Pemerintahan

Kemenkes RI Minta Masyarakat Patuhi Aturan Karantina

Kamis, 14 Oktober 2021 - 11:43 | 13.93k
Kemenkes RI Minta Masyarakat Patuhi Aturan Karantina
Direktur Pencegahan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kemenkes Siti Nadia Tarmizi (FOTO: Dokumen/BNPB)
Pewarta: | Editor: Wahyu Nurdiyanto

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Direktur Pencegahan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kemenkes RI Siti Nadia Tarmizi, mendesak aparat kepolisian dan TNI segera menindak tegas siapa saja yang tidak koperatif saat melakukan karantina mandiri.

Hal ini merespons kabar bahwa selebgram Rachel Vennya tidak menjalankan masa karantina sesuai aturan. Belajar dari kasus tersebut, Nadia menegaskan tindakan hang dilakukan sosok artis tersebut sangat tidak terpuji. 

Dia menambahkan, seharusnya sebagai sosok publik figur Rachel Vennya memberikan contoh yang baik kepada masyarakat, bukan malah mengajari melanggar protokol kesehatan. Oleh karena itu, aparat didesak segera bertindak.

"Kemenkes akan mendorong aparat keamanan untuk menindak tegas bagi siapapun yang melanggar aturan mengenai masa karantina, dan meminta para penegak hukum untuk mengusut kasus ini hingga tuntas," kata Nadia Tarmizi di Jakarta, Kamis (14/10/2021).

Nadia menjelaskan, masa karantina pelaku perjalanan internasional yang datang ke Indonesia baik itu WNA maupun WNI, harus dilakukan selama 14 x 24 jam khusus untuk kedatangan dari negara yang mengalami lonjakan kasus Covid-19.

Sementara, Rachel diduga kabur dari masa karantina yang seharusnya dilakukan 8 x 24 jam saat itu. Ia disebut hanya melakukan masa karantina selama 3 x 24 jam saja. Akibatnya, dia terancam hukuman penjara hingga denda ratusan juta.

Nadia Tarmizi menegaskan, kedatangan WNA dan WNI dari negara dengan eskalasi kasus positif Covid-19 rendah, maka karantina dilakukan selama masa 8 x 24 jam. Hal itu tertuang dalam Keputusan Ketua Satgas Penanganan Nomor 12 Tahun 2021 yang diteken oleh Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Ganip Warsito pada 15 September 2021.

"Pemerintah melalui Satgas Penanganan Covid-19 menegaskan bahwa pemerintah tidak akan pernah mentolerir segala bentuk upaya pelanggaran protokol kesehatan dan karantina kesehatan," pungkas Siti Nadia Tarmizi.

Sebagai informasi, Juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Profesor Wiku Adisasmito memaparkan bahwa testing Covid-19 yang dilakukan akhir-akhir tetap tinggi meskipun kasus positif yang ditemukan tergolong rendah. Menurutnya, jumlah orang yang diperiksa mencapai 1,2 juta orang dalam seminggu.

"Sudah 4 minggu berturut-turut jumlah orang yang diperiksa berada di atas angka satu juta per minggu," ujar Wiku.

Dengan tingginya testing yang dilakukan, namun jumlah kasus positif yang ditemukan cukup rendah. Pada pekan lalu hanya ditemukan 0,71% kasus positif dari total orang yang diperiksa.

"Tentunya ini adalah perkembangan yang sangat baik dengan tingginya jumlah orang yang diperiksa maka kasus Covid-19 di Indonesia pun dapat segera terdeteksi dan tidak dibiarkan semakin menular," ujar Wiku.

Untuk diketahui, kasus Covid-19 konsisten mengalami tren penurunan dalam beberapa pekan terakhir. Hari ini kasus Covid-19 bertambah 1.261 kasus dengan kasus kesembuhan 2.130 kasus. Adapun kasus kematian bertambah 47 orang. Dengan demikian jumlah kasus aktif per hari ini tersisa 21.625 orang. (*)



Publisher : Sofyan Saqi Futaki

EKORAN

TERBARU

  • Get the Authentic Taste of Local Coffee at Koopen Malang
    Get the Authentic Taste of Local Coffee at Koopen Malang
    30/11/2021 - 02:27
  • DNT Cigar Buktikan Bisa Hasilkan Cerutu Berdaya Saing Global
    DNT Cigar Buktikan Bisa Hasilkan Cerutu Berdaya Saing Global
    30/11/2021 - 01:11
  • Kafe Janu Tasikmalaya, Best Outdoor Coffee Shop for Coffee Catch-ups
    Kafe Janu Tasikmalaya, Best Outdoor Coffee Shop for Coffee Catch-ups
    30/11/2021 - 00:37
  • MPR RI Bersama Pimpinan Kementerian/Lembaga Terima DIPA 2022 dari Presiden 
    MPR RI Bersama Pimpinan Kementerian/Lembaga Terima DIPA 2022 dari Presiden 
    29/11/2021 - 23:10
  • Jepang Juga Melarang Asing Masuk ke Negaranya Karena Kekhawatiran Omicron
    Jepang Juga Melarang Asing Masuk ke Negaranya Karena Kekhawatiran Omicron
    29/11/2021 - 23:03

TIMES TV

Suara Merdu Dipikat Label Maia Estianty- Ninaya Ilena

Suara Merdu Dipikat Label Maia Estianty- Ninaya Ilena

05/11/2021 - 09:44

Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji

Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji
Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji

Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji
Pemkot Malang Kuatkan Infrastruktur Digital Penunjang Smart City Melalui Wifi Gratis

Pemkot Malang Kuatkan Infrastruktur Digital Penunjang Smart City Melalui Wifi Gratis
Profesor Kopi : Malang Gudangnya Kopi Robusta

Profesor Kopi : Malang Gudangnya Kopi Robusta

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Nahdlatul Ulama Tidak Boleh Pecah 
    Nahdlatul Ulama Tidak Boleh Pecah 
    29/11/2021 - 17:16
  • Terorisme dan Fundamentalisme Kemanusiaan
    Terorisme dan Fundamentalisme Kemanusiaan
    29/11/2021 - 14:54
  • Momen Hari Pahlawan: Berjiwa Heroik-Nasionalistik di Era Digital
    Momen Hari Pahlawan: Berjiwa Heroik-Nasionalistik di Era Digital
    29/11/2021 - 07:37
  • Refleksi antar Konferensi PCNU: Menjadikan  NU sebagai Organisasi Umat
    Refleksi antar Konferensi PCNU: Menjadikan NU sebagai Organisasi Umat
    28/11/2021 - 09:53
  • Mungkinkah Garuda Berganti Nama?
    Mungkinkah Garuda Berganti Nama?
    27/11/2021 - 17:05
  • Melawan Stigma Seksisme Wanita Karir
    Melawan Stigma Seksisme Wanita Karir
    27/11/2021 - 09:29
  • Meningkatkan Profesionalisme Guru Melalui Penelitian
    Meningkatkan Profesionalisme Guru Melalui Penelitian
    27/11/2021 - 00:29
  • Transisi Energi dan Memulihkan Keseimbangan Lingkungan Hidup
    Transisi Energi dan Memulihkan Keseimbangan Lingkungan Hidup
    26/11/2021 - 15:33

KULINER

  • Bakmi Pak Pendek Ponorogo, Kuliner Legendaris Langganan Pejabat
    Bakmi Pak Pendek Ponorogo, Kuliner Legendaris Langganan Pejabat
    29/11/2021 - 03:21
  • Saung Ma UTI Kota Banjar Tawarkan Menu Sunda di Alam Pedesaan Rejasari
    Saung Ma UTI Kota Banjar Tawarkan Menu Sunda di Alam Pedesaan Rejasari
    28/11/2021 - 01:16
  • Cek Deretan Dessert Paling WOW di Ji Restaurant Canggu
    Cek Deretan Dessert Paling WOW di Ji Restaurant Canggu
    26/11/2021 - 04:44
  • Macarina, Cemilan Makaroni yang Nagih untuk Terus Disantap
    Macarina, Cemilan Makaroni yang Nagih untuk Terus Disantap
    24/11/2021 - 02:06
  • Quatro Coffee, Nyaman, Elegan dan Tenang untuk Pekerja Milenial
    Quatro Coffee, Nyaman, Elegan dan Tenang untuk Pekerja Milenial
    22/11/2021 - 13:04