Kopi TIMES

Membangun Kesadaran Atas Kekerasan Berbasis Gender Terhadap Perempuan

Selasa, 26 Oktober 2021 - 00:27 | 49.07k
Membangun Kesadaran Atas Kekerasan Berbasis Gender Terhadap Perempuan
Fita Dwi Oktavia, Mahasiswi Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Peradaban Bumiayu.
Editor: Ronny Wicaksono

TIMESINDONESIA, BANYUMAS – Kekerasan berbasis gender (KBG) atau gender based violence adalah kekerasan yang secara spesifik dialami oleh perempuan karena adanya relasi gender yang tidak setara antara laki-laki dan perempuan. KBG merupakan salah satu bentuk diskriminasi terhadap perempuan.

Menurut UU No. 7 tahun 1984 tentang Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi terhadap Perempuan, mendefinisikan diskriminasi terhadap perempuan sebagai: '… segala bentuk pembedaan, eksklusi, dan pembatasan berbasis jenis kelamin yang berdampak atau bertujuan untuk mencederai atau menghilangkan rekognisi, kesenangan atau pergerakan perempuan, terlepas dari status perkawinannya, berbasis kesetaraan antara laki-laki dan perempuan, atas hak asasi manusia dan kebebasan fundamental dalam ranah politik, ekonomi, social, budaya, sipil, dan ranah-ranah lainnya'. Dengan demikian, kekerasan terhadap perempuan hanya karena ia seorang perempuan akan berdampak pada pemenuhan hak asasi perempuan lainnya.

Kekerasan yang secara langsung ditujukan pada perempuan hanya karena ia perempuan, atau kekerasan yang mempengaruhi perempuan secara tidak proporsional. Termasuk di dalamnya mencakup tindakan yang menimbulkan kerugian fisik, mental, dan atau seksual maupun penderitaan, ancaman akan tindakan semacam itu, koersi dan bentuk-bentuk perampasan kebebasan lainnya sebaiknya tidak perlu dilanggengkan lagi. Perempuan berhak untuk memilih jalan hidupnya. Kepemilikan tubuh perempuan termasuk dalam hal berpikir serta bertanggung jawab atas pilihan hidup yang ditempuh adalah sepenuhnya milik perempuan sendiri, bukan menjadi hak milik orang lain yang berusaha membuat tak berdaya. 

Budaya kekerasan yang seringkali terdengar dan bahkan tak jarang berseliweran setiap hari baik dalam dunia nyata maupun ranah digital adalah terkait perkosaan pada perempuan, baik dalam ranah privat maupun ranah public, terikat maupun tidak terikat dalam ikatan pernikahan. Budaya perkosaan telah meresap dan tertanam dalam cara berpikir, berbicara, dan bertindak dalam kehidupan sehari-hari. UN Women mendefinisikan itu sebagai 'Rape culture is the social environment that allows sexual violence to be normalized and justified, fueled by the persistent gender inequalities and attitudes about gender and sexuality'. 

Bentuk budaya perkosaan ini seperti menyalahkan korban (blaming victim) yang dinilai menginginkannya atau bertanggung jawab atas kekerasan seksual yang menimpanya. Meremehkan kekerasan seksual dengan menganggap wajar perilaku anak lelaki atau lelaki, lelucon eksplisit secara seksual, mentoleransi pelecehan seksual, memperhatikan dan terus mengamati cara berpakaian seseorang, melihat kondisi mental, motif, dan sejarah korban secara terbuka, menampilkan kekerasan berbasis gender yang serampangan dalam sejumlah film dan televisi, mendefinisikan 'kejantanan' sebagai dominan dan agresif seksual sebaliknya mendefinisikan 'keperempuanan' sebagai penurut dan pasif secara seksual dan membangun mitos-mitos lainnya terkait kekerasan seksual. 

Budaya ini tentunya mempengaruhi setiap perempuan. Kekerasan seksual menjadi bayangan hitam yang terus menghantui perempuan, yang mana menyebabkan penurunan rasa percaya diri, penurunan value diri, terror yang terus mendera, dan pembatasan ruang gerak dan langkah bagi semua perempuan. Akibatnya kebanyakan perempuan dan juga anak perempuan membatasi sendiri perilaku mereka karena adanya bayangan hitam yang menghantuinya dan menyebabkan ketakutan akan mendapatkannya. Lelaki, secara umum tidak mendapatkannya, walau bagaimanapun lelaki tetap berpotensi menjadi korban kekerasan seksual. 

Siklus rasa takut ini tak jarang diwariskan secara terus menerus dan turun temurun. Kurangnya pengetahuan dan narasi mengenai pentingnya edukasi seks sejak dini masih terus terjadi, seolah mengajarkan sex education adalah tentang mengajarkan hubungan intim antara laki-laki dan juga perempuan, fakta sebenarnya adalah lebih dari itu bukan hanya membahas mengenai hubungan intim yang terjadi antara laki-laki dan perempuan namun yang perlu digaris bawahi adalah mengenai dampak, efek, dan risiko yang harus ditanggung dan diemban dalam waktu yang tidak bisa ditentukan secara singkat.

Sehingga dengan mengetahui dampak dan efek jangka panjang yang mesti diterima dan diemban tentu ini menjadi langkah pilihan yang diambil secara bijak dan rasional. Terlepas dari gender yang dimiliki, sebab keputusannya menyangkut dirinya, dan orang disekelilingnya yang terkadang bisa membawa dampak negative ataupun positif. 

Menurut pasal 2 CEDAW (Convention on the Elimination of All Forms of Discrimination Against Women) negara-negara Pihak mengutuk diskriminasi terhadap perempuan dalam segala bentuknya, dan bersepakat dengan segala cara yang tepat dan tanpa ditunda-tunda, untuk menjalankan suatu kebijakan yang menghapus diskriminasi terhadap perempuan.

Elemen kunci yang seharusnya ada dalam UU yang akan disusun untuk menghapus kekerasan seksual di antaranya yaitu adanya pencegahan, bentuk tindak pidana bagi pelaku, sanksi/pidana yang diterima pelaku, hukum acara khusus, hak pemulihan korban, pemantauan yang dilakukan terus menerus terhadap korban.  Keenam elemen tersebut sudah seharusnya terjalin dan menjadi lingkaran yang kuat untuk gerak bersama memerangi kekerasan seksual. Penghapusan salah satu elemen, akan menyebabkan penghapusan kekerasan seksual tidak utuh/komprehensif.

Selain itu perlunya pendampingan psikolog dan lembaga bantuan hukum bagi penyintas dalam mengawal kasus yang menimpanya perlu didukung oleh semua lapisan masyarakat agar kekerasan seksual yang terjadi dapat terminimalisir dan tidak terulang kembali. Sebab semua manusia baik laki-laki maupun perempuan berhak hidup aman, bahagia, tanpa ketakutan, kecemasan, dan diskriminasi.

Menjadi kuat bersama, bergerak bersama, saling bergandeng tangan dan mendukung sesama untuk maju berkembang dan berdaya sesuai kapasitas dan kemampuan diri. 

***

*) Oleh: Fita Dwi Oktavia, Mahasiswi Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Peradaban Bumiayu.

*)Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id

*) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

*) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

*) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim.



Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

EKORAN

TERBARU

  • Gelar Rakercab, HPN Ngawi Susun Langkah Strategis Pengusaha NU 
    Gelar Rakercab, HPN Ngawi Susun Langkah Strategis Pengusaha NU 
    08/12/2021 - 19:31
  • Polemik Pembongkaran Pasar Jungjang Cirebon Diwarnai Bentrok
    Polemik Pembongkaran Pasar Jungjang Cirebon Diwarnai Bentrok
    08/12/2021 - 19:27
  • TPKAD Pemkot Banjar Dikukuhkan, Ini Harapan Wali Kota
    TPKAD Pemkot Banjar Dikukuhkan, Ini Harapan Wali Kota
    08/12/2021 - 19:23
  • Peringati Hari Lahir ke-7, PMII Rayon Budi Utomo Angkat Refleksi Pergerakan
    Peringati Hari Lahir ke-7, PMII Rayon Budi Utomo Angkat Refleksi Pergerakan
    08/12/2021 - 19:19
  • Pemkot Gorontalo Dapat Penghargaan BKN Award 2021
    Pemkot Gorontalo Dapat Penghargaan BKN Award 2021
    08/12/2021 - 19:15

TIMES TV

Suara Merdu Dipikat Label Maia Estianty- Ninaya Ilena

Suara Merdu Dipikat Label Maia Estianty- Ninaya Ilena

05/11/2021 - 09:44

Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji

Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji
Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji

Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji
Pemkot Malang Kuatkan Infrastruktur Digital Penunjang Smart City Melalui Wifi Gratis

Pemkot Malang Kuatkan Infrastruktur Digital Penunjang Smart City Melalui Wifi Gratis
Profesor Kopi : Malang Gudangnya Kopi Robusta

Profesor Kopi : Malang Gudangnya Kopi Robusta

iGuides

  • Miliki Kolam Ombak Ikonik, Saygon Waterpark Iguides Recommended
    07/12/2021 - 20:06
  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00

KOPI TIMES

  • Refleksi Hari Anti Korupsi, Masyarakat Semakin Anti Korupsi?
    Refleksi Hari Anti Korupsi, Masyarakat Semakin Anti Korupsi?
    08/12/2021 - 18:22
  • Kondisi Ketenagakerjaan dan Pengangguran di Indonesia
    Kondisi Ketenagakerjaan dan Pengangguran di Indonesia
    08/12/2021 - 17:31
  • Urgensinya Komunikasi Dalam Kehidupan Sehari-Hari
    Urgensinya Komunikasi Dalam Kehidupan Sehari-Hari
    08/12/2021 - 16:02
  • Hak Asasi Manusia Dalam Sudut Pandang Demokrasi
    Hak Asasi Manusia Dalam Sudut Pandang Demokrasi
    08/12/2021 - 15:34
  • Kesetaraan Pendidikan Bagi Kaum Hawa
    Kesetaraan Pendidikan Bagi Kaum Hawa
    08/12/2021 - 14:38
  • Literasi Baca, Melestarikan Arsip Tekstual di Indonesia
    Literasi Baca, Melestarikan Arsip Tekstual di Indonesia
    07/12/2021 - 16:21
  • Akankah Permendikbud Ristek Berujung Pada Uji Materi di MA?
    Akankah Permendikbud Ristek Berujung Pada Uji Materi di MA?
    07/12/2021 - 15:13
  • Optimalisasi Program Sister School
    Optimalisasi Program Sister School
    07/12/2021 - 11:31

KULINER

  • Ide Snack Platter Terbaik untuk Teman Asyik di Rumah
    Ide Snack Platter Terbaik untuk Teman Asyik di Rumah
    08/12/2021 - 12:29
  • Q5 Steak Gelar Eating Challenge TikTok, Hadiah 2 Bulan Makan Sepuasnya
    Q5 Steak Gelar Eating Challenge TikTok, Hadiah 2 Bulan Makan Sepuasnya
    07/12/2021 - 13:16
  • Lontong Tahu Kuliner Khas Blora, Cita Rasa Unik dan Berbeda
    Lontong Tahu Kuliner Khas Blora, Cita Rasa Unik dan Berbeda
    07/12/2021 - 03:22
  • Makanan Lezat dan Konsep No Waste, Bikin Ketagihan Nongkrong di The G Flavours
    Makanan Lezat dan Konsep No Waste, Bikin Ketagihan Nongkrong di The G Flavours
    05/12/2021 - 13:12
  • Batu Street Food Hadir Lagi di Kota Batu
    Batu Street Food Hadir Lagi di Kota Batu
    04/12/2021 - 21:06