Peristiwa Internasional

PCINU Tiongkok Angkat Bicara soal Statemen Menag RI, Soal Sejarah hingga Unfairness

Senin, 25 Oktober 2021 - 10:41 | 169.63k
PCINU Tiongkok Angkat Bicara soal Statemen Menag RI, Soal Sejarah hingga Unfairness
Rais Syuriah PCINU Tiongkok dan Rektor Unira Malang KH Drs Imron Rosyadi Hamid, SE. M.Si. (FOTO: Gus Imron for TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Rois Syuriyah PCINU Tiongkok KH Imron Rosyadi Hamid menilai, pernyataan Menag RI Yaqut Cholil Qoumas pada acara HSN beberapa hari lalu soal Depag (Kemenag) merupakan hadiah negara buat NU, haruslah dipandang sebagai bentuk penjelasan sejarah. 

"Selain penjelasan sejarah juga menjadi peringatan terhadap pihak-pihak lain yang selama ini sinis jika NU berada di pemerintahan," ucap Gus Imron, sapaan akrabnya.

Rektor Unira Malang ini menjelaskan, dalam sejarah berdirinya NKRI yang berusia 76 tahun, meskipun NU, kiai-kiai dan santri-santri ikut mengambil peran penting dalam masa pergerakan, persiapan, hingga mempertahankan kemerdekaan, namun NU tidak 'kemaruk' kekuasaan. 

NU selalu meletakkan kepentingan negara dan bangsa di atas kepentingan kelompok dan golongan. "Dan itu NU tidak pernah merasa iri jika ada orang non NU jadi presiden," sindirnya.

Dia lantas mencontohkan, Bung Karno yang berkuasa lebih dari 22 tahun adalah kader Muhammadiyah. Kala itu NU tidak pernah mempersoalkan background organisasi Bung Karno. Bahkan NU mendukung Bung Karno ketika dalam kesulitan.

"Saat itu negara menghadapi pemberontakan PRRI/ Permesta, DI/TII dll. Lalu NU memberinya gelar waliyul amri dloruri bi assyaukah," tandas Gus Imron.

Contoh lain, sambung dia, Presiden Soeharto yang berkuasa lebih dari 30 tahun juga kader Muhammadiyah. Saat itu sama sekali tidak memberikan tempat bagi warga NU duduk di posisi strategis. Termasuk di Depag saat itu. Kendati begitu, warga NU tetap loyal terhadap pemerintah.

Yang menarik, ketika KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sebagai satu-satunya representasi warga NU yang menduduki posisi presiden, baru berkuasa beberapa bulan saja sudah dijatuhkan dengan cara yang tidak bermartabat. 

"Siapa yang menjatuhkan Gus Dur dari posisi kepala pemerintahan?  Yang menjatuhkan Gus Dur adalah mereka yang "kemaruk" (serakah, Red) terhadap kekuasaan. Yang menjatuhkan Gus Dur adalah mereka yang merasa Indonesia hanya boleh dipegang oleh kelompoknya," terangnya. 

"Artinya apa, dalam 76 tahun Indonesia berdiri, warga NU hanya diberikan waktu 20 bulan saja untuk jadi presiden. Pertunjukan unfairness telah diukir dalam sejarah. Sekarang ketika NU mulai diberikan beberapa posisi strategis oleh Pemerintahan Jokowi, ada saja pihak yang mempermasalahkan terhadap portofolio yang diberikan kepada warga NU," sambungnya.

Karenanya, kata Imron, apa yang disampaikan Menag sudah benar bahwa Depag RI merupakan rintisan dari para tokoh-tokoh NU di pemerintahan. 

"Apa yang disampaikan Menag RI seharusnya menjadi bahan instrospeksi pihak lain yang selama ini terlalu serakah mengambil posisi di pemerintahan untuk kepentingan kelompok dan jaringan mereka," tandas rais syuriah PCINU Tiongkok ini. (*)



Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

EKORAN

TERBARU

  • Pengusaha Indonesia Sambut Baik Cryptocurrency dengan Memperkuat Komunitas 
    Pengusaha Indonesia Sambut Baik Cryptocurrency dengan Memperkuat Komunitas 
    05/12/2021 - 09:07
  • Gunung Semeru Meletus, Pertamina Pastikan Ketahanan Stok dan Kelancaran Distribusi BBM dan LPG
    Gunung Semeru Meletus, Pertamina Pastikan Ketahanan Stok dan Kelancaran Distribusi BBM dan LPG
    05/12/2021 - 08:47
  • Sebanyak 1.531 Personel Gabungan Amankan Pilkades Serentak di Kabupaten Malang
    Sebanyak 1.531 Personel Gabungan Amankan Pilkades Serentak di Kabupaten Malang
    05/12/2021 - 08:22
  • Erupsi Gunung Semeru tak Pengaruhi Aktivitas Penerbangan Bandara Internasional Banyuwangi
    Erupsi Gunung Semeru tak Pengaruhi Aktivitas Penerbangan Bandara Internasional Banyuwangi
    05/12/2021 - 08:11
  • Dua Kuda Nil di Kebun Binatang Belgia Positif Covid-19
    Dua Kuda Nil di Kebun Binatang Belgia Positif Covid-19
    05/12/2021 - 07:56

TIMES TV

Suara Merdu Dipikat Label Maia Estianty- Ninaya Ilena

Suara Merdu Dipikat Label Maia Estianty- Ninaya Ilena

05/11/2021 - 09:44

Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji

Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji
Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji

Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji
Pemkot Malang Kuatkan Infrastruktur Digital Penunjang Smart City Melalui Wifi Gratis

Pemkot Malang Kuatkan Infrastruktur Digital Penunjang Smart City Melalui Wifi Gratis
Profesor Kopi : Malang Gudangnya Kopi Robusta

Profesor Kopi : Malang Gudangnya Kopi Robusta

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Calon Alternatif Solusi di Muktamar ke-34 NU di Lampung
    Calon Alternatif Solusi di Muktamar ke-34 NU di Lampung
    04/12/2021 - 17:12
  • Paradigma Kurikulum Baru
    Paradigma Kurikulum Baru
    04/12/2021 - 11:07
  • Urgensi Media Sebagai Sarana Publikasi dan Informasi Pemerintah Daerah
    Urgensi Media Sebagai Sarana Publikasi dan Informasi Pemerintah Daerah
    03/12/2021 - 19:35
  • Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di Akhir Tahun 2021
    Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di Akhir Tahun 2021
    03/12/2021 - 18:14
  • Panggung Sandiwara Undang-Undang Inkonstitusional
    Panggung Sandiwara Undang-Undang Inkonstitusional
    03/12/2021 - 12:12
  • Kepemimpinan Masa Depan: Generasi Tangguh dan Bertumbuh
    Kepemimpinan Masa Depan: Generasi Tangguh dan Bertumbuh
    03/12/2021 - 11:33
  • Pilkada 2024: Polemik Masa Jabatan Kepala Daerah
    Pilkada 2024: Polemik Masa Jabatan Kepala Daerah
    03/12/2021 - 10:29
  • Terbang Sudah, Umrah Belum
    Terbang Sudah, Umrah Belum
    03/12/2021 - 08:25

KULINER

  • Batu Street Food Hadir Lagi di Kota Batu
    Batu Street Food Hadir Lagi di Kota Batu
    04/12/2021 - 21:06
  • Lezat Gurih Almond Tart Abon Lapis Kukus Pahlawan
    Lezat Gurih Almond Tart Abon Lapis Kukus Pahlawan
    04/12/2021 - 16:22
  • Selain Ayam Taliwang, Gastronomi NTB Punya Singang dan Olahan Ikan Napoleon
    Selain Ayam Taliwang, Gastronomi NTB Punya Singang dan Olahan Ikan Napoleon
    04/12/2021 - 15:21
  • Tjingkir Songo Mojokerto, Kedai Makan yang Usung Konsep Kuliner Ala Jawa
    Tjingkir Songo Mojokerto, Kedai Makan yang Usung Konsep Kuliner Ala Jawa
    04/12/2021 - 03:22
  • Pawon Jamur Blitar, Kreatif Olah Jamur Jadi Belasan Menu Tradisional
    Pawon Jamur Blitar, Kreatif Olah Jamur Jadi Belasan Menu Tradisional
    03/12/2021 - 17:01