Kopi TIMES

Refleksi Hari Pahlawan Bagi Generasi Milenial

Kamis, 11 November 2021 - 13:20 | 46.44k
Refleksi Hari Pahlawan Bagi Generasi Milenial
Daris Wibisono Setiawan, S.S, M.Pd, Kepala SMAN 1 Sumber-Kabupaten Probolinggo.

TIMESINDONESIA, BONDOWOSO – Hari pahlawan 10 November merupakan sebuah peristiwa penting yang telah tercatat dengan tinta emas sejarah bangsa Indonesia. Sejarah lahirnya hai pahlawan tentu saja tidak dapat dipisahkan dengan rekam jejak perjuangan santri dan kyai yang termaktub dalam resolusi jihad, 20 hari sebelum 10 November 1945 dan pada akhirnya melalui Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015 ditetapkan menjadi Hari Santri Nasional.

Pertempuran 10 November 1945 merupakan peristiwa heroik yang menentukan eksistensi bangsa Indoenesia yang baru 17 Agustus 1945 memproklamirkan kemerdekaan. Andaikan saja para santri dan arek-arek Suroboyo atas restu ulama tidak melakukan perlawanan kepada NICA, maka kemerdekaan Indonesia tidak akan pernah mendapatkan legitimasi dari negara-negara dunia.

Pertempuran Surabaya yang berlangsung 3 minggu 3 hari tersebut meskipun dimenangkan oleh AFNEI (Allied Forces Netherlands East Indies) dan tentara Belanda NICA, akan tetapi tewasnya Brigadir Jenderal Aubertin Walter Sothern Mallaby dan juga Brigadir Jenderal obert Guy Loder Symonds mengguncangkan dunia internasional. Tewasnya dua jenderal tersebut menjadi kemenangan strategis dan psikologis santri dan arek-arek Suroboyo dan pada akhirnya kedaulatan kemerdekaan Indonesia tetap tidak tergoyahkan. 

Founding Fathers bangsa Indonesia Presiden Soekarno melalui Keppres Nomor 316 Tahun 1959 tepatnya 16 Desember 1959 menetapkan 10 November sebagai peringatan hari pahlawan. Pahlawan digambarkan sebagai apresiasi bagi siapapun yang nyata-nyata melakukan perjuangan melawan, mengusir, merebut, hingga mempertahankan kemerdekaan dari segala bentuk ancaman penjajah. Nilai-nilai kepahlawanan merupakan nilai luhur yang telah dilakukan oleh para pahlawan bangsa yang bertaruh nyawa demi kemerdekaan Indonesia seutuhnya. Nilai-nilai itulah yang seharusnya terus digelorakan kepada generasi penerus bangsa dan selanjutnya diaktualisasikan dengan praktik-praktik baik untuk membangun peradaban bangsa. Lantas bagaimana generasi milenial memaknai pahlawan?

Menarik sekali mencermati pendapat Kafashan (2007) yang menyebut adanya perkembangan definisi kepahlawanan dari tempoe doloe hingga masa kini. Pertama adalah pahlawan prototipikal, sosok pahlawan yang dikenal dengan keberaniannya mengorbankan jiwa raga menghadapi resiko tinggi bahkan siap mati. Kedua adalah pahlawan dongeng, sosok pahlawan fiksi yang faktanya mampu dihadirkan sebagai pahlwan sejati bagi pemujanya. Pahlawan tersebut seperti; Superman, Hitman, Spiderman, Batman, dan super hero lainnya dengan sekian followersnya. Pahlawan fiksi tersebut dikenal sebagai pembela kebenaran, soultif dan penolong kelas dewa bagi kaum yang lemah. Ketiga adalah pahlawan olah raga yang karena kegigihan perjuangannya dan akhirnya menjadi pemenang yang membanggakan.  

Definisi pahlawan semakin majunya perkembangan jaman, semakin luas pula definisinya, mulai dari pahlawan wirausaha/bisnis, artis, youtuber, dan pahlawan aplikasi developer lainnya. Tidak mengherankan kiranya meskipun sedikit geli mendengarnya, jika penemu Gojek yang sekarang menjadi panglima pendidikan Mas Menteri Nadiem Makarim adalah pahlawan kelancaran dan kemudahan beraktivitas menyusuri jalan raya. Artinya, pada era revolusi industri 4.0 ini generasi milenial tentu saja mempunyai koleksi definisi pahlawan sesuai seleranya, yang tentu saja tidak sekedar pahlawan perang dengan bambu runcing di tangannya, namun pahlawan digital dengan pengawal robotica yang canggih. 

Kemampuan generasi milenial untuk menterjemahkan definisi pahlawan sesuai dengan persepsinya menjadi pisau bermata dua. Akan menjadi petaka tentunya jika generasi milenial tidak mampu menghadirkan kembali nilai-nilai karakter pahlawan nasional yang perjuangan dan pengorbanan tanpa pamrihnya tidak bisa ditemukan lagi pada jaman sekarang. Akan tetapi, tidak salah juga jika generasi milenial mempunyai pahlawan-pahlawan kekinian sebagai sumber inspirasi penuntun laju masa depannya sekaligus sebagai jalannya mengharumkan Bangsa Indonesia.       

Generasi milenial terlahir bukan pada masa penjajahan, perjuangan menuju kemerdekaan, dan perjuangan mempertahankan kemerdekaan atas pergolakan-pergolakan yang mengancam disintegrasi bangsa. Generasi milenial hanya mendengar cerita dan membaca sejarah bagaimana pahlawan tulus ikhlas dan berani menghibahkan nyawa sebagai konsekuensi perjuangan. Maka dari itu, generasi milenial sangat penting untuk mentraformasikan nilai-nilai kepahlawanan tersebut menjadi pola sikap perilaku sesuai dengan jamannya sekarang dalam mempertahankan eksistensi negara. 

Selaras dengan apa yang diwasiatkan oleh Bung Karno yang syarat penuh makna, “perjuanganku lebih mudah karena melawan penjajah, namun perjuangan kalian akan lebih sulit karena melawan bangsa sendiri”. Bangsa Indonesia yang berdiri kokoh di atas keberagaman suku, agama, bahasa dan terbentang begitu luas dari Sabang hingga Merauke, dari Miamas hingga pulau Rote pada era digital ini tentu saja mudah untuk tercabik-cabik keberagamannya. Potret tergerusnya nilai-nilai pendidikan karakter generasi milenial yang terjebak pada hedonisme, pergaulan bebas, kenakalan remaja, penyalahgunaan Narkoba, dan perilaku menyimpang lainnya harus dipadamkan. Generasi milenial harus mampu berjuang mencipatkan kreativitas dan inovasi, mampu berfikir krtis dan memecahkan masalah, dedikasi tinggi melindungi yang lemah dan kaum minoritas, menumbuhkan dan menularkan budaya karakter yang luhur adalah wujud nyata cermin kepahlawanan generasi milenial.  

Momentum peringatan hari pahlawan harus mampu dijadikan starting point revolusi mental khususnya bagi generasi milenial, sehingga tidak hanya memaknai hari pahlawan sebatas upacara bendera, namun substansinya adalah penjiwaan nilai-nilai luhur kepahlawanan. Sekolah sebagai lembaga pendidikan merupakan persemaian yang subur dalam penguatan pendidikan karakter generasi milenial. Revitalisasi implementasi penguatan pendidikan karakter yang sejatinya telah diluncurkan oleh Kemdiknas pada tahun 2010 melalui penanaman 18 nilai pendidikan karakter antara lain; religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat/komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, dan tanggung jawab harus terus dikuatkan kembali kepada peserta didik.

Mas menteri Nadiem Makarim sebagai sosok perwujudan generasi milenial menjalankan perahu besar KemdikbudRistekDikti dengan mengusung visi besar mewujudkan Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian melalui terciptanya Profil Pelajar Pancasila. Profil Pelajar Pancasila tersebut meliputi; (1) Beriman, Bertakwa kepada Tuhan YME, dan Berakhlak Mulia yang memuat lima elemen kunci yaitu; akhlak beragama; akhlak pribadi; akhlak kepada manusia; akhlak kepada alam; dan akhlak bernegara, (2) Kebhinekaan Global yang meliputi; mengenal dan menghargai budaya, kemampuan komunikasi interkultural dalam berinteraksi dengan sesama, dan refleksi dan tanggung jawab terhadap pengalaman kebhinekaan, (3) Gotong Royong yang meliputi, kemampuan kolaborasi, tumbuhnya rasa kepedulian yang tinggi, dan sikap perilaku berbagi kepada semua orang, (4) Mandiri dengan harapan munculnya kesadaran akan diri dan situasi yang dihadapi serta regulasi diri. (5) Bernalar Kritis yang meliputi; kemampuan memperoleh dan memproses informasi dan gagasan, menganalisis dan mengevaluasi penalaran, serta kemampuan merefleksi dan mengevaluasi pemikirannya sendiri, dan (6) Kreatif dengan cakupan; mampu menghasilkan gagasan yang orisinal, mampu menghasilkan karya dan tindakan yang orisinal, dan memiliki keluwesan berpikir dalam mencari alternatif solusi permasalahan yang ada. Selamat Hari Pahlawan, semoga terus bertumbuhan pahlawan milenial dari Profil Pelajar Pancasila.

***

*)Oleh : Daris Wibisono Setiawan, S.S, M.Pd, Kepala SMAN 1 Sumber-Kabupaten Probolinggo.

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi timesindonesia.co.id

***

**) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

**) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim apabila tidak sesuai dengan kaidah dan filosofi TIMES Indonesia.



Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

EKORAN

TERBARU

  • Capture a Picturesque View at Banyu Tibo Beach Pacitan
    Capture a Picturesque View at Banyu Tibo Beach Pacitan
    06/12/2021 - 03:29
  • Check the Health Benefit of This Amazing Herbal Essential Oil Has
    Check the Health Benefit of This Amazing Herbal Essential Oil Has
    06/12/2021 - 01:26
  • Pemerintah Qatar Teken MoU dengan PBNU untuk Bangun 100 Masjid dan 10 RS di Indonesia
    Pemerintah Qatar Teken MoU dengan PBNU untuk Bangun 100 Masjid dan 10 RS di Indonesia
    06/12/2021 - 00:30
  • Syarief Hasan Dukung Jadwal Pilpres 2024 dari KPU RI
    Syarief Hasan Dukung Jadwal Pilpres 2024 dari KPU RI
    05/12/2021 - 23:40
  • Mudahkan Akses Informasi, Ini Terobosan Pemkot Madiun
    Mudahkan Akses Informasi, Ini Terobosan Pemkot Madiun
    05/12/2021 - 23:27

TIMES TV

Suara Merdu Dipikat Label Maia Estianty- Ninaya Ilena

Suara Merdu Dipikat Label Maia Estianty- Ninaya Ilena

05/11/2021 - 09:44

Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji

Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji
Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji

Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji
Pemkot Malang Kuatkan Infrastruktur Digital Penunjang Smart City Melalui Wifi Gratis

Pemkot Malang Kuatkan Infrastruktur Digital Penunjang Smart City Melalui Wifi Gratis
Profesor Kopi : Malang Gudangnya Kopi Robusta

Profesor Kopi : Malang Gudangnya Kopi Robusta

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Abad ke-2 Nahdlatul Ulama dan Penguatan Ekosistem Teknologi
    Abad ke-2 Nahdlatul Ulama dan Penguatan Ekosistem Teknologi
    05/12/2021 - 18:37
  • Calon Alternatif Solusi di Muktamar ke-34 NU di Lampung
    Calon Alternatif Solusi di Muktamar ke-34 NU di Lampung
    04/12/2021 - 17:12
  • Paradigma Kurikulum Baru
    Paradigma Kurikulum Baru
    04/12/2021 - 11:07
  • Urgensi Media Sebagai Sarana Publikasi dan Informasi Pemerintah Daerah
    Urgensi Media Sebagai Sarana Publikasi dan Informasi Pemerintah Daerah
    03/12/2021 - 19:35
  • Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di Akhir Tahun 2021
    Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di Akhir Tahun 2021
    03/12/2021 - 18:14
  • Panggung Sandiwara Undang-Undang Inkonstitusional
    Panggung Sandiwara Undang-Undang Inkonstitusional
    03/12/2021 - 12:12
  • Kepemimpinan Masa Depan: Generasi Tangguh dan Bertumbuh
    Kepemimpinan Masa Depan: Generasi Tangguh dan Bertumbuh
    03/12/2021 - 11:33
  • Pilkada 2024: Polemik Masa Jabatan Kepala Daerah
    Pilkada 2024: Polemik Masa Jabatan Kepala Daerah
    03/12/2021 - 10:29

KULINER

  • Makanan Lezat dan Konsep No Waste, Bikin Ketagihan Nongkrong di The G Flavours
    Makanan Lezat dan Konsep No Waste, Bikin Ketagihan Nongkrong di The G Flavours
    05/12/2021 - 13:12
  • Batu Street Food Hadir Lagi di Kota Batu
    Batu Street Food Hadir Lagi di Kota Batu
    04/12/2021 - 21:06
  • Lezat Gurih Almond Tart Abon Lapis Kukus Pahlawan
    Lezat Gurih Almond Tart Abon Lapis Kukus Pahlawan
    04/12/2021 - 16:22
  • Selain Ayam Taliwang, Gastronomi NTB Punya Singang dan Olahan Ikan Napoleon
    Selain Ayam Taliwang, Gastronomi NTB Punya Singang dan Olahan Ikan Napoleon
    04/12/2021 - 15:21
  • Tjingkir Songo Mojokerto, Kedai Makan yang Usung Konsep Kuliner Ala Jawa
    Tjingkir Songo Mojokerto, Kedai Makan yang Usung Konsep Kuliner Ala Jawa
    04/12/2021 - 03:22