Entertainment

Dipenjara, Aktris Myanmar Ini Memenangkan Festival Film Oldenburg Jerman

Selasa, 28 September 2021 - 04:35 | 39.49k
Dipenjara, Aktris Myanmar Ini Memenangkan Festival Film Oldenburg Jerman
Aktris Eaindra Kyaw Zin dalam berbagai pose.(FOTO: Facebook Eaindra Kyaw Zin)
Pewarta: | Editor: Wahyu Nurdiyanto

TIMESINDONESIA, JAKARTAAktris Myanmar yang dipenjara oleh rezim militer, Eaindra Kyaw Zin telah memenangkan Penghargaan Penampilan Terbaik di Festival Film Internasional Oldenburg Jerman.

Dilansir The Irrawaddy, aktris terkenal itu ditangkap dan dipenjara karena kegiatan anti-rezim sejak awal April dan saat ini menghabiskan hari ke-164 di Penjara Insein Yangon, bersama ribuan tahanan politik lainnya.

Eaindra Kyaw Zin adalah aktris film Burma dan model komersial TV yang memenangkan Myanmar Academy Award dua kali.

Dia juga seorang aktris dengan bayaran tertinggi ketiga di Myanmar dan seorang pelukis amatir. Meski saat ini usianya sudah lebih 40 tahun, namun dia masih menjadi aktris populer di Myanmar

Eaindra-Kyaw-Zin.jpgEaindra Kyaw Zin saat berada ditengah demonstran dalam protes perlawanannya terhadap rezim militer yang telah mengkudeta pemerintahan sipil yang demokratis.(FOTO: The Irrawaddy)

Dia memenangkan Seymour Cassel Best Performance Award untuk melodrama What Happened to the Wolf? Film ini mengikuti dua wanita yang bertemu dan jatuh cinta saat pasien di rumah sakit untuk penyakit parah, dengan Eaindra Kyaw Zin dan sesama pemenang Myanmar Motion Picture Academy Award, Paing Phyoe Thu berperan sebagai wanita.

Pada upacara pembukaan Festival Film Internasional Oldenburg 15 September 2021 lalu, sutradara festival Torsten Neumann dan yang lainnya mengenakan kaus untuk menghormati aktris yang ditahan itu.

Eaindra Kyaw Zin adalah salah satu pendukung paling terkenal dari Gerakan Pembangkangan Sipil Myanmar (CDM). Dia ditangkap bersama suaminya Pyay Ti Oo, yang juga seorang aktor terkenal.

Keduanya menghadapi kemungkinan hukuman penjara tiga tahun karena penghasutan karena penentangan mereka terhadap rezim militer

Pasangan itu, aktor dengan bayaran tertinggi di Myanmar, bergabung dengan protes jalanan menuntut kembalinya demokrasi setelah kudeta 1 Februari oleh junta militer. Mereka mendesak pegawai negeri sipil untuk menolak bekerja untuk rezim dan bergabung dengan CDM.

Apa yang terjadi dengan Serigala? disutradarai dan diproduksi oleh Na Gyi, yang membuat film sebelum kudeta.

Eaindra-Kyaw-Zin-2.jpg

Na Gyi, bersama istrinya Paing Phyoe Thu, bersembunyi setelah surat perintah penangkapan untuk penghasutan dikeluarkan untuk pasangan itu karena diduga menggunakan status selebriti mereka untuk menentang kudeta. Juga bersembunyi dua aktor lain dalam film tersebut, Kyaw Htet Aung dan Aung Myint Myat.

Paing Phyoe Thu juga dinominasikan untuk Penghargaan Seymour Cassel untuk Penampilan Terbaik.

"Na Gyi's Apa yang terjadi dengan Serigala? dan penampilan para aktris utama membuat kami terengah-engah," kata aktris pemenang penghargaan dan anggota juri festival Deborah Kara Unger saat mengumumkan penghargaan tersebut.

"Kami merayakan keanggunan (Eaindra Kyaw Zin), jiwanya, hadiahnya yang tak ternilai untuk bioskop dengan harapan ini sampai padanya," tambahnya.

Lebih dari 8.200 warga sipil termasuk pengunjuk rasa, aktivis, politisi dan selebriti telah ditahan oleh junta sejak kudeta. 2.000 orang lainnya menjadi subyek surat perintah penangkapan.

Junta militer Myanmar juga telah melarang pertunjukan, penyiaran atau penerbitan karya seniman yang ditangkap atau dicari karena keterlibatan mereka dalam kegiatan anti-rezim. (*) 



Publisher : Sofyan Saqi Futaki

EKORAN

TERBARU

  • Angkringan Among Tani Gives You a Taste of Yogyakarta in Batu
    Angkringan Among Tani Gives You a Taste of Yogyakarta in Batu
    26/10/2021 - 05:32
  • Bakso Lava of Omah Bakso Sully, the Spiciness will Make You Cry in Tears
    Bakso Lava of Omah Bakso Sully, the Spiciness will Make You Cry in Tears
    26/10/2021 - 03:29
  • Amily Hijab, Melenggang Penuh Pesona dari Indonesia Fashion Week
    Amily Hijab, Melenggang Penuh Pesona dari Indonesia Fashion Week
    26/10/2021 - 01:22
  • Membangun Kesadaran Atas Kekerasan Berbasis Gender Terhadap Perempuan
    Membangun Kesadaran Atas Kekerasan Berbasis Gender Terhadap Perempuan
    26/10/2021 - 00:27
  • Lestari Moerdijat Dukung IAIN Palopo Menjadi UIN
    Lestari Moerdijat Dukung IAIN Palopo Menjadi UIN
    25/10/2021 - 23:56

TIMES TV

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

01/04/2021 - 15:58

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi
Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo

Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo
Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan

Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan
The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Membangun Kesadaran Atas Kekerasan Berbasis Gender Terhadap Perempuan
    Membangun Kesadaran Atas Kekerasan Berbasis Gender Terhadap Perempuan
    26/10/2021 - 00:27
  • Teladan Nabi, Moderasi Beragama dan Islam Kita
    Teladan Nabi, Moderasi Beragama dan Islam Kita
    25/10/2021 - 16:00
  • Memuliakan Guru Honorer
    Memuliakan Guru Honorer
    25/10/2021 - 15:00
  • Kapan Pandemi Berakhir
    Kapan Pandemi Berakhir
    23/10/2021 - 17:33
  • Santri di Era Revolusi Masyarakat 5.0
    Santri di Era Revolusi Masyarakat 5.0
    23/10/2021 - 13:13
  • Menjaga Identitas Kesantrian untuk Indonesia yang Lebih Hebat
    Menjaga Identitas Kesantrian untuk Indonesia yang Lebih Hebat
    23/10/2021 - 09:32
  • Dua Tahun Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin
    Dua Tahun Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin
    23/10/2021 - 02:01
  • Refleksi Singkat Tentang Maulid
    Refleksi Singkat Tentang Maulid
    23/10/2021 - 00:29

KULINER

  • Ini Alasan Pepaya Dijuluki Malaikatnya Buah
    Ini Alasan Pepaya Dijuluki Malaikatnya Buah
    25/10/2021 - 13:09
  • Tak Sampai Rp20 Ribu, Lezatnya Domba Bakar Madu di Malang
    Tak Sampai Rp20 Ribu, Lezatnya Domba Bakar Madu di Malang
    25/10/2021 - 04:08
  • 135 Orang Ikuti Pelantikan PCNU Ciamis Masa Khidmat 2021-2026
    135 Orang Ikuti Pelantikan PCNU Ciamis Masa Khidmat 2021-2026
    24/10/2021 - 22:02
  • 5 Kuliner Korea yang Hits di Indonesia
    5 Kuliner Korea yang Hits di Indonesia
    23/10/2021 - 12:00
  • Sate Layah, Sate Ayam Hidden Gem dengan Saus Kacang Melelehkan Hati
    Sate Layah, Sate Ayam Hidden Gem dengan Saus Kacang Melelehkan Hati
    23/10/2021 - 06:51