Peristiwa Nasional MPR Rumah Kebangsaan

Hidayat Nur Wahid Dorong Pemuda Membangun Soliditas Menjaga Pancasila

Minggu, 10 Oktober 2021 - 13:36 | 27.17k
Hidayat Nur Wahid Dorong Pemuda Membangun Soliditas Menjaga Pancasila
Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid. (FOTO: Suara.com/Ria Rizki)
FOKUS

MPR Rumah Kebangsaan

Pewarta: | Editor: Wahyu Nurdiyanto

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid, mengingatkan,  para pemuda, untuk memahami  pentingnya sejarah bangsa secara utuh.  Para pemuda juga harus memahami pentingnya  membangun soliditas dan solidaritas bersama komponen bangsa lainnya dalam mengimplementasikan dan menjaga  Pancasila dan NKRI. Apalagi dengan adanya upaya pengaburan sejarah, serta  tantangan lokal dan global.  Seperti separatisme, neo kolonialisme dan pandemi covid-19.

Pernyataan  tersebut disampaikan oleh Hidayat Nur Wahid saat menjadi narasumber  Seminar Nasional bertema ‘Peran Pemuda Dalam Mengokohkan Simpul Kebangsaan di Tengah Kemajemukan dan Pandemi’. Seminar ini terselenggara berkat  kerja sama antara MPR dengan Gema Keadilan DKI Jakarta, dan  berlangsung  di Jakarta Selatan, Sabtu (9/10)2021). Acara itu dihadiri  Gubernur DKI Anies Baswedan, Ketua Umum KNPI dan Presiden Gema Keadilan. 

Menurut HNW sapaan akrab Hidayat Nur Wahid,  pemahaman sejarah bangsa yang utuh dan benar,  perlu dimiliki oleh para pemuda. Agar  para pemuda bangga dengan perjuangan pendahulu dan bisa melanjutkan perjuangan tersebut. Tidak mudah terpengaruh oleh upaya-upaya pengaburan sejarah Bangsa dan peran para  tokoh Umat Islam. Karena itu lanjut HNW, pemuda dan generasi milenial yang  memiliki akses informasi harus melek informasi dan tidak  mensiakan potensi serta  momentum yang dimiliki. 

Hidayat mencontohkan adanya upaya pengaburan sejarah terkait  pemberontakan yang dilakukan oleh Partai Komunis Indonesia (PKI) pada 1948 dan 1965.

“Ada upaya yang menarasikan bahwa PKI bukan sebagai pelaku, melainkan korban. Padahal korban kejahatan PKI sudah banyak berjatuhan dari Para Kiai, Santri, Gubernur Jawa Timur, dan beberapa Jendral TNI AD. Karena pemberontakan PKI bahkan tidak hanya dilakukan sekali saja,” ujarnya. 

Ada upaya mengalihkan peristiwa G30S PKI tahun 1965, kata HNW dengan menimpakan kesalahan justru kepada Orde Baru. Padahal orde barulah  yang berhasil menumpas PKI dan gerakan komunisme. HNW menegaskan,   penolakan terhadap komunisme tidak hanya berkaitan dengan pemberontakan. Tetapi juga  sifat ideologinya yang radikal, intoleran dan tak sesuai dengan Pancasila.  Karena itu mereka ingin mengubah Pancasila, sebagaimana yang  tampak pada peristiwa Madiun Affair, pemberontakan PKI tahun 1948. 

“Kudeta PKI pada 18/9/1948 jelas tidak ada hubungan dengan Orba, CIA atau Amerika Serikat. Tetapi terkait dengan dukungan dari Partai  Komunis Uni Soviet. Mereka bukan hanya melakukan pemberontakan, tapi tragedi kemanusiaan, dan kudeta terhadap pemerintah RI yang sah. PKI bahkan sudah berhasil menetapkan Ibukota dan mendeklarasikan negara mereka di teritorial RI. Yaitu Negara Republik Soviet Indonesia. Mereka juga umumkan Musso sebagai Presiden dan Amir Syarifuddin sebagai Perdana Menteri,” tuturnya.  

Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menambahkan, narasi menyesatkan tersebut diperparah dengan kemunculan Kamus Sejarah Indonesia yang disusun Ditjen Kebudayaan Kemendikbud. Walau Kamus Sejarah Indonesia yang kontroversial itu telah ditarik karena memperoleh banyak protes keras dari masyarakat luas, termasuk PKS, tetapi itu menunjukkan bukti nyata adanya usaha penulisan sejarah yang baru dengan pengaburan fakta.  Atau penampilan pemahaman sejarah yang tidak utuh, sayanganya itu justru ada pada institusi pemerintahan. 

Dalam jilid 1 Kamus tersebut yang membahas periode Indonesia dipersiapkan dari tahun 1900-1950, lanjutnya, malah tidak disebutkan peran-peran besar pemuda Moslem, Jong Islamieten Bond, organisasi Pemuda Islam yg aktif menghadirkan Sumpah Pemuda 28/10/1928. Juga  peran  Ulama  yang ikut memperjuangkan serta menyelamatkan NKRI, malah tidak disebutkan. Tetapi yang banyak disebut adalah PKI dan tokoh Komunis. Jong Islamieten Bond, KH Hasyim Asyari (dengan Resolusi Jihad), KH. mas Mansoer dan KH. Wahid Hasyim (BPUPK), Mr Syafrudin Prawiranegara  ( PDRI) dan M Natsir (Mosi Integral kembali ke NKRI) tidak disebut. “Sejarah gilang gemilang mereka untuk Indonesia Merdeka dan NKRI, justru diputarbalikkan dan tidak disebutkan secara benar,” ujarnya.

Padahal, dengan pemahaman sejarah yang baik dan utuh,  pemuda  termasuk Pemuda Muslim mendapatkan keteladanan dan kebanggaan atas perjuangan para tokoh Bangsa. Pemuda bisa belajar dan meneruskan peran para tokoh bangsa, agar Indonesia dan cita-cita  kemerdekaan serta reformasinya dapat terus diwujudkan juga diwariskan kepada generasi berikut, untuk mensukseskan Indonesia Emas tahun 2045. 

“Sangat penting bagi anak muda untuk mempelajari dan mendapatkan sejarah secara benar, agar mempunyai kebanggaan dan mengetahui bagaimana pemuda termasuk Pemuda Muslim  eksis dan terus   berkontribusi, mengokohkan soliditas, solidaritas dan kemajuan bangsa, dangan menjaga Negara dan Pancasila dari berbagai ancaman. Seperti wabah Covid-19 saat ini, serangan luar negeri, neo kolonialisme, separatisme, serta ideologi-ideologi menyimpang yang tak sesuai dengan Pancasila seperti Komunisme,” tambahnya. 

“Dengan pemahaman sejarah yang baik dan benar, maka konteks peran Pemuda menguatkan simpul kebangsaan pada saat ini, juga bisa dilakukan secara lebih aktif dan konstruktif, karena sistem hukum dan prinsip demokrasi yang berlaku di Indonesia memberi ruang bagi pemuda untuk berkiprah di mana saja. Membangun soliditas guna menghadirkan solidaritas kepada masyarakat. Pemuda, dan Rakyat pada umumnya, diberikan jaminan hak untuk berkumpul dan berserikat dalam Pasal 28 UUD NRI 1945 yang  diperkuat dengan pasal-pasal tentang HAM lainnya dari Pasal 28A hingga 28J. Itu semua bisa dilakukan untuk menghadirkan kemaslahatan, dan kontribusi maksimal bagi Pemuda Indonesia. Karena tidak bertentangan dengan Pancasila, aturan hukum dan norma yang hidup di masyarakat (agama). Dan itulah teladan yg telah diwariskan oleh Bapak dan Ibu Bangsa untuk kaum Muda di zaman milenial sekarang. Maka maksimalkanlah, dan jangan dimubadzirkan,” pungkasnya. (*)



Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

EKORAN

TERBARU

  • TIMES Indonesia Dukung Bangkitnya Pelaku UMKM di Kota Tasikmalaya
    TIMES Indonesia Dukung Bangkitnya Pelaku UMKM di Kota Tasikmalaya
    23/10/2021 - 19:58
  • Khofifah Bantu Anggaran Rp3 M, MUI Jatim Lega Bisa Renovasi Kantor
    Khofifah Bantu Anggaran Rp3 M, MUI Jatim Lega Bisa Renovasi Kantor
    23/10/2021 - 19:52
  • Wujudkan Negara Maju, Menko PMK RI: Kuncinya SDM Unggul dan Berdaya Saing
    Wujudkan Negara Maju, Menko PMK RI: Kuncinya SDM Unggul dan Berdaya Saing
    23/10/2021 - 19:46
  • Temui Menhan RI Prabowo, Dubes Kolombia Tawarkan Kerja Sama Bidang Pertahanan
    Temui Menhan RI Prabowo, Dubes Kolombia Tawarkan Kerja Sama Bidang Pertahanan
    23/10/2021 - 19:37
  • Salah Satu Toko Pakaian Terbesar di Bondowoso Hangus Dilalap Api
    Salah Satu Toko Pakaian Terbesar di Bondowoso Hangus Dilalap Api
    23/10/2021 - 19:30

TIMES TV

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

01/04/2021 - 15:58

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi
Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo

Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo
Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan

Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan
The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Kapan Pandemi Berakhir
    Kapan Pandemi Berakhir
    23/10/2021 - 17:33
  • Santri di Era Revolusi Masyarakat 5.0
    Santri di Era Revolusi Masyarakat 5.0
    23/10/2021 - 13:13
  • Menjaga Identitas Kesantrian untuk Indonesia yang Lebih Hebat
    Menjaga Identitas Kesantrian untuk Indonesia yang Lebih Hebat
    23/10/2021 - 09:32
  • Dua Tahun Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin
    Dua Tahun Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin
    23/10/2021 - 02:01
  • Refleksi Singkat Tentang Maulid
    Refleksi Singkat Tentang Maulid
    23/10/2021 - 00:29
  • Menyuarakan Wakaf Sebagai Lifestyle
    Menyuarakan Wakaf Sebagai Lifestyle
    22/10/2021 - 18:39
  • Santri Agen Demokrasi
    Santri Agen Demokrasi
    22/10/2021 - 17:15
  • Jangan Sibuk Menilai Orang Lain Terus, Sibuklah dengan Dirimu Sendiri
    Jangan Sibuk Menilai Orang Lain Terus, Sibuklah dengan Dirimu Sendiri
    22/10/2021 - 10:20

KULINER

  • 5 Kuliner Korea yang Hits di Indonesia
    5 Kuliner Korea yang Hits di Indonesia
    23/10/2021 - 12:00
  • Sate Layah, Sate Ayam Hidden Gem dengan Saus Kacang Melelehkan Hati
    Sate Layah, Sate Ayam Hidden Gem dengan Saus Kacang Melelehkan Hati
    23/10/2021 - 06:51
  • Ragam Kuliner Seafood Tersedia di Kampung Mandar Banyuwangi, Begini Keseruannya
    Ragam Kuliner Seafood Tersedia di Kampung Mandar Banyuwangi, Begini Keseruannya
    23/10/2021 - 06:25
  • Pertama di Gresik, Bakso Lava di Atas Hot Plate
    Pertama di Gresik, Bakso Lava di Atas Hot Plate
    19/10/2021 - 14:01
  • Makan Malam Bak Artis Drakor di JW Marriott Surabaya
    Makan Malam Bak Artis Drakor di JW Marriott Surabaya
    18/10/2021 - 10:09