Peristiwa Nasional

Gus Muhaimin: Pajak dan Perdagangan Karbon Solusi Penanggulangan Perubahan Iklim

Senin, 20 September 2021 - 20:13 | 36.51k
Gus Muhaimin: Pajak dan Perdagangan Karbon Solusi Penanggulangan Perubahan Iklim
Wakil Ketua DPR RI Abdul Muhaimin Iskandar. (FOTO: Dok. PKB)
Pewarta: | Editor: Irfan Anshori

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Wakil Ketua DPR Ri Bidang Korkesra Abdul Muhaimin Iskandar (Gus Muhaimin) mengatakan, perubahan iklim menjadi persoalan global yang harus diatasi bersama.

Kata dia, dari sekian banyak ide tentang upaya penurunan emisi karbon, pajak dan perdagangan karbon diharapkan menjadi salah satu solusi menanggulangi perubahan iklim, baik pada skala lokal maupun global. 

”Indonesia sebagai salah satu kontributor emisi karbon terbesar, memiliki peran yang fundamental dalam gerakan pengurangan emisi karbon dan mitigasi pemanasan global,” ujar Gus Muhaimin saat memberikan sambutan pada webinar #Road To COP26 bertajuk ”Peluang Penerapan Carbon Pricing di Indonesia dan Tantangan BUMN Kita” yang digelar secara virtual, Senin (20/9/2021). 

Sebagai upaya pengurangan emisi karbon dan mitigasi pemanasan global, Pemerintah telah mengajukan Rancangan Undang-Undang Perubahan Kelima UU Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (RUU KUP) ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang di dalamnya terdapat klausul soal pajak karbon. Hal ini tertuang dalam pasal Pasal 44G RUU KUP.

Dikatakan Gus Muhaimin, saat ini rencana penerapan pajak karbon dalam RUU KUP masih mendapatkan  pro dan kontra di masyarakat. Dukungan terhadap penerapan pajak karbon datang dari berbagai pihak seperti anggota DPR, akademisi dan organisasi masyarakat sipil, termasuk partai politik.

”Kita setuju dan mengapresiasi langkah pemerintah untuk menerapkan pajak karbon karena dapat mengurangi dampak emisi CO2,” tuturnya. 

Langkah ini diharapkan dapat berkontribusi terhadap pencapaian tujuan mitigasi dan adaptasi perubahan iklim dengan tetap meningkatkan pertumbuhan ekonomi, pengentasan kemiskinan, dan secara bersamaan dapat melestarikan lingkungan.

Namun disisi lain, saat ini masih terdapat pandangan yang berbeda terhadap rencana pungutan pajak karbon yang datang khususnya dari kelompok pengusaha karena akan menaikkan harga barang dan jasa serta memperburuk iklim usaha, memperlemah daya saing. Selain itu, pungutan pajak karbon dapat dijadikan dasar bagi perusahaan untuk tetap menggunakan bahan bakar fosil karena mereka sudah membayar pajak karbon. 

Selain pajak karbon, tutur Gus Muhaimin, di masa depan perlu juga didorong untuk penerapan perdagangan karbon. ”Perdagangan karbon merupakan kegiatan jual beli sertifikat yang diberikan kepada negara yang berhasil mengurangi emisi karbon dari kegiatan mitigasi perubahan iklim,” paparnya. 

Menurut Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini, perdagangan karbon (carbon trading) tidak jauh berbeda dengan transaksi jual beli yang dilakukan di pasar konvensional. ”Hal yang berbeda adalah komoditas yang diperjualbelikan, yaitu emisi karbon,” katanya. 

Sebagai bagian dari sistem politik demokrasi dan pengambil kebijakan, kata Gus Muhaimin, pihaknya telah mencanangkan agar Indonesia mengawinkan antara politik kesejahteraan dengan politik hijau, antara pemerataan sosial ekonomi dengan keberlanjutan dan pelestarian lingkungan hidup.

”Kami mendukung dan mendorong pemerintah untuk mencapai kemandirian fiskal,  tetapi disisi lain, kami mendorong agar daya saing Industri dalam negeri perlu didukung untuk secara bertahap mengadopsi teknologi ramah lingkungan (karbon rendah),” tuturnya.

Menurutnya, pajak karbon diperlukan agar kapasitas negara Indonesia bisa setara dengan negara lain yaitu perolehan ajak antara 15-20 persen PDB dalam waktu 5-10 tahun ke depan. 

Saat ini, perolehan pajak Indonesia masih di bawah level 15% PDB selama 20 tahun terakhir. Hal ini, kata Gus Muhaimin, tidak layak dan tidak pantas bagi negara 

Menurutnya, perdagangan karbon merupakan satu alternatif yang perlu ditempuh oleh Indonesia. Namun secara empiris hasil perdagangan karbon memerlukan syarat-syarat yang canggih untuk mampu menarik pendapatan negara dan akhirnya pendapatan negara untuk kecukupan fiskal dan kemandirian fiskal Indonesia. 

”Maka pajak karbon perlu dimulai dan diberlakukan tetapi dengan skema yang berlapis sesuai dengan besaran karbon dan komitmen industri untuk menggunakan teknologi ramah lingkungan,” jelas Gus Muhaimin, Wakil Ketua DPR RI. (*)



Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

EKORAN

TERBARU

  • Buka Pelatihan Jurnalistik dan Kehumasan Guru SMP, Wabup Banyuwangi: Ini Penting!
    Buka Pelatihan Jurnalistik dan Kehumasan Guru SMP, Wabup Banyuwangi: Ini Penting!
    27/11/2021 - 23:57
  • Jembatan Ambruk di Glenmore Banyuwangi Dibangun Tahun 2022
    Jembatan Ambruk di Glenmore Banyuwangi Dibangun Tahun 2022
    27/11/2021 - 23:34
  • Gelar Vaksinasi Serentak Indonesia, Satgas Covid-19 Pelajar Dikukuhkan
    Gelar Vaksinasi Serentak Indonesia, Satgas Covid-19 Pelajar Dikukuhkan
    27/11/2021 - 22:50
  • Bening, Atlet Kota Batu Juara 1 Kejurprov Tenis Meja U-18
    Bening, Atlet Kota Batu Juara 1 Kejurprov Tenis Meja U-18
    27/11/2021 - 22:23
  • Peringatan HUT ke-44, RSUD Sleman Luncurkan Layanan Kesehatan Sekaligus
    Peringatan HUT ke-44, RSUD Sleman Luncurkan Layanan Kesehatan Sekaligus
    27/11/2021 - 22:11

TIMES TV

Suara Merdu Dipikat Label Maia Estianty- Ninaya Ilena

Suara Merdu Dipikat Label Maia Estianty- Ninaya Ilena

05/11/2021 - 09:44

Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji

Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji
Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji

Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji
Pemkot Malang Kuatkan Infrastruktur Digital Penunjang Smart City Melalui Wifi Gratis

Pemkot Malang Kuatkan Infrastruktur Digital Penunjang Smart City Melalui Wifi Gratis
Profesor Kopi : Malang Gudangnya Kopi Robusta

Profesor Kopi : Malang Gudangnya Kopi Robusta

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Mungkinkah Garuda Berganti Nama?
    Mungkinkah Garuda Berganti Nama?
    27/11/2021 - 17:05
  • Melawan Stigma Seksisme Wanita Karir
    Melawan Stigma Seksisme Wanita Karir
    27/11/2021 - 09:29
  • Meningkatkan Profesionalisme Guru Melalui Penelitian
    Meningkatkan Profesionalisme Guru Melalui Penelitian
    27/11/2021 - 00:29
  • Transisi Energi dan Memulihkan Keseimbangan Lingkungan Hidup
    Transisi Energi dan Memulihkan Keseimbangan Lingkungan Hidup
    26/11/2021 - 15:33
  • Masih Hidup Haji Lagi
    Masih Hidup Haji Lagi
    26/11/2021 - 10:03
  • MUI, Situasi Dunia Islam dan Prospeknya
    MUI, Situasi Dunia Islam dan Prospeknya
    26/11/2021 - 08:49
  • Jatuh Cinta Pada Pandangan Pertama
    Jatuh Cinta Pada Pandangan Pertama
    26/11/2021 - 07:45
  • Socrates dan Publik
    Socrates dan Publik
    25/11/2021 - 16:04

KULINER

  • Cek Deretan Dessert Paling WOW di Ji Restaurant Canggu
    Cek Deretan Dessert Paling WOW di Ji Restaurant Canggu
    26/11/2021 - 04:44
  • Macarina, Cemilan Makaroni yang Nagih untuk Terus Disantap
    Macarina, Cemilan Makaroni yang Nagih untuk Terus Disantap
    24/11/2021 - 02:06
  • Quatro Coffee, Nyaman, Elegan dan Tenang untuk Pekerja Milenial
    Quatro Coffee, Nyaman, Elegan dan Tenang untuk Pekerja Milenial
    22/11/2021 - 13:04
  • Jelly Art, Lukisan Indah dalam Kue Puding yang Bikin Sayang untuk Disantap
    Jelly Art, Lukisan Indah dalam Kue Puding yang Bikin Sayang untuk Disantap
    17/11/2021 - 17:34
  • Ada Promo Aussie Barbeque di ILLIRA Hotel Banyuwangi
    Ada Promo Aussie Barbeque di ILLIRA Hotel Banyuwangi
    17/11/2021 - 04:25