hassan Al-Banna pada tahun 1928, tujuan Ikhwanul Muslimin adalah membentuk negara yang diatur hukum syariah dengan slogan “Islam adalah solusi”.

Seiring berjalannya waktu, ajaran IM menyebar hingga ke seluruh dunia dan menjadi gerakan politik. Tujuannya yakni melawan hegemoni kolonial Inggris serta menghapuskan segala bentuk pengaruh Barat.

IM berhasil mengendarai partai-partai Islam di negara-negara Timur Tengah untuk menjadi penguasa. Kemerdekaan Indonesia sendiri tidak terlepas dari campur tangan IM. Terbukti Mesir menjadi negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia setelah didorong IM. Dukungan tersebut diberikan sesuai dengan prinsip anti-kolonialisme Hassan Al-Banna. 

IM berkembang di Indonesia setelah Muhammad Natsir mendirikan partai Masyumi yang mengadopsi ajaran-ajaran Ikhwanul Muslimin. Selain itu, organisasi-organisasi yang terinspirasi gerakan IM antara lain Persaudaraan Muslimin Indonesia, Partai Bulan Bintang, Partai Politik Islam Indonesia Masyumi, Partai Masyumi Baru, Partai Keadilan, Ikhwanul Muslimin Indonesia, dan Partai Keadilan Sejahtera.

Para pendiri dan pendukung Partai Keadilan Sejahtera (PKS) meyakini bahwa keuniversalan ajaran agama Islam mencakup seluruh kehidupan manusia. Hal ini membuat PKS memiliki ciri khas ideologi tersendiri yang berbeda dengan kebanyakan partai Islam di Indonesia.

Walaupun tanpa keterikatan organisasi, PKS memiliki banyak kesamaan dengan pemikiran dan visi IM. Hal tersebut dapat dilihat dari respon atau arah gerak PKS dalam ranah politik yang tak pernah jauh dari pemikiran-pemikiran IM.

Prinsip kebijakan PKS memiliki beberapa poin yang memiliki maksud dan tujuan yang sama dengan karakter IM. Misalnya, Syumuliyah (Komprehensif), al-Wasath (Moderat), al-Awlawiyat wal Maslahah (Skala Prioritas dan Prioritas Kemanfaatan), dan al-‘Alamiyah (Universal).

Dari kesamaan-kesamaan antara karakteristik IM dan kebijakan dasar PKS, dapat disimpulkan bahwa keduanya memiliki kesamaan visi, meskipun kesamaan tersebut tidak bisa dijadikan kesimpulan yang mengikat. Sebab bisa saja, kesamaan tersebut terjadi secara kebetulan dikarenakan sumber kebijakan IM dan PKS adalah al-Qur’an dan Hadist.

Poros Partai Islam

Pada Bulan April 2021, muncul wacana pembentukan poros partai Islam setelah pertemuan antara pimpinan PKS dan PPP. Beberapa partai telah menyatakan kesiapannya untuk bergabung, salah satunya adalah PKB (Partai Kebangkitan Bangsa). Bagi Wakil Ketua Umum PKB, Jazilul Fawaid, wacana tersebut dapat menjadi poros kekuatan demokrasi baru di Indonesia dengan menawarkan ide-ide terkait program keumatan yang baru.

Keikutsertaan PKB dalam poros partai Islam tentu saja menjadi suntikan berharga. Syarat untuk mengajukan calon presiden dan wakil presiden adalah 115 kursi di DPR. Sementara koalisi PKS dan PPP terhitung belum mencukupi syarat tersebut sebab masih mempunyai 69 kursi (50 kursi dari PKS, dan 19 kursi dari PPP).

Harapan bagi poros ini adalah PKB yang memiliki 58 kursi di DPR. Sedangkan, PAN sebagai salah satu partai dengan basis massa Islam dengan memiliki 44 kursi di DPR telah menyatakan secara tegas untuk tidak bergabung. 

Realisasi wacana ini tentunya akan mendapatkan berbagai macam rintangan kedepannya. Salah satunya adalah ego struktural yang dimiliki oleh setiap partai. Jika ingin memenangkan kontestasi politik pada tahun 2024 nanti, atau setidaknya mendekati kejayaan Masyumi, maka partai-partai Islam harus meredam ego sektoral masing-masing. Sekalipun sesama partai Islam, tentunya masing-masing memiliki tujuan untuk lolos ke parlemen. Dalam hal pemilihan presiden, tentu tiap partai memiliki tujuan untuk mencalonkan kandidat. 

Persoalan kedua yaitu fragmentasi partai politik Islam yang selama ini masih ada. Faktor-faktor yang menyebabkan fragmentasi tersebut antara lain perbedaan nilai, persaingan kepentingan, dan perbedaan pemaknaan umum.

Misalnya, PKS dan PKB. PKS yang merupakan perpanjangan tangan tak resmi dari Ikhwanul Muslimin merupakan kelompok modernis yang mengacu pada pembaruan Islam yang terpengaruh pada pemikiran politik tokoh kontemporer.  Dalam dimensi ideologis, PKS tergabung dalam kategori partai Islam formalis, sebab melakukan formalisasi Islam ke dalam tubuh partai secara ideologis. 

Sebaliknya, PKB yang lahir sebagai bentuk upaya untuk mengatasi dualisme yang muncul di tubuh NU pasca orde baru dapat dikategorikan dalam kelompok tradisionalis. Kelompok ini didasarkan pada nilai yang ada di dalamnya dan mencoba melakukan domestifikasi ajaran Islam. 

Dalam dimensi ideologis, PKB sendiri dapat diposisikan sebagai kelompok substansialis, yaitu kelompok yang tidak melakukan formalisasi Islam dalam tubuh partainya, namun lebih menekankan gerakan kultural.

Fragmentasi tersebut tentunya menjadi ancaman tersendiri bagi keberlangsungan poros partai Islam. Menarik untuk menghitung kembali corak yang akan ditampilkan poros partai Islam jika terealisasi. Apakah akan menampilkan wajah Ikhwanul Muslimin (mengingat PKS merupakan inisiator poros partai Islam) atau simbol-simbol sosio-kultural dalam tubuh PKB.

***

*) Oleh: Rivyan Bomantara, Mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Malang.

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi timesindonesia.co.id

***

**) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

**) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim apabila tidak sesuai dengan kaidah dan filosofi TIMES Indonesia.



Publisher : Sofyan Saqi Futaki

EKORAN

TERBARU

  • Unveil the Mesmerzing Ambience of Pangasan Beach Pacitan
    Unveil the Mesmerzing Ambience of Pangasan Beach Pacitan
    05/12/2021 - 05:49
  • Feel some Christmas Joy at Grand City Mal Surabaya Ice Rink
    Feel some Christmas Joy at Grand City Mal Surabaya Ice Rink
    05/12/2021 - 03:46
  • Christmas Light and Dinner, Festive Christmas Celebration at BeSS Mansion Hotel Surabaya
    Christmas Light and Dinner, Festive Christmas Celebration at BeSS Mansion Hotel Surabaya
    05/12/2021 - 01:28
  • Gunung Semeru Meletus, 41 Orang Terluka Termasuk Dua Ibu Hamil
    Gunung Semeru Meletus, 41 Orang Terluka Termasuk Dua Ibu Hamil
    05/12/2021 - 00:01
  • 10 Penambang Pasir Diduga Terjebak di Aliran Lahar Gunung Semeru
    10 Penambang Pasir Diduga Terjebak di Aliran Lahar Gunung Semeru
    04/12/2021 - 23:45

TIMES TV

Suara Merdu Dipikat Label Maia Estianty- Ninaya Ilena

Suara Merdu Dipikat Label Maia Estianty- Ninaya Ilena

05/11/2021 - 09:44

Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji

Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji
Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji

Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji
Pemkot Malang Kuatkan Infrastruktur Digital Penunjang Smart City Melalui Wifi Gratis

Pemkot Malang Kuatkan Infrastruktur Digital Penunjang Smart City Melalui Wifi Gratis
Profesor Kopi : Malang Gudangnya Kopi Robusta

Profesor Kopi : Malang Gudangnya Kopi Robusta

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Calon Alternatif Solusi di Muktamar ke-34 NU di Lampung
    Calon Alternatif Solusi di Muktamar ke-34 NU di Lampung
    04/12/2021 - 17:12
  • Paradigma Kurikulum Baru
    Paradigma Kurikulum Baru
    04/12/2021 - 11:07
  • Urgensi Media Sebagai Sarana Publikasi dan Informasi Pemerintah Daerah
    Urgensi Media Sebagai Sarana Publikasi dan Informasi Pemerintah Daerah
    03/12/2021 - 19:35
  • Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di Akhir Tahun 2021
    Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di Akhir Tahun 2021
    03/12/2021 - 18:14
  • Panggung Sandiwara Undang-Undang Inkonstitusional
    Panggung Sandiwara Undang-Undang Inkonstitusional
    03/12/2021 - 12:12
  • Kepemimpinan Masa Depan: Generasi Tangguh dan Bertumbuh
    Kepemimpinan Masa Depan: Generasi Tangguh dan Bertumbuh
    03/12/2021 - 11:33
  • Pilkada 2024: Polemik Masa Jabatan Kepala Daerah
    Pilkada 2024: Polemik Masa Jabatan Kepala Daerah
    03/12/2021 - 10:29
  • Terbang Sudah, Umrah Belum
    Terbang Sudah, Umrah Belum
    03/12/2021 - 08:25

KULINER

  • Batu Street Food Hadir Lagi di Kota Batu
    Batu Street Food Hadir Lagi di Kota Batu
    04/12/2021 - 21:06
  • Lezat Gurih Almond Tart Abon Lapis Kukus Pahlawan
    Lezat Gurih Almond Tart Abon Lapis Kukus Pahlawan
    04/12/2021 - 16:22
  • Selain Ayam Taliwang, Gastronomi NTB Punya Singang dan Olahan Ikan Napoleon
    Selain Ayam Taliwang, Gastronomi NTB Punya Singang dan Olahan Ikan Napoleon
    04/12/2021 - 15:21
  • Tjingkir Songo Mojokerto, Kedai Makan yang Usung Konsep Kuliner Ala Jawa
    Tjingkir Songo Mojokerto, Kedai Makan yang Usung Konsep Kuliner Ala Jawa
    04/12/2021 - 03:22
  • Pawon Jamur Blitar, Kreatif Olah Jamur Jadi Belasan Menu Tradisional
    Pawon Jamur Blitar, Kreatif Olah Jamur Jadi Belasan Menu Tradisional
    03/12/2021 - 17:01