Kopi TIMES

Menikmati Eksotisme Kota Dua Benua

Selasa, 23 November 2021 - 12:21 | 54.64k
Menikmati Eksotisme Kota Dua Benua
Edi Sugianto Wakil Rektor III, Institut Al Ghurabaa Jakarta
Editor: Yatimul Ainun

TIMESINDONESIA, JAKARTA – “Jangan bilang pada saya gak mungkin, sebelum kamu mati dalam mencobanya.” - Sultan Muhammad Al-Fatih

Sejak kasus pertama Corona pada 2 Mei 2020 (Indonesia), aku belum berani lagi ke luar negeri. Bukan sebab Corona juga sih, tapi karena memang “kita tidak punya uang”, kata Pak Bowo. Hehe. Alhamdulillah, aku dan beberapa dosen Al Ghurabaa ikut serta dalam program IISE (Indonesia Internasional Student Exchange) yang dipandu oleh Travel KOI (Kolam Ikan Creative Communication). Mengapa ikut? Ya,  biar tahu kota-kota besar di dunia. Selain itu, sudah bosan di Jakarta mulu apalagi saat Pandemi berkepanjangan.

Peserta IISE berasal dari berbagai kampus ternama di Indonesia, di antaranya UI, IPB, STAIS Lan Taboer, UIN Jakarta, Poltekes Yogya, IAI Al Ghurabaa, Syiah Kuala University, dan sebagainya. Mereka adalah mahasiswa hebat, dan calon pemimpin umat di masa depan.

Kali ini, negara yang dituju adalah Turki. Kita tahu, Turki merupakan negara unik di dunia. Mengapa? Di antaranya alasannya karena secara geografis, kota terbesar Turki (Istanbul) berdiri di atas dua benua, yaitu Asia dan Eropa.

Persiapan ke Turki kali ini cukup berbeda. Di satu sisi karena memang traveling ke luar negeri butuh persiapan matang. Di sisi lain, peraturan protokol kesehatan dan penerbangan internasional yang lumayan ribet. Surat-surat mesti lengkap, ditambah Swab Antigen yang berbahasa Inggris, ber-barcode, dan ber-paspor. Bukan Antigen biasa. Semua butuh persiapan, karena “gagal mempersiapkan sama dengan mempersiapkan kegagalan.” Ngeriii ‘kan?

Mas Iwan, Mbak Widhya, dan Miss Nuri adalah orang-orang yang sangat detail mengingatkan persiapan traveling kali ini. “Shoesnya yang lumayan mahal ya, biar gak malu-maluin,” kata Mas Iwan. Wkwk, memang orang yang satu ini sulit disaingi, bahkan oleh profesor sekalipun. Kata Mbak Widhya “Siapin Sambal Cakalang jangan lupa ya..., jangan minta..., karena penting banget buat tambahan rasa makan di sana.” Memang Tour Leader KOI Travel sangat detail sekali. Pengalaman beliau dan tim tidak diragukan lagi, sudah ahli banget “mengacak-acak” negara orang. Apalagi Mas Iwan, belum ada benua lagi yang harus disinggahi. MasyaAllah luar biasa.

Miss Nuri, orang yang paling perhatian banget sama saya. Eh, sama semua peserta maksudnya. Mulai dari nyuruh nyiapin tag nama, obat-obat pribadi, persedian masker, dan lain-lain. Sampai mesenin aku jaket winter lho, meskipun gak muat, haha. Ya begitu kira-kira besar perhatiannya, padahal belum jadi siapa-siapa. Ehm...maksudnya belum lama kenal ‘kan. Canda ya Miss...! Ustadz Ardhi juga minjamkan kupluk bulu-bulu, dan membekali Jahe Merah, Warung Ummah. Jazakallah khair.

Ketika di MyLab, “Tarik nafas ya mas...!” wkwk. Udah kayak mau lahiran. Tegang dan khawatir, namanya juga baru pertama dites PCR. Alhamdulillah hasil negatif. Ini pengalaman pertamaku “diurek-urek” hidung kanan-kiri sampai keluar air mata. Kalau mau kepo seperti apa kekhawatiran saya, silakan tanyakan ibu-ibu, “Bagaimana perasaan ibu saat lahiran anak pertama?” Nah, kira-kira seperti itu, hehe. Gak gak, canda guys. Tentulah, harap dan cemas saat lahiran gak ada saingannya. Apa persamaan dan perbedaan Tes Swab dan Tes Kehamilan? Jawabannya, keduanya sama-sama disebut “tes”. Bedanya, kalau Tes Swab harapannya “negative”, sedangkan Tes Kehamilan diharapkan “positif” (kalau suami-istri).

Usai Asar, hujan deras mengiringi prepare kami ke Bandara Soekarno-Hatta. Semua peserta berkumpul di samping Sate Khas Senayan. Aku, Mas Indar, dan Ust. Azwar berangkat dari kampus Al Ghurabaa. Tak lupa Kopi Candu menemani kehangatan perjalanan kami menuju Bandara 3. Ust. Munawir malah masuk ke warung Satenya, mengira kami kumpul di dalam. Wkwk. Lapar banget sampai Bandara, untung saja Arum bawa Nasi Bakar. Setelah shalat Jamak Magrib dan Isya, aku dan mas Indar nambah makan lagi di Solaria, Senayan. Mas Indar pesan Nasi Goreng Special + Es Teh Manis. Aku Nasi + Udang Goreng Tepung + Es Teh Manis. Lho, Es Teh Manis? Nah, karena itu yang paling murah. Hehe.

Transit di Doha

Terbang menuju Doha Qatar, Hamad International Airport (HIA) via Qatar Airways. Pelayanannya cukup memuaskan, pengganjal perut juga banyak. Aku Seat 35 D, di samping ada mas Indar 35 E, Nada 35 F. Di layar tampil “The Holy Qur'an,” alhamdulillah bersantai dan istirahat ditemani suara merdu para Qari' Internasional, Sheikh Haithm Aldokhin, Sheikh Abdullah Ibn Ali Basfar, Sheikh Faleh Al Hajry, Sheikh Abdul Basit Abdul Samad, Sheikh Abdul Rasheed Sufi, dan Sheikh Mal Allah bin Abdul Rehman Jaber. Sekilas aku dan Mas Indar membahas QS. Ar-Rum (30): 1-3, mengenai kemenangan (kembali) kerajaan Romawi atas Persia. Menarik dibahas, karena kami kali ini sedang menuju Ibukota Romawi Timur/ Beizantium, yaitu Konstantinopel; Ibukota dunia kata Kaisar Perancis, Nopoleon Bonaparte.

Masih di atas awan, Jakarta - Doha ditempuh lebih kurang 8 setengah jam. Luar biasa menegangkan, karena sudah lama gak naik pesawat, apalagi jaraknya sangat jauh, guys. Biasanya, aku kan cuma Jakarta – Surabaya, atau Jakarta Singapore dan Malaysia. Kali ini, tempat Ngopinya sangat jauh, melintasi dua benua, dan melewati kota-kota besar, seperti Abu Dhabi, Dubai (Burj Khalifa). Sebelum sampai ke Doha, ke kiri menuju Riyadh, Madinah, Thaif, Jeddah. Mestinya, Umrah dulu ya. Kami menikmati indahnya kota Doha dari atas pesawat. Doha Bandara indah, terletak dekat pantai atau semenanjung, Al Rayyan, sebelah selatan ada Hawar Islands. MasyaAllah, setelah landing di Doha, kami melaksanakan Subuh berjamaah.

Usai Subuh Ngopi dulu bersama Pak Rektor dan dosen-dosen Al Ghurabaa. Kopinya sama tapi harganya beda. Wkwk. Kemudian lanjut ke Boarding Room, prepare terbang menuju Kota Dua Benua. MasyaAllah La Haula wa Laquwwata Illa Billah.

Tampil di layar pesawat Qatar, “Subhanalladzi Sakhkhara Lana Hadza wa Ma Kunna Lahu Muqrinin wa Inna Ila Rabbina La Munqalibun.” Terbang kedua menuju Istanbul. Doha – SAW/ Sabiha Gökçen Airport via Qatar Airways lagi, tapi dengan pesawat yang lebih kecil. Menikmati awan-awan Kuwait City, Basra, Karbala, Baghdad, keselatan lagi ada Aleppo, Beiru, dan Cairo. Sepanjang perjalanan makan - minum dilayani pramugari-pramugari cantik kelas dunia. Banyak istigfar, khawatir khilaf. Hehe. Seperti biasa, namanya juga di negara orang, mananan dan minumannya tentu rasanya aneh-aneh, nyicipin dikit udah enek, atau mungkin cuma aku ya?

Marhaba Istanbul

Setelah lebih kurang 4 J 30 menit, kami sampai di Gerbang Peradaban Timur dan Barat “The Gates of the East and West”, Konstantinopel/ Istanbul. MasyaAllah...kota dengan sejarah panjang yang dijanjikan bagi kaum Muslimin.

Melewati Selat Bosporus yang amazing, Vodafone Park (Besiktas), Istana Topkapi, dan Jembatan laut Galata yang banyak orang mancing mania, lalu kami mulai ke berbagai tempat asyik di Turki, melintasi dua benua dalam hitungan detik. Setelah itu mampir dulu makan siang, hidangan Roti Arab dan “Nasi Kucing” Istanbul.

Destinasi wisata pertama yang kami kunjungi di antaranya adalah BlueMosque, Hippodrome, Masjid Al-Fatih, dan Hagia Sophia. Terkhusus, membahas Hagia Shopia tentu sangat luar biasa, bangunan ini bersejarah banget bagi masyarakat Turki bahkan dunia. Awalnya adalah Katedral Ortodoks, diubah jadi Katedral Katolik Roma ketika Kekaisaran Latin berkuasa. Kemudian, Utsmaniyah berkuasa di bawah Sultan Muhammad Al-Fatih (1453) Hagia Sophia berubah jadi masjid. Saat Republik Turki, jadi Museum (1935). Kemudian jadi masjid lagi setelah 86 tahun, tepatnya pada 24 Juli 2020 oleh Presiden Recep Tayyip Erdogan. MasyaAllah!

Tentu acara spesialnya hari ini adalah kunjungan IISE ke kantor AKDAV Foundation yaitu Yayasan Volenteer yang concern dalam bidang pendidikan, dan solidaritas. Di sini, berkumpul anak-anak muda luar biasa. Mereka bukan saja mahasiswa yang sedang belajar tapi juga praktisi di bidang-bidang profesional. AKDAV menyambut kami dengan luar biasa, suguhan makanan khas turki membuat perut kami kekenyangan. Setelah itu, lanjut acara sharing mengenai potensi zakat di Indonesia, dan pihak AKDAV juga menjelaskan seputar pendidikan di Turki. Lalu, kami menuju Hotel Pullman Istanbul Hotel untuk Istirahat. Sebelumnya, shalat Jamak Magrib-Isya terlebih dahulu sebelum tidur malam pertama di kota Istanbul.

Setelah istirahat panjang di Pullman Hotel, bangun Subuh, prepare lalu sarapan dengan makanan khas Turki. Ternyata ada telor dadar juga hehe. And then, kami melanjutkan kunjungan ke Istanbul University. Hamzah, Munteha, dan teman-teman AKDAV sudah stand by di kampus sejak pagi, lalu mengajak kami mengelilingi kampus tertua di Turki. Bangunan klasik dengan ornamen Indah, burung camar dan gagak menghiasi puncak musim gugur. Aku sempat masuk ke Fakultas Politik, melihat mahasiswa yang sedang belajar dalam kelas. Sebagian peserta IISE menaiki menara yang ada di tengah-tengah kampus, menikmati keindahan pemandangan yang sangat menakjubkan. Meskipun semakin dingin, aku ngobrol lama sama Hamzah sembari menyusuri taman-taman kampus. Dia sedang menyelesaikan masternya di kampus ini. Dia juga bercerita mengenai sistem perkuliahan khususnya di Fakultas Hukum.

Menuju Bursa

Kemudian, perjalanan ke Bursa melewati bukit-bukit Indah. Di bawahnya pohon-pohon Zaitun yang diberkahi seakan mengucapkan: Marhaba saudara-saudara kami Indonesia. Teşekkür ederim. Sampai di Bursa, kami langsung menikmati Jus Delima, Anggur, dan Jeruk serta makan siang di Restoran Yüce Hünkar di bawah bukit-bukit Bursa. Shalat Jamak Dhuhur dan Asar di Green Musque.

Di Bursa, kami juga berkunjung ke Uludag University. Bertemu beberapa ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI). Konon, mahasiswa Indonesia di Uludag lebih kurang 250 mahasiswa. Mas Nuha, Zidny, dan Jeje. Mereka menarjamahkan apa yang disampaikan pihak kampus dalam Bahasa Turki ke bahasa Indonesia. Memasuki beberapa ruangan penting kampus. Kampus Uludag sangat luas, dan lengkap. Punya satu lapangan sepakbola yang besar, pacuan kuda, dan dua lapangan futsal, dan beberapa asrama mahasiswa. Kami dijamu makan sore dengan hidangan sup lezat khas Turki.

Lalu, kami bermalam di Koza Hotel yang berdekatan dengan apartemen mahasiswa Indonesia. “Delapan puluh persen mahasiswa Indonesia yang kuliah di Uludag tinggal di daerah sini,” kata Mas Jeje, salah satu mahasiswa doktor dari Jakarta. Dia juga ternyata akrab dengan mas Dinil, temanku yang kuliah di Marmara University.

Usai shalat Magrib - Isya, peserta IISE makan malam & Ngeteh bersama PPI di Lobby Koza. Acara dilanjutkan dengan perkenalan dan sharing session, tentu mereka ngomongin masalah pendidikan, utamanya pendidikan di Turki, lebih khusus lagi di Uludag University. Saya lihat seru sih, tapi aku sendiri gak bisa mengikuti sampai akhir, karena harus ke luar hotel bersama Mas Indar dan Ust Azwar, hanya untuk beli cukuran jenggot, anehnya kami malah bingung, bahasa Turkinya apa? Akhirnya, aku cari di google translate: "Sakal tıraşı, fiyat?" sambil dorong-dorangan depan pintu toko. Ngucapinnya juga blepotan, namun akhirnya punya cukuran jenggot juga.

Bersambung Pada Episode Cappadocia...

*) Penulis, Edi Sugianto Wakil Rektor III, Institut Al Ghurabaa Jakarta

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi timesindonesia.co.id

***

**) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

**) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim apabila tidak sesuai dengan kaidah dan filosofi TIMES Indonesia.



Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

EKORAN

TERBARU

  • Kementerian PUPR RI Raih Predikat Sangat Baik dalam Anugerah Meritokrasi 2021
    Kementerian PUPR RI Raih Predikat Sangat Baik dalam Anugerah Meritokrasi 2021
    08/12/2021 - 17:06
  • Tekan Angka Pengangguran, Pemkot Malang Kembangkan Aplikasi Job Fair Active
    Tekan Angka Pengangguran, Pemkot Malang Kembangkan Aplikasi Job Fair Active
    08/12/2021 - 17:00
  • Naik Pesawat ke Destinasi Liburan? Ini Tujuh Keuntungan yang Didapatkan
    Naik Pesawat ke Destinasi Liburan? Ini Tujuh Keuntungan yang Didapatkan
    08/12/2021 - 16:58
  • Biro Humas MPR RI Sambangi UMY, Siti Fauziah: Mahasiswa Harus Perangi Hoaks
    Biro Humas MPR RI Sambangi UMY, Siti Fauziah: Mahasiswa Harus Perangi Hoaks
    08/12/2021 - 16:55
  • DPR RI: Krakatau Steel Gagal Jaga Amanat Pemerintah Ciptakan Kemandirian Baja Nasional
    DPR RI: Krakatau Steel Gagal Jaga Amanat Pemerintah Ciptakan Kemandirian Baja Nasional
    08/12/2021 - 16:52

TIMES TV

Suara Merdu Dipikat Label Maia Estianty- Ninaya Ilena

Suara Merdu Dipikat Label Maia Estianty- Ninaya Ilena

05/11/2021 - 09:44

Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji

Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji
Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji

Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji
Pemkot Malang Kuatkan Infrastruktur Digital Penunjang Smart City Melalui Wifi Gratis

Pemkot Malang Kuatkan Infrastruktur Digital Penunjang Smart City Melalui Wifi Gratis
Profesor Kopi : Malang Gudangnya Kopi Robusta

Profesor Kopi : Malang Gudangnya Kopi Robusta

iGuides

  • Miliki Kolam Ombak Ikonik, Saygon Waterpark Iguides Recommended
    07/12/2021 - 20:06
  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00

KOPI TIMES

  • Urgensinya Komunikasi Dalam Kehidupan Sehari-Hari
    Urgensinya Komunikasi Dalam Kehidupan Sehari-Hari
    08/12/2021 - 16:02
  • Hak Asasi Manusia Dalam Sudut Pandang Demokrasi
    Hak Asasi Manusia Dalam Sudut Pandang Demokrasi
    08/12/2021 - 15:34
  • Kesetaraan Pendidikan Bagi Kaum Hawa
    Kesetaraan Pendidikan Bagi Kaum Hawa
    08/12/2021 - 14:38
  • Literasi Baca, Melestarikan Arsip Tekstual di Indonesia
    Literasi Baca, Melestarikan Arsip Tekstual di Indonesia
    07/12/2021 - 16:21
  • Akankah Permendikbud Ristek Berujung Pada Uji Materi di MA?
    Akankah Permendikbud Ristek Berujung Pada Uji Materi di MA?
    07/12/2021 - 15:13
  • Optimalisasi Program Sister School
    Optimalisasi Program Sister School
    07/12/2021 - 11:31
  • Kita Masih Telanjang
    Kita Masih Telanjang
    07/12/2021 - 10:42
  • Lingkungan Hidup dan Ekopedagogi dalam Pendidikan Agama Islam
    Lingkungan Hidup dan Ekopedagogi dalam Pendidikan Agama Islam
    07/12/2021 - 05:16

KULINER

  • Ide Snack Platter Terbaik untuk Teman Asyik di Rumah
    Ide Snack Platter Terbaik untuk Teman Asyik di Rumah
    08/12/2021 - 12:29
  • Q5 Steak Gelar Eating Challenge TikTok, Hadiah 2 Bulan Makan Sepuasnya
    Q5 Steak Gelar Eating Challenge TikTok, Hadiah 2 Bulan Makan Sepuasnya
    07/12/2021 - 13:16
  • Lontong Tahu Kuliner Khas Blora, Cita Rasa Unik dan Berbeda
    Lontong Tahu Kuliner Khas Blora, Cita Rasa Unik dan Berbeda
    07/12/2021 - 03:22
  • Makanan Lezat dan Konsep No Waste, Bikin Ketagihan Nongkrong di The G Flavours
    Makanan Lezat dan Konsep No Waste, Bikin Ketagihan Nongkrong di The G Flavours
    05/12/2021 - 13:12
  • Batu Street Food Hadir Lagi di Kota Batu
    Batu Street Food Hadir Lagi di Kota Batu
    04/12/2021 - 21:06