Peristiwa Daerah

Pelet Nano-Biochar Potensial Jadi Pakan Ternak Rendah Emisi Gas Metana

Kamis, 23 September 2021 - 08:25 | 18.35k
Pelet Nano-Biochar Potensial Jadi Pakan Ternak Rendah Emisi Gas Metana
Tim mahasiswa UGM (FOTO: Humas UGM for TIMES Indonesia)
Pewarta: | Editor: Wahyu Nurdiyanto

TIMESINDONESIA, YOGYAKARTA – Tim mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil melakukan inovasi pengembangan pelet nano-biochar pakan ternak untuk menekan jumlah emisi gas metana pada ternak sapi.

Keempat mahasiswa tersebut terdiri dari Agung Rizky Fauzi (Peternakan 2018), Muhammad Maulana Sadid (Peternakan 2018), Aulia Tegar Luh Azzahra (Kedokteran Hewan 2019), Arifah Maharani Crishna Fadzilah (Kimia 2019), dan Arifa Zaini Syafhira (Peternakan 2020) melakukan penelitian untuk menghasilkan pelet nano- biochar sebagai feed additive pakan ternak.

Penelitian itu berangkat dari keprihatinan lonjakan jumlah gas rumah kaca (GRK) khususnya di Indonesia menjadi salah satu permasalahan lingkungan. Sebagian besar gas metana yang terakumulasi di atmosfer disumbangkan oleh sektor pertanian khususnya peternakan.

Sesuai data Badan Pusat Statistik menyebutkan bahwa jumlah sapi potong di Indonesia terhitung tahun 2020 mencapai 17.466.792 ekor dengan emisi gas metana sekitar 45,5 kg/ekor/tahun. Pemberian pakan yang mengandung hijauan lebih banyak dibandingkan konsentrat menyebabkan produksi metana yang lebih tinggi dalam fermentasi enterik ruminansia.

Menurut Agung selaku ketua tim peneliti, pelet nano-biochar ini dapat dimanfaatkan sebagai feed additive pakan ternak ruminansia yang diharapkan dapat dikonsumsi untuk menurunkan produksi gas metana dalam proses fermentasi enterik ternak tersebut. Fermentasi zat organik pakan ini akan menghasilkan Volatile Fatty Acid (VFA), karbon dioksida (CO 2 ), gas hidrogen (H 2 ), dan sejumlah mikroba.

“Adanya akumulasi gas-gas tersebut di dalam rumen menstimulasi terjadinya metanogenesis yang menghasilkan gas metana” jelas AgungAgung melalui siaran pers kepada TIMES Indonesia, Kamis (23/9/2021)

Sementara Maulana yang juga anggota tim peneliti menambahkan bahwa bahan yang ditambahkan dalam pelet tersebut berupa tanin dan yang bisa menurunkan kadar metana pada ruminansia dengan cara melindungi protein sehingga tidak bisa digunakan oleh bakteri metanogen--bakteri penghasil metana.

Selain bahan tersebut, kata Maulana terdapat juga dua bahan lain yaitu essential oil dan bio carbon yang dimana bertugas sebagai antimikroba atau zat volatil yang dapat menurunkan aktivitas mikroba rumen terutama protozoa dan metanogen penghasil metana.

Nah sedangkan biocarbon berfungsi sebagai senyawa adsorben metana atau CH4 dengan cara mengubah biofilm mikroba rumen dan meningkatkan metanotrof rumen-bakteri yang menggunakan metana sebagai sumber karbon dan energi.

Dia menjelaskan potensi Pelet Nano-Biochar menurunkan gas metana ini merupakan hasil dari proses fermentasi mikroba rumen melalui penambahan tanin, essential oil dan biochar. Selain menurunkan jumlah emisi, pakan ini juga mampu meningkatkan penyerapan nutrisi dari pakan oleh ternak bisa lebih maksimal sehingga berpengaruh pada produktivitas ternak itu sendiri.

“Dilihat dari potensi ketiga bahan pakan tambahan untuk ternak tersebut, diharapkan bisa mengurangi produksi gas buangan khususnya gas metana,” ujar Maulana

Dosen pembimbing Prof. Lies Mira Yusiati dan Dr. Muhsin Al Anas yang menyampaikan bahwa penelitian pengembangan Pelet Nano-Biochar sebagai Feed Additive pada Pakan Ternak merupakan inovasi yang bisa diproduksi secara masal. "Diharapkan bisa dimanfaatkan oleh peternak maupun masyarakat serta memiliki nilai ekonomi," papar pembimbing Tim Mahasiswa UGM. (*)



Publisher : Sholihin Nur

EKORAN

TERBARU

  • Silaturahim Pentahelix PPI Dunia: AHY Dukung RUU Perlindungan Pelajar di Luar Negeri
    Silaturahim Pentahelix PPI Dunia: AHY Dukung RUU Perlindungan Pelajar di Luar Negeri
    17/10/2021 - 10:00
  • Kedatangan Stok, Indonesia Amankan 282,4 Juta Vaksin Covid-19
    Kedatangan Stok, Indonesia Amankan 282,4 Juta Vaksin Covid-19
    17/10/2021 - 09:22
  • Sisi Gelap Inovasi Pelayanan Publik Indonesia, Memilih Branding atau Kebermanfaatan Replikasi
    Sisi Gelap Inovasi Pelayanan Publik Indonesia, Memilih Branding atau Kebermanfaatan Replikasi
    17/10/2021 - 09:09
  • Konsisten, Kunci Sukses Asep Jadikan Rangicok Menjadi Produk UMKM Kota Banjar Go National
    Konsisten, Kunci Sukses Asep Jadikan Rangicok Menjadi Produk UMKM Kota Banjar Go National
    17/10/2021 - 08:50
  • Pesona Danau Ulak Lia di Pusaran OTT KPK
    Pesona Danau Ulak Lia di Pusaran OTT KPK
    17/10/2021 - 08:21

TIMES TV

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

01/04/2021 - 15:58

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi
Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo

Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo
Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan

Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan
The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Sisi Gelap Inovasi Pelayanan Publik Indonesia, Memilih Branding atau Kebermanfaatan Replikasi
    Sisi Gelap Inovasi Pelayanan Publik Indonesia, Memilih Branding atau Kebermanfaatan Replikasi
    17/10/2021 - 09:09
  • Politik Kebijakan Pemerintah Sering Tidak Dipatuhi
    Politik Kebijakan Pemerintah Sering Tidak Dipatuhi
    17/10/2021 - 06:56
  • Menakar Konstitusionalitas Pemilu 2024
    Menakar Konstitusionalitas Pemilu 2024
    17/10/2021 - 01:34
  • Fenomena Mahasiswa; Kemunduran Cara Berpikir dan Pola Gerakan
    Fenomena Mahasiswa; Kemunduran Cara Berpikir dan Pola Gerakan
    16/10/2021 - 23:32
  • Food Estate, Militer, dan Pertahanan Negara
    Food Estate, Militer, dan Pertahanan Negara
    16/10/2021 - 19:40
  • Masa Sulit Kok Daftar Haji?
    Masa Sulit Kok Daftar Haji?
    16/10/2021 - 12:02
  • Rapor Semester 1 Bank Syariah Indonesia Pasca Merger
    Rapor Semester 1 Bank Syariah Indonesia Pasca Merger
    15/10/2021 - 17:14
  • Pengangkatan Dewan Pengarah BRIN Sesuai Kaidah Hukum
    Pengangkatan Dewan Pengarah BRIN Sesuai Kaidah Hukum
    15/10/2021 - 16:22

KULINER

  • De Bamboo, Café dengan Pemandangan Eksotik Kota Batu
    De Bamboo, Café dengan Pemandangan Eksotik Kota Batu
    17/10/2021 - 04:20
  • Kreatif dan Edukatif, Among Tani Foundation Dirikan Angkringan Asli Jogja di Kota Batu
    Kreatif dan Edukatif, Among Tani Foundation Dirikan Angkringan Asli Jogja di Kota Batu
    16/10/2021 - 14:31
  • Makan Sushi Sambil Jadi Peserta Squid Game di Genki Sushi
    Makan Sushi Sambil Jadi Peserta Squid Game di Genki Sushi
    16/10/2021 - 13:00
  • Laris Manis Penjual Sempolan di Ngawi, Omzet Setengah Juta Sehari
    Laris Manis Penjual Sempolan di Ngawi, Omzet Setengah Juta Sehari
    15/10/2021 - 19:21
  • The Local Culinary Weeks Novotel Samator Surabaya Berikan Sajian Khas nan Lezat
    The Local Culinary Weeks Novotel Samator Surabaya Berikan Sajian Khas nan Lezat
    14/10/2021 - 02:22