Kopi TIMES

Perlunya Regenerasi Kepemimpinan

Sabtu, 09 Oktober 2021 - 17:36 | 44.65k
Perlunya Regenerasi Kepemimpinan
Idham Cholid, warga Nahdliyin, Mantan Ketua Umum PMII Jombang 1994-1996, dan Ketua PB PMII 1997-1998 (FOTO : Dok. Idham Cholid for TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, JOMBANG – Muktamar ke-34 NU tinggal menghitung hari. Forum tertinggi jam'iyah Nahdlatul Ulama yang akan dihelat di Bandar Lampung pada 23-25 Desember mendatang, dengan demikian kurang 76 hari lagi, sejak hari ini.

Apakah karena masih dalam kondisi Pandemi Covid-19 Muktamar 34 NU menjadi kurang greget lagi? Padahal seharusnya, Muktamar sudah dilaksanakan satu tahun yang lalu.

Kurang gregetnya, terutama pada opini yang mengemuka akhir-akhir, justru lebih kepada perebutan Ketua Umum PBNU. Maaf, sebegitu vitalkah jabatan Ketua Umum (Tanfidziyyah) sehingga harus menguras energi sedemikian rupa untuk memperdebatkannya? Bukankah NU adalah jam'iyah yang "dikendalikan" oleh kepemimpinan ulama, dengan demikian otoritas keulamaan-lah yang sebenarnya harus lebih dikedepankan. Ulama yang seharusnya menjadi sumber inspirasi, bukan sekadar diposisikan sebagai alat legitimasi kepentingan pencalonan!

Kita tak memungkiri, suksesi kepemimpinan PBNU memang sangat penting. Jika ini yang harus dibahas, yang patut kita renungkan justru perlunya NU mempersiapkan proses regenerasi yang mapan. Tentu kita tak ingin mengulang sejarah kepemimpinan almaghfurlah KH Idham Chalid yang karena begitu lama (1952-1984) akhirnya "didongkel" para kiai dan melahirkan konflik berkepanjangan.

Gus Dur telah menjadi pintu regenerasi kepemimpinan yang sangat baik. Tiga periode kepemimpinannya (1984-1999) telah berhasil menciptakan kader unggulan dan merubah wajah NU, bahkan di mata internasional.

Tiga periode kepemimpinan Gus Dur bukan untuk dijadikan yurisprudensi. Apalagi konteksnya saat ini sudah jauh berbeda. Alm KH Hasyim Muzadi pun cukup dua kali memimpin NU (1999-2010).

Kini, sudah banyak lahir generasi-generasi baru. Kita semua tahu, KH Hasyim Muzadi, KH Said Aqil Siradj, dan bahkan semua yang kini memegang kendali NU (terutama jajaran Tanfidziyah) adalah santri-santri terbaik Gus Dur. Tentu mereka semua mempunyai hak yang sama untuk mendapatkan peluang dalam proses alih generasi itu.

Jika kemudian saat ini nama Gus Yahya (KH Yahya Cholil Staquf) juga mengemuka, tak elok rasanya mengidentifikasi beliau sebagai orang HMI, seakan dipandang sebagai "anak tiri" di NU. Sebagai rumah besar, NU harus memberikan tempat yang sama untuk semuanya. Hal ini juga sudah dibuktikan, dengan tampilnya Saifullah Yusuf, dan Helmy Faishal Zaini misalnya, di jajaran inti PBNU. Saat kuliah, mereka adalah kader HMI.

Menurut saya, isu rivalitas PMII dan HMI sangat tidak layak dibincangkan di NU. Terlalu kecil jika NU hanya membahas soal itu. Sama kecilnya jika NU juga hanya ditarik-tarik untuk kepentingan politik kekuasaan, apalagi kepentingan partai tertentu.

Banyak agenda besar yang masih harus mendapatkan perhatian. Bagaimana memberdayakan jama'ah NU yang konon mencapai 48 persen, berdasarkan survey LSI Denny JA pada 2019.  Berarti ada 116 juta lebih dari populasi masyarakat Indonesia diidentifikasi sebagai NU. Mayoritas dari mereka adalah para pedagang kecil, para petani, para buruh, yang saat ini kehidupannya sangat memprihatinkan.

Bukankah cita awal dari para pendiri NU adalah untuk membangkitkan umat? Agenda pemberdayaan semestinya harus dikedepankan, sebagaimana dulu Hadlratus-Syaikh KH Hasyim Asy'ari bersama KH Wahab Hasbullah dll _kerso_ memimpin langsung Syirkatul 'Inan (semacam Koperasi para Pedagang) sebagai bagian dari gerakan Nahdlatut Tujjar pada 1918. (*)

 

*) Oleh Idham Cholid, Mantan Ketua Umum PMII Jombang 1994-1996, dan Ketua PB PMII 1997-1998

*)Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id

 

____________
**) Kopi TIMES atau rubik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

**) Redaksi berhak tidak menanyangkan opini yang dikirim.



Publisher : Sholihin Nur

EKORAN

TERBARU

  • Arema FC Pastikan 5 Kali Beruntun Raih AFC Club Licensing
    Arema FC Pastikan 5 Kali Beruntun Raih AFC Club Licensing
    20/10/2021 - 13:35
  • Pertama Kali, Ginjal Babi Bisa Ditransplatasikan ke Manusia
    Pertama Kali, Ginjal Babi Bisa Ditransplatasikan ke Manusia
    20/10/2021 - 13:27
  • Ciptakan Wisata Baru, Pemkot Malang Percantik Gantangan Burung di Eks TPA Lowokdoro
    Ciptakan Wisata Baru, Pemkot Malang Percantik Gantangan Burung di Eks TPA Lowokdoro
    20/10/2021 - 13:21
  • Jembatan Kaca Gunung Bromo, Perkuat Daya Tarik Wisata
    Jembatan Kaca Gunung Bromo, Perkuat Daya Tarik Wisata
    20/10/2021 - 13:14
  • Ini Besaran Bonus untuk Atlet PON Kabupaten Mojokerto
    Ini Besaran Bonus untuk Atlet PON Kabupaten Mojokerto
    20/10/2021 - 13:08

TIMES TV

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

01/04/2021 - 15:58

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi
Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo

Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo
Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan

Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan
The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Muktamar NU yang Diharapkan
    Muktamar NU yang Diharapkan
    20/10/2021 - 12:56
  • Pentingkah Menumbuhkan Budaya Literasi di Negeri Ini?
    Pentingkah Menumbuhkan Budaya Literasi di Negeri Ini?
    20/10/2021 - 11:40
  • Urgensi PPHN versus Hoax Amandemen
    Urgensi PPHN versus Hoax Amandemen
    20/10/2021 - 10:10
  • Mom's World, Perempuan Digital Masa Kini
    Mom's World, Perempuan Digital Masa Kini
    19/10/2021 - 15:48
  • Musda KAHMI Banyuwangi Mau Dibawa Kemana?
    Musda KAHMI Banyuwangi Mau Dibawa Kemana?
    19/10/2021 - 13:30
  • Memutar Radio Kehidupan, Menjaring Frekwensi Rasulullah
    Memutar Radio Kehidupan, Menjaring Frekwensi Rasulullah
    19/10/2021 - 12:03
  • Resesi Paradigma Pendidikan Islam
    Resesi Paradigma Pendidikan Islam
    19/10/2021 - 10:00
  • Kecerdasan Emosional dalam Perspektif Pendidikan Islam
    Kecerdasan Emosional dalam Perspektif Pendidikan Islam
    18/10/2021 - 14:51

KULINER

  • Pertama di Gresik, Bakso Lava di Atas Hot Plate
    Pertama di Gresik, Bakso Lava di Atas Hot Plate
    19/10/2021 - 14:01
  • Makan Malam Bak Artis Drakor di JW Marriott Surabaya
    Makan Malam Bak Artis Drakor di JW Marriott Surabaya
    18/10/2021 - 10:09
  • Indomie Penyet Dinoyo Surabaya, Satu Hari Habiskan 5 Dus Indomie
    Indomie Penyet Dinoyo Surabaya, Satu Hari Habiskan 5 Dus Indomie
    18/10/2021 - 05:28
  • Cerita Nasgor Robot di Malang: Berawal Karena Lengan Penjual Patah Muncul Inovasi
    Cerita Nasgor Robot di Malang: Berawal Karena Lengan Penjual Patah Muncul Inovasi
    17/10/2021 - 11:53
  • De Bamboo, Café dengan Pemandangan Eksotik Kota Batu
    De Bamboo, Café dengan Pemandangan Eksotik Kota Batu
    17/10/2021 - 04:20