Kopi TIMES

Hele'yo, Nikmat Sagu Berbalut Keindahan Alam Papua

Sabtu, 09 Oktober 2021 - 15:33 | 22.54k
Hele'yo, Nikmat Sagu Berbalut Keindahan Alam Papua
FOTO: Egy Massadiah
Editor: Ronny Wicaksono

TIMESINDONESIA, SURABAYA – Berada di Kampung Sereh, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua hari-hari ini, kita pasti akan mengucap, 'nikmat mana lagi yang kau dustakan'.  Betapa tidak, di sini, baru saja diresmikan pusat kuliner Hele'yo, yang menyajikan menu utama aneka olahan makanan pokok Papua, yakni sagu.

Tidak hanya itu, Kampung Sereh adalah salah satu 'surga kecil' yang ada di Bumi Cendrawasih. Ia berlatar belakang Danau Sentani yang indah. Letaknya di bawah lereng Pegunungan Cagar Alam Cyclops. Danau ini memiliki luas sekitar 9.360 hektare dan berada di ketinggian 75 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Tidak keliru jika Kodam XVII/Cendrawasih sejak awal  mendukung penuh pembangunan pusat kuliner Hele'yo. Adalah Kolonel Arief Novianto Kazidam Cenderawasih yang ditugaskan untuk pembangunan pusat kuliner itu. 

Patut diapresiasi adalah, pengambilan momentum yang tepat. Pusat kuliner Hele'yo diresmikan di tengah-tengah gegap-gempita Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2021, Papua.

Ribuan atlet termasuk official, ditambah para supporter datang dari berbagai penjuru Tanah Air ke wilayah paling timur Indonesia. Jika ditotal, barangkali sekitar 10.000 orang. Berdasar data, jumlah atlet (saja) mencapai 7.039 orang. Mereka berasal dari 34 kontingen (provinsi) di Indonesia. Ditambah, kontingen tuan rumah.

Hal itu dibenarkan Pangdam XVII/Cendrawasih, Mayjen TNI Ignatius Yogo Triyono, saat menghadiri peresmian pusat kuliner Hele'yo, Kamis (7/10/2021). Lulusan Akmil 1988 itu menambahkan, berdirinya pusat kuliner The Hele'yo merupakan salah satu wujud implementasi 8 Wajib TNI yang diantaranya adalah membantu kesulitan masyarakat yang berada di sekelilingnya. 'Dan program ini sejatinya merupakan inisiasi dari Bapak Letjen TNI Purn Doni Monardo,' tambah Mayjen Yogo.

Sebagai penggagas, tak lupa panitia mengundang Letjen TNI (Purn) Dr. (HC) Doni Monardo yang juga _Pembina Yayasan Kita Jaga Alam_ untuk hadir dalam acara peresmian. Jarak pun tak menghalangi Doni untuk hadir, meski secara virtual. Adapun undangan lain yang hadir pada acara hari itu adalah Bupati Jayapura Bapak Mathius Awoitauw, S.E., M.Si, anggota MRP Ny. Dorlince Mehue, tokoh adat, tokoh masyarakat setempat dan sejumlah pejabat di lingkungan Kodam XVII/Cenderawasih.

Tak ada yang menyangkal, jejak-jejak Doni Monardo di Sentani tampak begitu jelas dan nyata. Bermula dari bencana alam banjir bandang di Kabupaten Jayapura tahun 2019 yang menewaskan tak kurang dari 100 orang. Saat itu, sebagai kepala BNPB, Doni terjun langsung ke sana. 

Bukan saja persoalan bencana banjir yang disentuh, tetapi Doni menaruh perhatian yang besar terhadap pemulihan perekonomian masyarakat. Dalam banyak kesempatan, Doni selalu menekankan tekadnya memuliakan Papua lewat pendekatan kesejahteraan, sebagaimana jejak Emas Biru dan Emas Hijau di Maluku saat dirinya menjabat  Pangdam Pattimura.

'Untuk itu, saya dan sejumlah pengusaha mempunyai gagasan meningkatkan kembali perekonomian bagi masyarakat yang terdampak, salah satunya terwujud hari ini,' jelas mantan Kepala BNPB itu.

Doni bersyukur gagasannya telah terwujud. Tak lupa, ia menyampaikan terima kasih kepada para pihak yang mendukung berdirinya The Hele'yo. Doni berharap, Hele'yo akan mampu mengggerakkan  perekonomian masyarakat Kampung Sereh, Sentani pada khususnya, dan warga Papua pada umumnya.

'PON XII di Papua adalah momentum yang sangat baik. Tempat ini akan menjadi salah satu destinasi wisata para peserta PON dari berbagai daerah,' tandas Doni.

Jejak Doni di Sentani

Sedikit mengilas balik jejak-jejak Doni Monardo di Sentani, tampak jelas jika kita membuka buku *'Titik Nol Corona: Doni Monardo di Pusaran Wabah'*.  Pada halaman 213, buku karya Egy Massadiah itu mengangkat judul menarik 'Theys Eluay Tersenyum di Surga'.

Judul itu mengguratkan sejarah pahit yang berakhir manis. Sejak kematian tokoh Papua itu tahun 2001, hubungan Kopassus dengan Papua boleh dibilang memanas. Kopassus tidak saja mendapat kecaman masyarakat Papua, tetapi dunia.

Syahdan, Doni Monardo mendapat penugasan menjadi Danjen Kopassus tahun 2014 – 2015. Saat itu Doni masih merasakan adanya duri tajam. Doni kontan mengundang Boy Michael Eluay, putra sulung mendiang Theys ke Markas Kopassus di Cijantung, Jakarta Timur, pada momen peringatan ulang tahun Kopassus ke-63.

Boy pun keluar dari persembunyiannya dan memenuhi undangan Doni. Setelah melakukan pembicaraan dari hati ke hati, begitu intens dan mendalam. Semua kecamuk rasa dan emosi dikuak untuk kemudian diredam. Akhirnya, Boy dengan lapang dada memaafkan pelaku pembunuhan terhadap ayahnya. Kepada media, Boy saat itu mengatakan, 'Tak ada lagi dendam. Kami diajarkan untuk saling mengasihi, seperti ajaran leluhur.'

Perdamaian dan persaudaraan itu pun dikukuhkan dengan pemberian jaket Kopassus bertuliskan 'Sahabat Kopassus' di dada kiri, dan nama Boy Eluay di dada kanan. Doni Monardo langsung yang memakaikan jaket itu ke tubuh Boy.

Persahabatan itu terus dipelihara, sekalipun Doni tak lagi menjabat Danjen Kopassus. Boy wafat tahun 2018 karena sakit. Lagi-lagi Doni pun sempat mengupayakan perawatan atas sakitnya di RSPAD, di bawah penanganan langsung Direktur RSPAD (ketika itu) Dr Terawan Agus Putranto (mantan Menkes).

Sejak Boy wafat, posisi ondofolo atau kepala suku Sentani dipegang adik Boy yang bernama Yanto Eluay (hingga sekarang). Jalinan persahabatan Doni dan Yanto pun tak putus. Alhasil, mereka dipertemukan Tuhan, saat Sentani dilanda banjir, dan (kebetulan) Doni Monardo menjabat Kepala BNPB.

Dalam salah satu kunjungannya ke Sentani, Doni bahkan sempat mengajak Menko PMK Muhadjir Effendy, Anggota DPR RI Ace Hasan Syadzily, dan rombongan singgah ke pendopo adat Onfofolo Sentani, dan diterima ondofolo Yanto Eulay.

Jejak Doni di Sentani pun makin terpatri dengan diresmikannya Pusat Kuliner The Hele'yo. 

Nah, mungkin Anda bertanya-tanya, apa makna Hele'yo, sehingga dijadikan nama pusat kuliner itu? 

Penjelasan pun meluncur dari Ny. Dorlince Mehue yang mewakili Ondofolo Kampung Sereh. Ia menuturkan, bahwa Kampung Sereh bahasa aslinya disebut Hele'yo. Sebuah kampung yang mempunyai nilai sejarah luar biasa. 

Hele'yo mempunyai arti tempat wadah air dan makanan yang berasal dari tanah liat. Dalam kesempatan itu, Ny Dorlince juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan perhatian yang begitu besar kepada masyarakat Papua khususnya masyarakat Kampung Sereh.

'Mewakili Ondofolo dan atas nama seluruh masyarakat adat Kampung Sereh mengucap syukur dan terimakasih kepada Bapak Letjen TNI (Purn) Dr. (HC) Doni Monardo, Pangdam XVII/Cenderawasih dan Bupati Jayapura atas pembangunan Pusat Kuliner The Hele'yo,' ungkapnya.

Dalam acara peresmian tersebut juga dilaksanakan penandatanganan penyerahan Pusat Kuliner The Hele'yo dari Pangdam XVII/Cenderawasih kepada Bapak Yanto Eluay yang diwakili oleh istrinya, Ny Yolanda Eluay. 

Kini, saatnya Anda mencatat objek pusat kuliner 'Hele'yo' dalam agenda kunjungan ke Papua. Nikmati aneka olahan sagu. Nikmati panorama surgawi Danau Sentani.

***

*) Catatan : Egy Massadiah.

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi timesindonesia.co.id

***

**) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

**) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim apabila tidak sesuai dengan kaidah dan filosofi TIMES Indonesia.



Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

EKORAN

TERBARU

  • Apple Rilis MacBook Pro 2021, Varian Harga Tertinggi Capai Rp45 Juta
    Apple Rilis MacBook Pro 2021, Varian Harga Tertinggi Capai Rp45 Juta
    21/10/2021 - 07:27
  • HUT Ke-57 Golkar dan Capaian Kepemimpinan Airlangga Hartarto
    HUT Ke-57 Golkar dan Capaian Kepemimpinan Airlangga Hartarto
    21/10/2021 - 07:00
  • Kemal Attaturk Tidak Sebanding Seokarno
    Kemal Attaturk Tidak Sebanding Seokarno
    21/10/2021 - 06:21
  • Comeback Old Trafford, Manchester United Jungkalkan Atalanta
    Comeback Old Trafford, Manchester United Jungkalkan Atalanta
    21/10/2021 - 06:00
  • Enjoy Beautiful Night Ambience by Opak River at Senja Ngalo Park
    Enjoy Beautiful Night Ambience by Opak River at Senja Ngalo Park
    21/10/2021 - 05:19

TIMES TV

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

01/04/2021 - 15:58

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi
Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo

Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo
Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan

Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan
The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Kemal Attaturk Tidak Sebanding Seokarno
    Kemal Attaturk Tidak Sebanding Seokarno
    21/10/2021 - 06:21
  • LEMI Hadir untuk Pulihkan Ekonomi Indonesia dI Tengah Pandemi
    LEMI Hadir untuk Pulihkan Ekonomi Indonesia dI Tengah Pandemi
    21/10/2021 - 04:14
  • Muktamar NU yang Diharapkan
    Muktamar NU yang Diharapkan
    20/10/2021 - 12:56
  • Pentingkah Menumbuhkan Budaya Literasi di Negeri Ini?
    Pentingkah Menumbuhkan Budaya Literasi di Negeri Ini?
    20/10/2021 - 11:40
  • Urgensi PPHN versus Hoax Amandemen
    Urgensi PPHN versus Hoax Amandemen
    20/10/2021 - 10:10
  • Mom's World, Perempuan Digital Masa Kini
    Mom's World, Perempuan Digital Masa Kini
    19/10/2021 - 15:48
  • Musda KAHMI Banyuwangi Mau Dibawa Kemana?
    Musda KAHMI Banyuwangi Mau Dibawa Kemana?
    19/10/2021 - 13:30
  • Memutar Radio Kehidupan, Menjaring Frekwensi Rasulullah
    Memutar Radio Kehidupan, Menjaring Frekwensi Rasulullah
    19/10/2021 - 12:03

KULINER

  • Pertama di Gresik, Bakso Lava di Atas Hot Plate
    Pertama di Gresik, Bakso Lava di Atas Hot Plate
    19/10/2021 - 14:01
  • Makan Malam Bak Artis Drakor di JW Marriott Surabaya
    Makan Malam Bak Artis Drakor di JW Marriott Surabaya
    18/10/2021 - 10:09
  • Indomie Penyet Dinoyo Surabaya, Satu Hari Habiskan 5 Dus Indomie
    Indomie Penyet Dinoyo Surabaya, Satu Hari Habiskan 5 Dus Indomie
    18/10/2021 - 05:28
  • Cerita Nasgor Robot di Malang: Berawal Karena Lengan Penjual Patah Muncul Inovasi
    Cerita Nasgor Robot di Malang: Berawal Karena Lengan Penjual Patah Muncul Inovasi
    17/10/2021 - 11:53
  • De Bamboo, Café dengan Pemandangan Eksotik Kota Batu
    De Bamboo, Café dengan Pemandangan Eksotik Kota Batu
    17/10/2021 - 04:20