Peristiwa Nasional

100 Tokoh Bangsa Tulis Penyataan Soal Pandemi untuk Presiden, Ini Isinya

Rabu, 22 September 2021 - 12:48 | 31.41k
100 Tokoh Bangsa Tulis Penyataan Soal Pandemi untuk Presiden, Ini Isinya
Presiden RI Jokowi. (FOTO: Setkab RI)
Pewarta: | Editor: Wahyu Nurdiyanto

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Seratus tokoh bangsa, yang terdiri dari para pimpinan organisasi dan lembaga masyarakat dan tokoh perorangan, bertemu secara virtual guna membahas langkah-langkah tepat dan cepat sebagai solusi menyelamatkan negeri dari pandemi Covid-19. Pokok-pokok pikiran tersebut, nantinya ingin disampaikan langsung kepada Presiden RI Jokowi (Joko Widodo)

Dalam lampiran yang dikirim kepada TIMES Indonesia disampaikan, bahwa dalam kurun waktu satu bulan ini, ada yang telah dilaksanakan oleh Pemerintah tapi masih banyak yang belum dan perlu dilaksanakan.

daftar pertemuan

Berikut Ikhtisar pokok-pokok pikiran yang dimaksud:

1. Menyampaikan perhargaan kepada Pemerintah atas segala upaya dalam menanggulangi pandemi Covid-19 yang menunjukkan banyak perkembangan dan kemajuan.

"Hal ini ditunjukkan oleh mulai menurunnya jumlah rakyat yang menjadi korban, baik terinfeksi virus maupun meninggal dunia," tulis dalam pernyataan itu yang isinya juga terhadap Ketum PBNU dan Ketum PP Muhammadiyah.

2. Memesankan kepada Pemerintah agar jangan cepat berbangga diri dan apa lagi lengah karena Pandemi Covid-19 masih mengancam. Gelombang ketiga dengan varian baru masih menimpa beberapa negara, dan Indonesia tidak mustahil tidak terkena.

3. Menilai hasil vaksinasi cukup tinggi. Tapi hal demikian tidak serta merta  menciptakan "kekebalan kelompok" (herd immunity). Yang terjadi baru "herd vaccination" yang itu pun belum menjangkau mayoritas atau seluruh warga masyarakat.

Selain itu, vaksinasi masih menimbulkan kontroversi khususnya mengenai jenis vaksin yang diberikan (sinovac) tidak diakui di banyak negara sehingga menghalangi warga negara untuk berpergian, termasuk umat Islam yang mau menunaikan ibadah umroh ke Tanah Suci.

4. Memesankan kepada Pemerintah untuk tidak bersikap ambigu (ragu-ragu, tapi lebih bersungguh-sungguh meletakkan penanggulangan Covid-19 sebagai prioritas utama, bukan pemberian stimulus ekonomi.

Begitu pula, mengingatkan segenap pejabat Pemerintah untuk menunjukkan  keteladanan dalam menegakkan Protokol Kesehatan, khususnya menghindari kerumunan. Akibat rendahnya keteladanan rakyat menjadi abai terhadap wasiat pejabat.

Ketaksungguhan Pemerintah juga ditunjukkan oleh rendahnya alokasi anggaran Bidang Kesehatan dibandingkan dengan anggaran yang dialokasikan untuk stimulus ekonomi. Rakyat harus menanggung biaya Test Antigen dan Swab PCR yang mahal, padahal pelaksanaan Tracing, Testing, Treatment (Pelacakan, Pengujian, Pengobatan) adalah kewajiban dan tanggung jawab Pemerintah.

5. Mengingatkan Pemerintah untuk menyadari dampak-dampak bawaan dari Pandemi Covid-19 ke dalam Bidang-bidang Ekonomi, Pendidikan, dan Kehidupan Beragama.

Pengabaian dampak-dampak itu potensial membawa kerusakan serius dalam kehidupan bangsa:

(a). Pandemi Covid-19 memang membawa dampak besar dan berat dalam perekonomian nasional.

Namun, penanggulangan masalah harus terfokus pada penyanggahan UMKM

dan sektor informal dari keruntuhah karena tenaga kerja lebih banyak pada sektor ini.

Perhatian lebih kepada BUMN dan Usaha Besar, serta Tenaga Kerja Asing, di tengah masa pandemi selain tidak mewujudkan kesejahteraan rakyat, juga menciptakan masalah psikologis tentang ketidakadilan dan diskriminasi.

(b). Dalam Bidang Pendidikan, Pengajaran Jarak Jauh (PJJ) selama hampir dua tahun di semua jenjang pendidikan telah menimbulkan "hilangnya pengajaran" (learning lost) yang potensial mengakibatkan "hilangnya generasi" (generation lost).

Masalah ini harus segera diatasi dengan antara lain menyediakan dana kedaruratan (contigency fund) guna mendukung sekolah dan siswa/mahasiswa untuk belajar dalam jaringan (online), membantu dan memfasilitasinguru/dosen melaksanakan kewajibannya, dan menyiapkan sekolah/perguruan tinggi untuk menanggulangi kerusakan yang telah terjadi (damage control), serta menguatkan Sistem Managemen Belajar (Learning Management System) di lembaga-lembaga pendidikan.

(c). Dalam Bidang Sosial dan Keagamaan, Pandemi Covid-19 telah membawa dampak serius antara lain mengendurnya kohesi sosial akibat terjadinya "pemecahan belahan masyarakat", baik secara langsung maupun tidak langsung.

Ketidakadilan hukum terkait pelanggaran Protokol Kesehatan, diskriminasi pelayanan antara Tenaga Kerja Asing dan rakyat sendiri, pemaksaan pemberlakuan hasil test kesehatan untuk perjalanan dan lainnya, atau perbedaan kentara antara pencegahan kerumunan di rumah-rumah peribadatan dan pusat-pusat keramaaian/perdagangan merupakan hal-hal yang menimbulkan "kecemburuan sosial" yang menggerus kohesi sosial.

6. Khusus dalam Bidang Keagamaan, pembatasan sosial di tempat-tempat ibadat dengan larangan penunaian ibadat di dalamnya telah membawa dampak sistemik terhadap timbulnya permisivisme keagamaan di sementara umat beragama.

Hal demikian, pada muaranya, dapat membawa peremehan dan pendangkalan pengamalan ajaran-ajaran agama, sehingga bangsa kehilangan modal budaya besar untuk bangkit dan maju.

7. Memesankan Pemerintah, dalam melanjutkan upaya penanggulangan Pandemi Covid-19 untuk memperhatikan faktor-faktor strategis penting, antara lain:

(a). Menggalang kekuatan masyarakat madani dengan melibatkan dan bekerja sama dengan organisasi/lembaga masyarakat sebagai subyek perubahan. Pemerintah tidak arif merasa bisa mengatasi masalah sendiri tanpa melibatkan masyarakat.

Kekuatan filantropi dalam masyarakat madani merupakan modal besar yang dapat dimanfaatkan bagi penanggulangan pandemi Covid-19.

(b). Mendayagunakan Teknologi Informatika (Information Technology atau IT) dengan memanfaatkan kemampuan para profesional di tubuh bangsa dan Perguruan Tinggi, sehingga keputusan Pemerintah dalam menanggulangi Pandemi Covid-19 berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi, dan pendekatan Pemerintah berdasarkan data dan fakta (data driven).

8. Atas dasar semua itu, saatnya Pemerintah dengan mengajak semua elemen masyarakat madani menyiapkan Masa Pasca Pandemi atau The New Normal Life dengan mengandalkan kekuatan sendiri, tanpa terlalu tergantung pada luar negeri.

"Semoga Allah SWT membebaskan bangsa Indonesia dari marabahaya dan malapetaka," demikian tulis seratus tokoh bangsa soal Pandemi Covid-19 tersebut. (*)



Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

EKORAN

TERBARU

  • Kota Malang Masuk PPKM Level 2, Anak Kurang 12 Tahun Boleh Masuk Mal dan Wisata
    Kota Malang Masuk PPKM Level 2, Anak Kurang 12 Tahun Boleh Masuk Mal dan Wisata
    19/10/2021 - 13:01
  • Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW, Ponpes Nurul Huda Adong Gelar Shalawat
    Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW, Ponpes Nurul Huda Adong Gelar Shalawat
    19/10/2021 - 12:57
  • Cegah Tragedi Susur Sungai, Bupati Majalengka: Kegiatan di Luar Sekolah Harus Diketahui Dinas
    Cegah Tragedi Susur Sungai, Bupati Majalengka: Kegiatan di Luar Sekolah Harus Diketahui Dinas
    19/10/2021 - 12:52
  • Polda Metro Jaya Pastikan Rachel Vennya Diadili Sesuai Prosedur 
    Polda Metro Jaya Pastikan Rachel Vennya Diadili Sesuai Prosedur 
    19/10/2021 - 12:48
  • Perayaan Maulid Nabi, Gubernur Khofifah Ajak Umat Islam Sempurnakan Akhlak
    Perayaan Maulid Nabi, Gubernur Khofifah Ajak Umat Islam Sempurnakan Akhlak
    19/10/2021 - 12:43

TIMES TV

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

01/04/2021 - 15:58

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi
Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo

Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo
Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan

Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan
The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Memutar Radio Kehidupan, Menjaring Frekwensi Rasulullah
    Memutar Radio Kehidupan, Menjaring Frekwensi Rasulullah
    19/10/2021 - 12:03
  • Resesi Paradigma Pendidikan Islam
    Resesi Paradigma Pendidikan Islam
    19/10/2021 - 10:00
  • Kecerdasan Emosional dalam Perspektif Pendidikan Islam
    Kecerdasan Emosional dalam Perspektif Pendidikan Islam
    18/10/2021 - 14:51
  • Jangan Takut Lagi Pada AS
    Jangan Takut Lagi Pada AS
    18/10/2021 - 13:03
  • Adaptasi dari Pembelajaran Daring ke Sekolah Tatap Muka Terbatas
    Adaptasi dari Pembelajaran Daring ke Sekolah Tatap Muka Terbatas
    18/10/2021 - 12:11
  • Hari Santri: Merayakan Cinta (Negeri) Karena Allah
    Hari Santri: Merayakan Cinta (Negeri) Karena Allah
    18/10/2021 - 11:34
  • Pendidikan Islam dalam Keluarga
    Pendidikan Islam dalam Keluarga
    18/10/2021 - 01:20
  • Bojonegoro, Bumi Manusia bagi Anak Bangsa
    Bojonegoro, Bumi Manusia bagi Anak Bangsa
    17/10/2021 - 21:37

KULINER

  • Makan Malam Bak Artis Drakor di JW Marriott Surabaya
    Makan Malam Bak Artis Drakor di JW Marriott Surabaya
    18/10/2021 - 10:09
  • Indomie Penyet Dinoyo Surabaya, Satu Hari Habiskan 5 Dus Indomie
    Indomie Penyet Dinoyo Surabaya, Satu Hari Habiskan 5 Dus Indomie
    18/10/2021 - 05:28
  • Cerita Nasgor Robot di Malang: Berawal Karena Lengan Penjual Patah Muncul Inovasi
    Cerita Nasgor Robot di Malang: Berawal Karena Lengan Penjual Patah Muncul Inovasi
    17/10/2021 - 11:53
  • De Bamboo, Café dengan Pemandangan Eksotik Kota Batu
    De Bamboo, Café dengan Pemandangan Eksotik Kota Batu
    17/10/2021 - 04:20
  • Kreatif dan Edukatif, Among Tani Foundation Dirikan Angkringan Asli Jogja di Kota Batu
    Kreatif dan Edukatif, Among Tani Foundation Dirikan Angkringan Asli Jogja di Kota Batu
    16/10/2021 - 14:31