Peristiwa Nasional

Masalah Klasik Kelangkaan Pupuk Subsidi, Petani Kewalahan

Senin, 11 Oktober 2021 - 22:57 | 34.72k
Masalah Klasik Kelangkaan Pupuk Subsidi, Petani Kewalahan
Anggota Komisi IV DPR RI, Daniel Johan. (FOTO: dokumentasi DPR)
Pewarta: | Editor: Deasy Mayasari

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Anggota Komisi IV DPR RI, Daniel Johan menyatakan kelangkaan stok pupuk subsidi jelang masa tanam selama musim hujan akhir tahun membuat para petani di sejumlah daerah kewalahan. Komisi IV DPR RI yang membidangi tugasnya terkait pertanian mendorong agar petani menggunakan pupuk organik.

"Kelangkaan pupuk membuat petani kesulitan dalam bercocok tanam. Perlu dimulai dikembangkannya pemberdayaan penggunaan segala jenis pupuk organik, sehingga ada kemandirian pupuk serta efek lain dalam mengembangkan energi terbarukan," Daniel dalam keterangan tertulisnya, Senin 11 Oktober 2021.

Menurutnya, harus ada kepastian dalam pengelolaan dan distribusi pupuk, khususnya yang akan disubsidi kepada masyarakat. Apalagi, kata Daniel, sejumlah kelompok tani melaporkan adanya kenaikan harga pupuk subsidi yang relatif tinggi akibat kelangkaan pupuk subsidi.

"Masalah kelangkaan pupuk ini sudah menjadi persoalan klasik. Mulai dari sistem perencanaan dan pengawasan yang tidak optimal sampai minimnya realisasi alokasi kebutuhan subsidi pupuk ke petani," tuturnya.

Daniel Johan lantas menyoroti produksi pupuk subsidi yang baru bisa mencukupi sekitar 50% dari kebutuhan petani. Oleh karena itu dibutuhkan upaya lain untuk menggenjot hasil pertanian.

"Termasuk dengan menggunakan pupuk organik ini. Selain untuk mengurangi ketergantungan pupuk anorganik, pemakaian pupuk organik bisa menjadi langkah pemakaian tanah yang berkelanjutan," jelasnya.

Dinas Pertanian diminta untuk memberi pendampingan agar petani bisa belajar memproduksi pupuk organik. Dengan begitu, kata Daniel, petani bisa membuat pupuk organik sesuai dengan standar-standar yang ditentukan.

"Petani juga bisa bekerja sama dengan lembaga yang concern dengan sektor pertanian maupun perguruan tinggi, yang memiliki banyak penelitian terkait pertanian," sebutnya.

Politisi PKB itu menilai, masih lemahnya administrasi mengenai pupuk bersubsidi membuat banyak ditemukannya kasus-kasus penjualan pupuk subsidi ke pihak yang tidak seharusnya. Contohnya ke perusahaan-perusahaan yang memiliki HGU perkebunan, baik di kehutanan atau perkebunan dengan berbagai modus.

"Alokasi pupuk subsidi yang tidak tepat sasaran pastinya berdampak terhadap stok pupuk bagi petani. Pengawasan yang ketat harus ditingkatkan agar tidak ada penyelewengan, karena kalau biaya produksi gabah tinggi akibat kelangkaan pupuk pastinya mempengaruhi nilai jual produksi," ungkapnya.

Banyaknya persoalan pupuk subsidi juga menjadi perhatian Ombudsman RI, yang saat ini tengah mendalami adanya potensi maladministrasi pada tata kelola pupuk bersubsidi. Beberapa maladministrasi yang ditemukan Ombudsman mulai dari pendataan, pengadaan, penyaluran hingga pengawasan pupuk bersubsidi.

Untuk mengatasi kelangkaan pupuk subsidi yang menjadi masalah berkepanjangan, Daniel juga mengusulkan dibuatnya program kemandirian pupuk. Menurutnya, anggaran pupuk subsidi sebesar Rp 33 Triliun per tahun bisa dialokasikan dengan dibangunnya pabrik pupuk mandiri di tiap-tiap basis produksi pertanian.

"Bisa semua provinsi dibangun pabrik pupuk mandiri, tapi memang harus dipikirkan transisinya dah benar-benar perkuat sistem kelembagaan manajemennya, serta melibatkan BUMDes (Badan Usaha Milik Desa) maupun BUMD kabupaten dan provinsi," papar Daniel.

Legislator dari Dapil Kalimantan Barat I itu mengatakan, anggaran Rp 33 T per tahun untuk pupuk subsidi hanya bisa mencukupi 1/3 dari kebutuhan petani yang masuk Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok Tani (RDKK). Itu artinya, menurut Daniel, alokasi yang ada masih jauh dari kebutuhan petani kecil.

"Terlepas dari berbagai masalah yang ada, kelangkaan pupuk juga karena memang kurangnya kuota pupuk subsidi sehingga harus ada upaya tambahan untuk memaksimalkan hasil tani," ucapnya.

Penggunaan pupuk organik dan pembangunan pabrik pupuk mandiri dinilai bisa menjadi solusi kelangkaan pupuk subsidi. Pabrik pupuk mandiri pun bisa meningkatkan perekonomian masyarakat, karena bisa menggerakkan ekonomi di daerah, khususnya di wilayah-wilayah pertanian.

"Dan pabrik pupuk mandiri harus menjadi bagian yang utuh dalam mengatasi persoalan pengelolaan sampah," demikian kata Daniel Johan. (*) 



Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

EKORAN

TERBARU

  • Konsep Intimate Outdoor Banyak Diminati, Bisnis Wedding organizer Bangkit Lagi
    Konsep Intimate Outdoor Banyak Diminati, Bisnis Wedding organizer Bangkit Lagi
    18/10/2021 - 14:41
  • Sejarah Hari Ini: 18 Oktober, Thomas Alva Edison Sang Pembawa Terang di Malam Hari
    Sejarah Hari Ini: 18 Oktober, Thomas Alva Edison Sang Pembawa Terang di Malam Hari
    18/10/2021 - 14:25
  • TMR Feed Mixer Buying Guide, How to Find the Best?
    TMR Feed Mixer Buying Guide, How to Find the Best?
    18/10/2021 - 14:21
  • Ramai di Banyuwangi Kebun Bunga Matahari Jadi Tren Foto Selfie
    Ramai di Banyuwangi Kebun Bunga Matahari Jadi Tren Foto Selfie
    18/10/2021 - 14:13
  • Mobil Vaksinasi, Cara Gresik Percepatan Indonesia Herd Immunity
    Mobil Vaksinasi, Cara Gresik Percepatan Indonesia Herd Immunity
    18/10/2021 - 14:03

TIMES TV

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

01/04/2021 - 15:58

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi
Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo

Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo
Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan

Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan
The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Jangan Takut Lagi Pada AS
    Jangan Takut Lagi Pada AS
    18/10/2021 - 13:03
  • Adaptasi dari Pembelajaran Daring ke Sekolah Tatap Muka Terbatas
    Adaptasi dari Pembelajaran Daring ke Sekolah Tatap Muka Terbatas
    18/10/2021 - 12:11
  • Hari Santri: Merayakan Cinta (Negeri) Karena Allah
    Hari Santri: Merayakan Cinta (Negeri) Karena Allah
    18/10/2021 - 11:34
  • Bojonegoro, Bumi Manusia bagi Anak Bangsa
    Bojonegoro, Bumi Manusia bagi Anak Bangsa
    17/10/2021 - 21:37
  • Menggugat Eksistensi BPIP
    Menggugat Eksistensi BPIP
    17/10/2021 - 10:39
  • Sisi Gelap Inovasi Pelayanan Publik Indonesia, Memilih Branding atau Kebermanfaatan Replikasi
    Sisi Gelap Inovasi Pelayanan Publik Indonesia, Memilih Branding atau Kebermanfaatan Replikasi
    17/10/2021 - 09:09
  • Politik Kebijakan Pemerintah Sering Tidak Dipatuhi
    Politik Kebijakan Pemerintah Sering Tidak Dipatuhi
    17/10/2021 - 06:56
  • Menakar Konstitusionalitas Pemilu 2024
    Menakar Konstitusionalitas Pemilu 2024
    17/10/2021 - 01:34

KULINER

  • Makan Malam Bak Artis Drakor di JW Marriott Surabaya
    Makan Malam Bak Artis Drakor di JW Marriott Surabaya
    18/10/2021 - 10:09
  • Indomie Penyet Dinoyo Surabaya, Satu Hari Habiskan 5 Dus Indomie
    Indomie Penyet Dinoyo Surabaya, Satu Hari Habiskan 5 Dus Indomie
    18/10/2021 - 05:28
  • Cerita Nasgor Robot di Malang: Berawal Karena Lengan Penjual Patah Muncul Inovasi
    Cerita Nasgor Robot di Malang: Berawal Karena Lengan Penjual Patah Muncul Inovasi
    17/10/2021 - 11:53
  • De Bamboo, Café dengan Pemandangan Eksotik Kota Batu
    De Bamboo, Café dengan Pemandangan Eksotik Kota Batu
    17/10/2021 - 04:20
  • Kreatif dan Edukatif, Among Tani Foundation Dirikan Angkringan Asli Jogja di Kota Batu
    Kreatif dan Edukatif, Among Tani Foundation Dirikan Angkringan Asli Jogja di Kota Batu
    16/10/2021 - 14:31