Advertisement
Ekonomi

Pengusaha Batik di Kota Batu Mulai Menggeliat

Semakin turunnya level status Covid-19 di Kota Batu membawa harapan besar bagi perajin batik setempat. Mereka mulai menggeliat dan berharap kunjungan wisatawan kembali normal seperti dulu.

TIMES Indonesia,
Pengusaha Batik di Kota Batu Mulai Menggeliat
Pengurus Dekranasda Kota Batu saat mengunjungi Galery Batik Anjani di Desa Bumiaji, Kecamatan Bumiaji. (Muhammad Dhani Rahman/TIMES Indonesia)
A-AA+

BATU Semakin turunnya level status Covid-19 di Kota Batu membawa harapan besar bagi perajin batik setempat. Mereka mulai menggeliat dan berharap kunjungan wisatawan kembali normal seperti dulu.

Sejak dua tahun ini, penghasilan pebatik di Kota Batu turun drastis, hingga membuat mereka juga berhenti berinovasi untuk menghasilkan karya-karya terbaik. Memastikan kondisi para perajin batik di Kota Batu baik, pengurus Dekranasda (Dewan Kerajinan Nasional Daerah) Kota Batu berkunjung ke beberapa perajin batik.

Advertisement

Batik-Kota-Batu-2.jpg

Hari ini, Deskranada berkunjung ke Galery Batik Bantengan yang berada di Desa Bumiaji, Kecamatan Bumiaji. Dalam kunjungan itu, para pengrajin batik curhat dengan kondisi perekonomian mereka selama masa Pandemi ini.

"Kegiatan kunjungan yang kita lakukan ini merupakan rangkaian dari peringatan Hari Batik Nasional. Lewat kunjungan ini kita ingin tahu bagaimana kondisi para perajin kita saat Pandemi Covid-19 ini," ujar Ketua Dekranasda Kota Batu, Ny Wibi Punjul Santoso.

Kunjungan ini menurut Ny Wibi adalah bentuk kepedulian terhadap nasib para perajin batik sekaligus membangun solidaritas antara para perajin batik yang ada di Kota Batu. Dengan bergandeng tangan, Ny Wibi yakin para perajin batik tetap eksis.

Batik-Kota-Batu-3.jpg

Tidak hanya itu, Dekranasda juga menyiapkan serangkaian pelatihan untuk meningkatkan kemampuan sumber daya manusia para perajin batik, sehingga bisa menghasilkan batik khas Kota Batu yang berkualitas.

"Untuk membantu perekonomian teman-teman perajin batik, kita lakukan kampanye membeli produk perajin batik. Alhamdulillah dua tahun Pandemi Covid-19 terjadi, para perajin masih bisa berkarya," ujarnya.

Sementara itu, Anjani, perajin batik Desa Bumiaji Kota Batu mengharapkan pembinaan dari Dekranasda yang sangat diperlukan saat ini. "Kami mengharapkan pembinaan, supaya UMKM bisa bangkit dan bisa survive. Kini kita mulai menggeliat, berusaha untuk bangkit kembali setelah omset kita turun sampai 50 persen lebih," ujar Anjani. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Muhammad Dhani Rahman
PenulisMuhammad Dhani RahmanPenulis di TIMES Indonesia yang bergabung sejak 2022. Meliput berbagai topik, antara lain politik, hukum, kriminal, ekonomi, gaya hidup, teknologi, budaya, pemerintahan, serta isu-isu nasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia