Kopi TIMES

Bojonegoro, Bumi Manusia bagi Anak Bangsa

Minggu, 17 Oktober 2021 - 21:37 | 46.66k
Bojonegoro, Bumi Manusia bagi Anak Bangsa
Ichwan Arifin adalah Alumnus Pascasarjana UNDIP Semarang, Ketua Dewan Pertimbangan DPC PA GMNI Bojonegoro.
Editor: Deasy Mayasari

TIMESINDONESIA, BOJONEGORO – Meski hanya sekian detik, adegan yang menggambarkan keberangkatan Minke dari stasiun kereta Bojonegoro dalam film Bumi Manusia begitu membekas. Dalam novelnya, Pramoedya Ananta Toer (Pram) hanya menyebut dengan Kota B. Namun, Hanung Bramantyo, sutradara “Bumi Manusia” memperjelas Kota B sebagai Bojonegoro.

Meski Bojonegoro tidak begitu banyak disebut dalam cerita itu. Namun, kota ini sangat lekat dengan tokoh Minke, ataupun dalam alam nyata bagi sosok bernama RM Tirto Adhi Soerjo (TAS). Tokoh yang menginspirasi Pram melahirkan “Bumi Manusia”, “Anak Semua Bangsa”, “Jejak Langkah” dan “Rumah Kaca,” yang kemudian dikenal sebagai tetralogi Buru.

Melalui tetralogi itu, Pram mengajak kita mengenali jejak langkah TAS dalam sketsa sejarah Indonesia. Pemikirannya tentang pembebasan, makna cinta, kemanusiaan dan kehidupan. Bumi Manusia tidak hanya menghadirkan romansa cinta, Minke dan Annelies Mellema. Namun lebih dari itu, sarat dengan pesan moral luarbiasa.  Meramu pergulatan kemanusiaan, pedihnya penindasan dan makna keadilan.

Pram juga bertutur tentang pergumulan manusia terkait jati diri, harkat dan martabat sebagai individu maupun sebagai sebuah bangsa. Semua itu ditemukan dalam karakter seperti Nyai Ontosoroh, Ibunda, Jan Jan Dapperste alias Panji Darman, Jean Marais, Juffrouw Magda Peters dan sebagainya. Bojonegoro dalam “Bumi Manusia” adalah rumah bagi Minke. Tempat berpulang kepada bundanya yang begitu berpengaruh dalam hidupnya. TAS dihadirkan Pram dalam novel itu dengan alter ego Minke. Jadi, kota ini sangat penting bagi sosok TAS.

Bumi Bojonegoro tidak hanya mewariskan legenda Angling Dharma yang juga sarat dengan filosofi tentang hidup dan kehidupan namun juga jejak sejarah dalam pergerakan kemerdekaan Indonesia. Banyak tokoh nasional terlahir di bumi Bojonegoro. Diantaranya: Prof. Mr. Abdoel Gaffar Pringgodigdo, menjadi anggota BPPUKI, lembaga yang berperan penting dalam proses kemerdekaan Indonesia. Dikenal sebagai tokoh Masyumi dan pernah menjadi menteri sekretaris negara pada awal Indonesia merdeka.

Ada pula tokoh perempuan yang sukses meniti karir di kepolisian, Brigadir Jenderal Pol (Purn) Dra. Roekmini Koesoema Astoeti. Tidak hanya dikenal dikalangan korps baju cokelat, Rukmini juga pernah menjadi anggota DPR/MPR RI dan Komnas HAM. Ada juga Titi Said, penulis novel-novel “best seller” seperti “Jangan Ambil Nyawaku”, aktif perfilman khususnya di lembaga sensor film. Tentu harus menyebut juga pahlawan nasional, Letjen Sudirman, dikenal sebagai Komandan Brigade Ronggolawe dan Panglima Teritorium V/Brawijaya. Namanya diabadikan sebagai nama stadion sepakbola kebanggaan masyarakat Bojonegoro. Serta masih banyak lagi, termasuk Mensesneg Prof. Dr. Drs. Pratikno, M.Soc.S.

Bumi Bojonegoro juga dianugerahi kekayaan alam yang luarbiasa. Wilayah kerja migas Blok Cepu dengan beberapa lapangan migas sebagian besar berlokasi di Kabupaten Bojonegoro, telah berkontribusi hingga 30% produksi minyak nasional dan juga menyumbang pendapatan daerah. Belum lagi dari gas yang akan dihasilkan dari Lapangan Gas Jambaran Tiung Biru (JTB). Bojonegoro juga dikenal sebagai lumbung pangan karena tingkat produksi pertanian, khsususnya padi yang sangat bagus.

Namun, catatan kemiskinan juga mewarnai sejarah Bojonegoro. Dalam konteks  itu harus menyebut  Christiaan Lambert Maria Panders, Doktor Sejarah dari Queensland University,  Australia yang menulis “Bojonegoro 1900-1942: A Story of Endemic Poverty in North East Java- Indonesia.”  Kota kecil di Pulau Jawa ini menarik perhatiannya dengan sudut pandang meneropong kemiskinan akut hingga disebut endemi. Meskipun sebenarnya kemiskinan pada masa kolonialisme tidak hanya dialami Bojonegoro, namun setiap wilayah Indonesia.

Mengentaskan rakyat dari belenggu kemiskinan memang tidak mudah. Mengutip Achmadi, Karjadi Mintaroem, Gigih Prihant dalam “Memahami Pola-Pola Keluar dari Kemiskinan: Studi Kasus Kabupaten Bojonegoro,” kemiskinan bukanlah adalah permasalahan dinamis. Taxonomy kemiskinan diukur melalui dua komponen, yaitu pendapatan dan konsumsi. Tiga kategori kemiskinan yaitu “chronic poor”, “transient poor” dan “never poor.” Perlu pendekatan dan kebijakan yang berbeda dalam menanganinya. Kebijakan pengentasan kemiskinan kronis lebih sulit, pendekatan jangka panjang dan mahal. Meliputi perbaikan struktural seperti peningkatan kualitas infrastruktur publik dan  menaikkan level pendidikan dan kesehatan.

Kebijakan dan strategi pembangunan menjadi faktor menentukan dalam mengatasi kemiskinan tersebut.

Bojonegoro saat ini genap 344 tahun, jika dihitung dari 20 Oktober 1677. Perubahan terus mewarnai dalam kurun waktu tersebut, termasuk pergantian pimpinan daerah. Namun pergantian tersebut tidak menghentikan laju pembangunan. Mungkin terdapat perbedaan pendekatan dan prioritas di setiap periode kepemimpinan. Hal yang wajar dan dapat dimaklumi.

Mengutip BPS, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Bojonegoro pada 2020 mencapai 69,04. Naik 0,29 persen dari tahun sebelumnya. Kenaikan ini sejalan dengan meningkatnya seluruh komponen penyusun IPM yakni Indeks Pendidikan (Harapan Lama Sekolah dan Rata-rata Lama Sekolah), Indeks Kesehatan (Angka Harapan Hidup), dan Standar Hidup Layak (Pengeluaran per Kapita disesuaikan). Hal itu menunjukkan kemajuan bagus. Namun masih ada pekerjaan rumah yang harus terus dikerjakan, dari sisi rangking IPM pada tahun 2019, Bojonegoro menduduki peringkat ke 26 dari 38 Kab/Kota yang ada di Jawa Timur.

Karena itu, diperlukan partisipasi, kontribusi kolaborasi dari berbagai pihak untuk semakin mempercepat tercapainya tujuan pembangunan yang bermuara pada kesejahteraan rakyat dan keadilan sosial. Semangat, energi dan visi pembebasan dari Minke di Bumi Manusia harus mampu diadopsi setiap anak bangsa yang ada di Bumi Bojonegoro untuk membumikan kesejahteraan dan keadilan sosial. Dirgahayu Bojonegoro! (*) 

*) Penulis, Ichwan Arifin adalah Alumnus Pascasarjana UNDIP Semarang, Ketua Dewan Pertimbangan DPC PA GMNI Bojonegoro.

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi timesindonesia.co.id

***

**) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

**) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim apabila tidak sesuai dengan kaidah dan filosofi TIMES Indonesia.



Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

EKORAN

TERBARU

  • Pemkot Gorontalo Dapat Penghargaan BKN Award 2021
    Pemkot Gorontalo Dapat Penghargaan BKN Award 2021
    08/12/2021 - 19:15
  • Gubernur Jatim Khofifah Temukan Mawar Merah Merekah di Belantara Lava Gunung Semeru
    Gubernur Jatim Khofifah Temukan Mawar Merah Merekah di Belantara Lava Gunung Semeru
    08/12/2021 - 19:11
  • Kemenag RI Gelar Monolog Budaya dan Launching Buku Moderasi Beragama Tiga Bahasa
    Kemenag RI Gelar Monolog Budaya dan Launching Buku Moderasi Beragama Tiga Bahasa
    08/12/2021 - 19:07
  • Kukuhkan Pokja Bunda PAUD, Wali Kota Banjar: Tingkatkan Kualitas PAUD
    Kukuhkan Pokja Bunda PAUD, Wali Kota Banjar: Tingkatkan Kualitas PAUD
    08/12/2021 - 19:02
  • Ajak Kampus Lebih Kritis, Gus Muhaimin: 10 Tahun Terakhir Ide Kritis Berkurang Pesat
    Ajak Kampus Lebih Kritis, Gus Muhaimin: 10 Tahun Terakhir Ide Kritis Berkurang Pesat
    08/12/2021 - 18:58

TIMES TV

Suara Merdu Dipikat Label Maia Estianty- Ninaya Ilena

Suara Merdu Dipikat Label Maia Estianty- Ninaya Ilena

05/11/2021 - 09:44

Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji

Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji
Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji

Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji
Pemkot Malang Kuatkan Infrastruktur Digital Penunjang Smart City Melalui Wifi Gratis

Pemkot Malang Kuatkan Infrastruktur Digital Penunjang Smart City Melalui Wifi Gratis
Profesor Kopi : Malang Gudangnya Kopi Robusta

Profesor Kopi : Malang Gudangnya Kopi Robusta

iGuides

  • Miliki Kolam Ombak Ikonik, Saygon Waterpark Iguides Recommended
    07/12/2021 - 20:06
  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00

KOPI TIMES

  • Refleksi Hari Anti Korupsi, Masyarakat Semakin Anti Korupsi?
    Refleksi Hari Anti Korupsi, Masyarakat Semakin Anti Korupsi?
    08/12/2021 - 18:22
  • Kondisi Ketenagakerjaan dan Pengangguran di Indonesia
    Kondisi Ketenagakerjaan dan Pengangguran di Indonesia
    08/12/2021 - 17:31
  • Urgensinya Komunikasi Dalam Kehidupan Sehari-Hari
    Urgensinya Komunikasi Dalam Kehidupan Sehari-Hari
    08/12/2021 - 16:02
  • Hak Asasi Manusia Dalam Sudut Pandang Demokrasi
    Hak Asasi Manusia Dalam Sudut Pandang Demokrasi
    08/12/2021 - 15:34
  • Kesetaraan Pendidikan Bagi Kaum Hawa
    Kesetaraan Pendidikan Bagi Kaum Hawa
    08/12/2021 - 14:38
  • Literasi Baca, Melestarikan Arsip Tekstual di Indonesia
    Literasi Baca, Melestarikan Arsip Tekstual di Indonesia
    07/12/2021 - 16:21
  • Akankah Permendikbud Ristek Berujung Pada Uji Materi di MA?
    Akankah Permendikbud Ristek Berujung Pada Uji Materi di MA?
    07/12/2021 - 15:13
  • Optimalisasi Program Sister School
    Optimalisasi Program Sister School
    07/12/2021 - 11:31

KULINER

  • Ide Snack Platter Terbaik untuk Teman Asyik di Rumah
    Ide Snack Platter Terbaik untuk Teman Asyik di Rumah
    08/12/2021 - 12:29
  • Q5 Steak Gelar Eating Challenge TikTok, Hadiah 2 Bulan Makan Sepuasnya
    Q5 Steak Gelar Eating Challenge TikTok, Hadiah 2 Bulan Makan Sepuasnya
    07/12/2021 - 13:16
  • Lontong Tahu Kuliner Khas Blora, Cita Rasa Unik dan Berbeda
    Lontong Tahu Kuliner Khas Blora, Cita Rasa Unik dan Berbeda
    07/12/2021 - 03:22
  • Makanan Lezat dan Konsep No Waste, Bikin Ketagihan Nongkrong di The G Flavours
    Makanan Lezat dan Konsep No Waste, Bikin Ketagihan Nongkrong di The G Flavours
    05/12/2021 - 13:12
  • Batu Street Food Hadir Lagi di Kota Batu
    Batu Street Food Hadir Lagi di Kota Batu
    04/12/2021 - 21:06