Kopi TIMES

Refleksi Singkat Tentang Maulid

Sabtu, 23 Oktober 2021 - 00:29 | 48.53k
Refleksi Singkat Tentang Maulid
Sofiandi, Lc., MHI., Ph.D; Dosen di IAI Arrisalah INHIL-Riau.
Editor: Ronny Wicaksono

TIMESINDONESIA, RIAU – Semarak dan antusiasme umat Islam di Indonesia dalam merayakan maulid Nabi SAW bisa dikatakan sebagai yang terheboh dibandingkan dengan negara-negara berpenduduk mayoristas muslim lainnya. Tak perlu jauh-jauh, di kampung saya saja, apabila malam perayaan maulid tiba, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa bahkan para jompo pun tak ketinggalan turut larut dalam suka cita perayaan maulid tersebut.

Ceramah maulid dengan mengundang kiyai atau ulama dari luar daerah merupakan keharusan yang tidak boleh ditinggal, termasuk juga dengan pembacaan kisah maulid karya Syeikh al-Barzanji. Di masjid, berbondong-bondong kaum ibu membawa rantang berisi beragam macam makanan yang dihidangkan dalam nampan. Anak-anak memanfaatkan moment itu sebagai malam bermain yang seakan lepas dari aturan ketat orang tua masing-masing.

Yah… demikianlah semaraknya. Dan beberapa hari lalu merupakan hari perayaan maulid Nabi Muhammad SAW. Saking spesialnya moment tersebut, maka pemerintah secara khusus menjadikannya sebagai 'tanggal merah idaman' skala nasional, sekalipun nyatanya tanggal tersebut diundur sehari. 

Namun yang menarik adalah sepanjang dekade belakangan ini, muncul dan tampak dengan jelas sekelompok orang yang menolak perayaan maulid dilakukan dengan alasan bid’ah dholalah, tak ada contoh pada zaman Nabi bahkan masa para sahabat, hingga alasan-alasan lain yang menjurus takfir (baca: mengkafirkan) sesama saudara muslim. Padahal, waktu saya masih kecil di kampung dulu, kelompok-kelompok seperti ini tak pernah tampak. Sehingga nyaris bahkan tak pernah terdengar pertentangan, atau sesuatu yang membuat orang kampung saya ragu dan stagnan untuk ikut heboh merayakan maulid di manapun tempat.

Meskipun selentingan itu ada, namun ia hanya sekedar cerita, yang tak pernah menjadi sebuah ekspresi masif yang nyata. Yang jamak dipahami adalah bahwa hanya di Saudi Arabia maulid tidak dirayakan, dan ini pun tidak menjadi perbincangan yang viral, biasa saja.

Sesungguhnya, tidak hanya Indonesia yang menjadikan tanggal 12 Rabi’ul Awal sebagai hari perayaan maulid Nabi SAW, jika indikatornya adalah 'tanggal merah'. Hampir semua negara berpenduduk mayoritas muslim 'memerahkan' tanggal 12 Rabi’ul Awal, artinya resmi sebagai hari libur nasional, kecuali memang Saudi Arabia.

Anehnya, walaupun bukan libur nasional dan kerajaan Saudi Arabia tetap 'menghitamkan' tanggal 12 tersebut, namun sebagian penduduk negeri itu justru merayakan maulid Nabi. Meskipun tidak seperti gegap gempita perayaan di kalangan umat muslim di Indonesia, seperti kenduri, sibuknya orderan tenda, ceramah, tabligh akbar dan lain sebagainya. Penduduk Mekkah hanya mengungkapkan rasa bahagia itu dengan membagi-bagikan hadiah kepada orang lain.

Sikap Kerajaan Saudi Arabia yang didukung oleh rakyatnya ini bisa diterima dan dipahami dengan baik. Alasannya adalah politically dan socially, Saudi Arabia menganut pemikiran Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah. Dalam bahasa yang lebih intellek, Kerajaan Saudi Arabia adalah manifestasi pemikiran Ibnu Taimiyah.

Dalam hal maulid misalnya, di kitab Iqtidho alshirot almustaqim limukholafati ash-hab aljahim yang ditulis oleh Imam Ibnu Taimiyah, beliau mengatakan bahwa:  'Menjadikan musim-musim selain musim-musim syariah, seperti sebagian malam pada bulan Rabi'ul Awal yang diyakini sebagai malam maulid...., maka sesungguhnya perbuatan itu adalah bid'ah (inovasi) yang tidak pernah dilakukan para ulama terdahulu (salaf). Jadi, sebagai saudara sesama muslim, kita mau apa lagi? Ini lah indahnya perbedaan'.

Maka bagi kita yang menyelenggarakan maulid, tentu moment ini mesti kita sikapi dengan lebih komprehensif. Perayaan maulid ini bukan hanya sebuah prosesi kultural belaka namun juga sebuah bentuk ibadah yang memiliki nilai, tidak sia-sia. Bayangkan, gempita perayaan maulid mampu memperat silaturrahim, saling mengingatkan sesama akan makna dan pentingnya shalawat, dan ilmu pengetahuan yang melimpah melalui majelis-majelis ilmu.

Satu hal yang tak bisa dilewatkan adalah moment untuk berbagi rasa dan bahagia melalui sedekah. Karena itu, di saya punya kampung, segala macam kue dan makanan dibuat oleh ibu-ibu. Saya dulu, selesai saja tausiyah dari pak kiyai, sekelebat langsung mengambil posisi paling strategis di depan nampan yang diatasnya ada kue dan makanan yang sejak awal acara diincar.

Memang, kalau mau sedikit lebih terbuka, di berbagai kitab turost (baca: kitab kuno) banyak pendapat ulama besar yang tidak melarang perayaan maulid Nabi SAW. As-Suyuthi, Ibnu Hajar al-Asqalani, Ibn Jauzi dan Ibn 'Abidin atau juga Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki al-Hasani tidak melarang maulid dirayakan.

As-suyuthi dalam kitabnya alhawi lil fatawi mengatakan bahwa: 'menurut saya, prosesi rangkaian maulid yang terdiri atas berkumpulnya manusia, membaca al-Qur'an, membaca riwayat tentang Nabi dan peristiwa kelahirannya serta menyantap makanan kemudian selesai, tanpa ada tambahan macam-macam adalah inovasi (bid'ah) yang baik yang mendapat balasan pahala pelakunya, sebab didalamnya ada penghormatan kepada kemuliaan Nabi dan mempertegas rasa bahagia atas kelahiran Nabi yang mulia'.

Atas pendapat ini, Ibnu Hajar al-Asqalani berkata: 'Dan telah nyata bagiku dasar pengambilan peringatan Maulid di atas dalil yang tsabit (Shahih)'

Pendapat ini juga dikuatkan lagi oleh Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki Al-Hasani. Beliau berkata: 'Bahwa sesungguhnya mengadakan Maulid Nabi Saw merupakan suatu tradisi dari tradisi-tradisi yang baik, yang mengandung banyak manfaat dan faidah yang kembali kepada manusia, sebab adanya karunia yang besar. Oleh karena itu dianjurkan dalam syara’ dengan serangkaian pelaksanaannya'.

Bahkan dalam buku Ikhraj wa Ta’liq Fi Mukhtashar Sirah An-Nabawiyah, Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki Al-Hasani mengatakan bahwa bergembira dengan adanya Nabi Muhammad SAW adalah sebuah anjuran. Silahkan renungi firman Allah pada Surah Yunus ayat 58. Kemudiah, dalam kitab Fathul Bari karangan al- Hafidz Ibnu Hajar al-Asqalani diceritakan bahwa Abu Lahab mendapatkan keringanan siksa tiap hari senin karena dia gembira atas kelahiran Rasulullah. Ini membuktikan bahwa bergembira dengan kelahiran Rasulullah memberikan manfaat yang sangat besar, bahkan orang kafirpun dapat merasakan hikmahnya.

Terlepas dari kita sepakat atau tidak dengan perayaan Maulid, sesungguhnya ada satu persoalan yang menyita perhatian para pakar sejarah Islam. Dan hal ini sampai sekarang belum menjadi mufakat global pakar sejarah Islam. Selama ini, kita memahami bahwa Nabi Muhammad SAW lahir pada hari Senin tanggal 12 Rabi'ul Awal tahun gajah. Namun sesungguhnya, terjadi perbedaan pendapat tentang hari, tanggal dan tahunnya.

Bagaimana kalau bahasan ini kita pending ke tulisan berikutnya? Baiklah, selamat merayakan maulid Nabi SAW (bagi yang merayakan).

Wallahu a’lam bi al-showab.

***

*)Oleh: Sofiandi, Lc., MHI., Ph.D; Dosen di IAI Arrisalah INHIL-Riau, Research Fellow di Irdak Institute of Singapore, Research Fellow di Fath Institute for Islamic Research, Pemimpin Redaksi ACADEMICS TV, Direktur pada Swara Akademika Indonesia Foundation.

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi timesindonesia.co.id

***

**) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

**) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim apabila tidak sesuai dengan kaidah dan filosofi TIMES Indonesia.



Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

EKORAN

TERBARU

  • Delicious Zero-Waste Foods at The G Flavours
    Delicious Zero-Waste Foods at The G Flavours
    09/12/2021 - 01:18
  • Penuhi Permintaan Kiai Sepuh, KH Said Siap Maju Ketum PBNU Lagi di Muktamar Ke-34 NU Lampung
    Penuhi Permintaan Kiai Sepuh, KH Said Siap Maju Ketum PBNU Lagi di Muktamar Ke-34 NU Lampung
    08/12/2021 - 23:06
  • Hujan Angin Terjang Kota Banjar, Akibatkan Pohon Tumbang dan Matikan Jaringan Listrik
    Hujan Angin Terjang Kota Banjar, Akibatkan Pohon Tumbang dan Matikan Jaringan Listrik
    08/12/2021 - 22:20
  • Jelang Nataru, Pemkab Morotai Tingkatkan Pengawasan Harga dan Pendistribusian BBM
    Jelang Nataru, Pemkab Morotai Tingkatkan Pengawasan Harga dan Pendistribusian BBM
    08/12/2021 - 22:14
  • Kapolda Jabar Tinjau Lahan Bakal Mako Batalyon D Brimob
    Kapolda Jabar Tinjau Lahan Bakal Mako Batalyon D Brimob
    08/12/2021 - 22:02

TIMES TV

Suara Merdu Dipikat Label Maia Estianty- Ninaya Ilena

Suara Merdu Dipikat Label Maia Estianty- Ninaya Ilena

05/11/2021 - 09:44

Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji

Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji
Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji

Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji
Pemkot Malang Kuatkan Infrastruktur Digital Penunjang Smart City Melalui Wifi Gratis

Pemkot Malang Kuatkan Infrastruktur Digital Penunjang Smart City Melalui Wifi Gratis
Profesor Kopi : Malang Gudangnya Kopi Robusta

Profesor Kopi : Malang Gudangnya Kopi Robusta

iGuides

  • Miliki Kolam Ombak Ikonik, Saygon Waterpark Iguides Recommended
    07/12/2021 - 20:06
  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00

KOPI TIMES

  • Refleksi Hari Anti Korupsi, Masyarakat Semakin Anti Korupsi?
    Refleksi Hari Anti Korupsi, Masyarakat Semakin Anti Korupsi?
    08/12/2021 - 18:22
  • Kondisi Ketenagakerjaan dan Pengangguran di Indonesia
    Kondisi Ketenagakerjaan dan Pengangguran di Indonesia
    08/12/2021 - 17:31
  • Urgensinya Komunikasi Dalam Kehidupan Sehari-Hari
    Urgensinya Komunikasi Dalam Kehidupan Sehari-Hari
    08/12/2021 - 16:02
  • Hak Asasi Manusia Dalam Sudut Pandang Demokrasi
    Hak Asasi Manusia Dalam Sudut Pandang Demokrasi
    08/12/2021 - 15:34
  • Kesetaraan Pendidikan Bagi Kaum Hawa
    Kesetaraan Pendidikan Bagi Kaum Hawa
    08/12/2021 - 14:38
  • Literasi Baca, Melestarikan Arsip Tekstual di Indonesia
    Literasi Baca, Melestarikan Arsip Tekstual di Indonesia
    07/12/2021 - 16:21
  • Akankah Permendikbud Ristek Berujung Pada Uji Materi di MA?
    Akankah Permendikbud Ristek Berujung Pada Uji Materi di MA?
    07/12/2021 - 15:13
  • Optimalisasi Program Sister School
    Optimalisasi Program Sister School
    07/12/2021 - 11:31

KULINER

  • Ide Snack Platter Terbaik untuk Teman Asyik di Rumah
    Ide Snack Platter Terbaik untuk Teman Asyik di Rumah
    08/12/2021 - 12:29
  • Q5 Steak Gelar Eating Challenge TikTok, Hadiah 2 Bulan Makan Sepuasnya
    Q5 Steak Gelar Eating Challenge TikTok, Hadiah 2 Bulan Makan Sepuasnya
    07/12/2021 - 13:16
  • Lontong Tahu Kuliner Khas Blora, Cita Rasa Unik dan Berbeda
    Lontong Tahu Kuliner Khas Blora, Cita Rasa Unik dan Berbeda
    07/12/2021 - 03:22
  • Makanan Lezat dan Konsep No Waste, Bikin Ketagihan Nongkrong di The G Flavours
    Makanan Lezat dan Konsep No Waste, Bikin Ketagihan Nongkrong di The G Flavours
    05/12/2021 - 13:12
  • Batu Street Food Hadir Lagi di Kota Batu
    Batu Street Food Hadir Lagi di Kota Batu
    04/12/2021 - 21:06