Peristiwa Daerah

Terapkan TAKE, Kubu Raya Siap Menjaga Kawasan Hutan

Rabu, 13 Oktober 2021 - 12:51 | 8.65k
Terapkan TAKE, Kubu Raya Siap Menjaga Kawasan Hutan
Kepala Bidang Bina Keuangan dan Aset Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Kubu Raya, Rini Kurnia (foto: Dokumen/DPMD)
Pewarta: | Editor: Wahyu Nurdiyanto

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Sejak menerapkan skema Transfer Anggaran Kabupaten berbasis Ekologi (TAKE) untuk Alokasi Dana Desa (ADD) pada tahun 2020, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat siap berperan menjaga kawasan hutan.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Bidang Bina Keuangan dan Aset Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Kubu Raya, Rini Kurnia dalam Podcast Seri 4:  Belajar Dari Penerapan TAKE Kabupaten Kubu Raya, Rabu (13/10/2021).

Skema tersebut mengingat Kubu Raya mempunyai potensi sumber daya alam yang besar: lebih dari 45% kawasannya adalah hutan, sekitar 374 hektar dan 75% mangrove di Kalimantan Barat itu adanya di Kubu Raya.

Disamping itu, Kubu Raya juga mempunyai kerawanan yang tinggi terkait kerusakan alam seperti kebakaran hutan. Atas situasi tersebut, Rini Kurnia mengatakan bahwa skema TAKE sudah menjadi pilihan yang tepat untuk diterapkan di Kubu Raya.

“Pak Bupati sendiri, di dalam visi misi dan juga RPJM yang beliau susun, itu sudah memikirkan, bagaimana pun pengembangan daerah dan ekonomi tetap harus menjaga kualitas lingkungan yang ada, dengan potensi dan juga kemungkinan atau kerawanan yang berdaya hadapi,” kata Kepala Bidang Bina Keuangan dan Aset Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Kubu Raya, Rini Kurnia.

Rini menjelaskan, Kubu Raya mulai mengenal TAKE sejak akhir Desember 2019 melalui The Asia Foundation (TAF). Setelah melalui proses panjang, akhirnya skema ecological fiscal transfer (EFT) ini mulai diterapkan pada tahun 2020.

“Jelang akhir tahun 2020 kabupaten sudah mengeluarkan kebijakan melalui Peraturan Bupati Kubu Raya Nomor 101 tahun 2020. Ini menjadi solusi, bagaimana kemudian desa punya peran punya peran dalam menjaga alam,” katanya.

Dalam pelaksanaannya, TAKE Kubu Raya dilakukan melalui skema reformulasi ADD. Alokasi dasar dan alokasi formula. Alokasi dasar itu nilainya sama, sementara alokasi formula tergantung dengan kesulitan geografis, indeks penduduk miskin, dan lain-lain.

“Lha, Ayo kita mulai skema terbaru yaitu alokasi kinerja. Alokasi kinerja inilah yang kemudian indikatro0indikatronya berhubungan dengan ekologis,” terangnya.

Tantangan penerapan TAKE

Setelah setahun berjalan, Rini menyampaikan bahwa skema penerapan TAKE mempunyai tiga tantangan besar. 

Pertama, terkait formulasi perhitungan. Hal ini lantaran masih baru diterapkan satu tahun sehingga pemerintah masih belum bisa mempunyai formulai perhitungan skema yang baik. Selain itu ada juga pertimbangan “bagaimana perhitungan pola yang berbeda ini tidak terlalu berdampak” sehingga “tidak ada penolakan dari desa yang berubah secara drastis”.

Kedua, terkait dengan ketersediaan data. Rini mengungkapkan bahwa data dari pemerintah rata-rata bersifat sektoral. 

“Dari satu sektor ke sektor yang lain tidak sama lalu kita konfirmasi ulang ke desa kemudian juga mendapatkan kan masukkan yang berbeda. Ketersediaan data yang bersifat nya akurat time series. Padahal data itu penting untuk menghitung alokasi,” terangnya.

Ketiga, Porsi ADD. Desa sudah punya alokasi wajib yang hanya boleh diisi ADD. Karena itu, Rini mengatakan “Ruangnya sempit. Porsi alokasi kinerja TAKE menjadi belum bisa besar, ketika mungkin secara persentase, 3% untuk kinerja tahun ini.Tapi 3% itu itu setelah dikurangi alokasi wajib yang sudah mengambil mayoritas dari total ADD Kubu Raya.”

“Tapi sampai saat ini kami belum pernah mendapat komplainan dari desa. Kita di Kubu Raya punya skema bagaimana untuk memotivasi yaitu dengan memberi penghargaan kepada desa,” kata Rini.

“Skema TAKE mempunyai dampak yang sangat luas dalam pengelolaan dan perlindungan lingkungan hidup dan juga perbaikan tata kelola desa,” kata Rini. “Desa bergerak, Kubu Raya menanjak,” ucapnya. (*)



Publisher : Sholihin Nur

EKORAN

TERBARU

  • Bus Diserang, Presiden Arema FC: Biarkan Kami Jadi Martir Bersatunya Suporter
    Bus Diserang, Presiden Arema FC: Biarkan Kami Jadi Martir Bersatunya Suporter
    21/10/2021 - 14:28
  • Kecelakaan Pikap dan Mini Bus di Jalur Keramat Probolinggo, Sopir Terjepit dan Meninggal
    Kecelakaan Pikap dan Mini Bus di Jalur Keramat Probolinggo, Sopir Terjepit dan Meninggal
    21/10/2021 - 14:00
  • Happy Milad HSN
    Happy Milad HSN
    21/10/2021 - 13:30
  • Pastikan Pembukaan Museum Sangiran, Pedagang Doakan Sandiaga Uno Jadi Pemimpin
    Pastikan Pembukaan Museum Sangiran, Pedagang Doakan Sandiaga Uno Jadi Pemimpin
    21/10/2021 - 13:17
  • Bus Arema FC Diserang, Nama Baik Persebaya Ikut Tercoreng
    Bus Arema FC Diserang, Nama Baik Persebaya Ikut Tercoreng
    21/10/2021 - 13:12

TIMES TV

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

01/04/2021 - 15:58

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi
Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo

Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo
Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan

Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan
The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Happy Milad HSN
    Happy Milad HSN
    21/10/2021 - 13:30
  • Bersama Peduli Sesama, untuk Kota Batu Berjaya
    Bersama Peduli Sesama, untuk Kota Batu Berjaya
    21/10/2021 - 08:32
  • Kemal Attaturk Tidak Sebanding Soekarno
    Kemal Attaturk Tidak Sebanding Soekarno
    21/10/2021 - 06:21
  • LEMI Hadir untuk Pulihkan Ekonomi Indonesia dI Tengah Pandemi
    LEMI Hadir untuk Pulihkan Ekonomi Indonesia dI Tengah Pandemi
    21/10/2021 - 04:14
  • Muktamar NU yang Diharapkan
    Muktamar NU yang Diharapkan
    20/10/2021 - 12:56
  • Pentingkah Menumbuhkan Budaya Literasi di Negeri Ini?
    Pentingkah Menumbuhkan Budaya Literasi di Negeri Ini?
    20/10/2021 - 11:40
  • Urgensi PPHN versus Hoax Amandemen
    Urgensi PPHN versus Hoax Amandemen
    20/10/2021 - 10:10
  • Mom's World, Perempuan Digital Masa Kini
    Mom's World, Perempuan Digital Masa Kini
    19/10/2021 - 15:48

KULINER

  • Pertama di Gresik, Bakso Lava di Atas Hot Plate
    Pertama di Gresik, Bakso Lava di Atas Hot Plate
    19/10/2021 - 14:01
  • Makan Malam Bak Artis Drakor di JW Marriott Surabaya
    Makan Malam Bak Artis Drakor di JW Marriott Surabaya
    18/10/2021 - 10:09
  • Indomie Penyet Dinoyo Surabaya, Satu Hari Habiskan 5 Dus Indomie
    Indomie Penyet Dinoyo Surabaya, Satu Hari Habiskan 5 Dus Indomie
    18/10/2021 - 05:28
  • Cerita Nasgor Robot di Malang: Berawal Karena Lengan Penjual Patah Muncul Inovasi
    Cerita Nasgor Robot di Malang: Berawal Karena Lengan Penjual Patah Muncul Inovasi
    17/10/2021 - 11:53
  • De Bamboo, Café dengan Pemandangan Eksotik Kota Batu
    De Bamboo, Café dengan Pemandangan Eksotik Kota Batu
    17/10/2021 - 04:20