Peristiwa Internasional

Wali Kota Kabul Afghanistan Larang Perempuan Bekerja

Senin, 20 September 2021 - 08:14 | 16.02k
Wali Kota Kabul Afghanistan Larang Perempuan Bekerja
Kesedihan wanita Afghanistan sejak Taliban berkuasa lagi. (FOTO: Screenshot BBC)
Pewarta: | Editor: Wahyu Nurdiyanto

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Kekhawatiran kaum perempuan di Afghanistan akan dilarang bekerja oleh pemerintahan Taliban mulai menjadi kenyataan. Ini setelah Wali Kota Kabul yang baru, Hamdullah Nomany menghentikan pekerjaan mereka kecuali yang tidak bisa digantikan oleh laki-laki.

Dilansir BBC, ini adalah pembatasan terbaru yang diterapkan pada wanita Afghanistan oleh pemerintah Islam garis keras baru negara itu.

Selama pemerintahan mereka sebelumnya yakni pada tahun 1990-an, perempuan bahkan dilarang mengenyam pendidikan dan bekerja.

Setelah merebut negara itu bulan Agustus lalu menyusul penarikan pasukan AS, Taliban mengatakan hak-hak perempuan akan dihormati "dalam kerangka hukum Islam".

Mimpi-yang-hancur-dari-awak-kabin-Afghanistan.jpgMimpi yang hancur dari awak kabin Afghanistan. (FOTO: Screenshot BBC)

Tapi Taliban sampai kini masih mendukung interpretasi yang ketat dari sistem hukum Islam, hukum Syariah.

Sejak mengambil alih kekuasaan, para wanita pekerja diperintahkan untuk tinggal di rumah sampai situasi keamanan membaik, dan para pejuang Taliban telah memukuli para wanita yang memprotes pemerintah sementara yang semuanya laki-laki itu.

Kelompok itu beberapa hari lalu juga telah menutup Kementerian Urusan Perempuan dan menggantinya dengan Kementerian Penyebaran Kebajikan dan Pencegahan Kejahatan, sebuah departemen yang pernah menerapkan doktrin agama yang ketat.

Akhir pekan ini sekolah menengah dibuka kembali, tetapi hanya guru laki-laki dan murid laki-laki yang diizinkan kembali ke ruang kelas. Taliban mengatakan sedang berupaya membuka kembali sekolah untuk anak perempuan.

Menurut walikota Kabul, sekitar sepertiga dari 3.000 pegawai pemerintah kota adalah perempuan. Dia mengatakan beberapa akan terus bekerja.

"Misalnya, perempuan bekerja di toilet perempuan di kota yang tidak bisa dikunjungi laki-laki," katanya.

"Tapi untuk posisi yang bisa diisi laki-laki lain, kami telah menyuruh mereka (perempuan) untuk tinggal di rumah sampai situasinya normal. Gaji mereka tetap akan dibayarkan," tambahnya.

Pada hari Minggu, ada protes kecil di luar Kementerian Urusan Perempuan sementara kelompok perempuan lain mengadakan konferensi pers untuk menuntut hak-hak mereka.

Salah satu dari mereka yang memprotes di kementerian mengatakan, merek tidak ingin kementerian ini dihapus. Pemecatan wanita (berarti) pemindahan manusia.

Dalam perkembangan terpisah, Komisi Hak Asasi Manusia Independen Afghanistan mengatakan, mereka tidak dapat memenuhi tugasnya sejak pengambilalihan Taliban.

Organisasi itu mengatakan, dalam sebuah pernyataan bahwa bangunan, kendaraan, dan komputernya semuanya telah diambil alih oleh Taliban. (*)



Publisher : Sofyan Saqi Futaki

EKORAN

TERBARU

  • Ingin Anak Tidur Nyenyak? Ajak Anak Berkegiatan di Alam Terbuka
    Ingin Anak Tidur Nyenyak? Ajak Anak Berkegiatan di Alam Terbuka
    28/10/2021 - 04:31
  • Sering Bad Mood? Ini Enam Alasannya
    Sering Bad Mood? Ini Enam Alasannya
    28/10/2021 - 03:22
  • Mengenal Lebih Dekat Miss Teenager Jatim, Hellua Mukty Marisa Gaspersz
    Mengenal Lebih Dekat Miss Teenager Jatim, Hellua Mukty Marisa Gaspersz
    28/10/2021 - 02:28
  • Pensiun Nge-game Sementara, Rainaldy Lagha Pilih Fokus Usaha
    Pensiun Nge-game Sementara, Rainaldy Lagha Pilih Fokus Usaha
    28/10/2021 - 01:33
  • Luncurkan AGROS Wallet, AGROS Siap Mudahkan Kerja Kerabat di Industri Logistik
    Luncurkan AGROS Wallet, AGROS Siap Mudahkan Kerja Kerabat di Industri Logistik
    28/10/2021 - 00:32

TIMES TV

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

01/04/2021 - 15:58

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi
Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo

Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo
Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan

Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan
The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Kebebasan Bukan untuk Penghinaan
    Kebebasan Bukan untuk Penghinaan
    27/10/2021 - 14:32
  • Model Pendidikan Dakwah di Kalangan Jamaah Tablig Pondok Pesantren
    Model Pendidikan Dakwah di Kalangan Jamaah Tablig Pondok Pesantren
    27/10/2021 - 11:18
  • BEM UI, Isu Lingkungan, dan Media
    BEM UI, Isu Lingkungan, dan Media
    26/10/2021 - 18:46
  • Membangun Kesadaran Atas Kekerasan Berbasis Gender Terhadap Perempuan
    Membangun Kesadaran Atas Kekerasan Berbasis Gender Terhadap Perempuan
    26/10/2021 - 00:27
  • Teladan Nabi, Moderasi Beragama dan Islam Kita
    Teladan Nabi, Moderasi Beragama dan Islam Kita
    25/10/2021 - 16:00
  • Memuliakan Guru Honorer
    Memuliakan Guru Honorer
    25/10/2021 - 15:00
  • Kapan Pandemi Berakhir
    Kapan Pandemi Berakhir
    23/10/2021 - 17:33
  • Santri di Era Revolusi Masyarakat 5.0
    Santri di Era Revolusi Masyarakat 5.0
    23/10/2021 - 13:13

KULINER

  • Ini Alasan Pepaya Dijuluki Malaikatnya Buah
    Ini Alasan Pepaya Dijuluki Malaikatnya Buah
    25/10/2021 - 13:09
  • Tak Sampai Rp20 Ribu, Lezatnya Domba Bakar Madu di Malang
    Tak Sampai Rp20 Ribu, Lezatnya Domba Bakar Madu di Malang
    25/10/2021 - 04:08
  • 135 Orang Ikuti Pelantikan PCNU Ciamis Masa Khidmat 2021-2026
    135 Orang Ikuti Pelantikan PCNU Ciamis Masa Khidmat 2021-2026
    24/10/2021 - 22:02
  • 5 Kuliner Korea yang Hits di Indonesia
    5 Kuliner Korea yang Hits di Indonesia
    23/10/2021 - 12:00
  • Sate Layah, Sate Ayam Hidden Gem dengan Saus Kacang Melelehkan Hati
    Sate Layah, Sate Ayam Hidden Gem dengan Saus Kacang Melelehkan Hati
    23/10/2021 - 06:51