Kopi TIMES

Puan dan Hegemoni Pemimpin Laki-Laki

Rabu, 03 November 2021 - 13:26 | 19.87k
Puan dan Hegemoni Pemimpin Laki-Laki
Joko Yuliyanto, Penggagas Komunitas Seniman NU. Penulis buku dan naskah drama. Aktif menulis opini di media daring dan luring.

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Kepak Sayap Kebhinnekaan. Baliho tersebut masih sering ditemui di jalan raya. Terpampang jelas gambar sosok Puan Maharani dan logo Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Tentu memiliki motif politik, mengingat Puan bukan simbol fundamental dari PDIP. Ada Megawati Soekarnoputri yang menjadi ketua umum partai dan Joko Widodo sebagai kader partai yang menjabat presiden. Kemudian juga ada kader potensial lain seperti Ganjar Pranowo dan Tri Risma Harini.

Jika dikaitan dengan pesta demokrasi tahun 2024, baliho tersebut dipersiapkan untuk menggusur eksistensi Ganjar Pranowo yang sempat konflik dengan internal partai karena dianggap terlalu gegabah memprokalimirkan diri sebagai calon presiden. Puan yang sekarang menjabat ketua DPP PDIP dan DPR RI dianggap lebih pantas merepresentasikan partai dibandingkan Ganjar.

Meskipun dalam survei terakhir elektabilitas Puan masih di bawah 1 persen (0,6 persen), namun berdasarkan survei tingkat popularitas dan likeabilitas tokoh dari Institute for Democracy & Strategic Affairs (Indostrategic) menempatkan Puan diurutan keenam setelah berturut Prabowo Subianto, Sandiaga Uno, Anies Baswedan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), dan Ridwan Kamil.

PDIP sebagai partai pemenang di 2 pemilu terakhir kurang berhasil mengangkat elektabilitas kadernya pada pemilu 2024. Tokoh politik seperti Puan, Ganjar, dan Risma masih tertinggal dari Prabowo dan Anies. Belum lagi munculnya pesaing nonpartai seperti Sandiaga Uno, Erick Thohir, dan Gatot Nurmantyo.

Menarik melihat pertempuran tokoh politik tahun 2024 yang harus dibatasi dengan UU No. 7 Tahun 2017 tentang Pemilu yang menentukan presidential treshold sebesar 20 persen dari jumlah kursi DPR atau memperoleh 25% dari suara sah secara nasional pada Pemilu anggota DPR sebelumnya. Ambang batas tersebut yang menjadi kendala tokoh-tokoh potensial sulit untuk mencalonkan diri menjadi presiden.

Apalagi iklim politik identitas sejak tahun 2014 yang menghendaki munculnya 2 tokoh untuk merepresentasikan peran nasionalis dan agamis (Islam). Tentu setiap partai mempunyai strategi masing-masing untuk melakukan lobi politik. Memperbaiki komunikasi publik agar tidak menimbulkan konflik antarpartai. Selain itu, dibutuhkan pondasi partai yang kokoh disertai iming-iming jabatan untuk melancarkan proses administrasi menjadi calon presiden tahun 2024.

10 tahun diperlihatkan kepemimpinan tokoh sipil seperti Jokowi, membuat calon presiden harus cermat menggaet massa agar selaras dengan tipe kepimimpinan yang merakyat dan bekerja keras. Selanjutnya calon pemimpin juga harus bisa menghilangkan stigma negatif Jokowi seperti pegingkaran janji kampanye, sikap diktator atau otoriter, hingga kegagalan penuntasan pelanggaran HAM. 

Pemimpin Perempuan

Saat ini, hanya Khofifah Indar Parawansa gubernur perempuan di Indonesia. Beliau menjadi gubernur Jawa Timur tercatat mulai tanggal 13 Februari 2019 hingga 13 Februari 2024. Selebihnya, gubernur di Indonesia masih didominasi pemimpin laki-laki. Namun di tingkat legislatif, keterwakilan anggota DPR RI di periode 2019-2024 mencapai 20,5 persen. Ada sekitar 118 Anggota Dewan dari total 575 Anggota terpilih yang menunjukan potensi keterlibatan perempuan di ranah politik nasional.

Megawati merupakan satu-satunya tokoh perempuan yang pernah menjadi presiden di Indonesia. Itu pun bukan terpilih karena pemilu, melainkan menggantikan posisi Abdurrahman Wahid (presiden sebelumnya) yang lengser tahun 2001. Ketika sejarah pemilu 2004 yang melibatkan partisipasi rakyat (memilih langsung), Megawati yang berpasangan dengan Hasyim Muzadi (39,38 persen) kalah telak dengan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Jusuf Kalla (60,62 persen). Kemudian di pemilu berikutnya tahun 2009, Megawati kembali dipecundangi SBY yang menang mutlak pada putaran pertama.

Paradigma patriarki dari faktor budaya dan agama mendorong masyarakat lebih mempercayai kepemimpinan laki-laki dibandingkan perempuan. Pemimpin perempuan dilekati 4 setereotip oleh masyarakat, yaitu sebagai: the earth mother (ibu bumi), the manipulator (manipulator), the workaholic (gila kerja), dan the egalitarian (egaliter). 

Dalam teori kepemimpinan modern, status gender tidak begitu diperhatikan dalam menciptakan kondisi organisasi (kepemerintahan) yang baik. Persyaratan penting bagi kesuksesan pemimpin (kepemimpinan) dalam mengemban peran, tugas, fungsi, dan tanggungjawabnya masing-masing adalah kompetensi dan kapabilitas. Pemimpin harus mampu mengonsepsitualisasikan visi dan perubahan. Selain itu pemimpin juga harus memiliki pengetahuan, keterampilan dan pemahaman untuk mengtransformasikan visi menjadi etos dan kultur akademis kedalam aksi nyata.

Penciptaan kepopuleran tokoh perempuan melalui Puan Maharani akan menjadi dekonstruksi pemahaman kesetaraan gender yang lebih universal. Perempuan masih dianggap kurang cakap dalam memimpin negara. Setidaknya kemunculan tokoh-tokoh politik perempuan di Indonesia sedikit menggoyang hegemoni kepemimpinan laki-laki di Indonesia, meskipun diakui bahwa kepemimpinan laki-laki masih akan mendominasi pemilu tingkat regional dan nasional beberapa tahun ke depan.

***

*) Oleh: Joko Yuliyanto, Penggagas Komunitas Seniman NU. Penulis buku dan naskah drama. Aktif menulis opini di media daring dan luring.

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi timesindonesia.co.id

***

**) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

**) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim apabila tidak sesuai dengan kaidah dan filosofi TIMES Indonesia.



Publisher : Sofyan Saqi Futaki

EKORAN

TERBARU

  • Presiden RI: Korupsi Hambat Penciptaan Lapangan Kerja
    Presiden RI: Korupsi Hambat Penciptaan Lapangan Kerja
    09/12/2021 - 12:23
  • Ketua MPR RI Apresiasi Keberhasilan Polri Menjadi Lembaga Paling Dipercaya Publik
    Ketua MPR RI Apresiasi Keberhasilan Polri Menjadi Lembaga Paling Dipercaya Publik
    09/12/2021 - 12:18
  • Gunawan Wibisono: Pancasila Kebutuhan Hidup Kita
    Gunawan Wibisono: Pancasila Kebutuhan Hidup Kita
    09/12/2021 - 12:10
  • Kampoeung Ikan Jatihurip Segera Dibuka, Hadirkan Wisata Edukasi dan Kuliner¬†
    Kampoeung Ikan Jatihurip Segera Dibuka, Hadirkan Wisata Edukasi dan Kuliner 
    09/12/2021 - 12:02
  • Diretas, Kanal YouTube BNPB Ganti Nama Jadi Ethereum 2.0
    Diretas, Kanal YouTube BNPB Ganti Nama Jadi Ethereum 2.0
    09/12/2021 - 11:54

TIMES TV

Suara Merdu Dipikat Label Maia Estianty- Ninaya Ilena

Suara Merdu Dipikat Label Maia Estianty- Ninaya Ilena

05/11/2021 - 09:44

Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji

Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji
Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji

Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji
Pemkot Malang Kuatkan Infrastruktur Digital Penunjang Smart City Melalui Wifi Gratis

Pemkot Malang Kuatkan Infrastruktur Digital Penunjang Smart City Melalui Wifi Gratis
Profesor Kopi : Malang Gudangnya Kopi Robusta

Profesor Kopi : Malang Gudangnya Kopi Robusta

iGuides

  • Miliki Kolam Ombak Ikonik, Saygon Waterpark Iguides Recommended
    07/12/2021 - 20:06
  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00

KOPI TIMES

  • Catatan Jogja Corruption Watch terhadap Penanganan Dugaan Korupsi di Yogyakarta
    Catatan Jogja Corruption Watch terhadap Penanganan Dugaan Korupsi di Yogyakarta
    09/12/2021 - 10:19
  • Refleksi Hari Anti Korupsi, Masyarakat Semakin Anti Korupsi?
    Refleksi Hari Anti Korupsi, Masyarakat Semakin Anti Korupsi?
    08/12/2021 - 18:22
  • Kondisi Ketenagakerjaan dan Pengangguran di Indonesia
    Kondisi Ketenagakerjaan dan Pengangguran di Indonesia
    08/12/2021 - 17:31
  • Urgensinya Komunikasi Dalam Kehidupan Sehari-Hari
    Urgensinya Komunikasi Dalam Kehidupan Sehari-Hari
    08/12/2021 - 16:02
  • Hak Asasi Manusia Dalam Sudut Pandang Demokrasi
    Hak Asasi Manusia Dalam Sudut Pandang Demokrasi
    08/12/2021 - 15:34
  • Kesetaraan Pendidikan Bagi Kaum Hawa
    Kesetaraan Pendidikan Bagi Kaum Hawa
    08/12/2021 - 14:38
  • Literasi Baca, Melestarikan Arsip Tekstual di Indonesia
    Literasi Baca, Melestarikan Arsip Tekstual di Indonesia
    07/12/2021 - 16:21
  • Akankah Permendikbud Ristek Berujung Pada Uji Materi di MA?
    Akankah Permendikbud Ristek Berujung Pada Uji Materi di MA?
    07/12/2021 - 15:13

KULINER

  • Ide Snack Platter Terbaik untuk Teman Asyik di Rumah
    Ide Snack Platter Terbaik untuk Teman Asyik di Rumah
    08/12/2021 - 12:29
  • Q5 Steak Gelar Eating Challenge TikTok, Hadiah 2 Bulan Makan Sepuasnya
    Q5 Steak Gelar Eating Challenge TikTok, Hadiah 2 Bulan Makan Sepuasnya
    07/12/2021 - 13:16
  • Lontong Tahu Kuliner Khas Blora, Cita Rasa Unik dan Berbeda
    Lontong Tahu Kuliner Khas Blora, Cita Rasa Unik dan Berbeda
    07/12/2021 - 03:22
  • Makanan Lezat dan Konsep No Waste, Bikin Ketagihan Nongkrong di The G Flavours
    Makanan Lezat dan Konsep No Waste, Bikin Ketagihan Nongkrong di The G Flavours
    05/12/2021 - 13:12
  • Batu Street Food Hadir Lagi di Kota Batu
    Batu Street Food Hadir Lagi di Kota Batu
    04/12/2021 - 21:06