Gaya Hidup

Berburu Foto di Hutan Banyuwangi, Fotografer ini Dag-dig-dug Berjumpa Macan Tutul

Selasa, 28 September 2021 - 00:23 | 67.57k
Berburu Foto di Hutan Banyuwangi, Fotografer ini Dag-dig-dug Berjumpa Macan Tutul
Rendra Kurnia alias Gondes, fotografer profesional asal Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. (FOTO: Rendra Kurnia)
Pewarta: | Editor: Wahyu Nurdiyanto

TIMESINDONESIA, BANYUWANGI – Seorang fotografer dari Banyuwangi, Jawa Timur, ini memiliki pengalaman mendebarkan saat berburu foto satwa liar di dalam hutan TN Alas Purwo dan Baluran. Senang bercampur ngeri, tatkala berjumpa dengan seekor jantan macan tutul Jawa dari jarak 2 meter.

Dialah Rendra Kurnia (42) alias Gondes. Seorang fotografer profesional asal Banyuwangi yang konsen berburu foto satwa langka dan unik dengan kamera Nikon D4s yang dipasangi lensa Tamron 150-600 mm miliknya.

Gondes, menyebut perjumpaannya dengan keluarga predator ranking atas tersebut adalah sebuah kegilaan. Betapa tidak, dalam perjumpaan itu ia hanya sendiri tanpa ditemani siapapun. Juga tanpa perlengkapan perlindungan apapun.

Rindra Kurnia aRendra Kurnia, seorang fotografer Banyuwangi memakai kostum kamuflase saat sedang berburu foto di hutan. (FOTO: Rendra Kurnia)

Namun kegilaan Gondes terhadap fotografi ini terbayar lunas. Setelah alam memberikan kesempatan untuk bertatap mata langsung dengan macan tutul Jawa tersebut. Dengan pengalaman ini, Gondes menyatakan jika spesies kucing predator Jawa ini belum punah sepenuhnya.

"Lha inilah gilanya saya. Masuk hutan hunting foto tanpa kawan. Tanpa alat keamanan cuman bawa makanan," cetus Gondes kepada TIMES Indonesia, Senin (27/9/2021).

Sejak tahun 2013 lalu, Gondes mengaku sudah melakukan pengamatan terhadap perilaku dan lokasi macan tutul Jawa ini bisa ditemukan. Perburuan ini juga sempat dilakoninya sampai di kawasan hutan Sumatera.

Macan TutulMacan tutul Jawa hasil jepretan Rendra Kurnia di hutan TN Baluran Banyuwangi. (FOTO: Rendra Kurnia)

Saat berburu, Gondes memang jarang mengajak teman. Ini karena, perburuan yang dilakukannya bisa memakan waktu hingga 7 hari di dalam hutan. Belum cukup disitu saja. Untuk menciptakan sebuah momen penting, Ia harus membatu sampai 6 jam lamanya. Tanpa ada pergerakan sedikitpun.

Ketika berburu foto satwa langka, Gondes biasanya memakai satu set pakaian kamuflase. Yakni sebuah pakaian menyerupai semak-semak persis seperti yang dikenakan seorang penembak runduk profesional.

"Untuk kualitas gambar yang bagus kita selalu berusaha sedekat mungkin dengan objek. Disinilah kegilaan kita diuji," kata Gondes sembari melepas tawa.

Menurutnya, untuk menjadi fotografer predator yang paling dibutuhkan adalah cara memenangkan naluri si objek. Seorang fotografer harus bisa memberikan hawa kehadiran yang tidak mengancam objek.

Kupu kupuAneka ragam jenis kupu-kupu di Kabupaten Banyuwangi. (FOTO: Rendra Kurnia)

Namun demikian, bukan berarti seorang fotografer harus melepas kewaspadaan sehingga bisa dipandang sebagai mangsa.

"Intinya bagaimana kita bisa mendekat tanpa memberikan sinyal bahaya bagi objek. Tapi kewaspadaan jangan sampai kendor sehingga kita ditargetkan sebagai mangsa. Jangan langsung melepas mata dari pandangan objek sebelum si objek menandai kita bukan musuhnya," jelasnya.

Dalam menggeluti profesinya ini, Gondes telah siap untuk menerima segala konsekuensi. Kelaparan, minum air sungai, digigit serangga, nyaris dipatok ular, dihinggapi hewan penghisap darah baik pacet atau lintah serta kendala lainnya.

"Ketemu king kobra putih sudah, kalajengking beracun, ular viper juga sudah. Kehujanan di hutan, kelaparan sampai minum air sungai juga sudah pernah," tambahnya.

Merilis Buku Keanekaragaman Hayati

Sejauh ini, Gondes mengaku sudah memiliki koleksi ribuan foto tentang satwa di Banyuwangi. Mulai dari macan tutul Jawa, banteng, kupu-kupu, capung, ular viper, king kobra putih, aneka burung endemik serta beberapa jenis primata setempat.

Dari koleksi tersebut, Gondes berencana untuk menerbitkan sebuah buku berisi keanekaragaman hayati di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur ini. Keragaman tersebut akan dikorelasikan dengan kebudayaan dan kebiasaan dari masyarakat lokal.

Sejauh ini, buku tersebut masih dalam tahap penyusunan. Dia mentargetkan, di tahun 2022 nanti sudah bisa dicetak sebagai aset Kabupaten Banyuwangi.

"Semoga bisa segera rampung buku ini. Rencana dengan ketebalan 400 halaman. Isinya soal satwa-satwa langka dan korelasinya dengan lingkungan. Baik sejarah di Banyuwangi atau budayanya," ujar Gondes.

Puyuh GonggongPuyuh Gonggong, burung endemik di kawasan pegunungan Ijen Banyuwangi. (FOTO: Rendra Kurnia)

Menurut Gondes, alam Banyuwangi sebenarnya telah dihuni oleh ratusan bahkan ribuan satwa langka. Hanya saja, satwa-satwa tersebut berada di kawasan hutan pedalaman yang berbahaya.

"Misalnya saja Seriwang Asia atau Tali pocong, ini burung endemik. Atau Puyuh Gongong yang hanya ada di kawasan pegunungan Ijen saja. Ada juga jenis capung yang hanya ada di Banyuwangi," katanya.

Selain untuk kepentingan sebuah buku ini, Rendra Kurnia alias Gondes ini juga menyumbangkan hasil jepretannya kepada BKSDA untuk kepentingan dokumentasi serta penelitian. Melalui fotografi inilah, pria asal Banyuwangi ini berkomitmen untuk melestarikan kehidupan macan tutul Jawa beserta satwa dilindungi lainnya. (*)



Publisher : Sholihin Nur

EKORAN

TERBARU

  • Bakso Lava of Omah Bakso Sully, the Spiciness will Make You Cry in Tears
    Bakso Lava of Omah Bakso Sully, the Spiciness will Make You Cry in Tears
    26/10/2021 - 03:29
  • Amily Hijab, Melenggang Penuh Pesona dari Indonesia Fashion Week
    Amily Hijab, Melenggang Penuh Pesona dari Indonesia Fashion Week
    26/10/2021 - 01:22
  • Membangun Kesadaran Atas Kekerasan Berbasis Gender Terhadap Perempuan
    Membangun Kesadaran Atas Kekerasan Berbasis Gender Terhadap Perempuan
    26/10/2021 - 00:27
  • Lestari Moerdijat Dukung IAIN Palopo Menjadi UIN
    Lestari Moerdijat Dukung IAIN Palopo Menjadi UIN
    25/10/2021 - 23:56
  • Askab PSSI Janjikan Dana untuk PSID Jombang
    Askab PSSI Janjikan Dana untuk PSID Jombang
    25/10/2021 - 23:48

TIMES TV

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

01/04/2021 - 15:58

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi
Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo

Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo
Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan

Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan
The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Membangun Kesadaran Atas Kekerasan Berbasis Gender Terhadap Perempuan
    Membangun Kesadaran Atas Kekerasan Berbasis Gender Terhadap Perempuan
    26/10/2021 - 00:27
  • Teladan Nabi, Moderasi Beragama dan Islam Kita
    Teladan Nabi, Moderasi Beragama dan Islam Kita
    25/10/2021 - 16:00
  • Memuliakan Guru Honorer
    Memuliakan Guru Honorer
    25/10/2021 - 15:00
  • Kapan Pandemi Berakhir
    Kapan Pandemi Berakhir
    23/10/2021 - 17:33
  • Santri di Era Revolusi Masyarakat 5.0
    Santri di Era Revolusi Masyarakat 5.0
    23/10/2021 - 13:13
  • Menjaga Identitas Kesantrian untuk Indonesia yang Lebih Hebat
    Menjaga Identitas Kesantrian untuk Indonesia yang Lebih Hebat
    23/10/2021 - 09:32
  • Dua Tahun Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin
    Dua Tahun Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin
    23/10/2021 - 02:01
  • Refleksi Singkat Tentang Maulid
    Refleksi Singkat Tentang Maulid
    23/10/2021 - 00:29

KULINER

  • Ini Alasan Pepaya Dijuluki Malaikatnya Buah
    Ini Alasan Pepaya Dijuluki Malaikatnya Buah
    25/10/2021 - 13:09
  • Tak Sampai Rp20 Ribu, Lezatnya Domba Bakar Madu di Malang
    Tak Sampai Rp20 Ribu, Lezatnya Domba Bakar Madu di Malang
    25/10/2021 - 04:08
  • 135 Orang Ikuti Pelantikan PCNU Ciamis Masa Khidmat 2021-2026
    135 Orang Ikuti Pelantikan PCNU Ciamis Masa Khidmat 2021-2026
    24/10/2021 - 22:02
  • 5 Kuliner Korea yang Hits di Indonesia
    5 Kuliner Korea yang Hits di Indonesia
    23/10/2021 - 12:00
  • Sate Layah, Sate Ayam Hidden Gem dengan Saus Kacang Melelehkan Hati
    Sate Layah, Sate Ayam Hidden Gem dengan Saus Kacang Melelehkan Hati
    23/10/2021 - 06:51