Kopi TIMES

Program Kotaku di Indramayu: Apa dan Bagaimana?

Jumat, 24 September 2021 - 19:12 | 60.26k
Program Kotaku di Indramayu: Apa dan Bagaimana?
Sudrajat Goefron Said, Tenaga Ahli Sosialisasi dan Komunikasi Oversight Consultant (OC) 6 Jawa Barat, National Slum Upgrading Program (NSUP) / Program Kotaku.
Editor: Faizal R Arief

TIMESINDONESIA, INDRAMAYU – Mencermati pemberitaan yang dilansir salah satu media online dengan judul Program Kota Tanpa Kumuh, PKSPD: Kotaku Kumuh, Minggu  (19/9/2021). Penulis merasa perlu memberikan respons dan penjelasan berkenaan apa yang disampaikan Direktur Pusat Kajian Strategis Pembangunan Daerah (PKSPD), O’ushj Dialambaqa yang diantaranya menyoal terminologi Perkotaan dan Pedesaan berkaitan dengan sasaran lokasi Program Kota Tanpa Kumuh (Program Kotaku).

Sebagaimana Ia sampaikan, mengenai sasaran Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) yang ada di wilayah administratif desa (rural) memang benar adanya. Meskipun, Program Kotaku juga menyebar di wilayah sasaran yang secara adminsitratif disebut kelurahan (urban). 

Dalam hal ini, penentuan Program Kotaku tidak semata mengacu kepada terminologi desa atau perkotaan secara administratif. Namun, lebih menekankan pada makna substansi suatu kawasan yang memiliki ciri-ciri kawasan perkotaan. 

Kembali kepada terminologi “kota” dan “desa” berkaitan dengan program ini, lebih tepat jika disandingkan dengan definisi sebagaimana yang digunakan dalam Peraturan Kepala Badan Pusat Statistik Nomor 37 Tahun 2010, tentang Klasifikasi Perkotaan dan Perdesaan di Indonesia. 

Di dalam pasal 2 ayat 1, dijelaskan bahwa kriteria wilayah perkotaan adalah persyaratan tertentu dalam hal kepadatan penduduk, persentase rumah tangga pertanian, dan keberadaan atau akses pada fasilitas perkotaan yang dimiliki oleh suatu desa atau kelurahan. 

Fasilitas perkotaan sebagaimana dimaksud pada ayat 1, adalah sarana pendidikan, pasar, pertokoan, rumah sakit, persentase rumah tangga yang menggunakan telepon dan persentase rumah tangga yang menggunakan listrik.

Mengacu kepada Peraturan BPS tersebut, dapat disimpulkan bahwa lokasi desa sasaran Program Kotaku saat ini, dipastikan memiliki kriteria sebagaimana disebutkan dalam pasal 2 ayat 1.

Namun yang jauh lebih penting dari itu semua, fokus Program Kotaku adalah mengurangi kumuh di wilayah yang secara kriteria tergolong kawasan kumuh, guna pemenuhan 7 indikator sarana dasar perumahan dan permukiman warga, seperti kondisi bangunan gedung, jalan lingkungan, air minum, drainase lingkungan, pengelolaan air limbah, pengelolaan persampahan dan proteksi kebakaran. 

Di dalam menentukan kelayakan lokasi sasaran tersebut, Program Kotaku menggunakan sumber data dari hasil survei base line data kumuh yang dilakukan secara partisipatif dan berjenjang (bottom up planning) atau melibatkan berbagai unsur di masyarakat. Sebelum nantinya ditetapkan sebagai kawasan kumuh melalui Surat Keputusan Bupati setempat.

Tujuannya melalui program ini masyarakat memiliki akses terhadap lingkungan bermukim yang layak huni, produktif dan berkelanjutakan. Bahkan program ini memiliki visi besar yang senafas dan menjadi satu kesatuan dengan komitmen dunia untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDG’s).  

Program Kotaku yang diluncurkan Direktorat Jenderal Ciptakarya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kementerian PUPR RI) disamping mendukung SDG’s, secara jangka menengah adalah menyelesaikan target pemerintah mengurangi angkah kumuh secara nasional sebesar 10.000 hektar, sebagaimana tertuang di dalam RPJMN 2020-2004.

Perlu disampaikan, bahwa Program Kotaku di Kabupaten Indramayu, berdasarkan catatan tahun 2017 terdapat 2 desa, dengan jumlah Bantuan Dana Investasi (BDI) Rp1 miliar, 2018: 3 lokasi, jumlah Bantuan Pemerintah untuk Masyarakat (BPM) Rp4,5 miliar, 2019: 11 lokasi, jumlah BPM Rp21 milyar, 2020: 11 lokasi, BPM Rp11 milyar dan 2021: 14 lokasi, BPM Rp7,7 miliar. 

Melalui program tersebut di atas, angka luasan kumuh di Indramayu hingga 2020 dapat dikurangi mencapai 378,14 hektar. Pelaksanaan program yang sudah cukup lama ini tentu saja bukan tanpa hambatan dan tantangan. Namun, melalui dukungan masyarakat, pemerintah daerah, swasta, civil society organization, perguruan tinggi dan media dapat kita lalui dengan baik. 

Karenanya dukungan Bupati Indramayu Nina Agustina beserta jajarannya yang selama ini telah turut aktif melakukan kunjungan dan pengawasan dalam rangka memastikan program Kotaku tepat sasaran, berkualitas dan bermanfaat bagi masyarakat, tentu selayaknya mendapat apresiasi. Perhatian dan dukungan dari siapapun terhadap program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat tersebut harus didudukkan sebagai bagian dari perwujudan “akuntabilitas publik” yang patut dihargai dan terus diberikan tempat, terlebih selaku kepala daerah.

***

*) Oleh: Sudrajat Goefron Said, Tenaga Ahli Sosialisasi dan Komunikasi Oversight Consultant (OC) 6 Jawa Barat, National Slum Upgrading Program (NSUP) / Program Kotaku.

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi timesindonesia.co.id

***

**) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

**) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim apabila tidak sesuai dengan kaidah dan filosofi TIMES Indonesia.



Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

EKORAN

TERBARU

  • MR.DIY Indonesia Buka Toko ke-300 di Medan 
    MR.DIY Indonesia Buka Toko ke-300 di Medan 
    28/10/2021 - 05:36
  • Ingin Anak Tidur Nyenyak? Ajak Anak Berkegiatan di Alam Terbuka
    Ingin Anak Tidur Nyenyak? Ajak Anak Berkegiatan di Alam Terbuka
    28/10/2021 - 04:31
  • Sering Bad Mood? Ini Enam Alasannya
    Sering Bad Mood? Ini Enam Alasannya
    28/10/2021 - 03:22
  • Mengenal Lebih Dekat Miss Teenager Jatim, Hellua Mukty Marisa Gaspersz
    Mengenal Lebih Dekat Miss Teenager Jatim, Hellua Mukty Marisa Gaspersz
    28/10/2021 - 02:28
  • Pensiun Nge-game Sementara, Rainaldy Lagha Pilih Fokus Usaha
    Pensiun Nge-game Sementara, Rainaldy Lagha Pilih Fokus Usaha
    28/10/2021 - 01:33

TIMES TV

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

01/04/2021 - 15:58

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi
Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo

Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo
Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan

Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan
The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Kebebasan Bukan untuk Penghinaan
    Kebebasan Bukan untuk Penghinaan
    27/10/2021 - 14:32
  • Model Pendidikan Dakwah di Kalangan Jamaah Tablig Pondok Pesantren
    Model Pendidikan Dakwah di Kalangan Jamaah Tablig Pondok Pesantren
    27/10/2021 - 11:18
  • BEM UI, Isu Lingkungan, dan Media
    BEM UI, Isu Lingkungan, dan Media
    26/10/2021 - 18:46
  • Membangun Kesadaran Atas Kekerasan Berbasis Gender Terhadap Perempuan
    Membangun Kesadaran Atas Kekerasan Berbasis Gender Terhadap Perempuan
    26/10/2021 - 00:27
  • Teladan Nabi, Moderasi Beragama dan Islam Kita
    Teladan Nabi, Moderasi Beragama dan Islam Kita
    25/10/2021 - 16:00
  • Memuliakan Guru Honorer
    Memuliakan Guru Honorer
    25/10/2021 - 15:00
  • Kapan Pandemi Berakhir
    Kapan Pandemi Berakhir
    23/10/2021 - 17:33
  • Santri di Era Revolusi Masyarakat 5.0
    Santri di Era Revolusi Masyarakat 5.0
    23/10/2021 - 13:13

KULINER

  • Ini Alasan Pepaya Dijuluki Malaikatnya Buah
    Ini Alasan Pepaya Dijuluki Malaikatnya Buah
    25/10/2021 - 13:09
  • Tak Sampai Rp20 Ribu, Lezatnya Domba Bakar Madu di Malang
    Tak Sampai Rp20 Ribu, Lezatnya Domba Bakar Madu di Malang
    25/10/2021 - 04:08
  • 135 Orang Ikuti Pelantikan PCNU Ciamis Masa Khidmat 2021-2026
    135 Orang Ikuti Pelantikan PCNU Ciamis Masa Khidmat 2021-2026
    24/10/2021 - 22:02
  • 5 Kuliner Korea yang Hits di Indonesia
    5 Kuliner Korea yang Hits di Indonesia
    23/10/2021 - 12:00
  • Sate Layah, Sate Ayam Hidden Gem dengan Saus Kacang Melelehkan Hati
    Sate Layah, Sate Ayam Hidden Gem dengan Saus Kacang Melelehkan Hati
    23/10/2021 - 06:51